seorang gadis berparas cantik yang mempunyai sahabat lelaki dari kecil. gadis itu memiliki perasaan kepada sahabatnya itu. tetapi ia tak berani mengungkapkan perasaannya karna ia takut akan kehilangan sahabatnya itu.
dibalik itu gadis itu juga menyimpan luka yang amat dalam karna kehilangan setengah bagian dari dirinya yaitu kembarannya.
Kehidupannya benar benar di uji ketika calon suaminya yang bernotabe sahabatnya meninggalkan nya untuk selama lamanya.
Dan ia berusaha bangkit untuk masa depannya dan ia memutuskan menjadi seorang dokter.
Bisakah ia bangkit dan menggapai impiannya? Dan bisakah ia membuka hatinya untuk pria lain?
yukkkk kepoin. silahkan mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinda Natesya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tatapan Tajam Raka
Outhor POV
"Hai Rak, lu mau pulang ya? " Tanya serina menghampiri raka
raka yang menyusun buku nya pun melirik ke sumber suara " iya ni bentar lagi ser. kenapa? " jawab raka
serina pun menggeleng "ga ada. gue boleh pulang bareng lu gak? "
"aduh gimana ya. gue biasanya pulang sama Alena" tolak raka halus. raka sebenarnya risih melihat serina seperti ini. Serina terus meminta pulang bersama jika ada Rapat OSIS. Serina itu anggota OSIS, ia sebagai Sekretaris 1.
Serina sangat menyukai Raka namun raka terus menghindar dan menjauh dari serina.
"kan alena bisa pulang sama yang lain atau suruh aja dia naik taxi" ujar serina
raka yang mendengar ucapan serina, langsung melirik serina dengan tatapan tajam. Ia sangat tidak suka jika ada orang yang mengatur alena ataupun dia. Serina yang sadar ditatap dengan tajam oleh raka langsung menunduk. ia tak berani lagi berbicara kepada raka dan ia memilih pergi.
Raka sadar jika serina menyukainya, namun ia tak tertarik sedikitpun kepada Serina. Serina itu sangat centil dan juga agresif bahkan ia pernah mengungkapkan perasaannya pada raka diawal raka menjabat jadi ketua OSIS. Raka ingat ketika serina mengancam Alena agar alena tak mendekati raka, itu membuat raka sangat marah kepadanya. namun dimakan waktu kemarahan raka pada serina pun sudah menghilang.
selesai merapikan buku, raka meninggalkan ruangan OSIS dan melangkah kekelasnya. hari ini adalah hari Terakhir rapat OSIS karna sebentar lagi sekolah akan melaksanakan ujian kenaikan kelas.
"udah selesai? yuk balik" ajak raka pada alena
alena yang melihat pun segera mengemasi peralatannya "mon gue balik duluan ya" ujar alexa sambil melambaikan tangannya. mona pun tersenyum dan membalas lambaian tangan sahabatnya itu.
Ali yang melihat alena pergi menarik nafas panjang. tujuan ia pindah kesekolah ini agar ia bisa dekat dengan alena namun semuanya gagal akibat keberadaan Raka yang tak mau lepas dan jauh dari alena.
ali sudah menyesali perbuatannya kepada alena. iya sangat menyesal dan ingin memperbaiki hubungannya dengan alena. jujur ali masih sangat mencintai alena, tapi alena sepertinya tak akan bisa menjadi miliknya lagi.
"udah lu jangan ganggu alena dan raka lagi" ucap mona kepada ali yang sedang melamun
ali kanget dan melirik kesumber suara itu. ia menyerngitkan dahinya melihat mona.
"gue tau lu pindah kesini karna ingin mengambil hati alena kan? " tanya mona to the point
"bukan urusan lu dan ga usah sok tau " jawab Ali jutek.
"gue ga tau ya kenapa ada orang kayak lu didunia ini. lu rela pindah kesini hanya karna seorang gadis" ujar mona kembali
Ali hanya terdiam dan tak berminat menjawab ucapan mona.
merasa dikacangin mona pun mendekat kearah ali " gue ingatin, bagaimanapun usaha lu deketin alena pasti gagal mending lu balik kesekolah lama lu" sambung mona
"lu kenapa sih kok kepo banget. dan asal lu tau ya gue kesini bukan karna alena ga usah sok tau deh" ucap Ali kesal ia mendekatkan wajahnya kearah mona. mona yang ditatap ali pun langsung takut dan segera berlari meninggalkan ali dikelas.
melihat tingkah mona, kekesalan ali pun sedikit berkurang.
"aduh mon, lain kali lu ga usah deh bicara ama tu cowok batu yang sok itu" batinnya
"liat tuh tatapannya sama dengan Raka. seramm banget" sambungnya lagi.
*
"Rak, lu rapat apaan tadi? " tanya alena sambil turun dari motor raka.
"untuk acara perpisahan kakak kelas kan seminggu lagi kita ngadain acara terus minggu depannya baru kita ujian kenaikan kelas" jawab raka sambil melepaskan helm dari kepala alena. itu sudah kebiasaan Raka setiap kali ia mengantar alena pulang.
alena hanya mengangguk paham. ia tak sabar akan menjadi senior disekolahnya.
"lu ga mau masuk dulu rak, mama gue baru pulang dari luar kota" ujar alena lagi
raka mengangguk dan segera turun dari motornya.
**jangan lupa like dan comentnya ya gaes. itu membuat author semakin semangat untuk melanjutkan part berikutnya.
thanks gaes
love you more**