"mbak Reina!! I Love you!!".
"belajar yang bener!! nggak usah cinta-cintaan!! lagian kamu itu calon adik ipar ku!! jadi berhenti menggangu ku!!".
"nggak peduli!! yang penting I love you mbak Gemoy!!".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma rain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kalah Sebelum Bertarung
Masih di butik yang sama Cecilia memandang marah ke arah Reina. Kenyataan yang tidak bisa di terima begitu saja kini menjadi sebuah bara api untuk membakar emosi dari gadis itu. Apalagi dia sudah membaca pesan yang di kirim oleh Erlangga untuk Reina semakin membuat nya marah saja.
"aku tidak percaya dengan apa yang kau katakan!! Erlangga hanya untuk ku!! Dan tidak ada yang bisa memiliki nya selain aku!!". Geram Cecilia yang sudah mulai dengan kebiasaan lama nya.
membenci Reina dan selalu mencoba untuk mencelakai wanita bertubuh subur itu. Tapi untung saja Reina termasuk wanita yang cerdas dia tidak akan membiarkan Cecilia kembali dengan ulah nya. Sejak dulu Reina selalu berhasil menggagalkan rencana-rencana Cecilia dalam hal merebut hati Erlangga.
Kata-kata tersebut sudah sering Reina ucap kan dulu ketika diri nya masih terobsesi dengan Arga. Jadi diri nya tidak terkejut dengan ancaman tersebut.
Obsesi.. Reina juga pernah memiliki nya dulu. Dan diri nya tidak pernah takut untuk menghadapi wanita yang punya obsesi pada calon suami itu. Bukan kah Reina sudah memutuskan untuk tetap bersama Erlangga jadi dia tidak akan pernah takut dengan Cecilia bahkan sejak dulu.
Reina tidak pernah takut dengan Cecilia dan juga Tasya. Sebagai mantan seorang cegil, Reina tidak gentar sedikit pun menghadapi wanita lain hanya untuk mempertahankan orang yang dia cintai.
"kau pikir aku takut. Apa mereka lupa jika aku adalah mantan wanita yang terobsesi dengan Arga jadi aku paham bagaimana cara mengatasi bocah ini!". Batin Reina menyunggingkan senyuman nya.
"pergi lah dari sini dengan semua persepsi kalian itu. Sebelum kalian mempermalukan diri kalian lebih banyak lagi. Dan juga Jika aku ingat nanti saat pernikahan ku dengan Erlangga terlaksana maka aku akan mengundang kalian. Itu pun jika aku mengingat kalian". Ucap Reina dengan tenang dan santai namun tatapan nya mengejek ke arah Cecilia.
Cecilia sudah di ambang kemarahan nya begitu pula dengan Tasya yang ikut kesal dengan kesombongan dari Reina saat ini. Menurut nya seharusnya Reina ini sadar diri, wanita di depan nya itu tidak lah cantik dan juga bertubuh besar tapi kenapa Reina terlihat selalu percaya diri.
"tidak tau diri!! Aku akan menghajar mu!!". Pekik Cecilia yang hendak melayangkan tangan nya ke arah Reina namun dengan cepat Reina menghentikan aksi gadis itu.
"JIKA KAU BERANI MEMUKUL KU MAKA AKU TIDAK AKAN TINGGAL DIAM!!". Bentak Reina dengan nada tajam sarat akan ancaman yang nyata.
Tangan Cecilia kini di tahan oleh Reina hingga gadis berusia 18 tahun itu meringis kesakitan karena ulah Reina.
"ingat batasan mu Cecilia Wardana!! Aku sudah cukup sabar sejak tadi menghadapi kegilaan mu yang sangat memalukan ini. Tapi kau dan juga kakak angkat mu yang sangat menyebalkan itu pun ikut-ikutan memprovokasi ku". Ucap Reina yang menghempaskan tangan Cecilia lalu melangkah pergi dari hadapan kedua wanita itu.
Saat Reina melangkah mendekati Lena, wanita itu pamit pada sahabat untuk pulang terlebih dahulu. karena jika terus menerus berada di tempat ini sedangkan Cecilia dan juga Tasya masih berada di sini keadaan pasti tidak akan baik. Lebih baik Reina pergi dari tempat ini.
