NovelToon NovelToon
Kontrak Hamil Anak Bos

Kontrak Hamil Anak Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Sinopsis

Sarah Lestari, seorang personal assistant, menerima tawaran kontrak untuk mengandung anak bosnya, Samudra Grayson, CEO muda pemilik berbagai perusahaan di Eropa. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan, tetapi seiring waktu benih cinta tumbuh di antara keduanya. Saat kontrak berakhir, mereka harus memilih antara menepati perjanjian atau memperjuangkan cinta yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Keseharian Sarah di Mansion

Hari-hari setelah Sarah berhenti bekerja berjalan dengan sangat tenang. Tidak ada lagi alarm pukul enam pagi, tidak ada lagi macet di jalanan Milan, dan tidak ada lagi gosip-gosip yang menusuk hati. Kini, Sarah hanya bangun saat matahari pagi sudah cukup tinggi, diterangi oleh cahaya hangat yang masuk melalui jendela kamarnya.

Kehidupan Sarah di mansion Samudra perlahan berubah menjadi rutinitas yang menenangkan. Setiap pagi, ia bangun sekitar pukul delapan. Ia akan mandi air hangat, mengenakan dress hamil yang nyaman, lalu turun ke ruang makan. Yola sudah menyiapkan sarapan di atas meja: semangkuk bubur ayam hangat, roti gandum panggang, dan segelas susu hangat.

"Selamat pagi, Sarah. Bagaimana tidurmu?" sapa Yola.

"Sangat nyenyak, Yola. Rasanya senang bisa bangun tanpa terburu-buru," jawab Sarah.

Yola tersenyum. "Ibu beruntung bisa istirahat dengan tenang. Tuan Samudra memang sangat perhatian pada Ibu."

Sarah tersenyum. "Iya, Yola. Dia sangat baik."

Setelah sarapan, Sarah biasanya menghabiskan waktu di taman belakang mansion. Ia akan duduk di kursi taman yang nyaman, membawa buku bacaan ringan, atau hanya menikmati pemandangan bunga-bunga yang sedang mekar. Udara segar dan kicauan burung membuat hatinya merasa tenang.

Kadang-kadang, Sarah juga berjalan-jalan keliling taman, perlahan-lahan, sambil merasakan tendangan-tendangan kecil dari bayinya. Ia sering berbicara pada janinnya saat berjalan.

"Halo, sayang. Ibu sedang berjalan-jalan. Kamu juga ikut ya, jangan diam saja," bisiknya sambil mengusap perutnya yang mulai membesar.

Janinnya seolah merespons dengan tendangan kecil, dan Sarah tersenyum bahagia.

Sekitar pukul sebelas, Sarah biasanya kembali ke dalam mansion. Ia akan membantu Yola menyiapkan makanan ringan untuk siang hari, meskipun ia tidak banyak berbuat. Kadang, ia hanya duduk di dapur sambil mengobrol dengan Yola tentang banyak hal.

"Yola, kamu sudah bekerja di mansion ini berapa lama?" tanya Sarah suatu hari.

"Sudah sekitar lima tahun, Sarah. Tuan Samudra sangat baik pada saya, jadi saya betah," jawab Yola.

"Dia memang orang yang baik," ujar Sarah.

"Iya, tapi dulu dia sangat tertutup. Sejak Ibu datang, dia jadi lebih sering tersenyum," ujar Yola.

Sarah tersenyum. "Benarkah?"

"Iya. Ibu membawa perubahan besar di mansion ini," jawab Yola.

Sarah merasa hangat mendengar itu.

Saat siang, Samudra yang biasanya pulang dari kantor untuk makan siang bersama Sarah. Kadang ia membawa makanan dari restoran favorit Sarah, kadang ia hanya duduk bersama sambil mengobrol.

"Bagaimana hari-harimu, Sarah?" tanya Samudra saat mereka makan siang bersama.

"Sangat tenang, Pak. Aku membaca buku, jalan-jalan di taman, dan ngobrol dengan Yola," jawab Sarah.

"Bagus. Kamu terlihat lebih segar sekarang," ujar Samudra.

"Karena aku tidak perlu lagi mendengar gosip," jawab Sarah.

Samudra tersenyum. "Aku akan selalu melindungimu, Sarah."

Setelah makan siang, Samudra kembali ke kantor, sedangkan Sarah melanjutkan aktivitasnya. Ia sering tidur siang sebentar, karena kehamilan membuatnya mudah lelah.

Sore harinya, Sarah biasanya duduk di ruang tamu, menonton televisi atau membaca buku. Kadang, ia juga mencoba membuat kerajinan tangan sederhana, seperti merajut selimut kecil untuk bayinya.

Samudra sering membawakan oleh-oleh kecil saat pulang kerja. Kadang berupa cokelat, kadang berupa bunga segar, atau kadang hanya sebuah buku baru.

"Pak, Bapak tidak perlu membawakan apa-apa setiap hari," ujar Sarah suatu sore.

"Aku suka melihatmu tersenyum," jawab Samudra.

Sarah tersenyum, dan menerima hadiah itu dengan senang hati.

Malam harinya, Samudra dan Sarah makan malam bersama di ruang makan. Suasana selalu hangat, dengan obrolan ringan tentang banyak hal. Kadang mereka berbicara tentang bisnis, kadang tentang kehidupan, dan kadang tentang masa depan.

"Sarah, apa yang kamu pikirkan tentang masa depan?" tanya Samudra suatu malam.

Sarah menghela napas. "Aku ingin bayinya lahir dengan sehat. Dan aku ingin... aku ingin tetap bersama Bapak."

Samudra tersenyum. "Aku juga ingin itu, Sarah. Aku tidak akan membiarkanmu pergi."

Mereka tersenyum satu sama lain, dan malam itu terasa sangat damai.

Setelah makan malam, Sarah biasanya berjalan-jalan sebentar di sekitar mansion, lalu kembali ke kamarnya. Ia akan mandi air hangat, lalu berbaring di tempat tidur sambil membaca buku.

Sebelum tidur, Sarah selalu menaruh tangannya di atas perut, dan berbicara pada bayinya.

"Selamat malam, sayang. Ibu sangat mencintaimu. Dan ayahmu juga. Tidurlah yang nyenyak," bisiknya.

Tendangan kecil dari janinnya selalu menjadi jawaban yang membuat Sarah tersenyum.

Keseharian Sarah di mansion mungkin terasa sederhana, tapi ia merasa sangat bahagia. Tidak ada tekanan, tidak ada gosip, hanya ada ketenangan dan cinta. Ia mulai merasa bahwa mansion ini bukan lagi sekadar tempat tinggal sementara, tapi sudah menjadi rumah yang sesungguhnya.

Suatu malam, saat Sarah sedang tidur, ia bermimpi tentang masa depan. Ia melihat dirinya sedang menggendong bayi kecil yang sangat lucu, dan Samudra berdiri di sampingnya, tersenyum bahagia. Mereka adalah sebuah keluarga yang utuh.

Sarah tersenyum dalam tidurnya, dan saat ia terbangun keesokan harinya, ia merasa sangat bersyukur.

"Aku tidak akan pernah menyesali keputusanku untuk berhenti bekerja," bisiknya. "Karena di sini, aku menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!