NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Dokter

Benih Rahasia Sang Dokter

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Anak Genius / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:899k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Ashela Safira, seorang gadis yang membanting tulang demi melunasi utang ayahnya, terpaksa merelakan kesucian yang ia jaga selama ini direnggut oleh pria asing.

Merasa harga dirinya telah hancur, ia memilih melarikan diri dan menghilang setelah malam panjang itu. Namun, di tengah pelariannya, Ashela justru mendapati dirinya hamil.

Sementara itu, Elvano Gavian Narendra, seorang dokter berhati dingin, terbangun dan mendapati gadis yang bersamanya telah pergi.

Rasa sesal seketika menghantamnya saat melihat bercak merah di atas ranjang, yaitu sebuah tanda bahwa ia telah menodai seorang gadis asing yang bahkan tidak ia ketahui identitasnya.

Bagaimana kelanjutannya???
YUKKKK GAS BACAAAA!!!

IG @LALA_SYALALA13
YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sensasi Panas Yang Menjalar

Di saat yang bersamaan, seorang wanita paruh baya dengan pakaian serba glamor dan perhiasan emas yang mencolok sedang berjalan terburu-buru keluar dari area lift. Ia menenteng sebuah gelas besar berisi kopi panas dan tas bermerek.

Wajahnya tampak masygul (sibuk) karena ia baru saja selesai menjenguk kerabatnya yang sedang sakit dan emosinya sedang tidak stabil karena perdebatan masalah warisan di ruang rawat tadi.

Bruk!

Leo yang sedang fokus menatap kupu-kupu tidak melihat arah jalan, dan bahu mungilnya menyenggol paha wanita itu dengan cukup keras.

Gelas kopi yang dibawa wanita itu miring, dan isinya yang masih cukup panas tumpah mengenai blus sutra putih mahal yang ia kenakan.

"Aakh! Panas! Sialan!" pekik wanita itu histeris.

Leo tersentak mundur, matanya membelalak ketakutan. Boneka beruangnya jatuh ke lantai.

"Ma-maaf, Nek..." bisik Leo dengan bibir bergetar.

"Maaf?! Kamu tahu tidak harga baju ini berapa, hah?!" teriak wanita itu. Ia menatap noda cokelat besar di dadanya dengan tatapan murka.

"Anak tidak tahu diri! Di mana orang tuamu?! Benar-benar tidak punya sopan santun!" teriak wanita tersebut dengan marah.

Suara teriakan itu menggema di lorong, menarik perhatian beberapa perawat dan pengunjung lain. Leo mulai menangis, suara isakannya tertahan karena rasa takut yang luar biasa.

"Maaf, Nek... Leo nggak sengaja..."

"Nggak sengaja kamu bilang?! Lihat ini! Baju saya rusak karena bocah dekil sepertimu!" Wanita itu kehilangan kendali diri. Ia mengangkat tangannya, seolah hendak memukul, lalu dengan kasar mendorong bahu Leo.

"Pergi sana! Dasar anak liar!" serunya.

Ashela, yang baru saja memegang nomor antrean, mendengar suara tangis yang sangat ia kenali. Jantungnya seolah berhenti berdetak saat ia menoleh dan melihat seorang wanita dewasa sedang membentak-bentak putranya yang gemetar ketakutan.

"LEO!" teriak Ashela. Ia berlari secepat kilat, menerobos kerumunan orang.

Ia segera menarik Leo ke belakang punggungnya, memeluk kepala anaknya yang kini sudah menangis histeris.

"Ada apa ini? Kenapa Ibu membentak anak saya?!" tanya Ashela dengan suara yang gemetar karena amarah dan proteksi.

Wanita berbaju sutra itu menatap Ashela dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan merendahkan.

"Oh, jadi ini ibunya? Pantas saja anaknya seperti ini. Lihat kelakuan anakmu! Dia merusak baju mahal saya dengan kopinya! Kamu harus ganti rugi, atau saya laporkan ke keamanan!" maki ibu tersebut.

