NovelToon NovelToon
Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:44M
Nilai: 4.8
Nama Author: Fakrullah

Pengantin yang tak di rindukan.

Mana kala Annisa di jodohkan dengan Rafka yang sama sekali tak mencintai nya. Akankah hubungan mereka bertahan🤔

Mari kita simak kisah selanjut nya..😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fakrullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Ibu kemudian setuju membuatkan susu sesuai perintah Annisa. Sedangkan Annisa yang sudah selesai dengan masakan nya mulai menyisihkan nasi goreng buatan nya kedalam mangkung nasi. Setelah itu ia kemudian berlalu menuju ke arah meja makan untuk menyajikan hasil masakan nya. Tak lupa juga lauk nya ia sajikan sebagai pendamping makanan. Tak lama kemudian setelah Annisa selesai menyajikan semuanya. Ibu datang dengan membawakan beberapa gelas susu yang telah ia buat dan langsung menata nya di atas meja.

"Hmm, udah siap deh." Ujar Annisa saat melihat semuanya yang sudah tertata rapi di atas meja makan.

"Ya sudah, karena semuanya sudah siap sekarang kamu kembali ke kamar mu dan panggil suami mu untuk sarapan bersama." Tutur Ibu.

"Ntar lagi deh Bu. Nisa mau nyuci peralatan kotor dulu." Ujar nya yang masih ingin berlama-lama disana.

"Udah . . itu biar Ibu saja yang urus. Kamu cepetan masuk kamar. Pengantin baru itu nggak boleh lama-lama ninggalin suaminya sendirian didalam kamar." Ujar Ibu seraya menggoda dengan tatapan nakal.

Ditengah pembicaraan mereka. Tiba-tiba Winda datang mengejutkan keduanya.

"Hayo . . Lagi ngomongin apa." Sambar Winda dari belakang sembari menepuk bahu Ibu dan kakaknya.

"Winda.!! kamu baru bangun." Seru Ibu saat melihat Winda.

"Hehehe, iya Bu." Jawab Winda yang tertawa kecil sembari menggaruk kepala nya.

"Kamu itu anak gadis apa anak lanang sih? Jam segini baru bangun." Ucap Ibu sembari menggelengkan kepalanya melihat Winda yang selalu bangun kesiangan.

"Ya anak gadis lah Bu. Masak Winda dibilang anak lanang sih, yang benar saja." Jawab nya sembari memanyunkan bibir.

"Kamu bangun jam segini apa sudah shalat subuh?" Tanya Ibu.

"Udah donk Bu. Cuma tadi habis shalat Winda tidur lagi, hehe." Jawab Winda seraya tersenyum.

"Kamu ya . . nggak pernah berubah. Selalu seperti itu. Heuuh." Ucap Ibu seraya menghela nafas panjang melihat tingkah putrinya Winda.

"Emang nya Winda harus berubah seperti apa sih Bu. Ibu mau Winda jadi Superman ya. Hehehe." Jawab Winda seraya tertawa menggoda Ibunya.

"Winda . . kamu ya.!!" Seru Ibu merasa kesal dengan candaan Winda.

"Sudahlah Bu, kamu Winda sana pergi mandi." Ucap Annisa melerai keduanya.

Winda pun berlalu pergi ke kamar mandi dengan senyum mengembang di bibirnya. Ia sangat puas karena sudah bisa membuat Ibu merasa jengkel dengan nya.

Sedangkan Ibu. Masih menatap kesal kearah putrinya Winda.

***

Annisa kini sudah sampai tepat di depan pintu kamar nya. Ia kemudian membuka pintu kamar secara perlahan.

"Ceklek "

Suara pintu terbuka. Rafka yang sedang asyik membaca novel romantis kemudian menoleh kearah pintu kamar.

"Dia sudah kembali.

Gumam Rafka sembari terus melanjutkan membaca kisah romantis yang ada di novel tersebut.

Annisa kemudian melangkah masuk kedalam kamar sembari menebar senyum kepada Rafka. Namun senyum nya sama sekali tidak di gubris karena Rafka kembali fokus membaca novel nya.

"Nggak di balas juga nggak apa-apa. Setidaknya aku sudah berusaha membuatnya senang saat melihatku. Eh, tapi dia lagi baca apa sih? Serius gitu

Gumam Annisa seraya duduk di samping Rafka dan memperhatikan buku apa yang sedang di baca olehnya.

"Hah.!! Itukan Novelku. Kenapa dia membacanya sih, aku kan jadi malu..

Gumam nya lagi. Namun ia terbawa perasaan sehingga lupa dengan tujuannya mengajak Rafka untuk sarapan bersama keluarganya. Sehingga Annisa pun memberanikan diri untuk menyapa.

"Bang." Sapa Annisa.

"Hmm." Jawab Rafka singkat.

"Ayo kita keluar untuk sarapan bersama." Ucap Annisa mengajak Rafka sarapan bersama keluarga nya.

"Ok, tapi sebentar lagi. Karena aku ingin menyelesaikan cerita ini." Ucap Rafka tanpa menoleh.

"Tapi Bang. Ibu dan Ayah menunggumu di meja makan." Ujar Annisa.

Rafka kemudian menutup Novelnya, dan kini ia mulai menatap Annisa yang duduk disamping nya.

"Ini punyamu?" Tanya Rafka.

"Ya." Jawab Annisa singkat seraya menatap ke arah lain.

"Kenapa Abang jadi nanya tentang novelku sih.

Gumam Annisa.

"Ada apa denganmu? Kenapa kamu berpaling saat aku menanyakan tentang Novel ini?" Tanya Rafka yang melihat perubahan wajah Annisa saat ia menanyakan tentang kepemilikan Novel yang dibacanya.

"Ah, enggak kok." Sanggah Annisa.