"Rein!! Tunggu.. Aku akan berganti pakaian dan kita akan pulang bersama". Ucap Lena yang segera menarik tangan Reina menuju ruang VIP di mana tempat Lena mencoba gaun pengantin nya.
Tanpa banyak bicara Reina mengikuti langkah Lena meninggalkan keributan di ruang depan butik ini.
...****************...
Di hotel ternama di Jakarta Anderson terlihat mengamuk. Kamar yang tadi nya tertata rapi kini terlihat berantakan. Pria itu marah dengan apa yang sedang terjadi saat ini.
"apa kau sudah menyiapkan tiket pesawat kepulangan ku!! Aku tidak bisa terus berada di sini!! Orang-orang tolol itu tidak becus menjaga perusahaan ku!". Teriak Anderson yang sangat marah saat tau perusahaan nya yang berada di Prancis sedang dalam keadaan yang huru hara.
Pria itu mendadak geram saat tau ada seseorang yang membobol sistem pertahanan data penting perusahaan nya. Dan juga dari informasi yang dia dapatkan data penting perusahaan nya sudah terjual pada perusahaan pesaing nya.
Bagaimana tidak marah Anderson terlalu santai akhir-akhir ini. Dan juga semua itu bertepatan dengan kejadian dia menarik seluruh investasi nya di perusahaan milik Arga.
"aku harus segera kembali. Dan menyelamatkan aset berharga ku!! Setelah nya maka aku akan kembali untuk melanjutkan rencana ku pada wanita itu dan juga pemuda bernama Erlangga itu.!".
Anderson saat ini sedang kewalahan. Semua aset nya dan juga data-data penting nya terbobol.
"tuan.. Saya sudah menyelidiki siapa yang menjual data tersebut".
Dengan wajah yang penuh emosi dan juga marah Anderson berharap bisa mengetahui siapa yang ada di balik ini semua dan akan menghancurkan nya.
"lihat tuan. Ternyata data kita di hack dan menyebabkan beberapa cabang perusahaan kita mengalami kerugian besar juga". Ucap Vincent yang kini menunjukan semua informasi yang di dapat kan.
Lalu saat sedang pusing dengan apa yang sudah terjadi sebuah notifikasi masuk ke dalam ponsel Anderson. Sebuah pesan dari nomor aneh yang tak di kenal masuk ke ponsel nya.
"terus lah sibuk hingga kau mengabaikan kekayaan mu yang sebentar lagi hilang!".
Satu kalimat tersebut semakin membuat Anderson marah besar.
"sialan!!! Bagaimana bisa berita ini tersebar!!". Pekik Anderson lagi yang tak percaya kasus bertahun-tahun lalu kini terbuka lagi.
Pria itu tak menyangka semua rahasia yang dia susun rapi sekarang malah terbuka berantakan.
Di dalam mobil yang melaju cukup cepat di jalan menuju bandara, Anderson tidak berhenti mengumpat tentang apa yang sudah terjadi.
"Vincent!! Lacak siapa yang menyebarkan semua berita itu dan juga lacak keberadaan orang yang mengobrak-abrik isi perusahaan ku!! Aku tidak akan membiarkan nya hidup".
Anderson tidak tau jika diri nya sedang di permainkan oleh bocah yang baru berusia 18 tahun. Anderson tidak menyadari jika perbuatan nya yang sudah kelewat batas itu kini malah berimbas pada perusahaan nya.
"tuan.. Titik lokasi penyebar berita itu tidak ada tuan. Dan bahkan penyebaran berita ini cukup rapi, tidak hanya satu orang yang menyebarkan nya tapi ada beberapa orang yang menyebarkan semua bukti-bukti yang sudah kita simpan dengan rapat tuan!!". Jelas Vincent lagi yang kini menunjukan apa yang dia lihat di dalam laptop nya ke arah Anderson.
"dan satu lagi tuan. .. Kerugian yang alami ini pasti sangat besar dan saya tidak yakin kita bis mengatasi nya kali ini". Sambung Vincent lagi yang membuat kepala Anderson akan segera meledak.
"hais!!! Sial sial sial!!!".
Erlangga dan teman-temannya berhasil membuat pria itu bahkan tidak bisa berfikir untuk mencelakai Reina. Anderson akan kehilangan harta nya hanya dalam sekejap mata karena Erlangga.
laki laki cap kadal