"Dia hanya anak kecil, Bu! Dia tidak sengaja!" bela Ashela, matanya berkilat tajam.

"Ibu tidak pantas mendorong dan membentaknya seperti itu di rumah sakit! Dia baru saja selesai operasi jantung, bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya?!" seru Ashela dengan marah.

"Banyak alasan! Anak kampung seperti kalian ini memang selalu punya seribu cara untuk menghindar." cemooh wanita itu. Ia melangkah maju, tangannya yang penuh cincin terangkat.

"Harus diberi pelajaran supaya tahu diri!" serunya.

Plakk!

Wanita itu melayangkan tangan ke arah wajah Ashela. Ashela tidak sempat menghindar karena ia sedang mendekap Leo erat-erat. Tamparan itu mengenai pipinya, membuatnya terhuyung ke samping. Keseimbangan Ashela goyah dan ia merasa tubuhnya miring ke belakang, menuju lantai marmer yang keras.

Ashela memejamkan mata, bersiap untuk benturan yang menyakitkan sambil terus berusaha melindungi Leo dalam pelukannya.

Namun, benturan itu tidak pernah terjadi.

Sebuah lengan yang sangat kokoh dan kuat tiba-tiba melingkar di pinggangnya, menahan berat tubuhnya dengan sekali sentakan.

Ashela merasakan punggungnya menabrak dada bidang seseorang. Aroma maskulin yang dingin namun sangat ia kenali yaitu campuran antiseptik dan parfum mahal seketika menyerbu indra penciumannya.

Ashela membuka mata dengan napas terengah-engah. Ia mendongak dan melihat rahang tegas yang sedang mengeras karena amarah.

Elvano Gavian Narendra.

Pria itu memegang pinggang Ashela dengan sangat erat, seolah-olah tidak akan membiarkannya jatuh sedikit pun.

Mata Elvano yang biasanya dingin kini tampak berkilat-kilat penuh amarah yang tertahan, namun bukan diarahkan pada Ashela, melainkan pada wanita berbaju sutra di depan mereka.

"Cukup." suara Elvano rendah, namun memiliki otoritas yang mampu membuat seluruh lorong seketika senyap.

Wanita berbaju sutra itu membeku. Wajahnya yang tadi merah padam karena marah, kini berubah pucat pasi saat mengenali siapa pria yang sedang berdiri di depannya.

"Dok-dokter Elvano..." lirih wanita tersebut dengan gugup.

"Nyonya Rita," ucap Elvano dingin, matanya menatap tajam ke arah wanita itu. "Saya tidak menyangka salah satu donatur rumah sakit ini memiliki perilaku seperti preman pasar di lobi saya sendiri."

"Tapi Dokter... anak ini menyenggol saya, baju saya..." ucapnya terpotong.

"Saya tidak peduli dengan baju Anda," potong Elvano dengan nada bicara yang mematikan. "Anda baru saja melakukan kekerasan fisik pada pasien saya dan ibunya. Di rumah sakit saya. Di bawah pengawasan saya." ucapnya tajam.

Elvano perlahan melepaskan pegangannya pada pinggang Ashela, namun ia tetap berdiri sangat dekat di belakang wanita itu, memberikan perlindungan yang nyata. Ia menunduk sebentar, menatap Leo yang masih terisak di pelukan ibunya.

"Leo, tidak apa-apa. Dokter di sini," bisik Elvano lembut, jauh berbeda dengan suaranya saat bicara pada Nyonya Rita.

Elvano kembali menatap Nyonya Rita. "Minta maaf sekarang juga, atau saya sendiri yang akan memastikan kerabat Anda dipindahkan dari rumah sakit ini dan nama Anda dicoret dari daftar tamu kehormatan Narendra Group." ancam Elvano dengan tegas.

Nyonya Rita gemetar. Ia tahu Elvano tidak pernah main-main dengan ucapannya. Dengan wajah menanggung malu di hadapan banyak orang, ia menunduk sedikit.

"Ma... maaf. Saya terbawa emosi." ucap nyonya Rita dengan malu.

"Minta maaf pada mereka, bukan pada saya." tegas Elvano.

