NovelToon NovelToon
DENDAM

DENDAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:270.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: nazwa talita

Setelah disiksa, dikhianati dan dibuang di suatu tempat dalam keadaan hampir tak bernyawa Gendis bertekad Mengubah takdir demi membalas dendam pada Arga Demian, pria tampan berhati iblis yang pernah menjadi kekasih rahasianya.

Akankah Gendis berhasil membalaskan dendam dan sakit hati pada pria yang selama ini terus bersemayam di hatinya? Ataukah dia justru kembali terjebak dan terjerat pada pesona Arga Demian dan kembali menjatuhkan hatinya pada pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 13 MENYUSUN RENCANA

Gendis menunda acara makan siangnya bersama Meira karena Arga menyuruhnya membuatkan kopi lagi.

"Padahal tadi pagi dia sudah minum kopi, kenapa sekarang dia ingin minum kopi lagi?"

Gendis menggedikkan bahu, mendengar pertanyaan sahabatnya.

"Mungkin kopi buatanku enak, makanya dia ingin lagi," jawab Gendis asal.

"Mungkin juga, atau ... jangan-jangan dia ingat rasa kopi yang kamu buat di masa lalu?"

"Apa dia pernah memujimu saat kamu membuatkannya kopi?" lanjut Meira penasaran.

"Memujiku atau tidak, yang jelas kenyataannya dia hanya berpura-pura 'kan? Semua ucapannya tidak ada yang benar." Gendis menatap sahabatnya dengan tersenyum tipis.

"Iya juga ya, buktinya dia pura-pura mencintaimu sebelum akhirnya mengambil semua yang kau miliki."

"Kau benar." Gendis tertawa kecil.

"Bodohnya aku karena sangat mempercayainya saat itu."

"Kalau begitu, sekarang berhati-hatilah! Jangan sampai kau kembali tergoda oleh iblis berwajah tampan itu."

Gendis mengangguk pelan, kemudian membawa nampan berisi secangkir kopi menuju ruangan Arga.

***

"Masuk."

Gendis membuka pintu dengan pelan. kemudian melangkah mendekati meja kerja Arga.

Pria itu terlihat menghentikan pekerjaannya. Netranya menatap Gendis tak berkedip.

Perempuan itu terlihat sangat cantik dan begitu menarik di mata Arga, meski tanpa sapuan make-up di wajahnya.

Kenapa perempuan secantik dia memilih bekerja sebagai office girl?

Arga memindai wajah cantik Gendis dan juga tubuhnya.

"Ini kopinya, Pak." Gendis meletakkan cangkir kopi itu di depan Arga.

"Terima kasih."

"Apakah kamu yang buat sendiri kopinya?"

"Iya, Pak. Saya yang buat kopinya. Maafkan saya kalau rasa kopinya tidak enak."

"Lumayan enak untuk pegawai yang baru bekerja hari ini."

Gendis mendongak, menatap wajah tampan Arga yang sedang menyeruput kopi buatannya.

"Terima kasih, Pak."

"Hmm ...."

"Permisi." Gendis membungkukkan badan kemudian berbalik, keluar dari ruangan Arga dengan menarik napas lega.

Gadis itu menyandarkan tubuhnya di balik pintu.

Kenapa rasanya dadaku sesak sekali saat berhadapan dengan dia?

Sabar Gendis, masih belum waktunya.

Gendis mengusap dadanya yang berdebar kencang. Perempuan itu kemudian bergegas melangkah menuju pantry.

Perutnya sangat lapar. Dia ingin makan siang bersama Meira dan juga teman-teman barunya sesama office girl.

***

"Laura, benarkah kamu langsung berhadapan dengan Arga?" Gendis mengangguk pelan sambil menatap pria di depannya. Pria itu terlihat antusias mendengar cerita Meira dan dirinya.

"Ini awal yang bagus buat rencana kita, Laura."

"Kau benar, tapi sialnya tubuhku gemetar saat berhadapan dengan bajingan itu!" Wajah Gendis berubah marah.

"Rasanya aku ingin sekali menghajar wajah tampannya. Aku sangat kesal."

Gama sedikit tertawa mendengar ucapan Gendis.

"Jangan sekarang, Laura. Kamu harus menahan emosimu dulu," ucap Gama sambil mengusap bahu perempuan itu.

"Kita tidak boleh gegabah dan bertindak sembarangan. Kita harus menyusun rencana dulu baru kita akan bergerak."

Kedua perempuan cantik itu mengangguk, menyetujui perkataan Gama.

"Kalau begitu apa rencana kita selanjutnya?" Gendis menatap pria itu dengan serius.

"Mendekati Arga kembali jika kau bisa," ucap Gama tanpa ragu.

"Maksud kamu?"

"Kamu dekati dia, jerat laki-laki itu dalam pesona dirimu," sahut Meira.

"Benar kan, Gama?"

Gama mengangguk membenarkan ucapan Meira.

"Kau ingin aku kembali dekat dengan dia? Menjadi seseorang yang spesial buat dia, begitu?" Gendis masih tidak percaya dengan ucapan sahabatnya.

"Laura, kamu bisa mendekati Arga kemudian merayunya. Setelah pria itu berada dalam kendalimu, kamu bisa melakukan apa pun pada pria itu." Gama menatap perempuan cantik di depannya itu dengan wajah sungguh-sungguh.

"Kamu pasti sangat ingat bukan, saat pria itu menjeratmu dengan cara berpura-pura mencintaimu?" Suara Gama kembali terdengar.

Sementara Gendis seolah dipaksa kembali ke masa lalu, saat dirinya begitu mudah jatuh cinta pada pria itu.

"Tapi ingat, Laura. Bukan kamu yang mengejarnya atau pun ingin mendapatkan perhatian darinya, tapi dia!"

