Keira hanya ingin mengejutkan pacarnya di Italia, tapi justru dialah yang dikejutkan. Dikhianati di negeri asing, Keira nekat melampiaskan rasa sakit dengan cara yang gila memesan seorang gigolo. Sayangnya, ia salah kamar. Dan pria yang menatapnya di ranjang… bukan siapa-siapa, melainkan CEO termuda di Eropa, Dean Alferoz
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyCaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13 - Kantor Baru
“Aku akan berangkat duluan,”ucap Keira berlari keluar mansion dengan cepat.
Dhea yang melihat itu hanya bingung padahal di sana masih ada Dean dan Mathew kenapa mereka tidak berangkat bersama saja? Padahal sudah jelas jika gadis itu akan bekerja di kantor milik keluarga Alferoz.
“Kenapa kalian tidak bersama? Apa dia masih belum menerima pernikahan ini sepenuhnya?”tanya Dhea kepada Dean.
“Dia mengatakan untuk berpura pura tidak saling mengenal di kantor karena dia tidak mau jika orang orang mengira dia masuk karena orang dalam. Dan dia hanya akan mendapatkan teman karena hal seperti kau tau lah,”jelas Dean menikmati minuman nya.
“Apa dia masih mengira kau hanya seorang manajer? Astaga Keira sangat lucu,”geleng Dhea mengingat itu.
“Bukan lucu, tapi bodoh. Harus nya dia berpikir dari mana aku mendapatkan semua aset ini,”ucap pria itu datar.
“Dari daddy kan,”jawab Dhea singkat.
Dean tidak menjawab lagi setelah menyelesaikan sarapan nya Dhea juga pamit untuk bekerja, sedangkan di sisi lain terlihat Keira turun menggunakan taksi dan sampai di sebuah perusahaan yang berlogo kan Alferoz itu.
“Hah gila perusahaan nya gede beunget poll,”teriak gadis itu sangat takjub.
“Huft untung kata Dean di perusahaan dia pakai full inggris kalau bahasa Italia sih bisa tapi ga ngerti haha,”tawa gadis itu melangkah kan kaki nya ke dalam.
Keira berjalan menuju meja resepsionis di sana, semua orang terlihat berlalu lalang. Melihat seseorang yang baru datang dan sepertinya adalah pendatang baru itu resepsionis menyapa dengan ramah.
“Selamat pagi nona ada yang bisa saya bantu?”tanya wanita itu kepada Keira.
“Halo kak, saya Keira Andelina kantor staff digital marketing ada di lantai berapa ya?”tanya gadis itu dengan ramah.
“Keira Adelina, ah dia anak titipan pak Mathew,”bisik resepsionis itu kepada teman nya.
“Memang the power of orang dalam, aku benci ini. Bahkan CV nya saja dari kampus negara mana ini? Tidak terkenal bahkan,”gumam nya.
Keira yang melihat resepsionis itu saling berbisik dengan teman nya hanya bingung, kenapa mereka berbicara seperti itu apakah ada yang salah. Entahlah Kei hanya diam sampai wanita itu menjawab.
“Di lantai 12 ya, kamu cari bu Elsa. Nanti dia akan langsung tau,”ucap gadis itu kepada Keira.
“Baiklah terimakasih,”senyum Keira.
Setelah mengatakan itu Keira berjalan masuk ke lift, ini sudah jadwal masuk kantor ya sekitar pukul setengah 9 pagi dan Dean belum juga datang, apakah pria itu tidak akan telat mengambil absensi apakah dia tidak akan di marahi.
Dia juga lupa menanyakan sebenarnya suami nya itu ada pada bagian apa di perusahaan mana tau mereka bisa bertemu ya tapi Kei harap jangan karena sepertinya perusahaan ini sangat luas dan besar dan memiliki banyak lantai.
“Keira, walaupun kau pakai ordal. Dari sini kau harus tunjuk kan kemampuan mu,”semangat gadis itu keluar dari lift.
“Selamat pagi, maaf buk Elsa?”tanya Kei dengan sopan.
“Ya saya,”jawab wanita berkacamata itu menurunkan kacamata nya.
