Dua Orang yang tidak mempercayai cinta, dipertemuan dalam sebuah pernikahan yang dilakukan hanya untuk pencitraan semata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyataan pahit
Diam-diam Raffa menyuruh seseorang untuk menyelidiki latar belakang Lala.
Ia segera mengangkat ponselnya saat seseorang menghubunginya.
"Seperti dugaan Anda seseorang menyuruh ibu dari Mbak Lala untuk datang ke Jakarta,"
"Apa kau tahu siapa orangnya?" tanya Raffa penasaran
"Aku sudah menyelidikinya, sepertinya ia salah seorang petinggi DC Group pusat,"
"Baiklah kalau begitu, tetap awasi wanita itu dan segera laporkan padaku jika sesuatu terjadi padanya," tutur Raffa
"Baik Mas," jawab lelaki itu kemudian mematikan ponselnya.
Shopia terlihat manyun saat melihat Raffa mengacuhkannya.
"Kenapa kau tidak meminta bantuan ku, apa kau sudah tidak mempercayai ku lagi?" tanya gadis itu sedikit cemburu
"Tentu saja aku sangat mempercayai mu Shopia, aku memang tidak akan pernah melibatkan dirimu dalam masalah ini karena terlalu berbahaya. Aku hanya tidak ingin kau terluka itu saja," jawab Raffa menyakinkan assistennya
Lelaki itu kemudian mengajak Shopia menuju ke Shangrilla hotel untuk menghadiri acara pertunangan Dhiv dan Lala.
Setibanya di Hotel, Raffa segera turun dari mobil dan bergegas menuju ke ballroom hotel diikuti oleh.
Lelaki itu menghentikan langkahnya dan segera bersembunyi saat melihat seseorang mengikuti ibu palsu Lala.
Sekarang aku tahu siapa yang mencoba menggagalkan pertunangan ini.
Raffa kemudian menyuruh shopia untuk mengurus lelaki itu.
Ia kemudian melihat sekilas undangan online pertunangan Dhiv dan Lala. Ia tersenyum simpul saat melihat sebuah nama yang tercantum dalam daftar undangan VIP.
Apa aku harus mendatangkannya ke sini agar pertunangan mereka berlanjut.
Raffa tersenyum jahat menatap ponselnya.
"Sayang tolong bantu aku kali ini saja, aku janji akan mentraktir mu sebuah dinner romantis jika kau berhasil membujuknya datang ke acara pertunangan adikku, Love you!" Raffa terlihat membaca ulang isi pesan singkatnya sebelum ia mengirimkannya kepada seseorang.
Tidak lama Shopia datang menghampirinya.
"Semuanya sudah beres, aku sudah mengirim wanita itu ke tempat yang aman," bisik Sophia
Raffa mengangguk pelan dan kemudian mencium pipi assistennya sebelum masuk ke ballroom hotel.
Seketika wajah Shopia langsung memerah setelah ciuman sang Casanova mendarat di pipinya. Wanita itu tampak gugup saat Raffa memberinya kode untuk segera menyusulnya.
Ballroom hotel Shangrilla,
Acara berlangsung sangat mewah dan meriah, semua tamu terlihat begitu menikmati pestanya.
Setibanya di dalam Ballroom hotel, Raffa segera berbaur dengan para gadis cantik yang langsung mengerubutinya.
Entah kenapa malam itu wanita cantik tak bisa menarik perhatian sang Cassanova. Ia merasa bosan saat gadis-gadis itu terus menggodanya. Raffa yang merasa jenuh dan bosan kemudian melangkahkan kakinya untuk berkeliling.
*tak, tak, tak!!
Suara hentakan langkah kaki membuat pria itu seketika menghentikan langkahnya.
Raffa menoleh kearah sumber suara dan menatap intens sesosok wanita yang berjalan menuju ke arahnya.
Matanya tak berkedip saat menatap Lala yang berjalan dengan anggun melintas dihadapannya.
Raffa menyunggingkan senyumnya saat melihat gadis itu.
"Wah kau benar-benar cantik Lala," sapa Raffa menghampiri Lala
Namun gadis itu tak menghiraukan ucapan pemuda itu dan berlalu pergi meninggalkannya.
"Wah aku tak percaya dia mengacuhkan ku, seumur hidup baru kali ini ada seorang wanita yang berani mengacuhkan seorang Raffael Caffaso," Lelaki itu tertawa kecil melihat sikap Lala yang mengacuhkannya
Raffa segera menarik lengan Lala dan mengajaknya berdansa.
"Aku sudah tahu semuanya, sebaiknya kau akhiri permainan ini sebelum aku mengungkapkannya kepada ayah," bisik Raffa membuat Lala tercengang
Dhiv segera menghampiri mereka dan menarik tangan Lala.
"Jangan dengarkan ucapannya, dia hanya iri melihat kita," sahut Dhiv kemudian membawa Lala meninggalkan Raffa
Acarapun segera dimulai, Dario segera memanggil Dhiv dan Lala menuju keatas panggung.
"Dimana Ibumu?" tanya Dario
Lala berusaha menghilangkan rasa terkejutnya saat mendengar pertanyaan Dario, ia segera menatap kearah Dhiv berharap lelaki itu akan menjawab pertanyaan ayahnya.
Sementara itu Sammy begitu panik saat mendapati Jenny sang ibu palsu tidak ada di kamar hotel. Ia berusaha menghubungi wanita itu, namun tidak ada jawaban darinya.
Kemana dia, aku yakin sudah memastikannya masuk ke kamar ini untuk menunggu??
Sam berusaha mencari jejak Wanita itu.
