Ini adalah kisah perjalanan hidup dan rumah tangga Arya Wiguna Albert Kim Said dengan saudaranya (Keluarga Besar Wiguna).
Lika-liku kehidupan, aroma balas dendam serta cinta buta yang membuat hubungan mereka menjadi rumit.
Kebersamaan, kekompakan di antara mereka membuat musuh-musuh mereka menciut nyalinya.
Penantian yang kadang membuat mereka ingin menyerah dengan keadaan, tapi keyakinan mereka tetap satu untuk terus bersabar dalam penantian.
Jika bertahan dalam penantian adalah jalan yang paling terbaik, maka aku akan tetap menjaga hati dan raga ini hanya untukmu Seseorang yang aku kasihi setulus hati, jiwa dan raga hingga maut menjemput.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 13. Menjalaninya dengan Keikhlasan
Happy Reading...
Delia masih merenungi dan meratapi kepergian suaminya. Delia Hari ini tidak masuk kuliah dikarenakan keadaannya yang kurang sehat. Sebenarnya bukan hanya tubuhnya yang sakit Tetapi Hati dan Perasaannya pun ikut terluka.
Handphone Delia berdering di atas meja nakas. Delia segera bangkit dari duduknya untuk mengangkat telponnya, Delia berharap Telpon itu dari suaminya.
Delia melihat nama sang penelepon ternyata itu dari sahabat baiknya. Dessy lah yang menelpon Delia.
"Halo, Assalamu alaikum, iya Des kenapa?".
"Kamu gak masuk kuliah hari ini?". Tanya Dessy.
"Sepertinya hari ini aku gak bisa ke kampus, ijin dulu yah Des." Ucap Delia.
"Kamu kenapa, kok suaramu kayak orang yang belum makan seminggu saja, loyo, lemah, lesu gitu?" kata Dessy.
"Aaaaaku tidak apa-apa kok cuma sedikit pu....." Delia tidak mampu melanjutkan ucapannya dan langsung tersedu-sedu.
"Halo Del, kamu baik-baik saja kan, Halo jawab dong Del?" ucap Dessy yang sudah nampak khawatir dengan keadaan Delia.
"Ada apa Des, apa yang terjadi sama Delia?" tanya Rina.
"Aku juga gak tahu Rina, tiba-tiba Delia menangis dan sambungan teleponnya terputus begitu saja" jelas Dessy kepada Rina.
"Jangan-jangan Delia sakit dan pinsang lagi." ucap Rina.
"Kalau gitu kita langsung Saja ke rumahnya, cek keadaannya, Aku takut terjadi sesuatu kepada Delia." ucap Dessy.
Dessy dan Rina langsung menuju Rumah Delia, mereka sangat khawatir dan takut terjadi sesuatu pada sahabatnya itu.
Ting tong.. Ting tong..
Bunyi Bel rumah Delia.
Karena tak mendapatkan respon dari sang pemilik rumah akhirnya Rina kemudian mengetuk pintu.
Tok.. tok.. tok..
Tak berhasil juga, Mereka masih tidak putus asa dan kembali menekan bel rumah Delia. Dari sekian kalinya akhirnya berhasil juga, pintu Kayu itu pun terbuka lebar. Muncullah sosok Delia yang penampilannya nampak acak-acakan. Terlihat mata yang sembab dan ada lingkaran hitam di kelopak matanya seakan-akan Delia belum tidur seharian saja. Hal itu membuat Dessy dan Rina kaget dan heran secara bersamaan.
Delia langsung memeluk Dessy dan menangis kencang. Dessy memandang Rina dan bertanya ada apa dengan Delia. Tetapi Rina hanya mengangkat bahunya tanda tidak mengerti dan tidak tahu apa-apa.
"Ayo kita masuk dulu, gak enak ngomong sambil berdiri, pegal ni kaki Del, apa kamu tega lihat kaki cantik aku jadi karies?". Dessy mencoba menggoda Delia agar Delia tidak semakin sedih.
Mereka masuk dan duduk di ruang Tengah. Dan mulai berbincang-bincang. Karena Dessy dan Rina Ingin mengetahui apa yang terjadi dengan Delia.
"Rin ambil minum dulu, kayaknya ini anak belum minum seharian" Ucap Dessy.
Rina Masuk ke Dapur Delia untuk mengambil air putih.
"Minum dulu biar perasaan kamu tenang dikit". ucap Rina.
"Ayo ceritakan kepada kami apa yang terjadi sebenarnya sama kamu, jujur saja tadi aku kaget dan khawatir banget, kenapa kamu tiba-tiba nangis dan tlpnya terputus." ucap Dessy.
Delia pun mulai menceritakan kepada sahabatnya apa yang dilaluinya 2 hari ini.
