Di Nikahi laki-laki dingin dan arogan, yang baru saja bertemu beberapa jam lalu? karena sebuah insiden, sepetinya mustahil. Akan tetapi itu terjadi kepada Crystal. Di selamatkan dan bawa pulang demi sebuah tanggung jawab. Ia malah dinikahi Nervan, karena untuk memenuhi janji pada sang Ibu yang baru saja sadar dari koma.
Bagaimana kisah bab demi bab yang memuat aksi kocak, menjengkelkan, menyedihkan, romantisme, hingga pertengkaran dan permusuhan, mari baca! Terima kasih.
MENDADAK MENIKAH KARENA SEBUAH JANJI.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Peluk Aku Mas!
"Cysa lepas! nanti Aku tidak dapat menahan diri," pinta Nervan.
"Mam..jangan pergi lagi ya Mam! Cysa butuh Mami, hiks.. hiks.." Nervan mengerutkan dahi, ternyata yang dimaksud dengan Mam itu Mami bukan Mama.
"Sebenarnya, siapa kamu Crystal? dari penampilan mu, Aku yakin kamu bukan dari kalangan orang biasa! walaupun dari cara bicara mu seperti urakan, namun aku masih menemukan keanggunan di dalam dirimu." gumam Nervan.
kali ini pelukan Crystal sudah terlepas, dari nada nafasnya Crystal sudah tertidur, namun Nervan enggan beranjak dari atas nya. Ia masih memandangi wajah Crystal.
Nervan menarik nafas dalam dan keinginan untuk mengecup wajah Crystal tidak dapat dihindarkan. Pipi, hidung dan bibir sudah resmi ia cecapi dengan mendalam.
Setelah nya Nervan terperanjat dan lalu duduk. Ia menutup mulutnya sendiri dengan punggung tangannya. "apa yang gue lakukan?" gumam Nervan.
setelah melirik Crystal kembali, Nervan berlalu untuk menelepon Mbok Mah! ia ingin menanyakan bagaimana cara merawat Crystal yang tiba-tiba demam.
walaupun sudah larut namun Nervan tetap menghubungi mbok Mah, Nervan mendengar kan intruksi Mbok Mah secara mendetil.
"Lalu.. harus gitu, gue praktekan! aduuuh bagaimana ya Kalau Cysa marah?" gumam Nervan setelah ia mengakhiri sambungan telepon nya.
Nervan nasih berdiri mematung sembari mengusap-mengusap tengkuknya dan menatap Crystal yang sudah tertidur, namun terlihat tubuh Crystal sedikit bergetar dan menggigil mungkin karena menahan hawa panas pada tubuhnya.
"Hufff... Cysa maafkan Aku ya! terpaksa harus menjamah tubuh mu!" Nervan berbicara sendiri.
Lalu ia bergegas menyiapkan air hangat, handuk kecil untuk mengompres dan mengelap keringat Crystal, yang sudah membasahi tubuhnya, tidak lupa ia siapkan obat pereda demam untuk Crystal. tadi di telpon, Nervan bercerita kepada Mbok mah bahwa Crystal masih mengenakan gaun pernikahan nya.
Maka Mbok mah menyarankan agar Nervan, mengganti gaun yang dikenakan oleh Crystal dengan pakaian yang lebih longgar dan berbahan kaus.
"Nampaknya tidak ada pakaian lain, selain kaus milikku," Nervan berbicara sendiri lalu ia menuju ke arah lemari dan mengambil satu buah kaus nya.
Nervan pun mulai melepaskan gaun Crystal dengan hati-hati. Crystal hanya menggeliat geli saat tangan Nervan sesekali secara tidak sengaja menyentuh kulit tubuh nya.
Gaun Crystal pun sudah terlepas sempurna. Tubuh Crystal tergolek begitu saja dengan posisi terlentang.
keadaan cukup sempurna di pandangan Nervan, tubuh yang begitu menggiurkan di hadapan nya yang kini hanya berbalut hotpants dan bra cup yang hanya tinggal sebelah, karena cup satu nya ikut tertarik gaun yang sudah terlepas.
"Gila! darah gue mendidih. Aduh Jun jangan bangun dong! Oh my God, tolong!" ucap Nervan ia memegangi bagian inti tubuhnya yang mulai menegang, Nervan masih tidak bergeming memandangi tubuh indah Crystal. Terutama pada bagian dada, Nervan kembali berkali-kali menelan ludahnya.