Lelaki itu semakin terkejut saat melihat tas dan semua barang-barang pribadi Rachel masih ada di dalam ruangan itu.
"Pasti ada yang tidak beres," Sammy segera bergegas menuju ballroom hotel dan menemui Dhiv
Ia kemuy menuju keatas panggung dan membisikkan sesuatu kepada Dhiv.
"Ada seseorang yang menculiknya," bisik Sam
Lala merasa jika ada yang tidak beres dengan Dhiv. Melihat wajah Dhiv seketika berubah murung saat Sam membisikkan sesuatu kepadanya membuat gadis itu semakin yakin ada yang tidak beres.
Ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Bus yang dinaikinya mengalami kecelakaan, tapi aku berhasil menyelamatkannya,"
"Tetap awasi dan lindungi wanita itu," sahut Raffa
"Baik," jawab lelaki itu mengakhiri panggilannya.
"Apa ibumu tidak bisa datang??" tanya Dario membuat Lala terhenyak dari lamunannya
"Aku sudah menghubunginya lagi, sepertinya bus yang dinaiki oleh ibu mengalami kecelakaan sehingga ia sedikit terlambat tiba di Jakarta." Lala kemudian memberikan foto ibunya kepada Dario
"Apa Ibuku wajib hadir dalam acara lamaran ini??" tanya Lala begitu antusias
"Tentu saja, tapi karena ibumu sedang di rawat di rumah sakit maka aku tidak bisa memaksanya." sahut Dario tersenyum simpul
"Jadi lamarannya gagal?" tanya Lala dengan raut wajah kecewa
Dario terdiam dan memperhatikan sekitarnya.
"Bagaimana kalau diundur sampai orang tua Lala membaik," usul Dhiv
"Aku berharap pertunangan ini tidak akan pernah terjadi," jawab Dario sinis
Tiba-tiba Dario mengepalkan tangannya saat melihat sosok orang yang dihormatinya datang memasuki Ballroom hotel bersama dengan Raffael.
Ia buru-buru menyambut kedatangan lelaki itu dan meninggalkan Lala dan Dhiv.
"Aku kira tidak akan datang karena terlalu sibuk mempersiapkan pemilu, tapi tidak ku sangka kau malah menghadiri acara pertunangan Putraku. Aku merasa sangat terhormat karena kedatangan tamu penting seperti Anda, Terimakasih sudah menyempatkan hadir dalam acara ini," tukas Dario
"Kenapa berterima kasih padaku, harusnya kau berterima kasih kepada Raffa karena dialah yang membawaku kemari. Ah...putra sulung mu itu paling pandai kalau merayu, pantas saja para wanita itu begitu tergila-gila padanya, ternyata aku saja dibuat tak berdaya olehnya," terang lelaki itu kemudian terkekeh
Dario menatap sinis kearah Raffael.
"Apa acaranya sudah selesai??" tanya lelaki itu
"Oh tentu saja belum, bahkan kami belum memulai acara intinya," jawab Dario
"Bagaimana jika bapak Gubernur saja yang menjadi wali Lala sekaligus saksi dalam pertunangan ini," ujar Raffa
"Aku jadi wali??" tanya sang Gubernur mengernyitkan keningnya
"Benar bapak, kebetulan calon istri Dhiv adalah seorang yatim, dan saat ini ibunya tidak bisa hadir di sini karena mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju ke tempat ini," terang Raffa
"Oh...kasian sekali," jawab Gubernur
"Jadi bagaimana bapak," tanya Raffael
Lelaki itu sejenak berpikir menjawab pertanyaan Raffa.
"Bukankah ini bisa menjadi sebuah pencitraan untuk bapak, semua orang akan semakin bersimpati kepada anda jika bapak melakukan hal-hal heroik seperti ini," bisik Raffa membuat sang Gubernur langsung mengiyakan keinginannya
Acara Lamaran berjalan dengan lancar sesuai rencana.
Lala begitu bahagia saat acara berjalan lancar, ia kemudian menghampiri Raffael dan berterimakasih kepadanya.
"Terimakasih sudah membantu acara pertunangan kami," ucap Lala
Raffa menatap sendu gadis itu, "Sebaiknya kau segera ikut aku ke rumah sakit," jawab Raffa menggandeng lengannya
"Rumah sakit??"
"Tentu saja, kau sudah tahu kan jika Ibumu mengalami kecelakaan, so sebaiknya kamu mengunjunginya sekarang sebelum terlambat," jawab Raffa membuat Lala seketika lemas
Dhiv segera menangkap tubuh Lala yang hendak pingsan saat mendengar ucapan Raffa.
"Are you ok??" tanya Dhiv begitu khawatir
"Aku harus ke rumah sakit untuk memastikan keadaannya," sahut Lala
"Lalu bagaimana dengan acara pertunangannya??" tanya Dhiv menatapnya sendu
"Bukankah kita bisa menundanya sebentar, tolonglah kali ini saja, aku benar-benar khawatir dengannya," desak Lala
"Kita tidak bisa menundanya lagi, sebaiknya kita ikuti kemauan ayahku sebelum ia berubah pikiran. Aku yakin ibumu baik-baik saja. Aku janji setelah acara selesai akan mengantarmu menemui ibumu," jawab Dhiv
Lala mengangguk setuju dan melakukan semua perintah Dhiv hingga acara pertunangan selesai.
Keduanya segera bergegas menuju ke rumah sakit setelah acara lamaran selesai.
Namun Lala begitu terkejut saat mendapati ibunya sudah meninggal setibanya di rumah sakit.
ada