NovelToon NovelToon
Sebatas Pendamping

Sebatas Pendamping

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: heni

Novel ini hanya lucu di awal, semakin ke ujung ada sedikit bawang. Semoga suka.

*******

Mulutmu harimau-mu. Pepatah itu sering kita dengar. Tapi sering kita lupa. Sehingga sangat gampang berucap tanpa memikirkan dampak dari ucapan kita sendiri.

Aurelia Syafitri. Gadis cantik berumur 25 tahun, pribadi yang periang, suka bercanda dan gemar melancarkan jurus bucin. Bagi orang itulah yang menyenangkan bagi Syafi. Tapi, tidak berlaku bagi calon suaminya. Ucapan calon suaminya saat menjelang hari pernikahan bagaikan air yang melunturkan semua warna pada hidup Syafi. Bukan cuma ucapan itu yang menyakitkan bagi Syafi. Tapi di tinggal saat menjelang akad nikah. Menjadi tamparan keras di wajahnya. Duka menjelang hari pernikahan itu membuat Syafi kehilangan jati dirinya.

Bagaimana nasib Syafi yang di tinggal saat menjelang pernikahan? Atau akan ada keajaiban yang bisa membuat Syafi kembali menjadi pribadi yang ceria dan menyenangkan? ‘’


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Mandi Madu

Keadaan sore yang tenang seketika berubah heboh karena lengkingan teriakan Syafi yang di siram Mayfa. Perdebatan antara dua laki-laki beda generasi pun berakhir saat mendengar teriakan itu. Supir taksi online yang beruntung karena teriakan Syafi, dua orang laki-laki yang berdebat tadi sama-sama  sepakat membayar doble  ongkos taksi. Dari arah dalam rumah, Rosalina, dan keempat anaknya yang lain juga berlarian keluar rumah. Melihat Syafi yang basah kuyup, membuat Pak Said bingung memarahi putrinya atau menertawakan Syafi.

“Fa ….” Jerit Rosalina, kesal melihat perbuatan putrinya yang menyambut tamu dengan semburan air.

“Sudah meresap apa belum air do’a-nya?” teriak Mayfa. Mayfa menoleh kearah mamanya. “Ni orang ngeruqyah-nya pakai air yang mengalir, kalau air dari botol gak mempan bund!” oceh Mayfa.

Syafi berjalan mendekati Mayfa dengan raut wajah kesalnya. Tanpa expresi apa-apa dia terus mendekat pada Mayfa, merebut kasar selang dengan air yang masih menyala. Mayfa merasa was-was, alamat temannya ini mengeluarkan jurus dendam Tri Kesumat, Mayfa perlahan bersembunyi di balik punggung mamanya, sesomplaknya Syafi kepada orang tua dia tidak kurang aj*r, cuma kadang kurang asyem sedikit.

Dirga dan Ardhin bingung dengan apa yang mereka lihat, apalagi melihat Syafi basah kuyup. Di luar perkiraan Mayfa, bukan hal yang dia takutkan yang terjadi. Tapi, Syafi mulai menggila, sambil berjoget menyemprotkan air kesegala penjuru hingga mengenai siapa saja.

🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶

Basah-basah-basah seluruh tubuh …

Ah-ah ahhh menyentuh Syahdu …

Manis-manis-manis semanis madu …

Ah-ah-ahhh menyentuh kalbu …

Basah diri ini … basah hati ini

Kasih dan sayangmu, menyirami hidupku

Bagaikan mandi madu ...

Ah-ah-ahhh Mandi maaduuu

🎶🎶🎶🎶🎶🎶

“Ayooo calon maduku, kita mandi bareng ....” Menyemprotkan air kearah Rosalina.

“Syafiiii .…” teriak Rosalina.

Sekarang teriakan bukan hanya keluar dari mulut Syafi dan Rosalina, tapi siapa saja yang terkena semprotan air darinya. Seketika keadaan semakin heboh.

 “Argggtttt!” teriak Mayfa, sambil menutup kedua telinganya dengan kedua telapak tangannya. Bukan kesal karena basah. Tapi, kesal dengan lagu yang Syafi nyanyikan. Dia paling pusing kalau dengar Syafi bernyanyi jika dalam lagu itu ada kata ‘ah-ah-ah,’ namun temannya itu malah gemar membuat Mayfa kesal, sengaja menyanyikan lagu yang membuat Mayfa pusing.

