NovelToon NovelToon
The Gangster Boy

The Gangster Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Komedi / Badboy
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: RuangTilyt

Indira Necelia Mahatma seorang gadis yang baik, periang dan pemberani yang bisa meluluhkan hati Andris sang ketua dan pendiri gangster Hellboy. Gangster Hellboy yang suka bertarung dan balap dengan geng lainnya termasuk dengan Logitacht yang notebenya dalah musuh terbesarnya.

Andris Matteo ketua gangster Hellboy yang disegani dan ditakuti. Dia adalah lelaki tampan yang digilai para siswi disekolah. Andris yang susah didekati dan susah meluluhkan hatinya kini menjadi kekasih Indira yang lembut terhadapnya saja.

Apa yang terjadi dalam cerita cinta mereka nantinya?
Ketika rahasia yang menyakitkan akan terungkap berlahan dan akan mengores sedikit demi sedikit hati keduanya. Tetapkah mereka akan bersama atau malah memutuskan cerita cinta mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuangTilyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keinginan Andris

"Dua, berangkat dan pulang sekolah kau harus samaku." Sambung Andris lagi.

"Ogah banget, lagian itu sudah dua keinginan bukan satu. Kau kira aku oon apa!" Tolak keras Indira yang tidak setuju untuk bersama dengan Andris.

Baru kali ini ada cewek nolak berangkat dan pulang samaku. Sok jual mahal juga ini cewek. Kata Andris dalam hati.

"Kalau kau nolak kupaksa buka seragammu." Ancam Andris sambil menatap tajam mata Indira.

Matilah aku, kalau matanya sudah seperti itu manalah berani nolak. Nanti aku dihantam seperti dibilang Delvin kemarin. Kata Indira dalam hati sambil berpikir.

"O oke, aku setuju." Jawab Indira gugup.

"Gitu dong jadi cewek penurut, empat lagi keinginanku masih dipikirkaan. Laksanakan ketiga keinginanku dan tunggu empat lagi." Kata Andris sambil mengelus kepala Indira.

Indira hanya memantung saja tanpa menolak ataupun melawan Andris. Andris yang melihat itu hanya tersenyum licik.

"Kau patung disitu bukan menyelesaikan hukuman tapi memperlambatnya. Cepat bersihkan sebelah sana dan aku sebelah sini." Teriak Andris.

Indira pergi kesebelah kiri untuk membersihkan daerah yang harus dibersihkan sedangkan Andris pergi disebelah kanan. Membagi tugas sangatlah bagus buat mempercepat tugas itu selesai.

Mereka dua orang yang sedang dihukum dalam perpus masih membersihkan debu-debu dan merapikan buku-buku yang tidak tersusun rapi sehingga mereka tidak menyadari waktu begitu cepat berlalu.

Akhirnya selesai juga, aku sudah lapar banget. Indira mengeluh dalam hati.

“Sudah selesai, ketoilet.” Ucap Andris dan meninggalkan Indira begitu saja.

“Baru sedang sudah dikutuk lagi, dasar senior horror.” Gerut Indira melihat seniornya begitu saja.

“Aduh, kepalaku.” Indira memengang kepala yang terjedot.

“Kau ngapain berdiri didepan pintu sih, buat kepalaku sakit saja.” Keluh Indira yang melihat seniornya berdiri didepan pintu.

“Mau ngunci perpus, lupa makin kenak masalah. Kasih kunci sama pak Budi.” Kata Andris ngasih kunci perpus.

“Main nyuruh saja, emang kau siapa ha? Kita sama-sama dihukum aturan sama-sama nyelesai bukan main nyuruh-nyuruh.” Teriak Indira pada Andris yang sudah melangkah begitu saja.

“Bilang saja kau mau terus berduaan samaku, kalau gitu ogah!” Kata Andris melanjutkan langkah kakinya begitu saja.

Dasar senior horror tak permanusiaan! Keluh Indira dalam hati.

Indira pergi melangkah kakinya mencari pak Budi penjaga sekolah dan kebetulan sekali pak Budi lagi membersihkan lapangan. Pucut dicari, orangnya pun ada.

