-TAMAT-
aku gak menyangka, malam itu. malam yang sangat tidak ingin aku ingat kembali. malam yang sangat aku benci. malah memberikan aku sekaligus dua kehidupan di dalam hidupku. Entah apa yang akan terjadi kedepannya. tapi yang jelas aku sangat menyayangi mereka walau aku membenci malam itu. - Jeslyn Casey
Holla-Holla!!!!!!
jangan lupa baca cerita pertama ku yaaa, judulnya FAKE NERD.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Zalianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Belas
"hehehe,,, maaf mah. Dedek maafin Bunda ya" ucap Jeslyn ke Agatha dan anak nya yang masih dalam perutnya.
Mereka pun makan sosis bakar, bakso bakar, ayam bakar, es campur, dan masih banyak lagi yang sudah di buat Agatha, Manda dan Sinta dengan dipenuhi canda dan tawa.
"kalian abis ini mau ngapain?" tanya Alderich di sela mereka makan.
"Manda ngelanjutin usaha butik Mamih Manda pah" jawab Manda.
"wah bagus dong sayang" ujar Agatha dengan kagumnya.
"hehe... iya mah"
"kalau Sinta jadi Sekretaris nya Jeslyn. Soalnya Perusahaan keluarga udah di pegang sama abang Sinta mah, pah" ucap Sinta membuat senyum kedua orang tua Jeslyn mengembang.
"nah bagus tuh, kamu jadi bisa ngejagain dia" ucap Agatha dengan nada bercandanya.
"ihh Mamah, emang Jes masih anak kecil apa yang harus di jagain" ucap Jeslyn dengan nada merajuknya.
"hahaha,,, maaf sayang. Mamah cuman bercanda doang kok" ucap Agatha.
Setelah itu mereka kembali bercanda tawa sampai semua makanan itu habis tidak ada sisa. Agatha, Manda, dan Sinta mereka langsung mencuci semua alat makan yang mereka pakai, sementara Jeslyn? Dia lagi-lagi di usir saat ingin membantu mereka bertiga.
"Pah, Jeslyn pengen tinggal di Korea boleh gak?" tanya Jeslyn membuat Alderich mengerutkan keningnya.
"lho kenapa tiba-tiba sayang?" tanya balik Alderich.
"Cabang yang di Korea kan udah lama gak papa urus, jadi Jes pengen urus yang di Korea selagi Papah masih pegang Perusahaan utama" alibi Jeslyn.
"tapi kalau kamu kenapa-kenapa disana bagaimana sayang?" tanya Alderich khawatir.
"aku baik-baik aja kok pah, lagian nanti aku bakal ajak Sinta juga kok" ucap Jeslyn meyakinkan Alderich.
"gak! Kamu gak Papah izinkan untuk tinggal disana" tolak Alderich dengan nada tegasnya.
Agatha yang sedang melihat suami dan putrinya dari awal pun hanya menghembuskan nafas nya. Ya, dia mendengar percakapan kedua orang itu, begitu pun dengan Amanda dan Sinta. Mereka bertiga memasang wajah yang berbeda-beda.
'ya tuhan, kenapa engkau memberikan Jeslyn masalah seperti ini?' batin Manda sedih.
'Kenapa Jeslyn bisa se kuat itu tuhan?' batin Sinta.
"tapi pah... hiks" tangis Jeslyn pun pecah setelah mendengar penolakan Alderich.
"sayang, Papah cuman gak mau pisah dan jauh lagi sama kamu" Alderich pun langsung memeluk Jeslyn, membuat tangis Jeslyn semakin deras.
"Papah tau. Alasan kamu yang sebenarnya bukan itu" ucap Alderich pelan.
"hiks... ma.. maaf Pah.. hiks... ta..tapi Jes peng...en hiks ting..tinggal.. di.. hiks.. sana" ucap Jeslyn dengan sesegukkan.
Agatha yang sudah tidak tega melihat putri satu-satunya menangis pun tak kuasa untuk menahan air matanya. Tapi dia langsung menghapus air matanya yang sudah jatuh itu, dia tidak ingin putrinya melihatnya menangis. Manda dan Sinta yang berada di samping Agatha pun langsung memeluk Agatha dan mereka menguatkan Agatha agar tidak menangis.
"udah ya Mah, jangan nangis" pinta Sinta menghapus air mata yang ada di pipi Agatha.
"kalau Mamah nangis nanti Jeslyn malah makin sedih" tambah Manda, Agatha pun menganggukkan kepalanya.
'maafkan Mamah dan Papah sayang, kalau saja malam itu kami langsung melarangmu kesana dan Mamah sama Papah bisa menjaga kamu. Pasti kamu sekarang sedang jalan-jalan atau sedang bermain dengan bebas bersama temanmu' batin Agatha.
Mereka bertiga pun pergi menghampiri Jeslyn dan Alderich yang masih berpelukkan di ruang santai itu.