"Saya minta maaf, Mbak... Nak... maafkan saya," ucap wanita itu dengan suara lirih sebelum akhirnya berbalik dan lari meninggalkan lorong dengan perasaan malu yang luar biasa.

Setelah suasana sedikit mencair, Elvano beralih fokus sepenuhnya pada Ashela dan Leo. Ia melihat pipi Ashela yang mulai memerah akibat tamparan tadi. Tanpa sadar, Elvano mengulurkan tangan, hendak menyentuh pipi itu, namun Ashela segera mundur selangkah, menunduk dalam-dalam.

"Terima kasih, Dok. Maaf kami sudah membuat keributan," bisik Ashela.

Jantungnya masih berdegup tidak keruan, bukan hanya karena kejadian tadi, tapi karena tangan Elvano yang tadi memegang pinggangnya masih meninggalkan sensasi panas yang menjalar.

"Anda tidak salah," sahut Elvano, suaranya kini melunak. "Mana yang sakit? Biar saya periksa pipi Anda."

"Tidak apa-apa, Dok. Saya hanya kaget," Ashela terus menunduk, takut jika ia menatap mata Elvano, pria itu akan menyadari betapa gemetarnya dia.

Elvano kemudian berjongkok di depan Leo. Ia mengambil boneka beruang yang jatuh dan membersihkannya dari debu sebelum menyerahkannya kembali pada Leo.

"Jagoan, jangan menangis lagi. Penjahatnya sudah pergi." seru Elvano menenangkan Leo.

Leo mengambil bonekanya, lalu tiba-tiba ia memeluk leher Elvano. "Dokter... terima kasih sudah tolong Mama." ucap Leo dengan pelan.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Konok Neng
jika mak esihh sendirian boyong aja shela ke jakarta kan udah jaadi keluarga bagi kamu selama 4 thn
Konok Neng
aduh aku ngos ngosan bacanya
s
👍👍👍
Farida Dalle
Maaf thor, setahu aq wktu Asha mrlahirkan itu kan cuma di rumah kntrakan mak Esih wjtu hujan deras tp mak Esih ttp prgi memanggil hidan desa yaitu mak Ijah, koq ceritanya di RS Sukabumi, maaf thor jd heran bin penasaran🤭🤔
Farida Dalle
knp yah aq sngt2 tidak nyaman setiap kali Asha memanggil suaminya dg Vano sj, kesannya agk gimaaana gitu thor🤔
Farida Dalle
kenapa Asha selalu memanggil nama siaminya tanpa embel2 thor, rasanya agak kurang sopan deh🙏
Farida Dalle
Duh.... thor cari mertua di mana yg sprti mama Zoya? klu mertua di dunia nyata itu, boro2 mendukung, ngomongin di belakang iya, katanya anknya setengah mati cari duit🤭😂🤣
Lala_Syalala: yokkk kak cari sama2,,, author juga butuh nihhh🤭🤭
total 1 replies
Farida Dalle
Duhhhhh thor, di mn. bisa dpt calon mertua yg sebaik ini??? 😂
myhee
kebayang lagi 😭😭😭😭
myhee
weit ini cukup drama ya
myhee
setelah sekian lama begadang
myhee
akhirnya ~~~~
Farida Dalle
pasti dibaca dong thor,soalnya ceritanya bgs,kan penasaran dg kelanjutan ceritanya,iya gak sih
🥰
Farida Dalle
sangat menarik, aplgi tdk ada drama2 yg tdk prnting dr mama Zoya, kamu hrs bnyk2 beesyukur Asha, tyh calon mertismi sngt baik dn meneroma km apa adanya, pdhl konglomerat lho ini, hehe... lanjut thor dn ttp semangat💪
tahukami Wel
keren
Anonim
🤣🤣🤣🤣🤣
Neng Tuti
aahhhh El aku padamu😍😍😍
Ayu Ayu
bagusss banget
Neng Tuti
aaah author membuka kisah Leo dengan cara begini😪
Shanty
typo nya kebangetan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!