Sisi baru dari Syafi yang membuat Dirga semakin terpukau dengan wanita yang ada di hadapannya itu. Dirga tidak menyadari kalau dirnya juga basah karena air yang Syafi semprotkan kesegala penjuru arah.

Ardhin sungguh malu melihat keponakannya ini, dia mengambil selang yang Syafi pegang, merebutnya dari tangan keponakannya itu.

“Aul!” tegur Ardhin.

“Waw … pompa air Jimatzu luarr biazahh semprotannya, bikin basahhh, ahh ... Jimatzu ….” teriak  Syafi.

“Ya salam … dia malah iklan pompa air.” Mayfa berusaha menahan kekesalannya. “Sis, bunuh makhluk ini, dosa gak?” tanya Mayfa pada lima saudarinya.

“Gak tau sis, tapi aku mual lihat tu orang!” ucap Astri.

“Tahan dulu sis ….” ucap Marcelina.

Pak Said heran melihat rekan bisnisnya mengenal teman Mayfa, bahkan berani membentaknya. “Ardhin, dia siapa kamu?” tanya Pak Said.

“Ayah kenal sama Abah?” Syafi balik bertanya pada Pak Said.

“Abah?” Pak Said juga balik bertanya.

“Dia Syafi keponakan saya,” jelas Ardhin.

“Owalah ….” Pak Said tidak menyangka, gadis somplak teman anaknya adalah  keponakan rekan

bisnisnya.

“Jangan bilang kalau Ayah sudah melamar saya lewat paman,” canda Syafi.

“Sis … gali tanah di kebun belakang! Kita kubur hidup-hidup ni anak!” seru Mayfa pada saudari-saudarinya. Enam anak gadis itu kompak menyeret Syafi kedalam rumah mereka.

Pandangan mata Dirga masih fokus memandangi Syafi, walau ada enam gadis lainnya yang lebih cantik dari Syafi di depan matanya.

Rosalina tertawa lepas melihat kelakuan keenam anaknya seperti itu. “Ya salam … keponakan Pak Ardhin sangat luar biasa. Di rumah ini satu orang Mayfa saja rumah ini heboh, seminggu yang lalu di tambah Syafi, ampun … seru banget Pak. Nemu di mana anak jenis begitu Pak?” Rosalina berusaha berhenti tertawa, namun sulit.

“Bagi orang lain, kelakuan Syafi sangat menghibur. Tapi, rada menakutkan bagi saya,” keluh Ardhin.

“Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan Paman, dan hal itu adalah keunikan dari Syafi, yah ... walau sedikit aneh bagi orang nomal,” sela Dirga.

“Lah ini siapa lagi?” tanya Pak Said.

“Ini anak angkat saya yang sering saya ceritakan dulu sama Pak Said,” jawab Ardhin.

“Walah dalah … ini toh orangnya, salam kenal nak.” Pak Said langsung menyalami Dirga.

“Nanti dulu kenalannya, ayok masuk kedalam, basah semua ini gara-gara Syafi,” ajak Rosalina.

Semuanya masuk kedalam rumah Pak Said. Para pelayan Pak Said langsung menyediakan baju ganti buat Dirga dan Ardhin. Ardhin dan Dirga pasrah, tidak bisa kalau tidak ganti baju, karena mereka juga basah karena ulah Syafi.

Sedang kehebohan terjadi di kamar Mayfa, ketujuh anak gadis itu malah asyik bercanda di kamar itu. Lupa kalau ada anggota lain yang menunggu mereka di bawah. Syafi sudah ganti baju, dia memakai baju Mayfa. Suara gelak tawa santar terdengar dari arah kamar Mayfa, entah apa yang mereka bicarakan. Suara ketukkan pintu membuyarkan keseruan mereka.

“Eh … sudah sis, ayok kita turun, kayaknya calon suami Syafi sudah rindu sama dia, itu pasti Ayah yang menyuruh pelayan manggil kita,” ujar Mayfa.

