NovelToon NovelToon
Wanita Yang Dulu Kau Cerai Sekarang Kau Pinta Kembali

Wanita Yang Dulu Kau Cerai Sekarang Kau Pinta Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Pelakor / Pengganti / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh / Chicklit
Popularitas:71.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rana Vanya

Rana wanita teguh dan pantang menyerah dua kata yang menggambarkan kepribadiannya, dia di paksa menikah dengan Faiz yang notabenenya merupakan calon suami kakaknya.


Apa boleh buat tanpa bisa menolak dia akhirnya resmi menikah dengan Faiz. Sang mertua mengharapkan kehadiran cucu di tengah-tengah keluarga dengan cepat meminta Rana untuk hamil. Tapi di tunggu punya tunggu Rana tak kunjung hamil hingga pernikahan mereka menginjak ke-tiga bulan barulah Rana mengalami yang namanya mual-mual, tapi dia bingung dia hamil atau asam lambungnya naik menyebabkan dia mual-mual.


Ini kisah drama rumah tangga receh dari mulai sang kakak yang tega merebut suami sang adik hingga terbongkarnya rahasia besar yang di sembunyikan. Ayo silahkan mampir jika penasaran, saya penulis amatir jika ada kesalahan atau tidak nyambung antar satu konflik mohon di bimbing atau di arahkan baik-baik sekian;

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rana Vanya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12 kelaparan

Part 12

Pagi telah menyapa, mentari menunjukan sinarnya yang menerangi seluruh belahan dunia dan menghangatkan untuk yang kedinginan karena cuaca hujan kemarin, tetapi dua anak manusia sama sekali tidak terganggu untuk bangun dan menjalankan aktivitas masing-masing seperti biasanya, mereka asik bergelung di dalam selimut dan saling berpelukan tanpa terganggu sinar matahari yang masuk melewati celah jendela. Sungguh romantis sekali pagi ini bahkan mereka lupa akan kewajibannya sebagai seorang muslim untuk melaksanakan salat subuh.

"Eugh".

"Astaghfirullah, sudah pagi. Ya allah aku lupa mengerjakan sholat subuh, aduh bagaimana ini" ucapku kalang kabut sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan mas Faiz, setelah lepas aku segera bangun untuk membersihkan diri dan langsung untuk melakukan salat subuh segera karena sudah terlambat. Jam menunjukan pukul 06.00 pagi masih bisa untuk melaksanakan salat subuh walaupun pahalanya sudah berkurang karena di waktu full pahala ialah orang yang bangun dari tidurnya untuk melakukan shalat itu.

"Awww" ringisku perlahan mencoba bangkit dari tempat tidur, tapi sudah ku coba berulang kali tetap aku tidak bisa bangkit.

"Ada apa dek" ucap mas Faiz sambil mengerjap ngerjapkan matanya perlahan agar terbuka dan pandangannya tidak kabur.

Setelah pandangan matanya membuka sempurna dia terkejut karena hari sudah pagi dan mentari sudah menyongsong tinggi serta sudah menghangatkan orang orang yang akan memulai aktivitasnya masing-masing.

"Astaghfirullahal adzim" ucapnya sambil berlari memasuki kamar mandi dan segera membersihkan dirinya sendiri sedangkan aku ditinggalkannya.

Aku mencoba bangun sembari memegang ujung kepala ranjang dan sesekali meringis menahan sakit di s**********n yang perih habis kemarin mereguk nikmatnya hubungan suami istri yang halal berdua bersama, mengarungi nirwana cinta dalam rajutan kemesraan yang membara di dalamnya.

Dia keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya tanpa memakai baju ganti di dalam kamar mandi. Setelah mengambil baju ganti dia bergegas masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya tak berapa lama dia keluar sudah rapi dan siap siap untuk melaksanakan salat subuh yang tertinggal.

"Lo dek kok gak segera mandi sih" tanyanya kepadaku sambil melihatku tidak segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri.

