NovelToon NovelToon
DENDAM

DENDAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Contest / Kriminal / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosma Yulianti

Fiona Delvina
Seorang psychopath gila, itulah panggilan yang pantas bagi seorang gadis berdarah dingin ini. kasus pembunuhan yang ia lakukan sudah tak terhitung jumlahnya, kelihaian gadis itu dalam menyembunyikan jati diri membuat orang orang disekitarnya tidak ada yang mengira bahwa dialah pelaku pembunuhan tersebut. Fiona melakukan itu semata-mata hanya untuk mencari siapa pembunuh adik, kakak, serta papanya, dendam lama Fiona membuat gadis itu menjadi serigala pembunuh tanpa jejak.

Elbara Cesar Roosevelt
Pria yang tak kalah kejamnya dari Fiona, Elbara merupakan CEO dari bidang perfilman action tentu saja semua itu hanya topeng untuk menyembunyikan sifat aslinya karena orang orang mengenal Bara sebagai pria hebat yang selalu berhasil mengantar para aktor debut dalam filmnya. Bara juga terkenal ramah pada staf dan orang orang sekitar tapi siapa yang tau bahwa pria itu hidup penuh dengan dendam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12

Keesokan harinya Fiona bangun cukup pagi, hari ini dia tidak pergi ke kampus karena tidak ada jam kuliah, dia memutuskan untuk membersihkan dapur agar bisa ditempati memasak.

Fiona membuang piring piring dan semua peralatan bekas kekejaman Bara, hanya kompor yang ia sisakan selain itu ia buang semua.

Tok..tok..tok

Fiona berjalan menuju pintu, mungkin saja pesanannya sudah datang pagi ini.

"Permisi nona ini rumah tuan Bara?" Tanya kurir.

"Benar pak."

"Ini pesanannya nona."

"Ini peralatan dapur?"

"Benar nona."

"Baiklah berikan pada saya dulu nanti saya panggilkan tuan Bara."

"Baik nona."

Kurir tersebut memberikan kotak yang sedikit besar dan berat, dia membawanya masuk kedalam rumah.

"Bara!!" Panggil Fiona.

Gadis itu meletakkan kotak diatas meja dapur, sepertinya Bara belum mendengar atau dia pura pura tidak dengar.

"Bara keluar ada yang mencari mu!!" Teriak Fiona.

Ceklek

Bara keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi, tampaknya pria itu akan pergi kekantor karena dia mengenakan setelan jas.

"Siapa?" Tanya Bara.

"Diluar."

Bara berjalan menuju pintu dan melihat kurir sedang menunggunya disana.

"Anda mencari saya?"

"Tuan Bara?"

"Iya."

"Ini tagihan belanja anda tuan."

Bara mengambil tagihan belanja atas nama dirinya membeli peralatan memasak.

"Saya tidak pernah membeli ini pak." Bantah Bara.

"Tapi nona yang tadi sudah mengambil barang anda tuan."

Bara memutar tubuhnya melihat dapur tapi jelas tidak terlihat karena dapur ada diujung, Bara mengangkat bahu lalu membayar tagihan tersebut.

Selesai berurusan dengan kurir Bara menuju dapur dan Fiona sedang menata tempat tempat piring.

"Kau membeli semua ini?" Tanya Bara.

Fiona mengangguk dengan senyum secukupnya.

"Kenapa menggunakan nama ku."

"Rumah mu bukan rumah ku." Jawab Fiona santai.

"Terserah kau saja atur semau mu." Ucap Bara.

"Itu lemari es mu mau dibuang juga atau bagaimana? Aku tidak bisa menyimpan makanan satu tempat dengan koleksi mu." Ujar Fiona sebelum Bara pergi.

Bara mengeluarkan dompet dan memberikan satu kartu pada Fiona.

"Beli apa saja yang kau inginkan dan atur sendiri kau mau membuangnya atau tidak aku tidak punya banyak waktu."

"Semuanya?"

Bara mengangguk datar lalu pergi meninggalkan Fiona.

"Kau ingin melihat sisi lain dariku? Baiklah." Gumam Fiona mengambil kartu yang diberikan

Bara meninggalkan Fiona sendiri dirumah, dia akan sangat sibuk hari ini dikantor, banyak klien yang ingin bertemu dengannya untuk membicarakan kerjasama.

