NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Tuan Presdir

Istri Pengganti Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Pengganti / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: picisan imut

Arumi tercenung, bimbang antara harus mengikuti permintaan seorang sekretaris pribadi dari Andara Group. Atau tetap menjadi budak seumur hidup, untuk tinggal bersama ibu dan saudara tirinya.

Memiliki kemiripan wajah dengan mendiang wanita yang amat di cintai sang pewaris tunggal Andara Group mungkin bisa menjadi sebuah keberuntungan atau mungkin petaka di kemudian hari. Sebab Pria bernama Arga Sanjaya itu menganggapnya sebagai Alicia bukanlah Arumi. Pria arogan yang belum bisa menerima kematian sang kekasih memang tidak pernah kasar padanya. Namun, ia bisa melakukan apapun demi menyingkirkan orang-orang yang berkemungkinan akan melukainya. Lantas, sampai kapan Arum akan berperan sebagai Alicia, melayani sang suami sepenuhnya. Lalu, apakah ia akan tetap selamat saat Arga mulai tersadar bahwa Arumi bukanlah Alicia-nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sekilas masa lalu

Langkahnya telah sampai di depan pintu. Dari tempatnya berdiri, Arum bisa mendengar suara tawa dan obrolan orang-orang di dalam. yang tidak hanya laki-laki namun perempuan juga ada walau sepertinya tidak banyak.

Ya, laki-laki itu pasti sedang melakukan pesta di rumah, saat ibu dan adiknya sedang keluar kota.

Pada awalnya Arum nampak tidak peduli, ia pun melanjutkan langkahnya. Hingga dimana hatinya semakin di buat geram. Manakala menemukan banyaknya sampah kulit kacang yang berserakan di ruang tamu. Belum lagi botol-botol ataupun kaleng minuman dingin yang tergeletak tak beraturan di atas meja.

Arum melangkah masuk. Di lihatnya Sony tengah bernyanyi riang di atas sofa ruang TV, bergaya layaknya artis papan atas yang tengah membawakan lagu di atas panggung, tentunya dengan suara yang sangat tak enak di dengar.

Dasar manusia hina! Dia bisa enak-enakan bernyanyi, sementara aku harus menanggung semua dari hasil perbuatannya. –Makinya dalam hati.

Sorot mata kebencian terhunus pada laki-laki itu. Sementara yang di pelototi menyadarinya...

"hei... pembantu! baru pulang, ya?"

"Hahahaha..." gelak tawa terdengar dari bibir teman-temannya saat Sony memanggilnya dengan sebutan pembantu. Tidak hanya itu, yang memanggil nama Arumi dengan nada menggoda pun banyak.

Gadis itu berusaha tak menanggapi ia kembali mengambil langkahnya.

"Eh, Rum! tunggu!" Sony berseru dengan menggunakan mic di tangan, membuat langkah Arum terhenti. "Habis ini kau pasti mau mencuci, kan?"

Sony melepaskan jaketnya, lalu melemparkannya cukup kencang tepat ke muka Arumi. Gadis itu hanya diam saja, menahan amarah dalam kepala. Ketika jaket yang menurutnya sedikit apek itu menempel di wajah lelahnya. Lebih-lebih saat mendengar tawa kencang mereka yang melihat itu.

"sudah sana pergi...! apa mau sekalian nih, celananya Obit..." Sony menarik kain celana laki-laki di sebelahnya, yang di sambut gelak tawa kencang mereka.

Andai saja aku bisa lebih berani sedikit? sangat ingin aku melemparkan jaket ini lagi ke mukanya. –Arum mengepalkan tangannya, meremas jaket itu kuat. Sebelum kembali melanjutkan langkahnya.

–––

Setelah selesai semuanya, Arum kembali ke kamar. Menghempaskan tubuh lelahnya langsung ke atas permukaan kasur.

Arum memeluk bantal guling, tidur dalam posisi miring ke kanan. Ia mengingat wajah Rayyan yang tampan dengan senyum terindah baginya. Memang tidak pernah berubah, laki-laki itu tetap menjadi pria yang baik dan ramah.

Tutur kata yang lembut, serta sifat sopannya tidak pernah memudar. Padahal Rayyan merupakan anak dari keluarga terpandang. Ayahnya yang seorang dosen, sementara ibunya menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu SLTA.

Pria berparas tampan khas laki-laki Asia itu sejatinya bukan hanya menjadi primadona satu kelas ataupun angkatan, bahkan hampir semua anak perempuan dari tingkat satu hingga tingkat tiga mengidolakannya yang memiliki sifat pendiam, pintar dalam pelajaran, dan jago olahraga.