"Kek mana mau mandi jalan aja gak bisa mas, perih ini!" kataku sambil menahan sakit di daerah itu.

"Ya allah mas lupa dek, ayo mas bantu kamu berjalan ke arah kamar mandinya" ucapnya seraya membantuku dan menuntunku untuk mandi junub.

"Kamu berendam dulu ya disini" suruhnya sambil menaruhku di dalam bathup dan dia berlalu untuk shalat subuh.

"Tapi mas Rana belum sholat subuh juga" kataku sambil menghentikan langkahnya untuk keluar dari kamar mandi.

"Sudah dek tidak usah shalat subuh dahulu, waktunya sudah hampir tertinggal ini. Tinggal lima menit lagi".

"Tapi mas Rana tidak pernah meninggalkan shalat subuh terkecuali karena Rana menstruasi" aku terus menolak agar tidak ia tinggalkan sendiri karena tidak mau meninggalkan kewajiban ku sebagai seorang muslim

"Rana takut dosa mas, karena gara gara kita kemarin malam b*********n Rana lalai akan kewajiban Rana".

"Tidak papa, dosa kamu nanti mas yang nanggung dek percayalah pada mas dek" ucapnya seraya meyakinkan aku, aku jawab dengan gelengan dan kekeh untuk shalat subuh.

"Mas Rana gak mau mas masuk neraka karena menanggung dosa Rana, karena tidak sholat subuh dan lainnya".

"Tidak apa apa dek, ya udah mas mau wudhu lagi dan langsung sholat ya".

"Maafin Rana hari ini ya Allah" batinku sambil menangis terisak.

Setelah sepuluh menit berendam air hangat aku mulai merasa enakan dan mencoba bangkit dan langsung membilas tubuhku dengan air bersih.

Mas Faiz membantuku untuk bangun dari bathup dan membantu menggosok punggungku lembut, setelah selesai aku digendongnya menuju kamar dan dia mengambilkan pakaianku dan membantu memakaiannya, aku sempat menolak karena malu tetapi dia mengatakan tidak perlu malu dengan suamimu sendiri dek, karena halal seluruh tubuhmu untuk mas dan tidak akan menimbulkan dosa melainkan menimbulkan pahala ucapnya sedangkan aku mati matian membiarkan dia memasangkan pakaian dan sesekali tangannya tak sengaja menyentuh daerah s******f ku dan membuatku gugup setengah mati.

"Sudah selesai, ini rambutnya biarkan di gerai saja ya biar kering ini" ujarnya

"Iya mas, terima kasih" ucapku sambil tersenyum manis serta tak lupa berterima kasih kepadanya karena sudah membantuku berpakaian.

"Gak papa, tak perlu sungkan dek jika kamu butuh sesuatu atau kamu menginginkan sesuatu kamu bisa minta tolong mas apapun itu selagi mas bisa dan mampu untuk mengabulkannya" ucapnya sambil menggenggam tanganku dan mengelus rambutku bebas tanpa tertutup hijab.

"Yasudah Rana turun dahulu ya mas" kataku pamit untuk turun kebawah menyiapkan makan yang akan kami santap untuk sarapan pagi berdua ini.

"Loh mau kemana dek" tanya mas Faiz kebingungan melihat aku mulai beranjak dari kasur dengan langkah tertatih.

"Mau buat makan untuk kita mas, mas gak laper emangnya" kataku seraya menjawab pertanyaannya.

"Gausah masak dek" ucapnya mengajakku kembali duduk di kasur yang kududuki tadi.

Mas Faiz sudah mengganti sprei dan selimut yang kami pakai kemarin malam dengan yang baru saat dia selesai salat tadi dan di saat aku sedang berendam tadi.

"Loh kita mau makan apa kalau Rana gak masak mas, Rana sudah sangat lapar ini mas" jawabku sambil mengelus perutku dan tentu saja aku lapar karena tenagaku sudah habis terkuras oleh permainannya kemarin malam yang begitu dahsyat sampai sampai aku kelelahan dibuat olehnya.

