NovelToon NovelToon
Mencintai Bodyguard Saleha

Mencintai Bodyguard Saleha

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintamanis / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Karir / Romansa / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Hasma mahmud

Raina Salsadila tumbuh menjadi wanita mandiri. Demi menghidupi adik-adik nya dengan layak ia rela menjadi bodyguard CEO jutek.

"Wanita! Berani sekali kalian menjadikan wanita sebagai bodyguard ku. Pecat dia sebelum matahari terbenam. Jika tidak kau akan tahu bagaimana menakutkannya diriku." Bentak Sawn Praja Dinata.

Kisah pilu masa lalu membuat Raina bertahan menjadi bodyguard Sawn Praja Dinata.

Berapa lamakah Raina sanggup bertahan?

Mampukah kesaleha-han Raina Salsadila meruntuhkan ego Sawn Praja Dinata?

Yokkk kepoin keseruan kisah manis antara Sawn dan Raina...!

IG Author: Hasma_mahmud

Selamat membaca...💕💙💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasma mahmud, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maafkan Aku

Petang itu Bu Rahayu menanti kepulangan Raina dengan perasaan khawatir luar biasa. Sejak Maghrib perasaannya benar-benar tak menentu. Berkali-kali mencoba menghubungi nomor ponsel Raina, tetap saja nomer ponsel putrinya itu masih berada di luar jangkauan.

"Kamu di mana, Nak? Kau membuat Ibu sangat khawatir." Ujar Bu Rahayu sambil mondar mandir. Sesekali ia menoleh kedalam rumah, khawatir anak-anaknya mengetahui kegelisahan yang sedang di rasakannya. Untungnya anak-anak belajar dengan giat bersama ustadz Anam, guru baru yang sudah dua bulan ini mengajar mereka Al-Quran dan Tafsir.

"Apa Mbak Yu tidak capek dari tadi mondar-mandir terus? Kasihan lantainya, lecet." Goda Bu Romlah pada Kakak perempuannya, ia mencoba mengalihkan perhatian Bu Rahayu dengan bicara omong kosong.

"Mbak nggak tahu Rom, hari ini perasaan Mbak benar-benar nggak enak, rasanya akan terjadi hal buruk pada..." Belum selesai ucapan Bu Rahayu, wajah Raina kini memenuhi netranya. Di dampingi dua laki-laki berbadan tegap berseragam hitam lengkap dengan topi yang menutupi wajahnya. Kesan pertama Bu Rahayu pada kedua laki-laki yang mendampingi Raina benar-benar tidak baik. Bu Rahayu menatap mereka dengan tatapan tidak bersahabat. Tubuhnya bergetar, rasanya bagai ribuan Vall tegangan listrik menyengat tubuh paruh bayanya. Bu Rahayu mencoba menguasai diri sambil menarik nafas dalam kemudian pelan menghembuskan dari bibirnya.

"Menyingkir dari putri ku." Bu Rahayu menangis melihat kening putrinya di balut perban. Ia meraba setiap inchi tubuh Raina, berharap tidak ada luka lain.

"Ssstt. Aaaa!" Raina meringis kesakitan ketika Bu Rahayu tidak sengaja menekan lengan kanannya yang terkilir.

"Apa yang kalian lakukan pada putriku?" Bu Rahayu berteriak kasar membuat semua orang keluar termasuk Ustadz Anam yang sedang mengajar.

"Mbak Yu, sabar." Bu Romlah mencoba menenangkan Bu Rahayu sambil menarik Kakaknya itu kebelakang punggung Raina.

"Raina tidak apa-apa, Bu." Ujar Raina pelan, ia memeluk ibunya yang masih di kuasai amarah.

"Bude, mereka teman Raina. Tolong ajak mereka masuk." Pinta Raina pada Bu Romlah, wanita empat puluhan itu mengangguk pelan.

"Dan kalian, kembali ketempat kalian, sekarang." Raina menatap adik-adiknya dengan tatapan kasih sayang, anak-anak itu bagai kerbau yang di cocok hidungnya, walau penasaran mereka masuk tanpa berucap sepatah katapun.

"Ustadz, Terima kasih." Raina tulus saat mengatakannya, Ustadz Anam hanya menyunggingkan senyuman tipis kemudian berjalan menyusul anak-anak yang sudah masuk lebih dulu.

Agil dan Bobby masih terkejut dengan reaksi mengejutkan dari Bu Rahayu. Meskipun begitu mereka mencoba bersikap normal seolah tidak terjadi apa-apa.