“Siang pak, ini kunci perpus ya.” Sapa Indira dengan sopan.

“Kenapa kamu yang ngasih nak? Bu Hana kemana nak?” Ucap pak Budi sambil mengambil kunci.

“Tadi dihukum bersihkan perpus pak, jadi agak lama gitu dan bu Hana sudah pulang duluan pak. Kalau gitu saya duluan ya pa.” Pamit Indira.

“Kok balik dalam lagi nak, gerbangkan disana?” Tanya pak Budi sambil menunjukan arah gerbang.

“Hehehe, ada hukuman lagi pak. Nanti gerbangnya jangan ditutup dulu ya pak.” Ucap Indira malu.

“Banyak sekali hukumannya nak. Semangat ya.” Kata pak Budi cegegasan.

“Makasi pak, saya pamit.” Sahut Indira.

Indira pergi meninggalkan pak Budi yang masih menyapu halaman lapangan. Indira mencari Andris yang masih melanjutkan hukumannya.

“Kau lama sekali, cepat sini bersihkan toilet perempuan biar pulang.” Teriak Andris pada Indira yang berada agak jauh.

“Sabarlah, dikira nyari orang gampang apa!” Teriak Indira lagi.

Mereka berduapun membersihkan toilet dengan berbagi tugas lagi agar tugasnya cepat selesai. Melihat mereka yang akur dalam kehenigan membuat mata memandang mereka ada sejolin suami istri yang berbagi tugas dalam rumah tangga.

Selesai membersihkan toilet mereka berdua bergegas menunju parkiran. Menyulusri setiap koridor yang sepi bahkan diparkiran pun hanya tinggal satu motor punya Andris. Melihat waktu sudah makin sore.

“Naik cepat. Alamat.” Tanya Andris yang sudah naik dimotornya.

“Helm dulu mana, masa cuma kau saja yang pakai helm. Kalau ada apa-apa cuma kaulah yang tidak kenapa-napa.” Ucap Indira yang masih berdiri disebelah motor.

“Nggak ada, besok bawa sendiri. Naik atau ditinggal.” Ancam Andris dingin.

“Yang suruh pulang dan berangkat sekolah bareng siapa ya? Aturan orang itu yang sediakan helm.” Ucap Indira yang nggak mau kalah.

“Berarti kau mau ditinggal.” Ucap Andris yang masih mengacam Indira.

Bukannya takut Indira malah menantang Andris “Tinggalkan saja, malah aku lebih senang pulang sendiri. Silahkan pergi.”Kata Indira dengan senyum.

Sial, bukannya takut malah senjata makan tuan. Batin Andris berkata.

“Naik. Besok kubawakan helm.” Kata Andris menghidupkan motornya.

Kenapa nggak ditinggal saja sih biar aku bisa mampir makan dulu. Kalau gini perut makin lapar dong. Gumam Indira dalam hati.

“Kita mampir makan dulu, selesai makan baru kuantar.” Ucap Andris saat Indira sudah naik kemotor.

“Baiklah.” Bukan menolak Indira langsung mengiyakan.

“Kau mau makan dimana? Resto bintang lima atau mall?” Tanya Andirs yang sudah melanjutkan motornya.

“Kau ngomong atau kumur-kumur sih, aku nggak dengar. Itu kaca buka.” Ucap Indira yang menyondorkan kepala kedepan supaya mendengar ucapan Andris.

“Makan diresto atau mall?” Tanya Andris lagi.

“Emang mau diner gitu harus diresto? Tempat makan yang biasa saja yang penting enak.” Ucap Indira

“Emang nggak bosan selalu makan diwartek, kau terlihat tidak pernah makan direston.” Ejek Andris

“Dimanapun tempat makanannya yang dilihat rasa makannya, jika enak makanannya akan jadi tempat favoritnya. Dan terlihat kayaknya kau yang tidak terbiasa makan ditempat biasa.” Ejek Indira tak mau kalah.