Arum beranjak dan berjalan menuju lemari, di ambilnya salah satu dokumen penting masa sekolahnya. Fokus pada salah satu buku yang berisi beberapa foto anak-anak satu angkatan juga para guru.

Arum membuka di bagian kelasnya. Mencari wajah yang ia kenal. Maka tertangkaplah satu potret pria tampan berkacamata minus. Sekilas kisah masa lalu pun melintas.

Yaitu ketika Rayyan menyatakan perasaannya selepas keduanya memenangkan lomba matematika tingkat nasional. Arum tanpa berpikir panjang langsung membuang bunga dan juga coklat yang di sodorkan Rayyan lalu meninggalkannya dengan kata-kata yang sedikit membuat pria itu tercengang.

* Flashback on

Arum terheran-heran, kenapa Rayyan mengajaknya ke belakang bus yang hendak mereka tumpangi.

"Rayyan, kau ini sedang apa? Kita itu harus segera naik."

"Sebentar, Kok." Pria berkacamata minus itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tas selempangnya. Arum yang melihat itu tertegun saat melihat sebatang coklat dan bunga. "Rum, langsung saja, ya? Aku ingin menyatakan bahwa aku suka Kamu. Aku mau kita bersama. Kita bisa menghabiskan waktu dengan saling memberi support belajar. Mau ya, jadi cewek ku?"

Arum belum mau menerimanya, sebab jantungnya yang mendadak berdegup kencang manakala seorang pria populer di sekolah tiba-tiba menyatakan cinta padanya. Dalam posisi normal sangat ingin ia meraih pemberian Rayyan, juga menerima pernyataan cintanya. Namun, entah mengapa segala pertimbangan membuatnya tidak bisa menerima itu.

Wanita itu pun menghela nafas. Lalu menerimanya, tentunya hal itu membuat senyum Rayyan mengembang. Namun sekejap mata redup saat Arum membantingnya langsung, tepat di depan matanya.

"Rum, kok?"

"Apa kau tidak pernah bercermin? Kau itu bukan tipe ku! Asal kau tahu, ya? Aku benci laki-laki berkacamata minus seperti dirimu! Jadi jangan anggap sikap ramah ku ini, sebab aku juga suka padamu. Jadi berhentilah untuk meletakkan coklat atau apapun lagi di laci mejaku! apalagi seperti ini. Aku tidak suka!" sarkasnya sebelum melenggang pergi sembari melangkahi coklat dan bunga yang tergeletak di aspal.

*Flashback off...

Arum memandang sendu kearah foto Rayyan yang berbeda di buku kenang-kenangan sekolah.

"Aku tahu, ucapan dan perbuatan ku sangatlah jahat. Tapi kau harus tahu saat itu juga aku langsung menyesalinya. Sejatinya aku juga memiliki rasa dengan mu Rayyan. Namun ku tahan semua itu demi masa depan ku," gumam Arumi sembari memeluk lututnya.

Ya, baginya kala itu, memiliki hubungan dengan lawan jenis hanya akan merusak fokus belajarnya. Sebab, tanpa ia bisa menduduki peringkat kelas? Ia tidak akan mampu mendapatkan beasiswa masuk Universitas. Walaupun pada akhirnya, mimpi untuk kuliah tetap pupus karena ancaman Mama Linda.

***

Dua pekan berlalu...

Selama ini Arumi sudah mulai melakukan kelasnya bersama sekretaris Tomi. Ia belajar banyak hal diri Video yang di putar oleh laki-laki jangkung di hadapannya.

Arum nampak serius memperhatikan, juga mencobanya untuk praktek sendiri di dalam kamarnya. Walaupun ia agak sedikit kurang sreg dengan perilaku Alicia pada Arga yang menurutnya terlalu. Lebih-lebih ia harus melakukan itu juga pada laki-laki itu.

––

meninggalkan Arum yang sedang berlatih,.

Malam ini satu keluarga tengah mengadakan makan malam bersama. suasana kebersamaan yang amat jarang di rasakan keluarga itu, sebab kesibukan masing-masing.

Pria bermata emerald itu nampak tenang menikmati hidangan yang tersaji.

"Arga, kau sudah baik-baik saja?" tanya Pria sepuh di hadapannya. Arga pun berdeham sejenak.

"Aku baik-baik saja, Kek."

"Syukurlah, karena Kakek terus mengkhawatirkan-mu," tuturnya. Seorang wanita paruh baya lantas meletakan sendok dan garpu di atas piringnya sembari tersenyum.