"Tolong maafkan Ibunya Raina. Maklum saja, melihat putrinya pulang dalam keadaan terluka membuat jiwa keibuannya meronta." Bu Romlah mencoba mencairkan suasana, ia meletakkan nampan berisi teh hangat di atas meja, sengaja ia buatkan untuk dua orang asing yang belum di kenalnya.

"Apa dia benar-benar Ibunya Neng Raina?" Agil bertanya, ia membayangkan wajah garang Bu Rahayu saat berteriak padanya.

"Maaf. Bukankah ini panti asuhan?" Bobby mulai bertanya karena ia benar-benar penasaran. Mendengar ucapan Bobby, dengan cepat Agil langsung mencubit lengan rekannya yang saat ini duduk di sebelahnya. Melihat tingkah konyol Agil, Bu Romlah hanya bisa tersenyum sambil menyembuyikan wajahnya di balik jari lentiknya.

Apa orang ini selalu bersikap konyol seperti itu? Oooo. Dia sangat manis! Batin Bu Romlah tanpa melepas tatapannya dari wajah malu Agil.

"Anda benar. Tempat ini adalah Panti Asuhan. Dan Raina kami adalah putri dari tempat ini." Ucap Bu Romlah jujur. Teh yang di minum Bobby muncrat mengenai lengan Agil. Ia terkejut, tidak menyangka sosok setangguh Raina gadis yatim piatu.

Agil dan Bobby saling menatap tak percaya.

"Raina kami adalah gadis yang baik. Tolong jaga dia!" Ucap Bu Romlah lagi, kali ini ia menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

"Anda tidak perlu meminta seperti itu, kami pasti akan menjaga Neng Raina semampu yang kami bisa." Ucap Agil dan Bobby bersamaan. Setelah menghabiskan teh dan sepiring kue yang di suguhkan untuknya, Agil Dan Bobby pamit undur diri. Mereka tidak ingin mengganggu Raina dan Ibunya, karena mereka tahu banyak hal yang harus di bicarakan antara Ibu dan Anak itu.

.... ***...

"Ma. Pa. Di mana Kak Shawn? Bukankah tadi dia ada di sini?" Tanya Yuna sambil meraih kue di depan Pak Andi.

"Jangan katakan apapun tentang kejadian kemarin. Mama yakin Kakak mu itu masih kesal." Bu Hanum mencoba mengingatkan putri nakalnya.

"Iya, Yuna janji nggak akan ngomong apa-apa di depan Kak Shawn. Tapi Ma, Yuna benar-benar takjub dengan Bodyguard Kakak, siapa namanya?"

"Mama juga tidak tahu. Yang jelas, kita harus mengucapkan terima kasih padanya. Jika bukan karenanya, Mama tidak tahu hal buruk apa yang akan menimpa Kakakmu." Ucap Bu Hanum merinding, ia membayangkan kejadian kemarin.

Sementara itu di kamarnya, Shawn berdiri di balkon, menikmati angin yang membelai wajahnya. Puas menikmati pemandangan dari balkon, Shawn melangkahkan kakinya menuju lemari besar yang menyisakan beberapa lembar pakaian.

"Untuk apa aku membuka lemari ini? Aku tidak akan menemukan apa pun." Lirih Shawn pelan. Ketika akan menutup pintu lemari, tiba-tiba pandangannya tertuju pada kotak kecil berwarna biru bertuliskan LOVE.

Love?

Shawn mencoba mengingat dari mana asal kotak itu. Dua menit kemudian, bibirnya mulai menyunggingkan senyuman tipis sambil membayangkan wajah seseorang yang sangat di rindukannya.

Angel Sasmita!

Nama itu tiba-tiba keluar dari bibir Shawn. Ia tersenyum sendiri sambil membayangkan kenangan manis yang pernah mereka lalui bersama.

Sayang. Aku merindukan Mu, semoga kau baik-baik saja di Surga-nya! Lirih Shawn pelan.

Di bukanya kotak itu dengan kerinduan tak tertahankan, tiba-tiba saja ia mulai meneteskan air mata. Ternyata sosok Angel Sasmita masih memiliki tempat istimewa di hati seorang Shawn Praja Dinata. Baginya, terlalu sulit untuk melupakan cinta pertamanya.

...***...

Bu Rahayu mengetuk kamar Raina di barengi dengan ucapan Salam, tidak ada jawaban. Bosan menunggu, Bu Rahayu langsung masuk ke-kamar Raina. Sayangnya, ia tidak menemukan siapa pun di sana.

"Romlah. Kamu di mana?"