“Biasanya cewek itu tidak melihat makanan tapi lihat tempatnya cantik biar bisa selfi gitu dan cewek jalan sama cowok pasti jaim makannya dikit. Dan kau pasti mau keresto gitu biar bisa pamer sama temanmu kalau kau sedang makan diresto.” Tebak Andris.

Plak..

“Kau kenapa toyor kepalaku sih, berani kali kau!” Volumen suara Andris menaik.

“Itu bukan kepala kali, itu helm. Lagian mulut kau macam tabloid. Kalau gitu makan tempat biasa yang makanan enak tidak ke resto.” Ucap Indira yang bicara semakin dekat disebelahn Andris.

“Kau mau cium aku makan tuh kepala semakin maju.” Tanya Andris melihat kepala Indira semakin dekat.

“Ogah amat, aku gitu biar kau dengar kan kau pakai helm. Sudah cepat ketempat makanan, aku sudah lapar.” Ucap Indira sambil memundurkan tubuhnya.

Tanpa membalas ucapan Indira, Andris semakin tamcap gas melaju motornya dan terlihat ada rasa takut Indira yang langsung memeluk erat Andris. Bukannya marah Andris semakin bermain dilaju jalan raya.

“Turun, keenakan meluk tubuh orang.” Kata Andris saat motor berhenti didepan café tempat biasanya.

“Kau kalau bawa motor biasa mikir nyawa orang nggak sih.” Kata Indira melepas pelukannya. “Lah kita kok kecafe sih?” Sambung Indira yang baru menyadari keberadaan mereka.

“Makanan enak dan murah tenang saja aku yang trakit.” Kata Andris dan meninggalkan Indira.

“Selalu main ninggal, emang kehidupan dia itu nggak ada sabarnya!” Gerut Indira dan berjalan mengikuti Andris.

Andris memilih tempat duduk dilantai atas tempat terbuka yang bebas merokok. Andris memanggil pelayan yang sedang berdiri didekat mereka.

1
Angela
halloo jangan lupa mampir di cerita Penatian Cinta Presdir Tampan💞
Felicia amira
Luar biasa
Resa Muhamad Faisal
setelah sekian lama menunggu akhirnya up juga,,dah lma gk up kk,,malahan hmpir lupa sama alurnya,,,

next kk semngt💪💪
Susi Hirawati
ceritanya seru tapi gaya penulisan kalimatnya kurang bgus,bnyk kata2 yng ssah di pahami,mngkin buat kedepean bisa lbih di perhatikan lagi kalimat2nya mbak🙏🙏
👁️‍🗨️eHa🦄
tega tuh si bayu meninggalkan tyas sendirian demi perempuan lain.berarti bayu memang tak pantas dipertahankan
Emhy Fadhyl
Lanjut thor
Pebrianti Siahaan
nextt thorr
👁️‍🗨️eHa🦄
sambung
Pebrianti Siahaan
thorrr ayo dong di lanjutin lgiii
Ay Jutex
musibah membawa berkah itu..
resaiza
Next kk,semangat kk
resaiza
sllu ku tunggu kk cerita andris dan indira,,mksih kk udah up lagi

Next kk,,,semangat kk buat nulisnya
ZNierahmi Rahmieka
cptnn aja alurnya dek..biar cpt kelarr konfliknya.blm lg misteri meninggalnya mikha (kkaknya andris )...ayooo ayoooo 💪
👁️‍🗨️eHa🦄
sambung
Ayu
lanjut thor
👁️‍🗨️eHa🦄
sambung ga pake lama thor.🤭
Tilyt🧚: terharu kakak masih setia 😭 makasiii kakak baikku😍❤️
total 1 replies
ZNierahmi Rahmieka
kagettttttttttt dpt notf....slseinn ini dluu bru buat baruu yaaa dedek uthor yg cantik plus plus 🤗🥰🥰
Tilyt🧚: terharu masih ada kakak yang setia mendukung aku😭 makasiii kakakkan baikku😍❤️
total 1 replies
Nada Az Zofiroh
author kpan up lgi padahl lgi seru"baca😔😫
Zian Alia
lanjutttttt
Rino
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!