Sinopsis
Menceritakan tentang gadis bernama Lavanya yang begitu mencintai Aciel, pria dingin yang selalu mengacuhkannya. Namun hal itu tak pernah membuat Lavanya menyerah, bagaikan bekicot yang bergerak perlahan mendekati sang beruang kutub.
Hati Aciel yang beku perlahan mencair karena ketulusan Lavanya, namun disaat dia sudah menyadari perasaannya itu. Dia harus menerima kenyataan pahit bahwa gadis yang dia cintai sedang berjuang melawan maut.
"Siapa kamu? " ucap Lavanya karena dia tidak bisa melihat jelas wajah dari orang yang sedang memangkunya itu.
"Aku El Yaya" ucap Aciel yang kini air matanya sudah meluruh membasahi pipinya.
"El? bohong... El sangat membenci Yaya, kamu bukan El" ucap Lavanya perlahan karena dia susah untuk berbicara.
Mendengar itu hati Aciel terasa sangat sakit, dia merasa dia pria paling bodoh di dunia ini.
"Tidurlah sayang... maafkan aku yang terlambat menyadari keberadaanmu" ucap Aciel dengan deraian air mata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Burik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Koma 3 Hari
"Sayang ayo sadarlah, ini udah tiga hari kamu gak sadarkan diri, mama kangen sama kamu" ucap Nesha yang senantiasa menggenggam tangan Lavanya.
"Gimana mah, Yaya udah sadar? " tanya Veri yang baru datang dari kantor langsung ke rumah sakit.
"Belum pah" ucap Nesha sedih.
Tanpa mereka sadari jari Lavanya bergerak, "ahhh irr" ucap Lavanya pelan.
"Sayang akhirnya kamu sadar" ucap Nesha mendengar suara putrinya.
Lavanya pun membuka matanya, "kamu mau air sayang,, tunggu mama ambilin" ucap Nesha.
"Sayang apa ada yang sakit, bentar papa panggil dokter Risma dulu" ucap Veri.
Nesha pun membantu Lavanya untuk minum, Lavanya yang sangat kehausan menghabiskan satu gelas air penuh.
"Akhirnya tuan putri sadar" ucap dokter Risma yang datang bersama Veri di belakangnya.
"Biar aku periksa dulu" ucap dokter Risma.
"Kondisinya masih sangat lemah, jadi untuk sekarang perbanyaklah istirahat" ucap dokter Risma.
"Makasi Ris" ucap Nesha.
"Mah ini dimana? " tanya Lavanya.
"Kamu di rumah sakit sayang" ucap mama lembut.
"Yaya kambuh lagi ya ma" ucapnya polos.
"Iya sayang, makanya kamu jangan nakal yaa,," ucap Veri lembut pada putrinya.
"Maafin Yaya yah mah pah jadi buat kalian khawatir" ucap Lavanya.
"Kamu gak salah kok sayang, papa sama mama yang salah karena gak bisa jaga kamu" ucap Veri.
"Sayang nanti kamu makan setelah itu minun obat yaa" ucap Dokter Risma lembut.
"Iya mama kedua Yaya" ucap Lavanya sambil tersenyum ke arah dokter Risma dan senyuman itu yang selalu menghangatkan hati sang dokter itu.
*Semoga semua dugaanku salah, kamu anak yang baik Vanya, semoga kamu selalu sehat* batin Dokter Risma.
"Ayo makan bubur sayang" ucap Nesha sambik menyuapi bubur untuk Lavanya.
"Mah kapan kita pulang, Yaya bosen di rumah sakit terus" ucap Yaya.
"Kamu kan masih sakit sayang" ucap mama.
"Tapi Yaya bosen, Yaya pengen pulang, Yaya juga kangen sama El" ucapnya.
"Ya udah mama tanya dokter Risma dulu kapan Yaya boleh pulang" ucap mama sambil menyuapi Lavanya makan bubur.
......................
Sedangkan di sekolah, Aciel and the gank merasa aman tentram tanpa kehadiran Lavanya si pengganggu bagi mereka.
"Aciel tunangan lo gak ada ganggu lo lagi? " tanya Mark.
"Gak ada, mungkin dia udah bosen" ucap Aciel.
"Wahh bagus dong, akhirnya lo bisa lepas dari jeratan tu cewek" ucap Leon.
"Tapi sekarang kan hari terakhir dia skors berarti besok dia ke sekolah lagi dong" ucap Mark.
"Yahh gak aman lagi dah" lanjutnya.
"Gimana persiapan buat pendakian 3 hari lagi" tanya Bianca yang baru saja menghampiri mereka.
"Semua udah siap" ucap Leon datar.
"Ohh baguslah, terus untuk data-data siswa yang bakal ikut udah direkap semuanya? " tanya Bianca lagi.
"Semuanya udah, jadi lo gak usah banyak tanya" ucap Leon dingin.
Bianca pun geram atas perlakuan Leon padanya, dia kan hanya bertanya emang apa salahnya kan dia cuma mau memastikan semuanya benar- benar sudah clear dan saat pendakian tidak akan terjadi masalah.
"Dasar menyebalkan" guman Bianca langsung berlalu.
"Hahaha lo dingin amet sama Bianca" ucap Mark.
"Kayak lo enggak aja" balas Leon.
Memang tiga bershabat ini sangat sulit didekati, salah satu dari mereka tidak suka maka semua juga tidak akan suka, benar-benar teman sejati.
NEXT