NovelToon NovelToon
Suamiku Tajir & Arogan (Season 1)

Suamiku Tajir & Arogan (Season 1)

Status: tamat
Genre:Romantis / Pernikahan Kilat / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞

Delia Laros terpaksa harus menikah dengan pria tajir dan arogan yang tidak dikenalinya. Pernikahan itu bermula dari sebuah ancaman akan reputasinya.

Pria yang bernama Rafael Widjaja tersebut berniat memanfaatkan Delia Laros untuk membatalkan pertunangan yang tidak diinginkannya, namun siapa sangka ternyata tanpa sadar pria itu sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.

Akankah Rafael Widjaja mampu menaklukkan hati istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB XIII

Rafael dan sahabatnya terus membicarakan tentang kejahatan Helena dan Firdaus. Mereka juga ikut mendukung Rafael untuk memberi pelajaran pada Bethran Markes yang telah menganggu Delia.

Pembicaraan itu membuat mereka sampai lupa waktu. Tepat pukul satu siang, ponsel Rafael berdering. Itu telepon dari Delia.

Rafael menjauhi kedua temannya seraya mengangkat teleponnya.

"Halo sayang...!" jawab Rafael.

"Halo Raf... aku sudah selesai kuliah. Bisakah kau jemput aku sekarang?"

"Tentu saja, aku akan segera kesana. Aku sedang berada di tempat yang tidak jauh dari kampusmu kok."

"Cepatlah kemari Raf, aku dari tadi mencoba menghubungi ponsel ayah dan ibu, ponsel keduanya di luar jangkauan. Apa mereka baik baik saja? Tiba-tiba perasaanku gelisah," ujar Delia.

"Kau jangan berpikir macam-macam, mungkin mereka sibuk berkemas. Ponselnya kehabisan baterai."

"Tapi... mengapa ponsel mereka mati bersamaan?"

"Kau tenang dulu oke, aku akan segera menjemputmu," jawab Rafael seraya menutup teleponnya.

Rafael mendekati kedua temannya.

"Ada apa Raf?" tanya Tyar.

"Aku harus menjemput Delia, lalu langsung ke hotel Aston untuk mengantar mertuaku ke bandara. Tapi Delia bilang, ia tidak bisa menghubungi ponsel kedua orang tuanya. Aku belum tahu apa yang terjadi, tolong ponsel kalian tetap standby, jika terjadi sesuatu aku akan segera menghubungi kalian," jawab Rafael.

"Pergilah Raf, kami akan selalu ada untukmu."

"Berkendaralah dengan hati hati," sahut Huda.

Rafael tersenyum seraya menganggukkan kepalanya, ia senang memiliki sahabat seperti Tyar dan Huda. Rafael pun berpamitan pada mereka.

*****

Di kampus, Delia terus gelisah. Ia mondar-mandir sambil menunggu kedatangan Rafael. Wanita itu bernafas lega saat melihat mobil suaminya tiba dengan cepat. Ia segera menghampiri mobil Rafael dengan wajah yang cemas.

Rafael keluar dari mobilnya saat Delia mendekatinya.

"Raf..."

Seketika Rafael memeluk istrinya.

Delia terkesiap, "apa yang kau lakukan? semua orang menatap kita."

"Aku hanya ingin memeluk istriku," jawab Rafael.

"Berhentilah main main, aku benar benar mencemaskan ayah dan ibu."

Rafael melepaskan pelukannya, ia menatap wajah cemas istrinya.

"Aku janji tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada ayah dan ibu, kau bisa tenang oke..."

Delia menganggukkan kepalanya. Keduanya pun segera berangkat menuju hotel Aston.

 *****

Sepanjang perjalanan, Delia terus berusaha menghubungi orang tuanya.

"Bagaimana?" tanya Rafael.

Delia menggeleng, "masih tidak aktif."

Rafael mencengkram setir mobilnya dengan kuat, ia takut kegelisahan mereka menjadi kenyataan. Dan ia juga takut jika semua ini adalah perbuatan keluarga Widjaja.

"Jangan cemas sayang, aku yakin mereka baik baik saja," ujar Rafael berusaha menenangkan.

"Ini baru pertama kali ponsel keduanya mati bersamaan. Ya Tuhan... lindungilah mereka," ujar Delia.

Rafael menggenggam tangan Delia yang mulai berkeringat karena terlalu cemas.

Sesampainya di hotel Aston, keduanya segera keluar dari mobilnya. Delia justru langsung berlari ke dalam hotel.