"Tapa raut wajahmu seketika berubah saat aku bertanya tadi." Ujar Rafka menelisik.

"Mungkin perasaan Abang saja." Jawab Annisa seraya tersenyum.

"Sudahlah Bang, ngapain juga kita bahas tentang Novel. Sekarang yuk kita keluar sarapan bersama orang tuaku." Ujar Annisa sesantai mungkin.

"Gadis ini, jelas-jelas tadi aku melihat perubahan wajahnya yang tiba-tiba memerah saat aku menanyakan tentang Novel ini. Tapi seketika itu juga ia bisa kembali menutupi rona yang terpancar tadi dan menjawabnya dengan santai pula.

Gumam Rafka sembari terus menatap Annisa.

"Apaan sih, kenapa Abang menatap ku terus. Meskipun aku tau jika Abang tidak mencintaiku. Tapi aku tetap tidak bisa terlalu lama menahan diri jika dia terus menatapku seperti itu. Aaaaa..

Gumam Annisa.

"Nis, aku mau ngomong." Ucap Rafka tak ingin langsung beranjak dari sana. Karena sedari tadi seusai shalat subuh ia ingin membicarakan sesuatu, namun diurungkan karena melihat Annisa yang ingin segera bergegas kedapur.

"Mau ngomong apa? Bicaralah." Ujar Annisa.

"Hari ini kita pindah ya." Ucap Rafka menyampaikan keinginannya.

"Apa.!! Pindah?" Annisa terkejut saat mendengar ucapan Rafka yang menyampaikan keinginannya untuk segera pindah.

"Ya." Jawab Rafka singkat.

"Kenapa begitu cepat? Tidakkah seharusnya kita tinggal disini minimal satu bulan." Ujar Annisa yang merasa keberatan dengan keinginan suaminya tersebut.

"Itu terlalu lama. Aku tak sanggup." Ucap Rafka.

"Tapi tidak juga hari ini Bang. Kita kan baru saja menikah, baru kemarin loh, dan sekarang kamu mengajak ku untu segera pindah. Apa Abang nggak berfikir tentang perasaan orang tuaku." Seru Annisa.

"Jujur aku nggak nyaman jika terus disini. Aku nggak mau orang tuamu sampai tau walaupun kita sudah menikah namun kita tidak melakukan apa yang seharusnya suami istri lakukan." Ujar Rafka.

Ia berusaha setenang mungkin menyampaikan nya kepada Annisa, agar Annisa mau menuruti keinginannya.

"Tapi Bang, Nisa belum siap jika harus meninggalkan rumah ini. Apalagi Ibu dan Ayah." Jawab Annisa sembari menatap sayu.

"Nis, cepat atau lambat kita juga akan pergi darisini." Ujar Rafka.

"Kamu tenang aja, meskipun kita pindah, aku nggak akan pernah melarangmu mengunjungi orang tuamu. Bahkan jika kamu ingin mengunjungi mereka aku izinkan." Rafka berusaha meyakinkan.

"Tapi Bang . ." Annisa

"Sudahlah Nis, meskipun kamu nggak mau itu tidak akan merubah keputusanku." Timpal Rafka sembari berdiri dari duduknya.

Annisa yang melihat Rafka yang sudah berdiri kemudian ikut bangkit dan berdiri disamping nya.

"Ayo kita keluar." Ucap Rafka seraya melangkah kearah pintu kamar dan diikuti oleh Annisa dari belakang.

"Kenapa Bang? Kenapa secepat ini. Sungguh tidak pernah terbayangkan olehku sebelumnya jika aku akan meninggalkan kedua orang tuaku secepat ini. Hiks.

Gumam Annisa yang merasa sedih dengan keputusan suaminya.

BERSAMBUNG

1
Marhaban ya Nur17
ah lebay g seru gtu aja" 🙏🙏🙏 udahan ah maaf y thor
Marhaban ya Nur17
banyak gumaman, banyak bahasa kalbu, banyak deg jantung trs macanya yg mana neh
Marhaban ya Nur17
gampang banget se jantung deg 😀 kena serangan jantung lama" pemainnya wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
ini mah kaya yg di tv yg di film in wkwkkw
Marhaban ya Nur17
nisanya agak lebay deh wkwkkw g tegar seperti ucapannya
Marhaban ya Nur17
gampang banget se deg dikit" deg
Marhaban ya Nur17
banyak banget jantung wkkwkwkw
Marhaban ya Nur17
kalimat nya jg ada thor yg kurang pas 😀🙏 maaf y thor koreksi dikit
Marhaban ya Nur17
rasanya msh aneh deh 🤔 gw udh berusaha supaya menyatu ama cerita ini tp selalu aja ada halangannya wkwkwkk cmaplang gtu lah
Marhaban ya Nur17
gw belum dapet fill nya neh wkkwkkw maaf thor
Marhaban ya Nur17
kalimat nya jg panjang wkkwwk
Marhaban ya Nur17
rumah baru nya yg siap huni tuh buat ama maya itu wkkwkwk bukan buat nisa
Marhaban ya Nur17
banyak bahasa kalbunya se
Marhaban ya Nur17
bahasanya canggung 🙏🙏🙏 maaf y thor cmn ngoreksi aja
Marhaban ya Nur17
rafka kan anaknya pak ustadz y ko punya kekasih wkkwkw biasanyakan harysnya alim donk
Marhaban ya Nur17
bau"nya g ada pelakor y
Nabilla Chomell
ya allah manis skli seandainya itu beneran dunia nyata
Nabilla Chomell
masih nyimak smg ceritanya 👍
Fastabiqul Khairat
kadang Ranum, kadang Susi
Fastabiqul Khairat
darimana Reno tau kalau Maya memasukkan obat penggugur kandungan diminuman Annisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!