NovelToon NovelToon
Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Fantasi / Reinkarnasi / Fantasi Timur
Popularitas:632.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Kyutoria

Arya Wijaya mantan pembunuh bayaran memutuskan untuk keluar dari pekerjaan kotornya setelah melaksanakan misi terakhirnya.


Dia memutuskan untuk memulai kehidupan baru dengan menjadi pekerja kantor biasa dan menutupi identitas asli sebagai mantan pembunuh bayaran yang dikenal sebagai Mata Elang.


Tetapi saat pulang dari kantor dihari pertamanya bekerja seorang pria asing tiba-tiba menusuknya tanpa sebab di penyebrangan jalan hingga membuatnya tewas.


Arya Wijaya pria berusia 30- tahun itu akhirnya tewas tetapi keajaiban terjadi di detik-detik kematiannya yang membuat dia bereinkarnasi kedalam tubuh seorang bocah di dunia para pengelola energi Qi, yaitu Dunia Kultivasi.

Berbagai misteri tentang kebenaran sosok dirinya perlahan mulai terkuak seiring perjalanan yang dia lalui di Dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyutoria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Langit (Revisi Lokal)

Angin kencang disertai gemuruh petir muncul saat proses rekonstruksi tubuh Arya Wijaya baru saja selesai. Menyadari jika Arya Wijaya akan menghadapi ujian dari langit, Arga Mahesa segera membuat formasi untuk menetralisir dampak yang akan diterima oleh Arya Wijaya.

"Bersiaplah, Nak... Sebentar lagi ujian langit akan segera dimulai. Tetaplah fokus, aku akan membantumu."

Arga Mahesa mencoba untuk menguatkan keberanian Arya Wijaya saat menghadapi ujian langit pertamanya. Arya Wijaya hanya mengangguk pelan dan mempercayakan kemanan dirinya kepada Arga Mahesa, meski sebenarnya dia belum tau ujian langit apa yang dimaksud oleh Arya Wijaya.

Kilatan petir yang ganas beberapa kali muncul diatas langit beserta suara gemuruh keras. Sebuah petir biru kemudian muncul dengan cepat menyambar tubuh Arya Wijaya.

Arya Wijaya seketika terkejut dan merasakan tubuhnya seperti terkena sengatan listrik jutaan Volt. Tetapi berkat arahan dari Arga Mahesa dia mampu untuk tetap tenang dan menyerap esensi petir itu kedalam tubuhnya.

Setelah melihat Arya Wijaya mulai bisa mengendalikan diri dan menyerap esensi petir yang menyelimuti tubuhnya, Arga Mahesa menghela nafas lega dan mengira ujian langit Arya Wijaya telah selesai.

Tetapi tanpa Arga Mahesa duga, petir berikutnya menyambar tubuh Arya Wijaya dengan sangat keras hingga membuat formasi miliknya retak. Arya Wijaya yang belum siap langsung memuntahkan seteguk darah.

Arga Mahesa melihat kearah langit yang masih bergemuruh dan merasa heran dengan fenomena yang sedang terjadi. Sepengetahuannya, ujian langit hanya terjadi satu kali di setiap kenaikan ranah seorang Pendekar.

Baduga Maharaja dan Hyman Nirwasita dengan tergesa-gesa menghampiri Arga Mahesa untuk membantu. Mereka kemudian membuat formasi tambahan untuk melindungi tubuh Arya Wijaya.

"Kakak, sebenarnya apa yang sedang terjadi. Bukankah ujian langit anak ini kelihatannya keliru?" Arga Mahesa bertanya dengan raut wajah kebingungan saat melihat Baduga Maharaja dan Hyman Nirwasita tiba-tiba datang membantunya.

"Tidak ada yang salah dengan ujian langit anak ini. Tetapi justru dia adalah orang yang dipilih langsung oleh langit."

"Sepertinya kita akan melihat petir surgawi untuk pertama kalinya. Sungguh, padahal kita yang pernah hidup saat jaman kekacauan saja, tidak pernah mendapatkan ujian ini."