"Oohh gitu, mungkin Arya tidak sempat mengucapkan kata perpisahan kepada kamu karena kamu masih tidur, bisa jadi Arya juga buru-buru pergi karena waktu yang membuatnya harus gitu". kata Dessy
"Kamu harus positif thinking, jangan suudzon dulu, tunggulah beberapa hari baru kamu telpon nomor hpnya, kan Arya kerjanya di luar negeri jadi pasti susah untuk menghubunginya." ucap Rina yang tidak ingin menambah beban sahabatnya.
"Kalau menurut aku yah, kamu harus tetap bersabar menanti kepulangannya dan jangan cepat menyerah dengan keadaan, banyak di Luar sana yang baru enak-enaknya nikmati masa pernikahan mereka tapi karena tugas dan tanggung jawab mereka harus berpisah sementara waktu". ucap Rina.
"Jadi ada yang jablay nih gaes," hahaha Dessy tertawa terbahak-bahak.
"Kamu ini ada-ada saja, orang lagi sedih malah diledekin" ucap Rina.
"Harus dihibur ini nak, entar Seteres memikirkan suaminya"
"Ingat suami kamu itu pergi bekerja bukan pergi yang gak jelas jadi Do'akan yang terbaik saja, moga 5 tahun itu cepat berlalu oke" Dessy berusaha membuat Delia jadi semangat dan tersenyum lagi.
"Makasih banyak, insya Allah aku akan berusaha sekuat tenaga untuk bersabar menjalani semua ini".
Mereka kembali berpelukan seperti teletubbies. Itulah gunanya teman bukan hanya ada disaat kita bahagia saja tetapi disaat air mata menetes pun mereka akan berada di samping kita untuk menguatkan hati kita.
Dua bulan kemudian.
Delia menjalani sisa masa perkuliahannya.
Sisa sebulan lagi Delia akan Wisuda. Delia dan teman-temannya merasa sangat senang dan bahagia. Karena selama kurang lebih 4 tahun lamanya menempuh pendidikan di bangku perkuliahan akhirnya mereka akan meraih gelar Sarjananya.
Hari ini, Delia ke kampusnya untuk menyelesaikan pembayarannya dan menyetor beberapa Nilainya di Fakultas. Hari ini cuacanya sangatlah panas, Matahari bersinar dengan teriknya.
Tiba-tiba Kepala Delia pusing dan badannya terasa lelah, Tetapi Delia tetap melangkahkan kakinya menuju Ruang Fakultas. Belum Satu langkah kakinya menaiki undakan tangga, Delia Jatuh pinsang. Untung Saja ada Seseorang yang membantunya. Orang itu membantu Delia ke Ruang Perawatan yang ada di kampusnya.
Dan membaringkan tubuh Delia ke atas Bangkar.
"Ternyata wajahmu cantik juga, pantas anak itu tergila-gila kepadamu" Ucap orang itu.
Beberapa saat kemudian, Delia sadar dan mengeluhkan kepalanya yang agak pusing.
"Maaf aku sekarang ada di Mana, dan kamu Siapa?".
"Ohh aku kebetulan lewat tadi,tapi aku lihat kamu jatuh pinsang,jadi aku tolongin kamu jadi berakhir deh disini"
"Makasih banyak, Aku sudah merepotkan kamu"
"Ohh itu tidak masalah, santai saja". ucap orang itu.
Delia bangun dari tidurnya dan ingin mengambil tasnya tapi tangannya tidak sampai, Untung saja cewek itu berdiri di dekat Delia jadi Dia sigap membantu Delia mengambilkan Tasnya.
"Makasih banyak, lagi-lagi kamu menolongku"
"Tak apa-apa".
Delia kemudian menelepon Dessy.
"Assalamualaikum Dessy"."Waalaikum salam, Del ada apa?" tanya Dessy.
"Dessy Tolong ke ruang perawatan yang ada di lantai dasar fakultas yah, kalau bisa sekarang".
"Maaf Del Kalau sekarang aku gak bisa soalnya aku lagi di luar kota nih,kamu gak apa-apa kan?"
"Iya aku gak apa-apa kok, hati-hati kalau gitu, Assalamu alaikum"
Delia bangkit dari duduknya tapi karena kepalanya masih pusing jadi tidak kuasa untuk berdiri.
"Kalau kepalamu masih pusing, baring saja dulu, tunggu sampai dokternya datang" ucap Emilia.
"Maaf sudah merepotkanmu, padahal kita tidak saling kenal" ucap Delia
Cewek itu diam-diam memotret Delia yang lagi baring dan langsung mengirim hasilnya ke nomor handphone seseorang. Dokter pun datang masuk ke dalam dan mulai memeriksa Delia.
