NovelToon NovelToon
Bayangan Penguasa

Bayangan Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Isekai / Reinkarnasi
Popularitas:913
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Selama sepuluh tahun, Bumi diinvasi oleh monster dari "Gerbang Dimensi" (Gates). Han Do-Yoon adalah seorang Hunter Peringkat-F yang bertahan hidup sebagai kuli panggul di dalam Dungeon. Pada Hari Kiamat, saat "Dewa Luar" (Outer Gods) menghancurkan pertahanan terakhir umat manusia, Do-Yoon mengorbankan dirinya untuk melindungi artefak kuno.
​Alih-alih mati, ia terbangun sepuluh tahun di masa lalu—tepat di hari di mana sistem kebangkitan pertama kali turun ke Bumi. Namun kali ini, ia tidak membangkitkan kelas biasa. Ia mendapatkan kelas tersembunyi berperingkat Myth: Pewaris Ketiadaan. Dengan pengetahuan masa depan dan sistem absolut di tangannya, Do-Yoon bersumpah untuk mengubah nasib dunia dan membantai para Dewa yang mempermainkan umat manusia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Kontrak Iblis dan Panggung Kehampaan

​Seo Ah-In masih bersimpuh di atas lantai marmer yang dingin. Ancaman mutlak dari pria berjas hitam di hadapannya masih terngiang jelas di telinganya. Ia telah menjual sisa hidupnya, kemanusiaannya, dan kekuatan sucinya kepada sosok yang tampak lebih menakutkan daripada monster mana pun yang berkerumun di luar sana.

​Namun, saat ia menoleh ke arah enam anak kecil yang kini menatapnya dengan wajah penuh air mata kelegaan, Ah-In tahu ia tidak akan pernah menyesali keputusan ini.

​"Buka Jendela Statusmu," perintah Han Do-Yoon, memecah keheningan ruangan.

​Ah-In mengusap sisa darah di sudut bibirnya dan mematuhi perintah itu. Sebuah layar hologram biru yang hanya bisa dilihat olehnya muncul di udara.

​[Pemain 'Han Do-Yoon' mengundang Anda untuk bergabung dengan Serikat 'Ketiadaan' (Peringkat: Pemula).]

[Apakah Anda menerima?]

​Jari telunjuk Ah-In yang masih sedikit gemetar menekan pilihan 'Ya'.

​[Anda kini adalah Anggota Resmi dari Serikat 'Ketiadaan'.]

[Ketua Serikat telah menunjuk Anda sebagai: 'Kepala Divisi Medis'.]

​Do-Yoon mengangguk pelan melihat notifikasi yang masuk ke antarmuka serikatnya. Target ketiga, sang Penyembuh Jiwa Suci, telah berhasil diamankan. Dengan kehadiran Ah-In, Serikat Ketiadaan kini memiliki fondasi yang nyaris sempurna: daya hancur mutlak dari dirinya dan Ji-Ah, pertahanan tak tertembus dari Tae-Ho, dan pemulihan absolut dari Ah-In.

​"Tugas pertamamu sudah jelas. Bawa anak-anak dan para perawat ini, kita tinggalkan tempat busuk ini sekarang," ucap Do-Yoon seraya berbalik menuju pintu keluar.

​Yoo Ji-Ah segera mendekati anak-anak tersebut, tersenyum lembut untuk meredakan ketakutan mereka, lalu membantu para perawat berdiri. "Ayo, jangan takut. Monster-monsternya sudah tidak ada. Kami akan membawa kalian ke tempat yang aman dan penuh makanan."

​Mendengar kata 'makanan', mata anak-anak itu berbinar. Selama tiga hari, mereka hanya bertahan dengan sisa biskuit dan air infus di dalam ruang rawat.

​Mereka berjalan keluar ruangan. Para perawat dan Ah-In terkesiap ngeri melihat sisa-sisa abu dan retakan panjang di lantai lorong. Mereka tidak bisa membayangkan sihir macam apa yang mampu memusnahkan ratusan mayat hidup dalam sekejap tanpa meninggalkan satu pun mayat utuh.

​Saat mereka tiba di halaman depan rumah sakit, kabut wabah masih mengepul, namun tidak ada satu pun monster yang berani mendekat setelah kematian sang Penjaga Bangsal.

​"Bagaimana kita akan pergi?" tanya Ah-In ragu, menggendong salah satu anak yang paling kecil. "Berjalan kaki dengan anak-anak... kita akan menjadi sasaran empuk di jalan raya."

​Do-Yoon tidak menjawab dengan kata-kata. Ia melangkah ke tengah halaman yang kosong, lalu merentangkan tangannya.

​"Keahlian: Manipulasi Bayangan. Skala Besar."

