NovelToon NovelToon
Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:319.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rafasya Alfindra

Cinta adalah samudera kehidupan menuju puncak kebahagiaan. Mencintai dan di cintai adalah suatu kebutuhan hakiki setiap manusia begitu pun yang dirasakan oleh Bella dan Brian.

Berawal dari pertemuan tak sengajanya siapa sangka mereka jadi terbiasa bersama dan menjalin bahtera yang bahagia sebagai pasangan suami istri. Tapi siapa sangka suatu ketika kebahagiannya pupus karena suatu keadaan yang menguji Rumah tangganya yang telah terjalin beberapa tahun.

"Bella apa aku bisa untuk setia di saat keadaan memaksaku untuk berpaling, aku butuh perhatian dari seseorang tapi aku masih mencintai dan menyayangi mu maafkan aku sayang" ucap Brian di sela kesedihan melihat istri tercintanya yang lemah tak berdaya.

"Maafkan aku sayang, aku bukan selingkuh tapi hanya butuh" ucap nya lagi.

Bagaimana kelanjutan kisah cinta Brian dan Bella, akan kah mereka bisa bahagia setelah nanti sang istri kembali lagi?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafasya Alfindra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12

Hari ini Brian memilih izin untuk libur sehari dari rutinitas biasanya dan ia juga tidak pergi ke kafe tempat biasa ia bekerja. Brian selain kuliah dia juga bekerja untuk menghidupi kebutuhannya sendiri, ia bekerja di kafe milik Arka. Karena kebaikan dari keluarga Arka lah, Brian bisa bekerja tanpa mengganggu kuliahnya.

Flashback on

Semua orang pasti menginginkan kehidupan yang nyaman, harmonis dan juga mendapat kasih sayang dari orangtua. Namun, tidak bagi Brian dan kakaknya Andes. Jarak antara umur Brian dan Andes berkisar 8 tahun, Brian waktu itu masih berusia 7 tahun sedangkan kakaknya berusia 15 tahun.

Setiap hari mereka terus menyaksikan orang tuanya bertengkar. Selalu saja ada keributan yang terjadi di rumah, Brian yang waktu itu masih kecil hanya bisa menangis ketika orang tuanya saling teriak, saling memaki. Tiada lagi kasih sayang serta canda tawa di rumah. Sehingga suatu ketika Papa dan Mama mereka memilih pergi dari rumah, dan memilih kehidupan masing - masing.

Sehingga Andes terpaksa menjadi tulang punggung keluarga di usianya yang masih menginjak SMP. Andes juga terpaksa putus sekolah karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan untuknya bersekolah dan membiayai kebutuhan adiknya yang masih kecil.

Mereka yang saat itu masih kecil sangat merindukan kasih sayang dari kedua orang tuanya, apalagi saat anak seumuran mereka masih perlu bimbingan dan perhatian dari orang tuanya, karena sebuah kasih sayang dari orang tua tak akan bisa tergantikan dengan apapun.

Sehingga Andes selalu menanamkan kepada Brian, apabila suatu saat orang tuanya sadar akan kesalahannya dan mau kembali ke kehidupan mereka lagi, maka Brian harus berlapang dada memaafkan kesalahan orang tuanya. karena Andes yakin, Allah merencanakan semua ini adalah yang terbaik buat dirinya dan terutama bagi adiknya Brian.

Andes yang tidak kenal lelah, selalu berusaha untuk membahagiakan adiknya Brian. Baik dari segi ekonomi maupun kasih sayang dari kakaknya. Sehingga Brian tidak begitu kesepian meskipun tidak memiliki kedua orang tua di sampingnya.

Hingga saat itu Brian yang waktu itu masih sekolah SMA, terpaksa mencari uang untuk kebutuhannya sendiri dan uang untuk sekolahnya, karena kakaknya yang biasanya menyayangi dan menafkahinya telah mempunyai keluarga sendiri. Meskipun kakaknya selalu memberikan uang cukup untuk kebutuhannya, akan tetapi Brian selalu menolak pemberian dari kakaknya. Brian tidak ingin membuat keluarga kakaknya berantakan hanya karena dirinya, ia juga tidak mau apa yang di rasakannya sewaktu ia kecil terjadi pada anak - anak kakaknya. Meskipun kakaknya sudah terbilang sukses saat ini, Brian tetap tidak mau menyusahkan kakak yang paling ia sayangi.