Baduga Maharaja, Hyman Nirwasita, dan Arga Mahesa jelas mengerti dengan apa fenomena yang akan dihadapi oleh Arya Wijaya. Dengan tergesa-gesa ketiganya membuat formasi terbaik mereka untuk melindungi Arya Wijaya.

Mereka sudah memberikan benda paling berharga kepada Arya Wijaya dan jika anak itu tidak mampu bertahan dalam ujian yang langsung di berikan oleh langit, maka pengorbanan mereka akan menjadi sia-sia.

Tubuh Arya Wijaya kemudian disambar oleh petir tujuh warna secara berkala hingga membuat area disekitarnya menjadi rusak parah, bahkan kediaman Baduga Maharaja sampai hampir rubuh dibuatnya.

Arya Wijaya berusaha keras menghadapi sambaran petir yang terus berdatangan. Tidak perduli banyaknya rasa sakit yang dia terima, Arya Wijaya tetap bertahan dan tidak ingin mengecewakan ketiga gurunya.

Sampai akhirnya petir terakhir menyambar tubuh Arya Wijaya, langsung membuat dia tidak sadarkan diri tepat saat ujian langitnya telah selesai.

Awan hitam dan gemuruh petir seketika menghilang digantikan oleh langit yang dipenuhi oleh bintang-bintang.

Sebuah sinar emas yang memancarkan aura agung muncul di atas langit. Baduga Maharaja, Hyman Nirwasita, dan Arga Mahesa yang melihat cahaya itu langsung dibuat tunduk menyadari kehadiran sosok yang lebih tinggi derajatnya dari mereka bertiga.

"Anak yang menarik..."

Sebuah suara serak pria tua terdengar dari atas langit membuat langit bergetar dan bumi berguncang hebat akibatnya.

Suara itu dapat didengar jelas oleh Baduga Maharaja, Hyman Nirwasita, dan Arga Mahesa sampai membuat tubuh mereka bergetar hebat dan berkeringat dingin. Ketiganya kini tidak mampu mengatakan sepatah katapun, bahkan mereka kesulitan bernafas sekarang.

Hanya dengan sebuah suara dapat membuat ketiga jelmaan makhluk kuno ketakutan, sudah dapat dipastikan jika sosok yang ada dibelakang suara itu bukanlah sosok sembarangan.

Cahaya emas yang muncul dilangit kemudian melesat cepat masuk kedalam tubuh Arya Wijayadan membuat kondisinya menjadi pulih kembali. Tak sampai disana, cahaya emas itu kemudian mulai menyatu dengan tubuh Arya Wijayadan memperkuat tiga Dantian didalam tubuhnya.

Setelah cahaya emas itu hilang dan menyatu dengan tubuh Arya Wijaya, akhirnya Baduga Maharaja, Hyman Nirwasita dan Arga Mahesa dapat bernafas lega meski tubuh mereka masih bergetar hebat.

Baduga Maharaja kemudian menggendong tubuh Arya Wijaya yang tak sadarkan diri masuk kedalam rumah diikuti oleh Hyman Nirwasita dan Arga Mahesa yang masih terkejut dengan kejadian tadi.

"Kejadian tadi jangan biarkan sampai bocor, apa kalian mengerti?" Baduga Maharaja memberi peringatan kepada Hyman Nirwasita dan Arga Mahesa yang langsung diangguki oleh mereka.

Liu Kang, Hyman Nirwasita, dan Arga Mahesa kini sadar kalau bukan hanya mereka saja yang telah memilih Arya Wijaya menjadi penerus mereka. Melainkan langit juga memilih Arya Wijaya.

Mulai sekarang sudah bisa dipastikan Arya Wijaya akan menjadi sosok besar dimasa depan, tetapi ada masalah besar juga yang akan dia hadapi sebagai gantinya.

Rencana awal Arya Wijaya yang ingin menikmati hidup barunya dengan tenang dipastikan akan berantakan karena tanggung jawab besar yang sudah dibebankan kepada dirinya.

