Natalie terpaksa bekerja pada Ares demi memenuhi kebutuhan ekonominya, termasuk bekerja di club malam dan kemudian menjadi asisten pribadinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: Kode Rahasia dan Keintiman Berbahaya
Beberapa Minggu Kemudian: Kedalaman Hubungan Rahasia
Beberapa minggu setelah keruntuhan Grup Sastrawan, dunia Natalie terbagi menjadi dua: di permukaan, ia adalah asisten pribadi Ares yang efisien dan tak tergantikan, mengurus pembersihan finansial dan menghadapi media yang penuh spekulasi. Di balik tirai, ia adalah kekasih rahasia Ares, satu-satunya orang yang diizinkan masuk ke dalam ruang intim dan emosional pria yang tertutup itu.
Natalie telah dipindahkan secara permanen ke penthouse Ares. Mereka hidup bersama, bekerja bersama, tetapi mempertahankan profesionalisme yang ketat di hadapan Rook, pengacara, dan rekan bisnis.
Di kantor, ia masih "Natalie," asisten yang selalu sigap dengan file dan jadwal. Namun, mereka kini memiliki kode rahasia.
Jika Ares berkata, "Siapkan Laporan Keuangan untuk malam ini," itu berarti Natalie harus mengosongkan jadwal makan malam dan bersiap untuk malam yang intim di apartemen.
Jika Natalie berkata, "Saya sudah memfinalisasi Rencana Logistik," itu berarti ia telah mengamankan kamar tidur dan privasi mereka.
Ciuman yang mereka bagi di Bab 11 telah membuka pintu yang mengubah segalanya. Ares tidak hanya tertarik secara fisik; ia terobsesi dengan pikiran Natalie, ketenangan dan loyalitasnya yang tidak ditemukan pada wanita lain di lingkungannya.
Belajar Membaca Raja
Suatu malam, setelah seharian penuh dengan negosiasi brutal untuk mengambil alih aset-aset Sastrawan yang jatuh, mereka duduk di balkon penthouse yang gelap, menghadap ke kerlipan lampu kota. Natalie menyandarkan kepalanya ke bahu Ares, kelelahan, dan Ares merangkulnya dengan tangan yang kuat.
"Mereka semua serakah. Mereka memohon, mereka mengancam. Mereka tidak mengerti bahwa bisnis didasarkan pada perhitungan yang dingin, bukan emosi," gumam Ares, suaranya dalam.
"Tuan Sastrawan melakukan kesalahan karena dia melibatkan keluarga. Itu menunjukkan kelemahan," kata Natalie.
"Dan kau, Natalie? Apa kelemahanmu?" tanya Ares, membalikkan badannya sehingga mereka berhadapan. Ia menyentuh bekas luka di bahu Natalie dengan lembut. "Aku tahu kau takut saat di dermaga. Tapi kau tetap pergi."
"Saya takut, Tuan. Tapi saya lebih takut kembali ke kehidupan lama. Anda menawarkan saya kebebasan," jawab Natalie, menatap matanya.
"Kebebasan, ya," kata Ares, ia meraih dagu Natalie. "Dan sekarang aku mengambil kebebasan itu darimu, kan? Kau kini terikat pada rahasia dan bahaya yang lebih besar dariku."
"Saya tahu aturannya. Saya memilih untuk tetap di sini. Saya percaya pada Anda," bisik Natalie.
Kepercayaan itu adalah titik lemah baru Ares. Dia tidak pernah membiarkan orang lain melihat sisi kemanusiaannya. Tetapi dengan Natalie, tembok itu runtuh.
"Aku membatalkan pertunanganku. Ayahku marah. Media akan berburu identitasmu lebih keras lagi," kata Ares, nadanya serius. "Mereka akan mencari kelemahan di sisiku. Dan kau, Natalie, kau adalah kelemahan terindah yang pernah kumiliki."
Ares tidak pernah mengatakan "Aku mencintaimu," atau kata-kata manis lainnya. Baginya, "Kau adalah kelemahan terindah" adalah deklarasi kasih sayang yang paling mendalam. Itu berarti Natalie adalah satu-satunya risiko yang rela dia ambil.
Bahaya dari Bayangan Lama
Pagi berikutnya, ketegangan hubungan mereka diuji. Natalie sedang bersiap untuk mengirimkan dokumen ke kantor hukum, ketika Rook mencegatnya.
"Aku menemukan ini," kata Rook, menyerahkan sebuah amplop kecil yang diselimuti debu dan noda alkohol. Amplop itu memiliki lambang klub malam yang familiar: Eclipse.
Di dalamnya, ada foto buram Natalie yang diambil dari kejauhan, saat dia berada di luar gudang pelabuhan malam itu. Foto itu diambil oleh kamera keamanan yang seharusnya sudah dilumpuhkan. Foto itu ditujukan untuk Ares, tetapi diselipkan di bawah pintu penthouse oleh seseorang yang berani.
"Mereka menguji, Tuan," kata Natalie, wajahnya mengeras. "Pesaing Anda tahu saya yang mengambil hard drive itu. Dan mereka tahu saya memiliki latar belakang dari Eclipse."
Ares, yang berdiri di belakang mereka, mengambil foto itu. Matanya menyipit. "Mereka tidak hanya tahu, Natalie. Mereka mengirim pesan. Mereka mengatakan, 'Kami tahu rahasia Anda, dan kami bisa menyentuh orang yang paling Anda lindungi.'"
"Claudia?" duga Natalie.
"Mungkin," kata Ares. "Atau pesaing Sanjaya, yang ingin memancing kita keluar. Tapi siapa pun itu, mereka mendekat."
Ares meremas foto itu hingga menjadi bola kertas. Ia menoleh ke Natalie, tatapannya kini kembali menjadi komandan perang. Keintiman malam itu hilang, digantikan oleh bahaya.
"Ini adalah perang yang sesungguhnya, Natalie. Tugasmu sekarang bukan lagi mengurus keuangan atau jadwal. Tugasmu adalah menjaga diri agar tetap hidup dan tidak terungkap. Kau tidak boleh meninggalkan penthouse tanpaku atau Rook."
Ares berjalan ke Natalie, mengambil tangannya. "Kebebasan yang kau dapatkan itu mahal, Natalie. Tapi aku akan memastikan tidak ada yang bisa mengambilnya darimu."
Ares memimpin Natalie kembali ke kantornya. Kode rahasia telah berubah. Mereka kini berbicara tentang ancaman, perlindungan, dan langkah-langkah selanjutnya untuk melumpuhkan musuh yang kini mengincar Natalie sebagai kelemahan Ares. Hubungan mereka, lahir dari rahasia dan kekuasaan, kini diuji oleh bahaya yang nyata.