#WARNING!!
Erina, seorang gadis remaja yang telah dibutakan mata dan hatinya dengan mencintai seorang laki-laki bernama Doni. Rasa cintanya yang begitu besar, membuatnya tidak mampu melihat siapakah sosok Doni yang sesungguhnya.
Erina menyerahkan seluruh jiwa dan raganya, bahkan kesuciannya untuk laki-laki yang akhirnya malah mencampakkannya, demi seorang wanita kaya, yang mampu mengangkat derajatnya dalam sekejap.
Doni meninggalkan Erina dengan luka dan penderitaan yang teramat sakit yang membuatnya benar-benar terpuruk dan hancur.
Ikuti kisahnya ya sobat dan mohon dukungannya...🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ida Kitty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 13
Doni sedang duduk didepan kontrakannya yang baru, sepertinya dia sedang gelisah. Bagaimana tidak, saat ini dia tidak punya uang sepeserpun. Sementara hutangnya ada dimana-mana, belum lagi dia yang sudah terbiasa keluar malam berjudi dan mabuk-mabukan yang pasti itu semua membutuhkan uang. Namun tiba-tiba dia teringat dengan ucapan Yudi, kalau dia dan temannya akan memberikan uang berapapun Doni mau, asalkan mau menyediakan wanita sebagai pemuas nafsu mereka, tapi bukan berasal dari tempat hiburan.
Doni pun berfikir keras, sepertinya dia tertarik dengan tawaran Yudi, namun dia bingung darimana dia bisa mendapatkan wanita yang sesuai dengan permintaan Yudi. Setelah lama berfikir, akhirnya Doni pun menemukan ide, siapa wanita yang bisa dia jual kepada Yudi dan teman-temannya, untuk bisa mendapatkan uang. Doni pun langsung menghubungi Yudi, untuk membahas lagi soal itu dan langsung berunding.
Keesokan harinya, Doni menemui Yudi dan teman-temannya untuk menerima uang yang dijanjikan oleh mereka. Doni benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya, dia bisa melakukan perbuatan keji itu hanya demi uang. Setelah menerima uang sesuai permintaannya, Doni pun memberikan alamat wanita yang dia jadikan sebagai pemuas nafsu Yudi dan dua temannya, Niko dan Iyan. Doni pun pulang dengan membawa sejumlah uang yang dia butuhkan. Terlihat senyum puas dan senang diwajahnya, akhirnya dia bisa mendapatkan uang dengan jumlah yang cukup besar tanpa harus memeras keringat.
Malamnya, Doni pun berpesta dengan uang yang dia miliki bersama teman-temannya.
Sementara itu di kontrakan Erina, Erina sedang berbaring di tempat tidurnya. Dia sedang memandangi foto Doni di ponselnya sambil sesekali menciumnya, sepertinya Erina benar-benar sangat merindukan Doni.
"Sayang, kamu dimana? aku kangen. Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah, tapi kenapa kamu justru meninggalkan aku, kapan kamu akan menikahi ku sayang. Aku mohon, datanglah sayang, temui aku. Aku ingin menyampaikan kabar bahagia ini. Aku tidak akan pernah lelah menunggumu sayang. Aku yakin, kamu pasti akan datang. Kamu hanya belum sempat kesini kan sayang," ucap Erina lirih dengan air matanya yang mulai menetes.
Meskipun Doni telah meninggalkannya dan tidak pernah lagi menemuinya, namun Erina masih terus berharap dan menanti kedatangan Doni. Begitu besar rasa cinta Erina terhadap Doni, yang membuatnya mampu bertahan meski dalam keadaan yang sangat menyiksanya.
Baru saja Erina akan memejamkan matanya, tiba-tiba terdengar suara pintu kontrakan diketuk. Erina pun langsung buru-buru membukakan pintu, dia sangat yakin kalau yang datang itu Doni, dia sudah tidak sabar ingin memberi tau Doni kalau dia sedang hamil. Tapi begitu pintu dia buka, tiga orang laki-laki memaksa masuk ke kontrakannya. Mereka bertiga tidak lain adalah Yudi, Niko dan Iyan. Ternyata wanita yang Doni jual pada mereka adalah Erina, kekasihnya sendiri.
Doni benar-benar sudah tidak lagi mencintai Erina, dia tega menjual Erina pada laki-laki hidung belang hanya demi uang semata. Perbuatan Doni benar-benar sangat keji dan tidak berprikemanusiaan. Semua yang dia lakukan terhadap Erina benar-benar tidak bisa dimaafkan lagi, cinta Erina yang besar dan tulus padanya, dia balas dengan penderitaan yang bertubi-tubi. Janji manis Doni semua tinggal lah janji, tidak ada satupun yang dia tepati, justru sebaliknya, hanya penderitaan yang dia berikan kepada Erina.
"Siapa kalian, mau apa kalian kesini?" ucap Erina yang langsung berteriak minta tolong. Namun mulutnya langsung dibungkam Yudi dengan menggunakan telapak tangannya, kemudian mengancam Erina dengan sebilah pisau ditangannya. Kalau sampai Erina berteriak, mereka tidak segan-segan melukainya.
Erina yang ketakutan pun langsung berhenti berteriak, dia berusaha berontak melepaskan diri, namun itu semua sia-sia. Dia hanya wanita lemah yang tidak akan mampu melawan tiga orang laki-laki. Erina pun hanya bisa menangis dan memohon belas kasihan dari mereka agar mereka tidak sampai berbuat sesuatu padanya.
happy ending🍉🍉🍉