novel ini sedang direvisi.
Menceritakan kisah Nana yang tumbuh di tengah keluarga yang berantakan.
Membuatnya hidup tanpa aturan, menjadi gadis yang liar mencari kebahagian.
Namun, suatu hari Nana harus menerima kenyataan bahwa dirinya memiliki Ibu tiri. Siapa sangka Nana yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang Ibu, kini mendapatkannya dari wanita simpanan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERUSIR
Amara keluar dari dari kamarnya menemui Pak RT dan beberapa warga yang datang ingin menemui Amara.
Pak RT menanyakan hubungan Amara dan Brian, Amara menjawab sejujurnya kalau dirinya hanya menumpang di villa Brian.
Pak RT mengatakan kalau tidak hanya berdua saja dengan Brian mungkin masih akan mempertimbangkan.
"Jadi gini Neng, kalau kamu tinggal di sini dan Brian sering datang ke sini itu enggak baik buat kamu, misalnya kamu enggak melakukan apapun itu jatuhnya jelek buat citra kamu sebagai perempuan. Pasti kamu akan di cap jelek, dan demi menghindari fitnah lebih baik salah satu dari kalian itu pindah," saran Pak RT.
Amara mengerti ucapan Pak RT, karena itu juga demi kebaikan untuk dirinya.
"Baik Pak RT, saya yang akan pindah, saya tau siapa diri ini," kata Amara dengan suara lirihnya.
"Non, kalau begitu Non tinggal sama Bibi saja ya," kata Munah.
Amara menjawab, "Tidak apa-apa Bi, Mara akan mencari tempat tinggal sendiri saja, Mara tidak ingin merepotkan siapapun lagi."
"Tapi Non?"
"Enggak papa Bi, Mara juga udah dewasa kok." setelah mengatakan itu Amara bergegas masuk ke kamar nya untuk membereskan barang-barangnya.
"Aku harus ikhlas," gumam Amara.
"Memang yang mereka katakan itu benar," lanjut Amara.
Amara merasa sedih harus meninggalkan Villa Brian. Amara berfikir akan tidak melihat Brian lagi lalu dirinya akan merindukannya.
Setelah selesai berkemas Amara menenteng tas gendongnya, Amara yang tak memiliki banyak barang tak membuat menunggu lama bagi Pak RT dan warga yang menunggu Amara.
"Amara pamit ya Bi, Mang, maaf kalau Amara hanya merepotkan kalian," ucap Amara yang kemudian mencium punggung tangan Munah dan Paijo.
"Hati-Hati, maaf Bibi tidak bisa berbuat apa-apa Non," kata Munah seraya mengusap rambut hitam Amara.
"Permisi," ucap Amara menundukkan kepalanya pada semua orang.
Amara merasa malu di perlakukan seperti itu.
Sementara itu di luar sana ada yang tertawa merasa puas karena berhasil mengusik Amara membuatnya terusir dari villa Brian.
Gadis itu berjalan dan berfikir akan menginap di rumah Windy selama dirinya belum menemukan tempat tinggal.
Amara melihat kalau hari sudah gelap, lalu Amara berjalan cepat menghampiri ojeg yang berada di pangkalan.
______________
Brian baru saja sampai di depan gerbang villanya dan melihat gerbang itu sudah di gembok.
Lalu Brian menelepon Amara namun Amara mengabaikan panggilan itu.
Kemudian Brian menelepon Munah.
Munah segera datang ke villa dan menceritakan kejadian sore tadi.
"Apa? Lalu dimana sekarang anak itu Bi?" tanya Brian.
"Katanya mau cari tempat tinggal sendiri Tuan, Non Amara juga menolak tawaran saya yang mengajak untuk tinggal bersama saya.
"Ya sudah, sekarang Bibi boleh pulang," ucap Brian.
Setelah itu Brian kembali masuk kedalam mobilnya dan mencari-cari Amara.
"Kemana anak itu," gumam Brian.
____________
Amara memencet bel rumah Windy dan Ibunya yang membuka pintu.
Ibu Windy melihat dari ujung kaki Amara hingga ujung kepala nya.
"Gadis dekil," gumamnya dalam hati.
"Cari siapa?" tanya Ibu Windy.
"Windy nya ada Bu?" tanya Amara.
"Windy tidak ada sedang pergi dengan pacarnya," jawab Ibu Windy.
Amara merasa kecewa dengan jawaban itu, karena Amara tau kalau Windy sebenarnya ada di rumah.
Lalu Amara mengerti kalau dirinya tidak di terima oleh keluarga Windy.
Amara memutuskan untuk pergi.
"Mau kemana lagi aku," gumam Amara dengan air mata yang menetes di pipinya.
Amara berjalan dan hanya makam Sulis lah yang terfikir kan oleh Amara.
"Cewe, gimana rasanya di usir?" tanya Anton yang tiba-tiba berada di belakangnya.
"Jadi ini ulah lo?" tanya Amara.
"Gue mau liat lo menderita," jawab Anton yang kemudian berusaha menyeret Amara ingin membawanya ke semak-semak.
Bersambung.
soalnya ini kenapa tiba2 si nana meninggal? trus melinda sakit? sama amara berhubungan sma brian? dan brian tiba2 udah cerai sma melinda?
ini apa gue yang ngelengkah2 bacanya apa gimna sii😭
tapi perasaan gue liat ulang kagak salah bacanya🥲