"Delia jangan lari, kau bisa jatuh...!" teriak Rafael sambil mengejarnya.

Di depan pintu lift, Delia semakin tidak sabaran. Ia menghentakkan kakinya menunggu pintu lift itu terbuka.

"Kau tenanglah sedikit sayang," pinta Rafael.

"Bagaimana aku bisa tenang? Jika terjadi sesuatu pada mereka, lebih baik aku tidak hidup lagi," jawab Delia seraya terisak.

"Oh ya Tuhan... ssstttt..." Rafael terus memeluk pundak istrinya hingga pintu lift itupun terbuka.

Keduanya segera masuk dan langsung menuju lantai 7 dimana ayah dan ibu Delia berada. Delia terus mengetuk pintu kamarnya, tidak ada jawaban dari dalam. Kecemasan Delia semakin bertambah. Rafael segera meminta bantuan pihak hotel untuk membuka pintu kamar tersebut. Setelah berhasil dibuka, keduanya langsung masuk ke dalam dan mencari keberadaan keluarga Laros.

"Ayah... Ibu... Kalian dimana?" teriak Delia panik.

Rafael memeriksa lemari pakaian, semuanya sudah kosong. Kedua koper mereka pun sudah tidak ada. Rafael pun ikut bingung dengan keadaan ini.

"Apa ayah dan ibu pulang tanpa menunggu kita?" tanya Rafael.

"Itu tidak mungkin, mereka bukan anak anak lagi yang tidak memberi kabar apapun pada kita," jawab Delia.

"Ayo keluar, kita tanya bagian resepsionis," ajak Rafael sambil memegang tangan Delia, "semua akan baik baik saja sayang, kau tenanglah," imbuhnya.

Delia mulai terisak karena takut terjadi sesuatu pada orang tuanya. Rafael tak tahu lagi harus berbuat apa saat ini.

Keduanya pun segera menuju meja resepsionis.

"Belum ada check out dari kamar tersebut tuan," ujar seorang resepsionis membuat Rafael terkejut.

Delia semakin histeris membuat para tamu menatapnya.

"Sayang, aku mohon tenanglah," pinta Rafael.

Rafael segera meminta pihak hotel agar mereka menunjukkan cctv pagi ini. Namun pihak resepsionis sangat bertele-tele membuat Rafael geram.

"Cepatlah... kalian ingin aku menutup hotel ini, hah?" bentak Rafael.

Seorang manager segera menghampiri mereka. Pria itu meminta maaf saat mengenali Rafael Widjaja, mereka segera dibawa ke ruang kendali cctv hotel.

Saat cctv itu di putar ulang, mereka semua melihat kedatangan seorang pria yang mengajak kedua orang tua Delia keluar dari kamarnya.

"Perbesar gambarnya," perintah Rafael.

Petugas itu mengikuti keinginan Rafael, ia sama sekali tidak mengenal pria yang menjemput mertuanya itu. Delia terus terisak di samping Rafael.

"Siapa pria itu Raf, dibawa kemana ayah dan ibu?"

"Tenanglah sayang, mereka pasti baik baik saja. Pak, tolong salin filenya," pinta Rafael seraya menghubungi Tyar.

Setelah meminta salinan rekaman cctv tersebut. Rafael mengajak Delia meninggalkan hotel Aston.

"Kita akan cari mereka kan?" tanya Delia.

"Tentu saja sayang, tapi saat ini aku harus membawamu ke tempat yang lebih aman," jawab Rafael.

"Untuk apa? Aku hanya ingin segera menemukan mereka."

"Bisakah kau tenang sedikit Delia, aku akan menemukan mereka secepatnya. Untuk itu kau harus menungguku. Kau tidak boleh ikut mencari mereka."

"Tidak... aku harus ikut Raf. Mereka orang tuaku."

"Delia Widjaja... sekali ini saja menurutlah. Jika kau terus berdebat denganku, jangan salahkan aku jika aku memperk*samu," ancam Rafael.

"Kau gila, saat seperti ini kau..."

Rafael menepikan mobilnya, ia menarik kepala Delia dan langsung menci umnya dengan kasar. Delia memberontak seraya menangis dengan keras.

"Ancamanku tidak main main, aku bahkan bisa melakukannya disini," bentak Rafael.

Delia menangis dengan keras. Hanya dengan cara itu, ia bisa menenangkan wanita keras kepala seperti Delia.

"Maafkan aku sayang, aku hanya khawatir dengan kejadian ini. Kau harus tetap diam di cafe Huda. Aku yang akan mencari ayah dan ibu. Aku janji akan membawa mereka tanpa kekurangan apapun," pikir Rafael.