"Bahkan langit memilihnya menjadi pewaris. Secara tidak langsung ia memberi tugas kepada kita untuk melatihnya dengan benar."

Raut wajah Hyman Nirwasita berubah menjadi masam saat melihat Arya Wijayayang sedang tertidur. Sejujurnya Baduga Maharaja merasa senang karena langit telah memilih Arya Wijaya, tetapi dia juga merasa kasihan karena muridnya itu akan menghadapi banyak masalah besar dimasa depan.

"Jangan khawatir, Kakak. Kita bertiga pasti bisa melatihnya dengan benar." Hyman Nirwasita menepuk pundak Baduga Maharaja menyadari kekhawatiran yang tengah dirasakan oleh pria itu.

Arga Mahesa kemudian memeriksa tubuh Arya Wijaya dan menemukan kalau ranah anak itu sudah meningkat menjadi Pembentukan Inti tingkat 6. Tetapi yang membuat Arga Mahesa terkejut adalah kualitas tulang Naga milik Arya Wijaya yang sedikit berbeda dan lebih kuat.

Bahkan Arga Mahesa menemukan energi Qi didalam tubuh Arya Wijaya sudah setengah dari miliknya. Dimana hal itu benar-benar sangat mustahil dicapai oleh dirinya sendiri apalagi Pendekar biasa.

"Kak, cobalah periksa tubuh anak ini. Semuanya benar-benar tidak masuk akal."

Melihat Arga Mahesa begitu terkejut, Hyman Nirwasita yang penasaran kemudian memeriksa tubuh Arya Wijaya dan ikut terkejut juga.

Malam itu Baduga Maharaja, Hyman Nirwasita, dan Arga Mahesa benar-benar merasa senang karena seumur hidup mereka dapat melihat kebangkitan sosok yang namanya akan besar dimasa depan.

Sementara itu dibawah alam sadar Arya Wijaya terbangun di sebuah tempat asing. Arya Wijaya bisa melihat sebuah taman yang dipenuhi oleh berbagai jenis tanaman.

Arya Wijaya membelalakan matanya, saat melihat seorang pria berada di danau yang sedang berkultivasi di atas bunga lostus. Anehnya Arya Wijaya tidak dapat melihat wajah pria tua itu yang ditutupi oleh cahaya putih, hingga membuatnya merasa penasaran.

1
Alfa
revisi lokal??????
Joni Asmal
ya samo2 athor, terima kasih telah menyajikan novel yg baik ini
Anonim
mls BCA klo ceritanya pakai topeng menyembunyikan identitas ...Uda basi bgaat
lestari
mulai pembantaian ayo semangat
Eneng Bariono
Heeemmm
Fatha M
mana ada tradisi orang Indonesia menyumpit atau memakai sumpit...
Karya Sujana
pendatang baru hadir
boooom
Jhonny Afrizon
ruwet,
Jhonny Afrizon
kenapa orang di sekitar MC pada gila bego ceroboh,hah
Jhonny Afrizon
emang gak bisa di jinakin apa tu betina,sodok aja pake rudal MC,biar nyaho thor🤭🙏🙏
Jhonny Afrizon
kumpulan orang orang bego,si putri sok cantik katanya udah tambah kuat nyatanya sama aja bego nya
Jhonny Afrizon
makin konyol
Jhonny Afrizon
robocop,hahaha
Jhonny Afrizon
lama lama ni cerita jadi banyak tindakan konyolnya,meskipun MC pasti selamat karna keajaiban,tapi tidak harus bertindak konyol thor
ANDI BUDIAWAN SSOS MM
mantul
Jhonny Afrizon
Arya Wijaya alias Ying Jihan😂😂😂
Toyib Sr.
yah mengecewakan
Ade Eka Putra
mantap bos
hasim asngari
om otor MC nya buta hati....hahahhaa
Mhmd Ridho
kenapa gak up lagi thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!