"wih ada apaan nih? Pelukan gak ngajak kita, ngambek ah" ucap Manda berpura-pura ngambek, padahal dalam hati pengen nangis dan meluk Jeslyn.
"apa kamu? Sirik aja" ucap Jeslyn dengan suara seraknya setelah dia melepas pelukan nya dengan Alderich.
"dih ngapain juga gua sirik sama emak-emak gendut, wlek" ledek Manda dan itu berhasil membuat bibir Jeslyn monyong.
"ihhh... Manda gak boleh sentuh-sentuh si dedek nanti!" ancam Jeslyn.
"yaudah! Awas aja nanti kalau ngidam minta ke gua" ancam balik Manda, dan seketika suasana sedih disana pun di ganti dengan suasana ceria kembali karena melihat Manda dan Jeslyn yang sedang beradu mulut itu.
"yah kok gitu sih?! Kan ini juga buat ponakan Manda!" ucap Jeslyn sebal.
"bodo! Yang mulai duluan siapa?!"
"ya Manda lah yang mulai duluan!" sebal Jeslyn.
"Jeslyn ya!"
"Manda!"
"Jeslyn!"
"Man.."
"udah-udah, kok malah jadi lempar-lemparan salah gini sih? Intinya yang bener disini itu gua!" ucap Sinta membuat Manda dan Jeslyn mendelik sebal ke arahnya.
"IYA! BENER-BENER GILA!" teriak Manda dan Jeslyn berbarengan. Alderich dan Agatha hanya bisa tertawa melihat mereka bertiga.
"ishh dasar gendut.tiang." sebal Sinta.
"bodo!" ucap Manda dan Jeslyn berbarengan lagi.
Setelah malam itu, Jeslyn tak pernah berhenti untuk meminta izin pada orang tua nya agar dia di perboleh tinggal di Korea. Sudah berbagai macam alasan dan bujukkan tetapi orang tua nya pun tak pernah untuk mengizinkan Jeslyn. Begitu pun kedua temannya, awalnya mereka menolak dan marah karena keputusan Jeslyn itu. Tapi setelah mereka melihat perjuangan dan keteguhan Jeslyn untuk tinggal di Korea pun membuat kedua temannya membantu dia.
Dan hari ini tepat saat acara Wisuda para mahasiswa dan mahasiswi akhir semester. Jeslyn dkk sangat senang karena mereka akan bebas dari yang namanya skripsi, tugas,dan semua yang bersangkutan dengan kuliah. Masih ingatkan dengan Rey? Rey pun tak kalah senang dengan Jeslyn dkk, dan siapa sangka Rey yang begitu malas akan tugas-tugas kuliah, namanya masuk kedalam peringkat 10 besar.
"hai guys" sapa Rey ke Jeslyn dkk di depan ruang dimana acara wisuda berlangsung, yap mereka berempat sepakat untuk berkumpul disana.
"hai Rey" sapa balik ketiganya dengan senyum yang tak pernah luntur.
"cie.. yang masuk ke peringkat 5 besar" goda Rey kepada Jeslyn dkk.
"iya dong... Gak sia-sia perjuangan selama ini" bangga Sinta.
"Rey juga masuk 10 besar ciee" goda balik Manda.
"gak nyangka Rey otaknya pinter juga" ucap Jeslyn dengan nada meledeknya.
"yeee,,, gak semua orang pemalas itu beg*, mereka hanya malas menunjukkan kecerdasan mereka" sebal Rey, Jeslyn dkk pun tertawa mendengar ucapan Rey.
"ekhm... untuk seluruh Mahasiswa danMahasiswi serta para Tamu undangan yang sudah berada di Wilayah Aula, di persilahkan untuk mengisi tempat yang sudah disediakan" ujar sang MC, semuanya pun langsung duduk di tempat yang sudah ada, dan mereka duduk terpisah dengan orang tua mereka.
"kuy lah masuk" ajak Rey, dan Mereka bertiga pun memilih tempat duduk di depan tetapi tidak depan-depan banget.
"Bonyok belum datang Jes?" tanya Sinta ke Jeslyn.
"belum, kejebak macet paling" jawab Jeslyn dengan senyum kecilnya.
Entahlah ,dia hanya sedih saja karena orang tuanya terlambat, apalagi akan sikapnya yang selama hampir seminggu ini. 'mungkin mereka marah ke aku karena permintaanku' itulah yang Jeslyn fikirkan.
"baiklah, karena acara yang akan dimulai 10 menit lagi. Mari kita saksikan terlebih dahulu GTS Band Universitas Indonesia" ucap sang MC, semuanya pun bertepuk tangan menyambut Band yang sangat populer di kampus mereka. (maaf membuat nama band sendiri di UI).
Prok Prok Prok
"ekhm... kami akan menyanyikan lagu Monokrom - Tulus" ucap Michael, sang Vokal.
----BERSAMBUNG----
maaf update lama🙏
jangan lupa LIKE dan KOMEN:)