"Dia yang harus mengejarmu!"

"Bagaimana cara mendekatinya? Sementara aku di sana hanya bekerja sebagai OG?"

Gendis menatap kedua sahabatnya itu bergantian.

"Kamu harus membuat laki-laki itu jatuh cinta padamu!"

Gama dan Meira berucap berbarengan.

Mereka berdua saling tatap, kemudian tertawa bersama.

"Kalian berdua sepertinya berjodoh, satu pemikiran," canda Gendis sambil ikut tertawa.

Sementara Gama langsung merangkul tubuh Meira dan memeluknya sebentar.

"Aku dan Meira sudah bersama dari kecil, dia sahabat yang paling mengerti aku karena itu sampai sekarang kita masih bersama."

"Iya, kan, Mei?"

"Hmm ...."

Gama mengacak rambut Meira membuat perempuan itu langsung cemberut kesal.

Sementara Gendis tertawa melihat kedekatan mereka berdua. Selama dua tahun bersama Meira dan Gama, dia sudah tahu bagaimana hubungan mereka berdua.

"Mulai besok, kamu harus mencari cara agar pria bajingan itu tertarik padamu." Gama kembali serius.

"Aku tidak yakin bisa membuat pria itu mendekatiku." Gendis terlihat tidak percaya diri.

"Jangan terlalu memperlihatkan, kalau kamu sedang mendekatinya."

"Gama benar, Laura."

"Akan aku coba." Gendis tampak ragu-ragu.

"Aku akan membantumu dan mengatur pertemuanmu dengan Arga di luar kantor." Gama menatap dua gadis cantik di depannya.

"Aku mengandalkan kalian berdua."

Meira dan Gama mengangguk bersamaan.

***

Tak terasa, sudah hampir satu bulan Gendis dan Meira bekerja di perusahaan Arga. Mereka berdua kini sudah terbiasa dengan pekerjaan mereka.

Meira dan Gendis sangat senang berteman dengan mereka, sesama office girl dan office boy. Kedua perempuan cantik itu menjadi idola mereka, karena selain cantik, mereka berdua juga tidak sombong.

Seperti biasanya, Gendis bertugas mengantarkan minuman untuk Arga. Sebenarnya, itu adalah tugas Meira. Namun, entah mengapa, semua orang kini mempercayakan tugas itu pada Gendis.

Setelah hampir sebulan sering bertemu dengan Arga, Gendis sudah mulai bisa mengontrol emosinya. Perempuan itu kini sudah tidak terlihat gugup lagi di depan pria itu.

Gendis masuk ke dalam ruangan saat terdengar suara Arga yang menyuruhnya masuk.

Seperti biasa, pria itu terlihat sangat serius saat bekerja. Gendis menarik napas panjang saat melihat pria itu begitu sempurna dan terlihat begitu berkharisma di kursi kebesarannya.

Gadis itu meletakkan minuman itu di depan Arga.

"Terima kasih," ucap Arga tanpa melihat ke arah perempuan itu.

"Sama-sama, Pak."

"Permisi."

"Hmm ...."

Gendis keluar dari ruangan itu. Gadis itu menghela napas panjang. Melangkah gontai menuju pantry.

Bagaimana aku bisa mendekatinya, kalau sikap dia saja sangat dingin begitu?

Sementara Arga, menghentikan pekerjaannya. Pria itu menyandarkan kepala di kursi kebesarannya. Rasa gelisah menyerang, seiring detak jantungnya yang memompa lebih cepat setelah kepergian Gendis dari ruangannya.

Apa yang terjadi padaku sebenarnya?

.

Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya teman-teman, biar author tambah semangat updatenya.

1
Anneke28 Annetje
tdh seru ceritanya tamat begitu saja gantung
Sri Wahyuni
bagus lanjutkan
Floren Soria
gantung cerita
Nur Qalbi
lanjut
🍻
Penulisnya gak professional dalam berkarya !!!!
🌸 SoraMelody 🌸
kok udah tamat aja gimana dah
Shinta Nurfadillah
loh cerita kok gantung gini
angel
bikin karya kog Ngantung
Nazwatalita: Nanti lihat di season 2 nya Kak🙏
total 1 replies
Nur Mei
menguras emosi
SeoulganicId
eh apapun alasan lu arga gue tetep gak setuju gendis balik ama lu , ud jahat ternoda pula lagi 😩
SeoulganicId
sumpah yah arga jgn ampe akhirannya sama lu
Trihastuti Handayani
Kecewa
Ema Fitria
up
rorosableng
di gantung ya thor ?
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Akh .. Author mah ga puguh .. masa sih ceritanya ngegantung seperti ini? biasanya cerita dituntaskan selesai kalaupun mau disambung akur cerira nya ga ngacak .. kecewa lho .. jadi malas Novel karangan Author ... selamat membuat kami2 KECEWA ..
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Author yg bener saja .. apa ini ga akan diteruskan .. koq cerira masih gantung begini .
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Ha .. ha .. ha .. kena batunta Argha .. makanya jadi orang harus punya prinsip .. jangan mudah di setir sama orang Arabella ... huh .. kalau sudah gini NYESEL TUJUH KELILING selamat menikmati kehancursnMU
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Sudah saatnya Srikandi mengamuk di depan musuh2 nya .. hancurkan se-hancur2 nya .. apa yang di tanam itulah apa yang di petik .. ha ha ha ... rasakan Karina . Chandra .. begitu pula Argha .. yang telah membunuh keluarga Gendis ..
Lina aja
oooo jadi kekayaan keluarga gendis di kuasai m keluarga nya Arga....m
Lina aja
kasian banget itu gendis....ketemu sama pembunuh ortunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!