“Enak saja calon laki! Itu anak angkat paman aku, ntar aku bicarain sama Ayah kamu, supaya jodohin Dirga sama lo!” ejek Syafi.

“Sudah! Ayok turun guys ….”  Ajak Eren.

Tujuh bidadari itu segera menuruni tangga. Pandangan mata orang-orang yang tadi tengan asyik bicara, kini sorot mata mereka ter-arah kearah tangga, di mana tujuh bidadari sedang menapaki anak tangga untuk turun ke bawah. Melihat Dirga yang memandang kearah tangga, Dirga enggan mengedipkan matanya, membuat jiwa iseng Syafi bangkit.

“Ciyeee, kak Dirga pasti bingung mau milih yang mana ya?” goda Syafi.

Merasa Namanya disebut, Dirga segera menyadarkan dirinya. “Siapa yang bingung?” balas Dirga.

“Kakak lah yang bingung, bingung mau yang mana buat dimasukkan kedalam hati, karena cantik semua,” goda Syafi.

“Enggaklah, karena di hati saya sudah ada satu, saya tata dan saya kunci, biar dia enggak bisa lari lagi. Bahkan saya sudah masukkan dia ke dalam hati saya, saat saya pertama kali melihatnya,” jawab Dirga.

“Wow … siapa itu kak?” Syafi sungguh antusias.

“Kamu,” ucap Dirga.

“Ciiihaaa! Hiya-hiya-hiyaa ….” Dengan gaya somplaknya Syafi heboh sendiri.

“Ratu gombal di gombalin sis ….” teriak Mayfa.

“Ayah … bagaimana?” tanya Syafi pada Pak Said.

“Bagaimana apaan?” Pak Said bingung dengan pertanyaan Syafi.

“Itu … calon mantu pilihan aku, buat salah satu anak ayah, sebagai calon ibu sambung yang baik, aku harus memikirkan nasib anak-anak sambung aku juga, Ayah ….”

“Pak Said, ada pisau nggak? Rasanya kok begini banget ya?” Ardhin berusaha mengatur napasnya. “Kalau begini, mending kamu bunuh Abah sekarang, Aul!” ringis Ardhin.

1
Dida Riyada
mangatoon
Yanti Yuli Anti
tengkiwww thor atas cerita nya..udh aku kasih hadiah yaa😘😘
Yanti Yuli Anti
sebel nya sam dirga...selalu menyerah sama keadaan..coba perjuangkan hati mu dirga..jangan lembek kayak tahu gitu ihh
Yanti Yuli Anti
harus nya dirga jujur sm syafi..pasti syafi mengerti dengan keadaan dirga..klo ga jujur ya syafi akn sakit hati terus
Yanti Yuli Anti
lha..kenapa jadi begini😭😭
Yanti Yuli Anti
terima kasih mba author karena sudah menyuguhkan cerita yg sangat bagus..tp aku berharap semoga ada kelanjutan nya d part 2...ngarep.com🤭
Yanti Yuli Anti
semoga yg ada d pikiran ku ga terjadi...Aamiin
Yanti Yuli Anti
kaka author berhasil bikin aku penasaran 🥴🥴
Yanti Yuli Anti
semangat Dirja semoga lelah mu menjadi lillah
Yanti Yuli Anti
semangat kk...
Yanti Yuli Anti
mantap samm....
Yanti Yuli Anti
aku jd terbawa suasana ..syafiii ohh syafii
Yanti Yuli Anti
cerita yg sungguh sangat sanagt luar biasa..👍
Yanti Yuli Anti
visual semua pemeran sangat cocok dengan karakter masing"...good job mba author
Yanti Yuli Anti
cerita nya sangat bagus...alur cerita mudah d pahami dan menghidupkan suasana
Yanti Yuli Anti
suka banget cerita nya...bikin hidup suasana
Yanti Yuli Anti
assalamualaikum...ikut manteng
Khairul Azam
aku gak respek banget sama si lala dan romi ini
Khairul Azam
lala sama romi ini model orang yg mementingkan dirinya sendiri.
Khairul Azam
nolong boleh baik boleh tp gak harus mengorbankan kluarga, diri sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!