NovelToon NovelToon
Hanya Istri Pura-Pura

Hanya Istri Pura-Pura

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:559.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nurmay

Seorang wanita yang hidup hanya berdua dengan adik laki-lakinya, namun sang adik selalu saja membuat masalah sampai membuat sang kakak harus membereskan masalah yang di buatnya, dari masalah yang datang kepadanya di situlah dia di pertemukan dengan seorang pria yang akan masuk di kehidupan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jaman Batu

Hari resepsi sudah di tentukan Oma Sari yang akan di laksanakan dua Minggu lagi.

Persiapan pernikahan telah rampung, dari fitting baju pengantin, dekorasi dan lainnya.

Tapi atas permintaan Syafa yang menginginkan acara pernikahan nya hanya di hadiri keluarga serta orang terdekat lainnya Oma yang mengurus semuanya hanya menurut saja.

Syafa juga meminta agar karyawan pabrik tidak ada yang mengetahui kalau dia akan menikah dengan cucu pemilik pabrik tempat dia bekerja.

'' Sya, aku tidak menyangka kalau kamu akan mendahului ku,'' ucap Maya yang memasang wajah sedihnya.

'' May, kamu kan tau kalau pernikahan ini hanya sandiwara,'' lirih Syafa.

'' Tapi bagaimana pun, tetap Sya, kau akan menjadi seorang istri, kamu tidak bisa menampik itu kan,'' Syafa terdiam, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi karena apa yang di ucapkan sahabat nya memanglah benar.

'' Ya udah, hari pernikahan kamu kan hanya tinggal menghitung hari saja, lebih baik kamu mengambil cuti mu saja Sya,'' ucap Maya memberi saran.

'' Enggak May, kalau aku mengambil cuti apa kata orang yang ada di pabrik, apalagi orang yang ada di pabrik semua tahu kalau Pak Zidan akan menikah walaupun mereka belum tau siapa pengantin wanitanya.''

'' Benar juga,'' celetuk Maya.

Di sela-sela Mereka berbincang ada seorang pria yang berlari ke mereka. '' Sya siapa itu?'' tanya Maya.

'' Itu pak Rizky, bagian keungan di kantor pak Zidan,'' jawab Syafa.

'' Ganteng banget Sya, masa Allah,'' celetuk Maya.

'' Maaf, Syafa kan,'' ucap Rizky dengan nafas yang tersengal-sengal karena berlari.

'' Iya pak, saya. Ada apa?'' sahut Syafa.

'' Kamu suruh ke kantor, sekarang juga,'' ucapnya dengan suara yang pelan.

'' Ok, kalau begitu saya permisi ya,'' pamit Rizky dengan ramah pada kedua wanita yang sedang duduk di hadapannya.

'' Oh, iya terima kasih pak,'' sahut Syafa, pria yang bernama Rizky pun berlalu pergi setelah berpamitan dengan Syafa dan juga Maya.

Syafa merasa aneh dengan Maya yang tidak menjawab ucapan Rizky yang berpamitan itu, perlahan ia menoleh ke samping melihat Maya yang ternyata sedang melamun dengan terus menatap Rizky yang sudah berjalan menjauh.

'' May, kamu kenapa?'' tanya Syafa dengan suara yang kencang dan membuat Maya terperanjat kaget mendengar teriakan Syafa.

'' Sya kamu ih, kenapa teriak-teriak kayak gitu, aku kan kaget,'' omel Maya dengan kesal.

'' Hahahah, kamu sih. Ngelihat pak Rizky sampai segitunya,''

'' Habisnya dia ganteng banget, Sya.''

'' Sudah ah, aku mau ke kantor dulu, pak Zidan sudah menunggu ku, entahlah dia mau apa lagi,'' ucap Syafa yang sudah beranjak berdiri membersihkan celana bagian belakangnya dari sisah kotoran karena duduk di bawah pohon itu.

'' Cie, yang mau bertemu dengan calon suami,'' ledek Maya.

'' Husstt, May. Kamu bicara kencang sekali kalau ada yang mendengar nya bagaimana,''

'' Upsss, iya aku lupa, maaf maaf.''

Syafa pun berlalu menuju kantor Zidan dengan mata yang terus waspada karena takut ada yang melihat nya.

Syafa mengetuk pintunya dengan perlahan dan masuk setelah mendapat kan sahutan dari dalam. '' Ada apa pak?'' tanya Syafa.

'' Oma menyuruh mu, ke rumah. Entah lah mau apa Oma ingin bertemu dengan mu,'' ucap Zidan dengan cuek.

'' Oh ya sudah nanti sepulang kerja saya akan kesana,''

'' Ketik nomor ponsel mu,'' ucap Zidan menggeser ponselnya ke arah Syafa yang berdiri di sebrang mejanya.

'' Nomor ponsel? ponsel saja saya tidak punya,'' ucap Syafa dengan suara pelan.

