Badgirl? Cuek? Most famous? Iyya. Itu semua julukan dari seorang gadis cantik, Keyla Arletta Alexandria.
Namun semua sifat itu harus lenyap, ia harus relakan dan digantikan menjadi sifat pendiam dan ramah. Fake Nerd?
Keyla merubah diri nya dari gadis berandalan menjadi gadis pendiam dengan kacamata bulatnya.
Hanya karena menjalankan satu misi dari sang ayah, Keyla rela untuk merubah dirinya.
Apakah seorang gadis berandalan mampu menjadi gadis pendiam, Fake Nerd?
•••••
Write by : yovvandzzam_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Unknownnnnn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap duabelas
Sesampainya Keyla dikelas masih sangat terlihat gaduh karena jam pertama belum dimulai. Keyla langsung menghampiri kedua sahabatnya.
“Key, lo utang penjelasan! Demi apa tadi lo berangkat bareng sama ka Aldo?! Most wanted AIS yang ganteng banget itu! Sahabat abang lo, kan? Kok bisa? Dan lo tau? Lo tuh cewek pertama yang berangkat bareng sama dia dan jalan sedekat itu, Cepet ceritain!” ujar Fara. Benar-benar heboh, namun oktaf suaranya masih dirata-rata.
“Bukan berangkat bareng! Jadi tuh, tadi dia ga sengaja nyerempet gue jadi dia mau tanggung jawab gitu terus ajak gue buat ikut mobilnya sampe sekolah terus dia ngobatin gue deh di UKS. Kalian lebay.”
“Huwaaaa demi apa?! Sweet banget, sih, padahal dia tuh dikenal si Kutub karena dingin dan cuek banget.” ujar Aqilla tak kalah heboh.
“Udahlah, ga penting juga.” ucap Keyla sambil memutar bola matanya jengah.
“Tapi ini sejarah baru di AIS!” kata Fara sambil tertawa.
***
Tetttt tettttt tetttt.
Bel istirahat pun berbunyi setelah sekian lama siswa-siswi AIS menahan cacing-cacing yang ada didalam perut mereka yang demo akhirnya finally untuk makan di kantin.
“Kalian berdua duluan aja ke kantinnya gue mau ke toilet sebentar.” izin Keyla kepada kedua sahabatnya itu.
“Gamau kita anter?” tanya Fara.
“Gausah lah, gue sendiri aja.” jawab Keyla.
Dengan langkah cepat Keyla terburu-buru menuju toilet perempuan. Selang beberapa menit Keyla keluar dari bilik kamar mandi, tetapi pergelangan tangannya langsung dicekal saat hendak melangkah keluar.
“Oh jadi ini yang lagi hangat-hangatnya diperbincangkan diseluruh penjuru AIS? Duuu nyawa lo banyak banget, ya?” siapa lagi kalau bukan Queen, si ratu bullyng yang julid.
Keyla melipat keningnya. "Maksudnya apa?"
“Pake tanya maksudnya? Lo ga sadar, ya? Yang lo deketin itu Aldo, cowoknya sahabat gue! Liora.” kata Acha.
Keyla terkejut bukan main, apa tadi Acha bilang? Cowoknya’ ? Setahu Keyla, Aldo tidak memiliki kekasih. Aduh, mereka halu ternyata. Tatapan Queen dan Liora benar-benar menusuk lawan bicaranya.
“Aldo? Hubungannya sama gue apa, deh?”
“LO NGEDEKETIN DIA, BODOH!” ucap Liora dengan lantang.
Plakkk
Liora menampar pipi Keyla, hingga menyebabkan sudut bibirnya robek dan mengalirkan bercak darah. Keyla tidak meringis sedikit pun karna baginya ini hanya hal biasa.
“Udah? Kalau kalian ga tau akar ceritanya jangan main asal tuduh. Dan, yang gue tau Aldo ga punya pacar, terus lo Liora? Haluan, ya?” Keyla menghapus kasar darah yang mengalir dari sudur bibirnya.
Saat hendak mau menampar Keyla untuk yang kedua kalinya, tangan Liora dicekal oleh seseorang, bukan kedua temannya, melainkan Andra.
“Cara kalian salah buat ngedapetin sahabat gue, si Aldo. Apa dengan cara nge-bully orang lo bisa dapetin dia? Aldo juga mikir kali! Mana mau dia sandingan sama ****** kayak kalian? Mikir ya, cabe.” ucap Andra sambil mendesis tajam.
Tangan Queen terkepal kuat. Lewat ekor mata Queen menginsterupsi kedua temannya untuk meninggalkan bilik toilet.
“Bibir lo, Key?” tatapan Andra berubah menjadi tatapan khawatir.
“Gapapa, ini cuma lecet dikit doang. Santai, Mabro!”
***
Akhirnya, bel terakhir jam pelajaran sudah berbunyi beberapa menit lalu, sekarang murid-murid tengah membereskan segala alat tulisnya yang hendak dimasukan kedalam tas mereka masing-masing.