Dia melirik Keira yang berpenampilan aneh itu, kacamata tebal dan celana bahan bewarna cream di balut blouse bunga bunga, dan rambut sebahu, pakaiannya cukup ketinggalan zaman ketika para karyawan sekarang lebih nyaman menggunakan kemeja press body.
“Saya Keira Adelina bu.”jawab Kei kembali.
“Oh Kei, kau karyawan baru ya. Apa kau kenalan pak Mathew, sudahlah itu hal pribadi, baiklah Kei ikuti aku,”ujar wanita itu.
Elsa membawa Kei ke dalam sebuah ruangan yang cukup luas di sana sepertinya ada sekitar 12 orang di tim marketing Kei benar benar takjub perusahaan ini sangat nyaman, semua orang menoleh ketika bu Elsa mengetuk sendok ke gelas.
“Halo semuanya, Ini Kei, karyawan baru, kalian bisa mulai bekerja sama sekarang,”jawab Elsa dengan santai.
“Halo semuanya semoga saya bisa berkontribusi dengan baik untuk perusahaan,”ucap gadis itu tersenyum ramah.
Tidak ada jawaban hanya anggukan dan tidak ada tepuk tangan setelah selesai gadis itu menuju meja nya Kei benar benar senang dia benar benar memiliki meja kerja seperti apa yang dia impikan sendiri selama ini.
“Halo Kei, salam kenal,”bisik seorang wanita di sana kepada Kei.
Kei yang kaget langsung memegang dada nya gadis itu ternyata meja nya di sebelah Kai, gadis cantik dengan rambut bewarna hijau terang itu sangat cocok di kulit putih nya, bahkan poni nya. Seperti nya dia adalah gadis yang ceria, bahkan dia sangat cantik.
“Halo salam kenal juga,”senyum Kei dengan ramah.
“Aku Nichole.”senyum nya ramah.
Saat mereka tengah asik mengobrol tiba tiba seorang wanita dengan gaya yang benar benar sangat badas itu, dengan gaya celana jeans longgar dan hanya kemeja kebesaran, jangn lupa kan anting anting di hidup dan juga banyakan tindik di telinga nya.
“Halo salam kenal ya Kei, selamat bergabung. Dan ini semua harus kau pelajari, semuanya hari ini, tanpa terkecuali, dan yang bagian ini adalah proyek baru kita, jika kau tau bagaimana ritme divisi kita berjalan untuk proyek baru ini. Maka kau pelajari dulu yang lama okey,”ucap Welly memberikan tumpukan kertas itu.
Tumpukan kertas itu di letak kan di atas meja bantingan pelan karena di letak kan paksa menimbulkan debu yang berterbangan sedikit, sepertinya barang barang itu sudah cukup lama. Kei hanya diam, lalu dengan senyum ramah dia berkata.
“Okey kak,”ucap gadis itu.
“Jangan ajak dia terus bicara Nichole kerjakan bagian mu,”tajam Welly.
Setelah wanita itu menjauh menuju meja nya, Nichole mendorong kursi nya mendekat ke arah Keira, seolah mereka sangat dekat sekarang. Ya kursi nya ada roda maka nya gampang di seret dengan kaki kemana mana.
“Itu kak Welly Kei, wajarin ya dia emang suka ngasih kerjaan yang banyak padahal yang seharusnya kerja itu bagian dia kadang masih suka ngasih kita. Di sini senioritas memang tinggi,”bisik Nichole kepada Kei.
“Tidak masalah Nic, aku belajar juga. Aku malah senang,”senyum Kei kepada Nichole.
“Ngomong ngomong kau sangat cantik, dan kenapa aku rasa aksen mu cukup aneh. Apa kau bukan orang Roma?”tanya gadis itu.
“Bukan, aku orang indonesia.”jawab nya.
“Lalu kenapa kau di sini? Sejauh itu kau bekerja?”tanya Nichole dengan heran.
“Itu karena s—,”belum sempat gadis itu melanjutkan perkataannya Welly kembali datang dan mendorong kursi Nichole menjauh dari Keira dengan tajam wanita itu berkata.
“Kalian mau bekerja atau mengobrol? Kalau tidak angkat kaki dari perusahaan ini,”kesal Welly.
“Ba ba baik kak,”