Alexandre Mahardhika ada adalah anak bungsu dari keluarga Mahardika. Tapi dia lebih memilih tinggal bersama kakek dan neneknya di kota kecil dari pada tinggal bersama ayahnya menjadi anak sultan. Tapi kematian ibunya membuat dia berubah fikiran. Ternyata ada banyak rahasia yang terjadi dalam keluarganya. Setelah mama nya meninggal baru semuanya terungkap.
Ratu adalah anak tunggal dari keluarga Diningrat. cantik, pinter, tomboy dan dingin. hidup Ratu sendiri penuh teka teki. Terlahir dari keluarga kaya raya dan lantas tidak membuatnya angkuh dan sombong. Justru dengan kekayaan dan kekuasaan nya lah dia sering melakukan hal yang tidak masuk akal.
Akan kah pada akhirnya Ratu dan Alex bersatu? ikuti terus ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 13. pelukan.
"Ini hasil visumnya pak", ayu menyerahkan buktinya.
"lanjutkan kasus ini apa pun yang terjadi", titah ratu kepada pengacaranya.
sang pengacara hanya mengangguk.
Elang dan Dimas datang.
"Ratu, pak rektor mengancam akan mendrop out kan kita dari kampus", terang elang.
Pengacara nya ratu terkejut. " serius, apa dia tidak tau siapa yg menuntut nya", tanya pengacara tersebut heran.
"Ga pak, biar saja dia mengancam, dia biar berurusan sama aku", jawab ratu dingin.
"Huppps..cari penyakit", omel sang pengacara.
Suasana mendadak menjadi hening. semua bermain dengan giliran mereka masing-masing.
"Mbak ratu gak mau ngabarin nyonya masalah ini", tanya pak Ferdinan sambil menatap ratu.
"Ga usah pak, kita masih bisa ngatasin masalah ini. besok di kampus aku akan langsung menemui pak rektor", jawab ratu sambil berlalu.
"Pak, bisa ga kita minta izin untuk menemui Petrus?", tanya ratu sambil berbalik dan menatap sang pengacara.
"Sebentar, aku nemuin petugasnya dulu", jawab pak Ferdinan sambil pamit berlalu.
"Habis ini kita langsung pulang ya", ucap ratu ke teman-teman nya.
Semua mengangguk setuju.
Tak berselang lama, pengacara Alex pun datang. masih muda, mungkin berumur sekitar 30 tahun.
"Malam mas Alex", sapa nya sopan sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Malam juga pak Dion, sebentar lagi pengacara ratu akan kembali kesini. sekarang beliau lagi menemui petugas untuk menanyakan bisa atau tidaknya kami menemui si pelaku", terang Alex ke pengacara nya.
"Oke, baiklah", jawab si pengacara singkat.
"Oh ya pak, bekerja samalah dengan pak Ferdinan pengacara nya ratu karena dia juga menangani kasus ini jg", lanjut si Alex.
"Siap mas", jawab pengacara nya lagi.
Dari arah samping pak Ferdinan dan seorang anggota kepolisian datang ke arah mereka. dan langsung berbicara sama ratu. kemudian ratu mengajak Alex dan pengacaranya untuk bertemu si pelaku.
Mereka jalan beriringan. di luar dugaan ternyata pengacara Alex dan ratu saling mengenal, bahkan pengacara ratu adalah salah satu dari pengacara senior dan berprestasi.
Sesampainya di ruang tahanan sementara, mereka langsung bisa bertemu si pelaku. melihat kedatangan ratu, mukanya langsung merah. dia langsung marah dan mencaci ratu.
"Hei perempuan gila, kamu akan menyesal karena telah berurusan dengan ku", ancam nya sombong.
Ratu tersenyum sinis. andai bukan di kantor polisi, mungkin udah gak berbentuk orang lagi tu muka.
" Gak usah sombong, sebentar lagi orang tua mu akan menanggung akibat dari perbuatan anaknya yang biadab ini", ancam ratu dingin.
" Ayo semua kita pulang, kita harus istirahat", ajak ratu pada orang di sana. ratu berpamitan pada pak polisinya dan tak lupa mengucapkan terima kasih.
Mereka kembali berkumpul di di lobi kantor polisi.
" Pak Ferdinan dan pak Dion kami harap bisa bekerja sama untuk mengurus kasus ini. aku ga mau manusia berhati iblis itu mendapat hukuman ringan ", pinta ratu pada pak Ferdinan dan pak Dion.
" Baiklah mbak, kami akan pastikan dia mendapat hukuman seberat mungkin", jawab pak Ferdinan yakin.
" Oke, kalo begitu mari kita pulang", ajak ratu pada semua.
tanpa berbicara lagi semua pergi ke parkiran dan masuk ke mobil masing-masing. yang nganterin ratu tetap Alex, Alex merasa berkewajiban untuk nganterin ratu pulang.
" Sampai di depan rumah ratu Alex langsung turun dan membuka kan pintu mobil untuk ratu.
Alex nganterin ratu sampai di depan pintu rumahnya.
tiba-tiba ratu berbalik dan langsung memeluk Alex.
" Makasih banyak ya mas", ucap ratu lembut ke Alex.
" Sama-sama ratu, langsung istirahat ya udah malam", jawab Alex sambil tersenyum. sambil mencium pucuk rambut ratu.
" Mas hati-hati di jalan, dan jangan lupa ngabarin aku", ujar ratu manja.
" Iya sayang, udah masuk sana", jawab Alex sambil mencubit hidung ratu.
Ratu tertawa kemudian melangkah masuk kedalam rumah. tak seberapa lama terdengar suara mobil Alex pun menjauh pergi.