Update hari Senin, Rabu & Jumat pukul 15.00 WIB.
Sebagai satu - satunya laki - laki keturunan keluarga White,Samuel akan di nobatkan sebagai Duke yang baru.Sebenarnya Samuel tidak menginginkan gelar itu ,tetapi keadaan memaksanya.
Claudia ,putri bangsawan desa ,memutuskan pergi ke sana untuk menemani Samuel dengan alasan untuk belajar tata krama.Ternyata keluarga White dan bangsawan lainnya meremehkan Claudia.
Dengan dalih demi kebaikan Samuel ,Dino memaksa Claudia untuk mengingkari janjinya untuk selalu mendampingi Samuel.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya ? Ikuti saja di karya terbaru ku
Jangan lupa kalau kalian suka Like ,Favorit ,Rate dan Komentar positif ya so Vote.Makasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13.
1 bulan kemudian. Hari demi hari semakin dekat dengan hari penobatan Samuel sebagai seorang Duke White pun akan segera tiba dengan seiring berjalannya sang waktu untuk masa pemulihan kesehatan diri Samuel.
" Kereta kuda di tempatkan di halaman .." Kata Dino Baskoro yang mulai sibuk mengatur para staff di Kediaman White untuk mempersiapkan hari pesta kebun untuk Samuel.
" Yang di taman ? " Tanya salah seorang pembantu Kediaman White kepada Dino baskoro.
Claudia memperhatikan semua itu dengan diam dan perasaan hati yang tak menentu telah hadir di kalbu Claudia yang memikirkan perasaan hati di dalam diri Samuel yang tentunya akan semakin tertekan dan terbebani.
" Ah , Clau ! " Dino Baskoro menoleh ke belakang dan menemukan Claudia berdiri tak jauh darinya.
" Persiapan pesta kebun sangat menyibukkan ,ya ! " Imbuh Dino Baskoro tersenyum kepada Claudia.
" Anu Paman.." Panggil Claudia hati -hati kepada Dino Baskoro yang sedang menghadapi salah satu staff pria Kediaman White yang mendatangi dirinya di taman depan.
" Tuan Baskoro , daftar nama undangannya ? "
Melihat Sang Paman tak menghiraukan dirinya lagi , Claudia pun berjalan kembali menuju ke arah ruangan dalam Kediaman White. Namun , Dino yang memerhatikan ekspresi dan sikap diamnya Sang keponakannya itu segera mengejar langkah Claudia dengan cepat.
" Claudia .."
Claudia menghentikan langkahnya dan menengok kepada Dino Baskoro lalu menghadapi Pamannya dengan sopan.
" Tampaknya Samuel sudah lebih baik sekarang." Kata Dino Baskoro tersenyum kepada Claudia.
" I..Iya.."
" Paman ingin mengucapkan terimakasih kepada mu karena Samuel bisa tertolong semua karena Claudia.." Kata Dino Baskoro lembut kepada Clau.
" Eh.." Batin Clau pedih.
" Waktu itu kamu mengatakan bahwa Samuel tak mungkin meninggal sekarang , 'Kan ? Mungkin berkat itulah perasaan Clau dapat tersampaikan kepada Samuel."
" Paman.."
" Karena ada Claudia di sini , Paman menjadi amat tenang. Sampai pesta kebun nanti. Tolong jagalah Samuel baik -baik ya , Clau." Pinta Dino Baskoro halus namun menyakiti hati Claudia.
" Tolong jagalah Samuel baik -baik." Tertanam di benak Claudia yang memandangi punggung Sang Paman yang sudah berjalan kembali ke taman dari tempat Claudia berdiri menuju ke ruangan dalam Kediaman White.
" Paman Dino.." Batin Clau pilu.
" Kalau sampai Samuel kabur dari sini....Paman tak mau tahu ! "
" Walaupun penobatan resminya telah selesai ! Ah sepertinya Samuel tak akan bisa pulang kembali ke Bukit Pelangi.." Pikir Clau sendu pada saat Ia kembali ingat nada ancaman dari Dino Baskoro kepadanya itu.
Di ruangan kamar , Samuel begitu senang sekali melihat kedatangan Claudia yang membawakan dirinya seikat bunga baru dari rumah kaca untuk menghiasi kamarnya dan mengubah suasana hati Samuel yang jenuh menjadi cerah.
" Clau , darimana saja Kamu ? " Sapa Samuel dari tempat tidur.
" Kalau Samuel tahu hal ini." Batin Clau.
" Aah..Ingin rasanya cepat -cepat melepaskan kain pembalut ini ! Bergerak tidak boleh , membaca pun tidak boleh , semua tidak boleh !!Uhh...Benar -benar membosankan ! " Keluh Samuel yang amat menggemaskan hati Clau yang segera memberi semangat dan hiburan kepada Samuel.
