"Kenapa aku mencintai nya, banyak laki-laki di dunia ini. Psychopath." Ucap Lisa yang tidak habis pikir dapat mencintai seorang Psychopath.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pasangan Ku
Keesokan harinya Evans sudah siap untuk menjemput Lisa. Sebelum berangkat ia terlebih dahulu mengirim pesan pada Lisa. Karena acara tidak formal Evans hanya menggunakan celana levis pendek dengan di pasangkan baju kaus berwarna hitam. Tak lupa kaca mata hitam sebagai pelengkap penampilan Evans.
"Dimana calon suami tampan ku lama sekali." Batin Lisa.
Lisa mengukir senyum manis saat melihat mobil nya datang yang sudah pasti Evans yang mengemudikan nya.
"Sayang." Lisa langsung memeluk Evans.
"Lisa." Evans langsung melepaskan pelukan Lisa.
"Evans, kau harus bersikap baik, romantis pada ku. Kau akan satu tahun tinggal bersama ku dan orang tua ku." Ucap Lisa.
"Ya ya ya." Evans langsung kembali masuk ke dalam mobil nya.
"Evans kau hanya memakai fashion seperti ini tapi terlihat sangat tampan."
"Aku memang sudah tampan sejak lahir." Ucap Evans yang mulai terbiasa dengan celotehan Lisa.
"Hahaha kau percaya diri sekali." Lisa menjulur lidah nya.
"Apa lidah mu mau ku potong." Ucap Evans.
"Apa kau benar-benar psychopath." Tanya Lisa.
"Jika iya kenapa, kau mau membatalkan pernikahan ini."
"Tidak lah, mana mungkin laki-laki seperti mu yang tampan begini psychopath. Lagi pula aku harus menerima kekurangan dan kelebihan suami ku."
"Cih gaya bicara mu sangat manis, kita mau kemana." Tanya Evans.
"Ke mall sayang." Jawab Lisa.
"Lisa berhenti memanggil ku sayang, aku tidak nyaman. Kau orang pertama yang ku ajak bicara sedekat ini, jadi jangan membuat ku merasa ilfeel pada mu."
"Iya iya." Ucap Lisa.
Sesampainya di mall mereka berdua langsung masuk ke dalam, mereka berdua tampak seperti pasangan yang sangat serasi. Hampir semua mata tertuju pada Lisa dan Evans.
"Menjauh dari ku, kau sadar kita di perhatikan orang lain."
"Kenapa kau malu, anggap saja latihan karena setelah kita menikah ini akan sering terjadi."
Lisa dan Evans masuk ke dalam salah satu tokoh yang menjual berbagai macam jam tangan dan perhiasan mewah.
"Nona Lisa." Ucap manager tokoh tersebut.
"Ajun." Lisa terkejut melihat sahabat lama nya.
"Wah semakin sukses saja kamu Lisa."
"Ah tidak juga, tak semua kehidupan sama seperti yang terlihat." Ucap Lisa.
"Aku tau, apa yang belum sukses di diri mu, pasangan bukan." Tanya Ajun.
"Ah kau salah, itu pacar ku." Lisa menunjuk Evans yang sedang memilih jam tangan.
"Selera mu benar-benar tinggi Lisa, kalian benar-benar sangat serasi."
"Hahaha, kau tau kan aku tidak pernah berpacaran. Ini pertama kali aku memilki seorang pacar, dan aku sedang berusaha menaklukkan hati nya." Kata Lisa.
"Wanita secantik dan sesukses diri mu masih berupaya menaklukkan hati seorang pria."
"Itu tantangan untuk ku, hahaha sudah jun, nanti dua marah pada ku, kalau marah dia seperti psychopath." Ucap Lisa.
Lisa berjalan mendekati Evans dan langsung duduk di samping Evans.
"Kamu mau memilih jam tangan untuk ku." Tanya Lisa.
"Kau terlalu percaya diri ini untuk diri ku sendiri." Jawab Evans.
"Yang ini berapa." Tanya Evans.
"Sebentar saya lihat dulu tuan."
"4.5 M tuan." Ucap pelayan tokoh.
Evans kembali meletakkan jam tangan itu, uang 45 M untuk nya sangat lah banyak. Apalagi ia hanya seorang dosen tanpa ada pekerjaan tambahan. Evans juga tidak menerima uang jajan dari orang tua nya.
"Kenapa." Tanya Lisa.
"Jika hanya 4.5 juta aku pasti beli, tapi ini 4.5 M mana mungkin aku bisa membeli nya, kau tau aku hanya seorang dosen. Apalagi aku harus banyak. cuti karena mu." Jawab Evans.
"Mbak yang ini di bungkus." Ucap Lisa.
"Lisa aku tidak memiliki uang sebanyak itu."
"Apa kau tidak tau calon istri mu siapa, ayo temani aku mencari perhiasan, dan cincin untuk pernikahan kita." Ucap Lisa.
Mereka berdua berada di mall dari pagi sampai sore, membeli semua perlengkapan Evans dan juga Lisa, apalagi Evans akan tinggal di rumah Lisa tentu saja Lisa ingin semua perlengkapan Evans serba baru. Evans hanya bisa menuruti kemauan Lisa toh semua yang membayar perlengkapan itu Lisa, bukan diri nya.
"Kamu sangat tampan." Evans sudah berganti pakaian dengan memakai pakaian yang lebih formal karena malam ini mereka akan makan malam bersama keluarga besar Lisa.
𝗧𝗲𝗿𝘂𝘀𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂 😘😘
𝗺𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗸𝗮𝗸 𝘁𝗵𝗼𝗿 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗻𝘆𝗮..