'' Hah? jaman sekarang kau tidak memiliki alat komunikasi, yang benar saja. Apa kau tinggal di jaman batu,'' ucap Zidan dengan meledeknya.

Syafa memutar bola matanya malas karena mendengar ledekan Zidan yang kalau di ladeni akan membuat nya emosi.

'' Saya tidak memerlukan nya, buat apa juga saya memiliki nya,'' ketus Syafa.

'' Gila kamu ya, ponsel itu penting, untuk berkomunikasi. Pantes saja saya tidak pernah melihat kau memegang atau membawanya,''

'' Sudahlah pak, berhenti meledek ku. Saya sudah boleh keluar kan,'' ucap Syafa dengan memasang wajah masamnya.

'' Ya, ya. Oh ya, selepas selesai jam kerja kau tunggu aku di depan mobil ku,'' ucap Zidan.

'' Mau apa, kan sudah ku bilang kalau nanti aku yang akan ke rumah Oma,''

'' Sudah kau menurut saja apa kata ku, tidak perlu menjawab nya, juga tidak perlu menolaknya, sudah sana,''

'' Hiissshhh, bos menyebalkan,'' Syafa pun berlalu pergi dari kantor Zidan dengan kesal.

Syafa kembali ke dalam pabrik karena sebentar lagi jam istirahat akan usai, dia mulai bekerja lagi sampai ke jam pulang kerja tiba.

'' Sya mau aku antar,'' ucap Maya menawarkan jasanya.

'' Enggak May, terima kasih. Aku akan pulang sendiri,'' sahut Syafa dan Maya pun berlalu pergi dengan sepeda motornya.

Semua karyawan pabrik sudah meninggalkan kawasan hanya ada Syafa yang masih berada di sana tepatnya di parkiran, duduk di kursi yang ada di samping mobil Zidan.

'' Dia kemana sih, suka sekali membuat orang menunggu, tapi giliran dia menunggu walaupun sebentar saja langsung mengomel,'' gerutu Syafa.

'' Tidak perlu mengomel seperti itu, cepat lah masuk,'' ucap Zidan yang baru saja tiba.

Tanpa mengucapkan apapun Syafa langsung masuk ke mobil Zidan dengan di susul Zidan.

Zidan pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah ramainya jalanan ibu kota yang sedikit macet karena memang di jamnya pulang kerja.

Tapi saat di persimpangan jalan yang seharusnya Zidan belok ke kiri tapi Zidan malah lurus melewati lampu merah yang sudah berubah warna itu dengan cueknya.

'' Lho Pak, bukannya jalan menuju ke rumah Oma belok, kenapa lurus,'' ucap Syafa dengan bingung.

'' Sudah lebih baik kau duduk manis saja, jangan kebanyakan bertanya,'' ketus Zidan.

Sebenarnya mau kemana Zidan membawa Syafa???

Bersambung...

1
Yati Yati
minta 15jt safa buat byr utang plus bunganya
kinan kinan
Happy ending
dreamy
👍👍👍👍😘😘😘😘
Shuhairi Nafsir
syafa cewek murahan. senang senang Kasi pria memeluknya. sampai nga ada harga diri. memangnya patut zidan mengelar syafa perempuan murahan
Shuhairi Nafsir
cerita yang lembab lagi membosankan. Thor.
Shuhairi Nafsir
syafa gatelen sampai nga tahu menjaga harga diri sampai bisa peluk Dan mesra dgn pria lain. memang cucuk omongan zidan syafa cewek murahan.
Shuhairi Nafsir
Syafa goblok banget. bikin malu diri sendiri. Thor kalau bikin cerita biarkan berpada pada jangan sampai bikin syafa cewek yang lembab lagi goblok
Shuhairi Nafsir
malas Aku kalau cerita cewek yang lembab lagi lemah.
arwati sani
lanjut
Rini Haryati
bagus
suksez
semngt
mksh
novita purwaningrum
bagus
Trisara Wati
masa ada orgtua tdk mengenali anaknya tdk punya feeling gitu kecuali klu itu anak tirinya
amalia gati subagio
ngenes!!!! why...???? perempuan marjinal, slalu di set bodoh & halal dizalimi & harus menerima krn itu haknya!!!????
Marlina Ram
syafax kecentilan thor 🤧🤧
Marlina Ram
ceritax kok dominanx di afdal ya thor🤧🤧
Marlida Yusuf
trims
Rokinah Mamasurya
Thor bawangnya banyak banget 😭😭😭
Leni Fairus II: baca karya saya juga ya Bidadari Surga Yang Dirindukan dijamin baper
total 1 replies
Rokinah Mamasurya
nyimak dulu dehhh
Rokinah Mamasurya
aduuuhhh alamat dehh...
Leni Fairus II
, dukung karya saya juga ya Bidadari Surga Yang Dirindukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!