"Gimana Dok, apa yang terjadi denganku?".
"Kamu tidak apa-apa dan sebaiknya adek memeriksakan diri ke dokter kandungan, untuk lebih jelasnya Dokter yang di sana yang akan menjelaskan lebih rinci" ucap Dokter.
"Makasih Dok" ucap Delia dan Cewek itu bersamaan.
Dokter itu hanya tersenyum dan pamit.
"Tidak mungkin aku hamil, lagian aku melakukannya hanya sekali saja" bathin Delia.
Delia kemudian meninggalkan ruang perawatan dan ingin ke Rumah Sakit.
Delia berjalan tertatih menuju tempat parkir motor.
Tapi karena kepalanya masih agak pusing Delia memutuskan untuk naik taksi saja.
Delia memesan Ojol. Tapi belum sempat pesannya terkirim tiba-tiba ada seseorang yang menariknya dan membantu Delia masuk ke dalam Mobil.
"Kamu lagi, turunkan Aku, aku tidak ingin merepotkan kamu lagi,aku tak ingin berhutang Budi terlalu banyak sama kamu".
"Aku tidak menerima penolakan ok" ucap Emilia dengan suara yang tegas.
Mobil mereka melaju menuju rumah sakit yang terdekat dari kampusnya.
Cewek itu memarkirkan mobilnya di parkiran khusus.
"Ada yang bisa saya bantu ibu?" ucap suster itu
"Aku sudah membuat janji dengan dokter Aulia".
"Silahkan masuk kalau gitu"
"Siang Dokter"
"Silahkan Duduk"
"Tolong periksa teman saya Dok"
Dokter itu menoleh ke arah Delia lalu kembali menatap Cewek itu.
"Dokter Aulia yang terhormat teman aku ini sudah nikah dan tadi sempat pingsan dan dokter di kampusnya menyarankan untuk periksa lebih detail disini" ucap Emilia.
Dokter Aulia bingung dan heran dengan hubungan apa yang terjalin diantara Adik sepupunya dengan Cewek yang hamil itu.
"Ok, Adek naik ke bangkar aku akan periksa"
"Baik dokter" ucap Delia.
Delia Kemudian diperiksa oleh dokter dan hasilnya Delia positif Hamil.
"Selamat tidak lama lagi kamu akan punya baby, coba perhatikan komputernya, Alhamdulillah ternyata ada dua janin dalam rahimmu" kata dokter itu.
Delia langsung meraba perutnya yang masih datar dan terharu dengan kabar kehamilannya.
"Kak Arya aku hamil, Alhamdulillah insha Allah kita akan memiliki anak kembar" bathin Delia.
Delia kembali duduk di depan meja dokter.
"Usia kehamilan kamu sudah memasuki trimester pertama berarti kamu sudah hamil 2 bulan lebih, Saya resepkan vitamin dan penguat kandungan, Jangan stres dan banyak fikiran karena bisa berakibat fatal untuk janin kamu." Nasehat Dokter.
Dokter menyerahkan kertas resep vitamin kepada Delia
"Makasih banyak Dokter"
Delia dan Cewek itu meninggalkan ruangan praktek dokter Aulia.
"Kamu duduk di sini, biarkan aku saja yang menebus resep vitamin kamu". ucap Emilia.
"Makasih banyak Kak".
Delia kembali mengelus perut datarnya.
" Apa Ayahmu akan bahagia mendengar kehamilan mama atau jangan-jangan... astaugfirullah aku tidak boleh berfikiran negatif".
Aulia menelpon seseorang dan mengabarkan apa yang telah dia lakukan hari ini. Dan orang yang berada di balik telpon itu sangat lah bahagia sekaligus sedih.
"Ini vitaminnya dan ini minuman sama Kue moga kamu suka" sambil menyodorkan bungkusan yang berisi makan ringan dan minuman.
"Makasih banyak atas bantuannya"
"sama-sama" ucap cewek itu.
Delia entah kenapa sangat suka dengan kue itu, Delia bahkan makan dengan lahapnya.
"Kamu harus makan yang banyak sekarang ada dua nyawa yang harus kamu jaga, pelan-pelan saja makannya". ucap cewek itu.
TBC...
Selamat yah buat Delia yang telah mengandung bayi kembar lagi... uuhhh Senangnya..😘😘
Makasih banyak kepada Readers yang telah memberikan Giftnya...
Seperti biasa Fania ingatkan Jangan Lupa Likenya, Votenya dan KriSannya yah Teman-teman.🙏🙏
atau lebih baik di ganti dengan tidak sadarkan diri gitu,soalnya pengulangan kata pingsang mu terus dari awal sangat"mengganggu🙏