Nama ku Faiza Alya Aziza. Aku yatim piatu. Tinggal bersama nenek. Nenekku satu satunya keluargaku. Ketika nenek sakit dan memerlukan biaya yang tidak sedikit, aku pun rela melakukan apapun demi nenek.
Hingga aku harus terjebak dengan CEO tampan dan arogan.
Sampai akhirnya aku hamil. Aku mengalami keguguran yang dikarenakan perbuatan kekasihnya.
Tian yang tak terima karena berpikir aku sengaja menggugurkan kandunganku, akhirnya mengusirku. Aku harus pergi jauh dari kehidupan pria yang paling ku cinta dan juga ku benci.
Maaf masih dalam proses revisi, jika ada banyak kesalahan dan kejanggalan. Karena bukan penulis profesional, hanya pemula.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Richard Sebastian Pratama dan Rivaldi Yudha Pratama
Richard Sebastian Pratama & Rivaldi Yudha Pratama adalah putra dari pengusaha Kevin Pratama. Tian panggilan buat putra pertamanya. Mereka harus kehilangan ayahnya diusia Tian enam belas tahun dan Yudha pada waktu itu berusia sepuluh tahun.
Tian sebagai putra pertama harus menggantikan posisi ayahnya sebagai CEO... yang ketika itu masih duduk di kelas tiga SMU.
Kebebasannya hilang, karena ia harus bisa memimpin perusahaan peninggalan ayahnya. Ibunya yang terbiasa hanya menerima uang tak bisa kerja buat menggantikan suaminya.
Tian yang harus menanggung semua biaya hidup, terutama gaya hidup ibunya yang selalu berfoya foya, mencoba mempertahankan perusahaan jangan sampai bangkrut.
Untuk menghilangkan stres, Tian selalu ke klub buat minum alkohol dan berakhir diranjang dengan wanita yang selalu berganti.
################
"Lagi ngapain kamu...... "tanya Tian melihat Yudha mengedor pintu kamar Alya.
"Apa hubungan kakak dengan dia..... "tunjuk Yudha ke kamar Alya
"Maksudmu...... "Tian
"Kakak jangan pura pura tak mengerti dengan pertanyaan ku.... Apa hubungan kakak dengan Alya.. "tanya Yudha kembali
"Buat apa kau tahu.... "Tian berkata ketus
"Mengapa harus Alya yang kakak jadikan wanita simpanan kakak.... "Yudha
"Siapa yang akan aku jadikan sebagai wanitaku itu terserah padaku"Tian
"Aku tak akan ikut campur jika wanita itu bukan Alya"ucap Yudha berapi
"Emang Alya siapa kamu... "Tian bertanya dengan datar
"Dia kekasihku kak.... kakak bisa mendapatkan wanita mana saja... tapi mengapa harus Alya"Yudha
"Karena ia yang mau jadi wanitaku... "Tian
"Berapa hutang Alya sama kakak... aku akan bayar.. tapi kakak harus lepaskan Alya"Yudha
"Sebegitu cintakah kamu dengan wanita itu. Kamu tahu dia telah menjadi pemuas nafsuku di ranjang. Berarti dia sudah bekasku... Apa kamu masih yakin akan menerimanya"Tian
"Ya... aku akan menerimanya. Aku mencintainya kak"Yudha
"Jangan dibudakan oleh cinta. Apa kamu yakin dia juga mencintaimu"Tian
"Aku yakin dia masih mencintaiku, kami telah menjalin hubungan selama dua tahun"Yudha
"Jika memang ia mencintaimu... mengapa tak mencarimu ketika ia butuh pinjaman. Dan jika kau memang mencintainya, mengapa kau tak tahu apa yang sedang dialaminya"tanya Tian
"Alya tak pernah mau menerima bantuanku, karena dia bukan gadis matre."Yudha
"Kamu jangan terlalu naif... apa kamu yakin ia tak menerima bantuanmu karena ia bukan gadis matre. Atau karena ia memang tak pernah menganggap kamu ada. Mungkin ia telah mendapat bantuan dari pria lain"Tian
"Kak Tian... aku tak mau berbuat nekat sama kakak. Aku menghargai mu karena kau udah menggantikan sosok ayah, jangan sampai aku melupakan siapa kakak. Tolong bilang berapa hutang Alya"Yudha
"Apa kau yakin bisa membayarnya... "Tian
"Ya... aku akan membayar berapapun hutang Alya"Yudha
"Dengan apa.... apa kamu lupa uang yang kamu dapat itu berasal dari ku. Jika aku tak memberimu uang dari mana kau bisa membayarnya. Kartu kreditmu dan uang di ATM mu semua berasal dariku. Jika kau udah bisa cari uang sendiri baru kau bisa membayar hutangnya, jika masih pakai kartu yang kuberi itu sama saja uangku"Tian
"Kau.... "Yudha memberikan tinju kepipi kiri Tian dengan sangat keras
"Apa tak cukup wanita ****** yang selalu menemanimu tiap malam hingga kau masih memerlukan wanita sebagai simpanan di sini. "ucap Yudha keras dengan emosi.