Sedangkan Fiona pergi ke salah satu pusat perbelanjaan dengan Ella sahabatnya, kebetulan Ella juga malas dirumahnya karena dunia berputar begitu saja tanpa semangat hidup.

"Kau ingin membeli apa?" Tanya Ella.

"Ingin menghabiskan uang." Jawab Fiona dengan senyum manis.

"Ulang? Tidak salah atau kau sakit." Ucap Ella sembari memegang kening Fiona ditempat umum.

"Sudahlah jangan banyak bertanya ayo pergi dan kau boleh mengambil apapun yang kau inginkan, hari ini aku yang membayar semua belanjaan mu." Ujar Fiona.

"Apa aku sedang bermimpi? Fiona kau masih sehat kan?"

Ella masih tetap tidak percaya, seumur hidupnya mengenal Fiona tidak pernah gadis itu menghambur hamburkan uang apalagi biaya rumah sakit mamanya yang tidak sedikit.

"Aku masih sehat, ayo pilih saja apa mau mu."

"Jangan menyesal aku akan membeli banyak barang mahal."

Fiona mengangguk diiringi senyum, gadis itu juga sengaja mengajak Ella karena dia mesin penghabis uang tercepat dari kedua orangtuanya.

Ella menunjuk pakaian dan barang barang yang harganya selangit dibiarkan oleh Fiona, bila perlu dia menghabiskan semakin banyak lagi.

"Fiona apa aku masih bermimpi? Aku sangat menginginkan barang barang ini." Ucap Ella sembari memeluk Fiona.

"Kau masih menginginkan yang lain?" Tanya Fiona.

"Mm tidak aku sudah mendapatkan semuanya dan aku sangat senang."

Fiona yang malu melihat tingkah sahabatnya ditempat umum seperti itu.

"Ayo pergi membeli barang barang lainnya." Ajak Fiona.

Gadis itu mengajak sahabat nya pergi ke suatu tempat, dengan senang hati Ella menjadi supir pribadi hari ini. Dia pergi ketempat yang ditunjukkan Fiona.

"Kau..." Ella mengernyitkan dahi melihat toko didepannya.

"Ayo keluar."

Fiona keluar tanpa mendengar omong kosong Ella yang akan menanyakan banyak hal.

"Selamat datang nona anda ingin membeli perabotan rumah tangga? Kami menyediakan seluruh kebutuhan anda."

Fiona mengangguk lalu masuk kedalam toko.

"Saya ingin membeli ini tolong dicatat."

"Baik nona."

Ella menutup mulut nya melihat Fiona menunjuk lemari es dengan harga selangit.

"Harganya berapa?" Bisik Ella pada pelayan.

"Lemari es tadi 43 juta nona."

Uhuk.. uhuk

Ella belum bisa memasukkan semua ini kedalam akalnya, angka itu tidak main main bagi Fiona selama ini.

Selang beberapa menit Fiona selesai menunjuk semua keinginannya, para pelayan mencatat barang barang yang dibeli oleh Fiona.

1
Gwen Ran
seru
Merilyn
Luar biasa
Merilyn
Biasa
Elara
Semangat Kak, jangan lupa mampir juga di karya aku ya, judulnya My Love's Aylin
Alice Crooper
fajar terbit dari Barat kah bukan timur ak ngeleng sumpah /Sweat/
Anna Belova: 🤣🤣🤣 namanya juga dunia hayal.
total 1 replies
Alice Crooper
terus kan nak mama mendukungmu
gaby
Maaf, awal2nya aja seru, makin ksini ga masuk akal. Masa psikopat sekelas Fiona bucin sm pembunuh kluarganya. Bertahun2 dendam, baru kenal Bara sebentar lngs bucin & lupa sm dendamnya.
gaby
Katanya Fiona psikopat, tp ko gampang bgt jth cinta. Pdhl blm lama kenal
Anonymous
ah ga seru klo fiona ngalah mau sm bara
Aromah Iyut
Luar biasa
Alfaro
beecocok tanam
@mamamuda
Bagus
Sri hartati Sri
ok
wily andriani
apa iya??
Jam 3 dini hari sampai sore??
🤔🤔
Hartono
baru awal baca Uda ngeri kali ceritanya
Thince M
pingin tau kelanjutnx,,semoga seru
epifania rendo
ngeri bangat
epifania rendo
ngeri
Nyai Sri Rahayu
luar biasa
Indah Sri Rezeki
haaaah rasanya nano nano❤️😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!