"Mas udah delivery tadi, sebentar lagi mungkin sampai dek".

"Kok delivery sih mas" ucapku jengkel, bukan bukannya aku pelit atau tidak makan makanan beli, tapikan kalau beli kita gak tau bahan masakan serta kandungan penyedap seberapa banyak maka dari itu aku jarang makan di luar dan lebih memilih makanan yang dimasak ibu ataupun di masak olehku sendiri. Lebih mudahnya kita tau seberapa banyak micin dan asal usul bahan masakannya, yang paling penting makanannya sehat.

Ingat sehat itu mahal harganya, maka dari itu terapkan pola hidup sehat mulai dari sekarang.

"Kan gak papa dek".

"Kita gak tau di dalam makanan yang dimasak ada kandungan pengawetnya atau tidak" ujarku

"Iya juga sih dek, tapi mau bagaimana lagi kalau kamu masak kasihan kamu pasti capek kan dek, mas gak tega lihat kamu masak lagi setelah kemarin malam melayani mas".

"Melayani mas adalah kewajiban istri kepada suami, mas Rana ikhlas kok melayani mas, Rana gak papa kok masak mas".

"Gausah untuk kali ini kita delivery saja ya sayang, besok baru kamu yang masak lagi" jawabnya sambil memanggilku sayang yang mana membuat pipiku bersemu merah olehnya dan membuat jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya.

"Baiklah kali ini saja ya mas" pasrahku karena memang aku benar-benar lelah, perutku juga berulang kali berbunyi pelan pertanda minta segera diisi.

"Iya dek mas janji, lagian kita pasti capek kan karena kegiatan semalam hmm" jawabnya dengan santai sambil menggodaku dan mengedipkan sebelah matanya kepadaku.

"Ih genit" aku mencubit lengan tangannya sedikit kuat biar tau rasa dia, bisa bisanya masih bugar saat aku masih kelelahan di buatnya.

''Genit-genit yang penting kamu suka kan, sayang" jawabnya lalu melepaskan cubitanku gantian menarik gemas hidung mungil milikku.

"Assalamualaikum, gofood" terdengar suara salam dari luar mungkin saja gofood sudah sampai.

"mas kedepan dulu ambil makanannya" pamitnya lalu mengambil dompet yang terselip di dalam lemari.

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi, gofood ya mas".

"Iya mas, atas nama mas Faiz" ucap pak gofood menanyakan nama mas Faiz.

"Iya benar mas".

"Boleh saya lihat bukti pembelian dahulu" mas Faiz menunjukkan bukti pembelian makanan yang di pesan dari restoran tersebut. Ini dilakukan agar sang kurir tidak salah mengirimkan makanan atau barang serta tidak mengakibatkan kerugian dari pihak masing masing.

"Ini mas terimakasih" sang kurir itu langsung memberikan pesanan kami tak lupa mas Faiz menyelipkan sedikit rezeki untuk kurir itu.

1
🏡s⃝ᴿ ❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣ
pdahal faiz ini tdinya orang baik lo...
🏡s⃝ᴿ ❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣ
tunggalin aja rana. kamu pasti kuat kok. bnyk yg msih syang sm kmu..
Fatma Kodja
lanjut thor 👍👍👍👍👍
Umi Musringah: ceritanya kurang pas rana di bikin oon
total 2 replies
Siti Rukanah
kapan rampunge..
Silviana: aduh maaf kak. gak ada kuota saya. besok ya saya update lagi
total 2 replies
Siti Rukanah
yaaah lambat deeh..
muhammad affar
sdh pergi aja yang jauh kamu rana
Galuh Setya
kok tambah aneh ya perubahan cahaya. apalagi habis rana pulang. apa jangan² cahaya tau kalo rana mau pergi. takutnya ibu nya rana kan sayag bnget ma cahaya jd bantu cahaya buat nyakitin rana
schatzie
inilah yg si dajjal itu inginkan menjatuhkan mental si rana,,, sabar rana kamu wanita kuat,,, hanya satu kamu harus bnyak hati2 dan waspada terhadap rubah betina itu
schatzie
duhhh rana kamu mau di apain lgi sama si manusia dajjal ini
Ira Sulastri
Rana lebih baik ga usah ikut, takut nanti di celakain ama Cahya