Flashback off

Setelah mengunci rumahnya, Brian berjalan di sekitar komplek menuju keluar di dekat jalan raya. Cuaca juga sangat mendukung saat itu, tidak begitu terik dan juga tidak terlihat mendung. Sebuah taman menjadi pilihannya saat ini, Brian memilih duduk di sebuah pojok taman yang mengarah ke jalan raya, Brian lalu mengambil Handphone di saku celananya dan Headset untuk ia dengarkan, sambil ia memenjamkan matanya menghirup udara pagi yang begitu sejuk.

Sebuah musik yang mellow sangat ia sukai saat ini, apalagi dilihat dari kehidupannya yang serba kekurangan sehingga musik mellow menjadi temannya saat Brian sedang gundah. Musik yang bagitu tenang yang membuatnya seakan terlarut dalam kerinduan akan secercah kebahagian.

Brian selalu mengingat, terakhir ia berkumpul bersama keluarganya, tertawa bersama Papa, Mama dan kakaknya tanpa ada permasalahan serta tanpa ada kata perpisahan. Namun semua seolah berakhir begitu saja. Seakan semuanya saling menghilang tak ada kabar.

“Aku sangat rindu” kata itu terus terucap kemanapun Brian pergi, apalagi saat ia sedang merindu.

Nama seseorang itu, yang masih saja tersimpan kuat di hati Brian. Ya nama yang selalu ia panggil dengan sebutan Papa dan Mama. Sekarang seolah ada dimana dia? Apa kabarnya? Bolehkah aku bertemu dengannya lagi? Aku Rindu. Selalu itu yang muncul di hati dan pikiran Brian. Sampai tak terasa Air matanya menetes begitu saja.

Tiba-tiba Handphone Brian berdering, Brian mengambil Handphone yang ada di saku celananya, sekilas ia dapat mengetahui siapa yg menelponnya saat ini. Ya nama yang tertera di panggilan telpon tersebut adalah Bella, wanita yang beberapa hari ini mengisi hatinya.Brian pun segera mengangkat telpon dari Bella.

“Halo” ucap Brian.

“Halo, Bri lagi dimana kamu?"Ungkap Bella dengan suara terburu-buru.

“iya? ini lagi di taman Bel,” ucap Brian.

"Oke, aku susul kesana ya," ucap Bella .

"Ditunggu ya Bell," jawab Brian lagi dan langsung mematikan sambungan telponnya.

Dari jauh Bella dapat melihat Brian yang sedang duduk di pojok taman, Brian pun melambaikan tangan memanggil Bella. Bella yang merasa terpanggil pun membalas lambaian tangan Brian sambil berjalan melangkah menemui Brian.

"Hai Bri," ucap Bella menyapa Brian, saat Bella sudah berada di hadapan Brian.

Bella dapat merasakan apa yang di rasakan Brian saat ini. Karena saat Bella, tepat berada di hadapan Brian, Bella dapat melihat aura kesedihan dari sorot mata Brian. Bella memandang Brian seolah ingin mencari jawaban, tentang apa yang terjadi pada pemuda yang saat ini ia cintai.

Bella seakan urung bertanya sebelum Brian memberi tahunya, Bella tidak ingin memaksakan Brian untuk berbicara kepadanya perihal peribadi yang dirasakan Brian saat ini.

Setelah sekian lama mereka terdiam dengan pikiran mereka masing - masing. Brian seolah baru tersadar akan adanya Bella di sampingnya, tak pantas kiranya Brian mendiamkan Bella. Apalagi kalau sampai membuat Bella ilfil melihat sikapnya.

"Maafkan aku," ujar Brian dengan nada sendu dan tulus.

Bella menatap Brian seolah ia paham akan apa yang di rasakan Brian saat ini.

...................

Jangan lupa like dan komennya, serta trims bagi yang sudah berkenan membacanya.

1
Safa Almira
gantung
Safa Almira
bagussss
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like dan like
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like
Nurtinah
ad yh ibu ky gt yg ga ingin anknya sendri dsr cwe mtre lebih mntingin hrta, bkin menyesal thor s andin jgn smpe blik lg ke ank n suaminya
Mee_La🦈
ini gak ada lanjutannya lagi ya
Nurtinah
💪💪💪lnjut thor kynya seru
Mee_La🦈
gak nyangka malah dijodohkan
Mee_La🦈
terima aja udah
Mee_La🦈
akhirnya
Mee_La🦈
hwkwhwkk
Mee_La🦈
siapa tuh
Mee_La🦈
lah
Mee_La🦈
cinta dlm diam 😌
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like Fin
💜Madhuri dixit⁴💜
good
𝐁𝐨𝐦𝐞𝐥𝐭𝐚 𝐀𝐧𝐠𝐤𝐚𝐬𝐚
👀
Beast Writer
🌹
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
eling Weh.. nyosor aja kaya bebek 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kasih racun bucin gitu Thor . makin seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!