​Energi hitam pekat meletup dari bawah sepatunya, menyebar dengan sangat cepat menutupi aspal, lalu perlahan menebal dan terangkat dari permukaan tanah. Sebuah panggung persegi datar yang terbuat murni dari bayangan padat—berukuran seluas setengah lapangan basket—terbentuk di hadapan mereka.

​Para perawat menjerit tertahan, mundur beberapa langkah.

​"Naiklah. Semuanya," perintah Do-Yoon, melangkah ke atas panggung bayangan tersebut, disusul oleh Ji-Ah yang sudah terbiasa.

​Meski ragu dan ketakutan, Ah-In memimpin anak-anak itu naik ke atas platform hitam tersebut. Permukaannya terasa dingin dan sekeras baja.

​Begitu semua orang telah naik, Do-Yoon menjentikkan jarinya.

​WUSSH!

​Panggung bayangan itu melesat naik ke udara dengan mulus, menembus sisa-sisa kabut wabah, dan membubung tinggi ke atas langit pagi kota Seoul.

​Anak-anak yang awalnya ketakutan kini membelalakkan mata takjub, melihat puing-puing kota dari atas awan layaknya sedang menaiki permadani terbang dari buku dongeng. Ah-In sendiri terdiam terpaku. Mempertahankan sihir sebesar ini untuk mengangkut selusin orang membutuhkan kapasitas Energi Sihir yang tidak masuk akal.

​Pria ini... tingkat berapa dia sebenarnya? batin Ah-In, melirik punggung tegap Do-Yoon dengan campuran rasa takut dan hormat.

​Penerbangan itu berlangsung singkat namun tanpa gangguan. Beberapa monster tipe burung mutan yang berpatroli di udara segera menyingkir saat merasakan aura pembunuh yang sengaja dilepaskan Do-Yoon.

​Sepuluh menit kemudian, mereka tiba di atas Zona Strategis D-34.

​Dari atas, Ah-In dan para perawat bisa melihat tembok beton tinggi yang dikelilingi perisai cahaya biru. Namun, yang membuat mereka ngeri adalah ratusan pria berseragam tahanan yang sedang beraktivitas di halaman dalam.

​"I-itu... itu rumah tahanan," suara salah satu perawat bergetar hebat. "Tuan... Anda membawa kami ke sarang penjahat?"

​Panggung bayangan mendarat dengan lembut di tengah lapangan.

​Melihat Ketua mereka kembali, Kang Tae-Ho yang sedang melatih para tahanan Pembangkit segera berlari menghampiri. Raksasa setinggi dua meter dengan perisai baja hitam di punggungnya itu tampak sangat mengintimidasi.

​"Ketua! Anda kembali dengan cepat!" seru Tae-Ho, suaranya menggelegar.

​Para perawat memeluk anak-anak dengan erat, memejamkan mata bersiap menghadapi hal terburuk. Di mata mereka, Tae-Ho terlihat seperti bos penjahat pemakan manusia.

​Namun, alih-alih menyakiti mereka, raksasa itu menundukkan kepalanya dalam-dalam di hadapan Do-Yoon, lalu beralih menatap rombongan tersebut dengan senyum kaku yang mencoba terlihat ramah.

​"Tae-Ho," ucap Do-Yoon sambil melangkah turun. "Ini adalah Seo Ah-In, Kepala Divisi Medis kita yang baru. Dan ini adalah para pengungsi."

​"Selamat datang di Serikat Ketiadaan, Nona Seo!" sapa Tae-Ho lantang. Ia lalu menoleh ke arah barisan tahanan yang sedang memperhatikannya dan membentak keras, "Apa yang kalian lihat, bajingan-bajingan malas?! Cepat siapkan blok medis! Bawa selimut bersih dan makanan hangat untuk anak-anak ini! Jika ada yang berani menatap mereka dengan tatapan kotor, aku akan meremukkan bola mata kalian!"

​"B-baik, Wakil Ketua!" seru para tahanan serempak, berlarian panik melaksanakan perintah tersebut layaknya tentara yang sangat disiplin.

​Melihat ratusan penjahat ganas itu patuh dan ketakutan pada Tae-Ho, dan melihat Tae-Ho yang begitu tunduk pada Do-Yoon, Seo Ah-In akhirnya menyadari hierarki mutlak di tempat ini.

​Rumah tahanan ini bukanlah sarang penjahat yang tak terkendali. Ini adalah benteng pertahanan paling aman di seluruh Korea, yang dikendalikan oleh satu diktator absolut. Dan ia, kini berada tepat di bawah perlindungan sang diktator.

​"Ji-Ah akan mengantarmu ke blok medis," kata Do-Yoon, menyadarkan Ah-In dari lamunannya. "Istirahatlah, pulihkan energimu. Besok, aku akan menguji kemampuan penyembuhanmu pada para pekerja yang terluka."