"Memang sudah saatnya, Kau kembali menjalani hidupmu dengan Normal Arga. Lupakanlah Alicia dan carilah penggantinya... oh iya, Mama punya pilihan terbaik untukmu."

"Nessie! " Laki-laki berusia delapan puluh lima tahun itu menggeleng pada anak perempuannya.

"Kenapa?" Tanyanya tanpa suara.

"No!" Pria sepuh itu tetap menggeleng sembari memasukkan sesuap sup jagung kedalam mulutnya.

"Huuuh..."

"Tidak apa, Kek. Toh, apa yang di katakan Mama benar. Aku harus hidup dengan normal, dan melanjutkan rencana pernikahanku ini."

"Wah..." Nyonya Nessie menggeser kursinya lebih dekat kearah putra semata wayangnya. Lalu memeluk Arga dari samping. "Mama benar-benar merindukanmu yang seperti ini."

Arga tersenyum. Mengusap lengan ibunya.

"Kalau begitu Kakek akan memilihkan calon lagi untuk mu?" ucap Kakek menatap Arga dengan serius.

"Tidak perlu, Aku punya pilihan sendiri."

Kening Tuan Arman berkerut, sementara sang Mama nampak antusias.

"Siapa? siapa, Arga? Dari keluarga mana? Apa Mama dan Kakekmu ini mengenalnya?"

"Aku tidak perlu menjawabnya... Mama pasti akan mengenalinya."

"Oh, ya? Mama jadi penasaran deh..." Mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuk. Sembari membayangkan wajah-wajah anak gadis yang ia kenal.

"Kenapa Mama penasaran, yang ku nikahi itu kan tetap Alicia..." jawabnya santai sembari menyantap lagi makanannya. Nyonya Nessie pun terhenyak ia langsung meraih pergelangan tangan Arga. Memasang wajah prihatin ke arah putranya.

"Arga, Mama itu prihatin dengan kondisimu. Tolonglah, buka matamu dan terima kenyataan bahwa Alicia sudah tidak ada," ucapnya sembari menyandarkan kepalanya ke bahu sang anak, sementara yang di khawatirkan justru mengulas senyum. Kakek yang di depan memandangi Arga dengan serius sembari menengguk air dalam gelasnya. Seolah tengah memikirkan sesuatu.

1
RIMAWATI
keren alur ceritanya
RIMAWATI
/Sob//Sob//Sob//Sob/.. yaallah kasiannyelh.. akhirnya bisa menyatu cinta mereka????
Lin
Luar biasa
Zulaihah Abidin
ternyata Alicia di bunuh adiknya sendiri
Dhika Ahmad
karya author satu nih tak pernah gagal,rekomendasi banget
Dhika Ahmad
wadawww. jadi curhat nih author satu
Dhika Ahmad
serasa disindir aku tuh
Sastri Dalila
👍👍👍
Runik Runma
jngn mau pulang
Runik Runma
enteng bnget ngomong nya y
Runik Runma
KLO aku ogah balik LGI .udh di usir dn di permalukan
Runik Runma
/Sob/
Runik Runma
jahat egois jde suami
afifah aefa 🇲🇾💜🇵🇸
Luar biasa
Shifa Burhan
kebodohan wanita dalam berpikir
*semua pria lain yang menyukai akan dianggap lelaki baik2 dan cinta nya dinggap tulus dan harus diperlakukan sangat lembut dan baik2
*sedangkan semua wanita lain yang menyukai sang suami akan dianggap wanita pelakor murahan, menjijikan harus diperlakukan kasar, kejam dan dibinasakan

fakta novel mu cerminan pola pikirmu bagaimana pola pikir mu akan bisa dilihat dari novel mu

sampai disini paham akan

polah pikir bodoh kayak gini akan menunjukkan betapa egoisnya nya kalian
Shifa Burhan
pola pikir bodoh wanita
jika ada pria lain yang menyukainya maka dia akan anggap cinta pria itu tulus, dan akan memperlakukan pria itu secara lembut dana akan menolak dan menjelaskan secara lembut
tapi saat ada wanita lain yang menyukai suami otomatis wanita itu adalah wanita murahan, menjijikan pelakor, harus diperlakukan kasar dan harus dibinasakan

dengan pola pikir ini kalian berkarya novel maka jadi novel kayak gini yang begitu lembut memperlakukan pebinor

miris
Sunarti Sunarti
🤭🤣🤣🤣😂😂😂😂
Mami Pihri An Nur
Huuu, klw aku g mau lg, biarin dia tu merenung dn menyesali, tp si arumi malah ky murahan
inda kurniati
gimana tidak gugup

klu di hati tuan muda cuma Alicia 🥺
solihin 78
cerita yang sangat menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!