Rafael kembali mengendarai mobilnya menuju cafe Huda setelah mengendalikan dirinya. Ia tidak bermaksud untuk menyakiti Delia, tapi ia terpaksa melakukannya karena ia pun tak tahu harus berbuat apa saat ini.

*****

Tyar dan Huda menyambut kedatangan Delia, mereka terkejut saat melihat mata Delia yang sembab.

"Bawa istriku ke kamar Hud," perintah Rafael.

Huda menganggukkan kepalanya seraya membawa Delia ke kamarnya. Sedangkan Rafael langsung menuju ruangan bersama Tyar seperti biasanya.

"Untuk sementara, ini kamarmu nyonya muda Widjaja. Kau tenang saja, kami akan membantu menemukan orang tuamu," kata Huda.

"Terima kasih," jawab Delia.

Huda meninggalkan Delia seraya bergabung bersama Rafael dan Tyar kembali.

Rafael menunjukkan rekaman cctv pada kedua sahabatnya.

"Apa ini ada hubungannya dengan Hartanto Widjaja?" tanya Rafael.

"Kau harus lebih teliti menyelidikinya Raf, jangan asal menuduh ayahmu," kata Tyar, "aku akan menghubungi temanku yang bisa mencari informasi melalui wajah," imbuhnya.

"Jika bukan Hartanto pelakunya, apakah ini ulah Firdaus?" tanya Rafael lagi.

"Kau tenanglah sedikit, kita harus mencari bukti. Jangan langsung menuduh keluargamu Raf," jawab Huda.

"Sialan... ini membuatku frustasi. Aku bahkan menyakiti istriku sendiri," gerutu Rafael.

Kedua sahabatnya menatapnya.

"Jangan bertanya, aku hanya berusaha menghentikan kekeras kepalaan istriku," sambung Rafael.

Kedua sahabatnya hanya bisa menggelengkan kepala mereka.

"Jadi istrimu menangis karena ulahmu?" ejek Huda.

"Bukan seperti itu, aku justru menghentikan tangisannya," jawab Rafael.

"Caramu pasti salah Raf, ingatlah... ia istrimu bukan saingan bisnismu. Bersikaplah yang normal, jangan tunjukkan sikap aroganmu padanya," kata Tyar.

"Aku kebingungan, demi Tuhan, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Orang tuanya jelas sekali diculik. Bagaimana caraku menghadapi Delia? Pernikahan kami baru satu hari dan aku membuat mereka dalam bahaya."

"Kau tenanglah, kami akan membantumu sampai akhir."

Rafael menghela nafas panjang, ia menganggukkan kepalanya. Mereka pun segera bergerak cepat untuk mencari informasi tentang hilangnya orang tua Delia.

*****

Happy Reading All...

1
Reza Muna
Luar biasa
Andariya 💖
dellia laros
Bunda Rizky
unboxink
Bunda Rizky
kenap ga punya masion sendri
Bunda Rizky
mantap
Bunda Rizky
asyik
𝕸y💞𝕄𝕆𝕆ℕ🍀⃝⃟💙
awal nya pura2.. eh kok enak ya, lanjut aja, nikah beneran aja lah 😂
𝕸y💞𝕄𝕆𝕆ℕ🍀⃝⃟💙
😂 sa ae mas rapael
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️
what did kan harus nya? kan udah tadi past
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️
lanjut
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️
next
𝕸y💞 Ree🍏
kenapa pap bawang ikut di part ini mamiii🤧 tissu mana tissuuu😭😭
Ree 3💚
disini ada typo mamiiiq sayang🥰
𝕸y💞 Ree🍏
congkel mata, robek mulut firdaus😒
𝕸y💞 Ree🍏
elaa raaf, sabaarr dikit atuh kan masih dirumah camer masa main sosor² aja weh🙊🚶‍♀️🚶‍♀️
𝕸y💞 Ree🍏
sipp langsung minta restu camer
gasskeun✈✈
Ree 1💚
baru ketemu udah ngajakin merid aja😌
hmmm mungkin ini memang takdir dari mami otor pernikahan pada pandangan pertama😄
lanjuutt bacaa
𝐙⃝🦜ᵇᵃˢᵉ
weh seru nih mom miss cerita nya
𝐙⃝🦜ᵇᵃˢᵉ
aku baru baca
𝕸y💞Sarinande ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
keren Thor... menarik banget pastinya recommended 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!