​"Aku mengerti... Ketua," jawab Ah-In pelan, untuk pertama kalinya memanggil Do-Yoon dengan gelar tersebut. Ia menundukkan badannya tanda hormat, lalu mengikuti Ji-Ah dan Tae-Ho menuju gedung dalam.

​Do-Yoon berdiri sendirian di tengah lapangan. Ia membuka Ruang Penyimpanan dan mengeluarkan sebuah kristal berwarna keunguan—Inti Racun Kematian—yang ia dapatkan dari monster laba-laba sebelumnya.

​"Sistem," perintah Do-Yoon di dalam hati. "Buka fungsi Jual-Beli Wilayah."

​Layar hologram biru muncul. Do-Yoon menempelkan kristal ungu itu pada layar tersebut.

​[Anda menawarkan 'Inti Racun Kematian' (Peringkat Langka) kepada Sistem.]

[Menghitung nilai tukar...]

[Anda mendapatkan 15.000 Koin Emas.]

[Saldo Koin Emas Anda saat ini: 42.100 Koin Emas.]

​Do-Yoon mengangguk puas. Koin emas sangat penting untuk membeli bahan material pembangunan benteng tingkat menengah nanti.

​Tiba-tiba, saat matahari mulai terbenam dan ufuk barat memancarkan warna jingga kemerahan, langit di atas bumi tiba-tiba bergetar hebat.

​Bukan hanya di Seoul, tetapi di seluruh dunia, langit berubah warna menjadi ungu gelap. Awan-awan tersibak secara paksa, memperlihatkan susunan rasi bintang yang bersinar sangat terang meski hari belum sepenuhnya malam.

​Suara dentangan lonceng perak yang sangat keras, memekakkan telinga, bergema tujuh kali di dalam kepala setiap manusia yang masih hidup.

​[Peringatan Global!]

[Tahap Penyesuaian (Tutorial) telah resmi berakhir!]

[Tingkat kelangsungan hidup umat manusia: 4,8%.]

​Melihat angka tersebut, Do-Yoon menyipitkan matanya. Hampir sembilan puluh lima persen umat manusia telah musnah dalam empat hari pertama. Itu lebih buruk dari garis waktu sebelumnya. Apakah ini efek kupu-kupu dari tindakannya yang menyelesaikan Misi Utama lebih cepat?

​[Para Rasi Bintang mulai merasa bosan dengan pertunjukan bertahan hidup yang monoton.]

[Sistem Pusat membuka 'Papan Peringkat Global' dan 'Papan Peringkat Regional'.]

[Mulai saat ini, 100 Pembangkit teratas di masing-masing regional akan menerima dukungan langsung dan Misi Eksklusif dari Rasi Bintang!]

​Sebuah layar emas raksasa, selebar lapangan sepak bola, muncul mengambang di atas langit kota Seoul, menampilkan deretan nama-nama dengan huruf bercahaya.

​[Papan Peringkat Regional: Korea Selatan]

[Disembunyikan] - Tingkat 27

[Disembunyikan] - Tingkat 19

Hwang Dong-Su - Tingkat 17

Cha Hae-Jin - Tingkat 16

[Disembunyikan] - Tingkat 16

​Melihat layar tersebut, Kang Tae-Ho dan Yoo Ji-Ah berlari keluar dari gedung medis, menatap langit dengan mulut setengah terbuka.

​"Ketua," panggil Tae-Ho, mendekati Do-Yoon. "Apakah... peringkat satu yang disembunyikan itu adalah Anda?"

​"Sistem memberiku pilihan untuk menyembunyikan namaku, dan aku mengambilnya," jawab Do-Yoon santai. "Belum saatnya dunia luar mengetahui namaku. Biarkan para dewa dan serikat lain menebak-nebak siapa anomali yang berada di puncak ini."

​"Lalu... peringkat dua?" Ji-Ah menunjuk ke arah langit.

​"Itu adalah orang yang akan kita buru besok pagi," Do-Yoon menoleh, menatap layar dengan senyum misterius. "Baek Hyun-Woo. Sang Pemanah Bayangan Angin. Target nomor empat."

​"Seseorang di Tingkat 19? Itu nyaris mengejarku yang berada di Tingkat 16," gumam Ji-Ah takjub.

​"Dia adalah pembunuh bayaran jenius di masa lalu. Berbeda dengan kita yang menduduki wilayah dan membunuh dalam kelompok, Baek Hyun-Woo memanjat peringkatnya dengan membunuh monster dan... manusia-manusia kuat untuk merampas koin mereka," jelas Do-Yoon dingin.

​Do-Yoon mengalihkan pandangannya ke arah barat, menuju Lapangan Panahan Incheon.

​"Dia tidak akan tunduk hanya dengan kata-kata atau rasa takut. Untuk menundukkan seorang pembunuh sejati, kita harus mematahkan seluruh kesombongannya di bidang yang paling ia kuasai."

1
Alia Chans
Hadir kak 💪


jangan lupa hadir juga 😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!