" Sebentar lagi juga sembuh , 'Kan ? " Hibur Clau ceria kepada Samuel yang memerah malu dengan keluhan manja anak laki -laki itu di masa -masa pemulihan kesehatan dirinya pasca kecelakaan jatuh dari tangga sekitar satu bulan yang lalu.
" Baiklah Paman, Aku akan tetap diam seperti apa yang Paman suruh demi kesehatan Samuel.." Kata Clau di batinnya.
" Tapi setelah pesta kebun nanti selesai.." Kata Clau sekali lagi batinnya dengan murung namun wajahnya tetap ceria memandangi Samuel yang tertawa riang terhibur rasa jenuh anak itu oleh Clau.
Pesta kebun pun tiba dengan cepat menurut hati Claudia yang mendung dan tak selaras dengan suasana ramai dan semarak serta elegan yang ada di pesta penobatan Duke pada Samuel.
Greekk
Greekk
Greekk
Greekk
Greekk
Greekkk
Suara kereta kuda yang ramai telah berdatangan di halaman utama Kediaman Duke White yang menandakan kedatangan para tamu undangan di acara khusus untuk menyambut kehadiran Duke baru di Kediaman Duke White.
" Selamat datang ..! Selamat datang..!!"
" Waahh ! Lihatlah , Baskoro ! Tamunya banyak sekalk ! " Seru Miya begitu gembira dari jendela kamar gadis kecil itu kepada Dino Baskoro pada saat gadis ini melihat kehadiran para tamu yang datang ke Kediaman Duke White.
" Tentu saja , hari ini ' Kan akan di perkenalkan Duke White yang baru ," Kata Dino Baskoro nada bangga sekali yang menyebalkan bagi Miya dan Nyonya Duchess White.
" ..."
" Huh..Si Samuel itu ,ya..." Gerutu Miya pelan agar tak terdengar oleh Dino Baskoro yang sangat di segani oleh anak perempuan angkuh itu.
" Miya , beri salam kepada tamu..! " Perintah yang keluar dari mulut ibunya yakni Nyonya Duchess White.
Di ruangan pribadi lainnya ada Samuel yang juga melihat kehadiran para tamu undangan yang rata -rata adalah kaum bangsawan elit dari Ibukota dan seluruh negeri Lovenia dengan wajah muram dan tangan menyentuh kening yang ada luka yang membekas di sana di bawah anak rambut hitam dan lebatnya.
" Ng.."
" Lukanya..Tidak bisa hilang ,ya ! Maafkan Aku ,ya.. Sam.." Kata Clau merasa bersalah kepada Samuel.
" Apa , sih ! Cuma luka begini saja ! Aku ini 'kan laki -laki ! " Tukas Samuel yang menepis rasa bersalah yang menghantui diri Clau itu.
" Syukurlah bukan Clau yang terluka ! Hahahaha ! "
Samuel merangkul Clau untuk menenangkan hati dan pikiran Claudia agar anak perempuan manis itu tidak lagi menyalahkan diri atas peristiwa naas yang nyaris merenggut nyawa Samuel.
Rona merah menguak di wajah Claudia karena pelukan hangat Samuel sungguh menghangatkan dirinya. Gadis kecil ini pun tersenyum manis untuk Samuel yang merasa hatinya penuh semangat dan percaya diri kembali.
" Apa persiapannya sudah selesai ,Samuel ? " Dino Baskoro membuka pintu ruangan pribadi Samuel untuk menanyakan kesiapan diri anak itu untuk menemui para tamu undangan yang rata -rata adalah bangsawan elit di seluruh negeri Lovenia.
" Bagus, sungguh bangsawan yang gagah sekali.." Kata Dino Baskoro kagum dan bangga sekali saat melihat penampilan terbaik Samuel di hadapan nya.
" Akhirnya Duke White terlahir ke dunia ini..! " Puji Dino Baskoro memandang kagum ketampanan dan kegagahan yang terpancar dari aura Samuel.
" Duke Samuel White.." Batin Clau yang tersadar akan diri Samuel sekarang ini bukanlah seorang Samuel sahabatnya yang selama ini di kenalnya sangat baik.Karena , Samuel kini telah menjadi Duke White yang sangat terhormat juga sangatlah terpandang di seluruh negeri Lovenia.
Samuel melangkah tegap dan penuh wibawa yang amat mengagumkan sekali menuju ke ruangan pesta kebun yang sudah ramai untuk menyambut dirinya.
" Waaaahh...!! "
" Tuan dan Nyonya sekalian ,Inilah Duke Samuel White yang ini di nobatkan secara resmi sebagai seorang Duke .." Kata Nyonya Duchess White yang memperkenalkan Samuel kepada para tamu -tamu undangan para bangsawan elit di seluruh negeri Lovenia yang hadir di Kediaman Duke White...
Bersambung..!!