"Kakak pergi ke Swalayan. Kalo Bude Romlah, beliau ada di belakang sedang menjemur pakaian." Lapor Andre pada Bu Rahayu yang masih berdiri di depan pintu, Andre membawa baju kering yang baru ia angkat dari jemuran.

"Terima kasih, Nak. Kau boleh pergi dan letakkan baju itu di dalam keranjang." Bu Rahayu mengusap kepala Andre sambil tersenyum.

Baiklah, kita akan bicara di lain waktu. Lirih Bu Rahayu, ia beranjak menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.

...***...

Di Swalayan, Raina memilih barang-barang untuk keperluan selama sepekan. Perlengkapan sekolah untuk sembilan Adiknya, dan beberapa makanan ringan kesukaan adik-adiknya.

Tidak jauh dari tempat Raina berdiri, Bu Hanum sedang memandanginya sambil tersenyum lega. Pelan, Bu Hanum berjalan mendekati Raina. Sungguh, Raina tidak menyadari jika dirinya sedang di perhatikan.

Bu Hanum memegang pundak Raina.

"Siapa?" Tanya Raina. Ia menatap heran kearah wanita paruh baya yang telah berani memegang pundaknya.

"Saya tidak mengenal Nyonya." Raina kembali berucap, orang yang ia ajak bicara hanya bisa tersenyum lega mendengar tutur lembut gadis ayu di depannya.

"Saya Ibunya Shawn." Ujar Bu Hanum. Raina terkejut, ia segera membungkukkan tubuhnya sebagai bentuk hormatnya pada wanita paruh baya yang berdiri di depannya.

"Senang bertemu dengan Mu. Bagaimana kalau kita mencari tempat lain untuk bicara?" Bu Hanum menawarkan, dan tawaran yang tidak akan pernah bisa Raina tolak.

Raina menganggukkan kepala pelan, ia mengikuti langkah Bu Hanum dari belakang. Mereka kemudian memasuki Foot Court, mengobrol sambil menunggu pesanan datang.

Bu Hanum sosok yang sangat ramah, tidak akan sulit untuk Raina dekat dengannya, berbeda dengan putranya, si pemarah yang juteknya minta ampun. Sungguh, Raina merasa bersalah telah terpesona pada putra dari seorang wanita sebaik Bu Hanum, namun mau bagaimana lagi, ia tidak bisa mengendalikan hatinya untuk tidak jatuh hati.

Maafkan aku Nyonya. Aku akan berusaha menghilangkan perasaan aneh ini sebelum orang lain mengetahuinya. Batin Raina sambil menyunggingkan senyum kearah Bu Hanum yang masih menikmati cake pesanannya.

...***...

1
Siti Sopiah
Rania ni pun satu .terlalu lemah banyak nangis .keluar sj dr rumah aialan tu cari KRJ lain
Siti Sopiah
dasar laki2 pengecut bodoh kau soang
Siti Sopiah
dasar munafik kau angsa
Siti Sopiah
senjata makan tuan
Matsani
Lumayan
Siti Sopiah
keep going Thor 💪💪💪💪💪
Evi Lusiana
di kira smuany bs d tukr dg uang,tdk dg hrg diri seorang rheina
Evi Lusiana
kapok gk tuh boss jutek
Evi Lusiana
lihatlah shawn wanita yg kau remehkan justru penyelamatmu
Sastri Dalila
👍👍👍
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose/
falea sezi
kn bner bekas cium bibir angel dih
falea sezi
jd ini cwok yg dlu di maksd Zain yg berdua ma angel di thailand dih pasti mereka nganu2 moga gk jd ma yuna jijik loo
falea sezi
agak gmna pasti Zain uda pernah donk tidur atau cium2 angel dih kek jijik gt mending cari lain donk tujuan Zain aja g baik dr awal
falea sezi
males kayak g ada laki lain aja dpet bekas jalang angel
falea sezi
najis dpet Zain bekas jalang
falea sezi
jelasin woy flashback nya biar g bingung pembaca emank kita peramal bisa nebak jalan cerita/Sleep/
Lila
Author, ejaannya bbrp kurang tepat.

d menjadi t
p menjadi f
f menjadi t

maksut seharusnya maksud
detektip seharusnya detektif
budak jambi
hukum mati la penjht tu.kl perlu dalg ny skalian.masa dak ada cctv kan orkay
budak jambi
wanita iblis seperti angel di cintai.bodh...tp cock la dgn Shawn yg kasar tu..kasihan Rania di pasg dgn Shawn yg kasar tu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!