Tian mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan tetes darah.
"Apa kau pikir ia bukan wanita ******... yang mau menyerahkan diri dan tubuhnya sebagai pembayar hutang"Tian
Yudha semakin emosi mendengar ucapan Tian, ia kembali memberikan bogem mentah kewajah Tian tanpa rasa takut.
Tian yang mulai tersulut emosi membalas tinju Yudha. Sehingga baku hantam tak dapat dielakan. Bi Sum yang melihat kakak beradek itu berantem, berteriak meminta tolong.
Alya yang sedari tadi memang mendengar semua pembicaraan Tian dan Yudha keluar dari kamar.
"Cukup Yudha.... "teriak Alya sambil berurai air mata.
Mendengar teriakan Alya, Yudha menghentikan tinjunya.
"Alya... ayo ikut aku kita pergi dari sini"pinta Yudha dengan terbata bata menahan sakit.
"Maaf... Yudha. Aku tak bisa ikut kamu. Bukankah aku hanya wanita j*lang katamu. Aku tak pantas denganmu. Nanti kau bisa malu bila berjalan denganku. Kau dan Tuan Tian benar... aku hanyalah wanita j*lang ...jadi jangan kau kotori tanganmu untuk membelaku. "Alya melangkah menuju kamarnya.
"Alya.... maafkan kata kataku tadi. Aku mencintaimu... "Yudha memeluk Alya dengan erat.
"Aku bukan Alya yang dulu lagi Yud... aku tak pantas buatmu"Alya
"Aku rela menerimamu apa adanya. Apa kamu sudah tak mencintaiku lagi"Yudha
"Aku masih mencintaimu sebelum kau datang kesini. Tapi sekarang aku rasa aku sudah tak ada rasa sejak kau tak mempercayaiku"Alya
"Alya maafkan aku. Aku tadi terlalu emosi... Alya jangan tinggalkan aku lagi. "Yudha nekad mencium dan melum*t bibir Alya di depan Tian untuk memancing kemarahan kakaknya.
Alya meronta melepaskan pelukan dan panutan dibibirnya. Tapi tenaganya tak sebanding dengan Yudha.
Tian yang melihatnya tersulut emosi dan menarik paksa Yudha agar melepaskan pelukannya.
"Sebaiknya kau pergi Yudha... sebelum kesabaranku benar benar habis"ucap Tian
"Mengapa... kau takut... wanita mainanmu aku rebut. Apa yang ingin kau lakukan jika aku memaksanya pergi..... membunuhku..
Kau tahu aku yang akan membunuhmu jika kau tak melepaskan Alya pergi"ucap Yudha dengan penuh emosi.
"Kau... aku akan menghukummu... semua fasilitas yang ku beri akan kuambil.... Apa kau bisa bertahan tanpa bantuan uang dariku"Tian
"Kau...... "Yudha mengambil pisau di meja makan dan akan menghujamnya keperut Tian.
Alya yang melihat itu berlari menghalangi Yudha... sehingga pisau menancap di punggung Alya yang memeluk Tian melindunginya dari amukan Yudha
"Alya..... "teriak Yudha melihat darah mengucur dari tubuh Alya.
Tian menggendong Alya.... dan membawanya masuk ke mobil. Ia menyetir dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat.
*****************
Setelah baca mohon tinggalkan jejak...
Like.... koment dan vote
Terima Kasih
selalu suka deh..
jadi bingung mau komen apa..
sedikit saran, kata2 percakapan di novel ini lebih diperhalus lagi..
terutama jika anak berbicara dg ibunya seharusnya gak pakek "lu-gue" begitu jg sebaliknya..
kalo sesama anak sih, ya bisa dimaklumi lah..
trus cerita Alexa-Rendi gak lanjut di sini ya mam?
oke deh, lanjut next novel..
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