Dengan alasan yg tepat biar tetap di rumah saja, biarkan saja mereka kl mau jalan-jalan
Jue
Kalau masih sabar ini namanya orang bodoh , Kumbang bukan seekor bunga juga bukan sekuntum , Untuk apa bertahan di rumah lelaki dayus .
Silviana: sabar Bun sabar. Maaf Bun perlu kita eksekusi mati Faiz itu
total 1 replies
Lyda Wati
hemm knp si rana kembali lagi kan makan hati
Silviana: Namanya cinta Bun. Buta akan segalanya
total 1 replies
Ira Sulastri
Sudah betul ga usah kembali Rana, udah tau bini lagi hamil malah di buat sakit hati dan stress
Silviana: Buang ke Laut aja gak kak. Biar mati itu Faiz
total 1 replies
schatzie
sabar rana suatu saat nanti akan. ada jatah kebahagiaan untukmu,,, sekarang adalah ujian untukmu pertebal sabarmu perbanyak ikhlas mu,,, dan buat si fais bila masanya tiba bahkan penyesalan pun tak pantas kau dapatkan,,,
Silviana: makasih kak. Huhu terharu aku
total 4 replies
schatzie
dasar lanangan Koplakkk
Silviana: Koplak gak tuh bun
total 1 replies
Siti Rukanah
yaaah beerhenti lagi.. lambat deeh.. kpn habis nya..
Silviana: Sabar ya kak. Mohon maaf kuota saya gak ada n simpanan drive lagi abis gak bisa mikir n sibuk sama realita
total 1 replies
Ira Sulastri
Cerita bagus, ketegaran seorang istri yg telah di dzolimi oleh suami dan saudara angkatnya

Suami yg menurut agama tak pantas untuk di pertahankan lebih baik di hempaskan saja, suami menikah saudara angkat dr istri dlm kondisi hamil itu tak sah

Semoga bisa di ambil hikmahnya oleh setiap pembaca ☺️
Silviana: aamiin terimakasih dukungan nya kak
total 1 replies
Tarwiyah Nasa
Rana nya..goblok jika sakit hatinya ngapain masih di rumah suaminya.
apalagi suami jg masa bodoh dg dia dn anaknya.

ayahnya jg dah nyuruh pulang..masih ngeyel mau bertahan.
laki2 kek gitu ngapain di pertahanin
Silviana: buang di laut aja kali ya kak. kalau enggak kiloan jual organnya
total 1 replies
Jue
Suami itu layak di pertahankan selagi dia masih menjadi Imam buat isterinya tetapi berbeza pula setelah dia sudah kelewatan batas maka lepaskanlah , Allah SWT telah janjikan jodoh yang lebih baik dan layak buatmu , Di dalam Agama Islam juga tidak dibenarkan bermadu bersama kakak kandung di dunia melainkan salah satunya telah meninggal , Sekiranya mencintai salah satu maka salah satunya lagi dilepaskan , Wanita yang sedang hamil luar nikah itu haram dinikahi melainkan setelah melahirkan , Wanita yang sedang hamil juga tidak dibenarkan bercerai selain atas sebab-sebab tertentu contohnya Isteri itu mengandung bukan dari benih Suami , Sekiranya masih berlaku penceraian juga saat isteri tengah sarat hamil maka talak akan gugur setelah isteri melahirkan , Talak tidak akan gugur sekiranya mereka rujuk sebelum tamat tempoh edah penceraian .
Siti Rukanah
ayoo lanjuut..
Silviana: sudah lanjut kak. silahkan di cek
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!