"Yah Ampun ngacay gue Cysa melihat tubuh lo! cantik, mulus, aih. Huffff," gumam Nervan mengusap wajah nya berkali-kali dan mengacak rambut nya frustasi.
Si hitam dan si putih dalam pemikiran nya saling berlomba.
Si putih: Jangan macam-macam Nervan dia sedang sakit.
Si hitam: Ayok tunggu apa lagi, terjang, mumpung doi tidak berdaya.
Si putih: Jangan, lo bukan pecundang yang akan mengambil keuntungan pada wanita tidak berdaya.
Si hitam: Ayolah Nervan, lihatlah santapan lezat bukan.
Si putih: Jangan!
Si hitam: Heh bego, dia milik lo seutuh nya, lo berhak melakukan apapun, ayo lakukan sekarang.
Nervan mulai membungkuk, tangan Nervan ter ulur ke perut datar Crystal, lalu telapak nya mendarat mulus pada permukaan kulit perut Crystal. Saat ini tangan nya sudah mulai menyusuri perut Crystal hendak menyentuh aset Crystal pada bagian dada, bibir nya sudah menyentuh bibir Crystal.
Nervan sudah tidak peduli dengan hawa panas dari tubuh Crystal. Ia sudah di selimuti gairah dan mulai memperdalam aktifitas mengecup bibir Crystal. Dalam setengah sadar Crystal melenguh saat tangan Nervan berhasil menapaki sebelah bagian dadanya dan meremas nya lembut namun intens.
cukup lama hingga telapak tangan nya berpindah pada posisi sebelah nya dan Nervan lakukan hal yang sama.
Crystal pun kembali melenguh dengan mulutnya berada di dalam mulut Nervan. Merasakan lenguhan Crystal, Nervan makin tak terkendali, tangan nya mulai menyusuri ke bagian inti tubuh Crystal dengan tidak melepaskan pergerakan bibir nya di mulut Crystal.
Brak! suara wadah terjatuh di barengi dengan air yang menyiprat sekenanya. Ternyata wadah kecil berisi air yang Nervan letakkan di sisi pinggang Crystal untuk mengompres dan me lap tubuh Crystal telah tersenggol tangan Nervan dan jatuh ke lantai, air di dalam nya ikut tumpah.
"Ousshh bodoh!.. uughh, apa yang gue lakukan?" ucap Nervan terkejut saat tersadar apa yang ia lakukan itu salah. Lalu ia duduk dan mengacak kasar rambut nya.
Nafas nya terdengar sangat kasar dan tidak beraturan. sesuatu yang berdegup hebat dan mendesak ingin segera di bebaskan dari pingitan nya ikut berirama di bagian inti bawah tubuhnya.
Dengan frustasi Nervan menuju ke arah dapur untuk meredam gairah yang belum juga reda. Mungkin dengan minum air sebanyak- banyak nya akan mereda, tidak lupa ia mencuci wajah dengan air dingin dari dalam kulkas.
Setelah di rasa cukup mereda dan jauh lebih baik, ia kembali ke kamarnya, ia lihat Crystal masih terlelap di balik selimut, karena sebelumnya beranjak ke dapur ia menyelimuti tubuh Crystal dengan penuh hingga ke leher.
Nervan menarik nafas dalam untuk mengatasi dirinya agar tidak terulang kembali kejadian seperti tadi, Nervan mengelap tubuhku Crystal dengan cepat di balik selimut.
Setelah selesai ia kenakan kaus milik nya pada tubuh Crystal, Nervan membangunkan Crystal untuk minum obat.
"Cysa bangun! Cys bangun sebentar!" pinta Nervan.
Setelah Nervan beberapa kali membangunkan Crystal. akhirnya Crystal pun bangun, Ia membuka matanya perlahan dan menatap Nervan sayu.
"Mas..." ucapan Crystal dengan lemah.
"Iya, minum dulu obat nya, agar demam kamu segera mereda," ucap Nervan pelan sembari menyodorkan obat dan meraih bahu Crystal untuk setengah duduk.
"Crystal pun meminum obat tanpa banyak kompromi. "Mas.. tu-buh ku di-ngin ja-ngan menya la kan AC!" ucap Crystal dengan sedikit terbata karena bibir nya yang bergetar saat bicara.
Nervan merasa iba kepada Crystal, di saat sakit begini dia jauh dari orang tua nya, maka hati Nervan tergerak untuk merawatnya.
Hatinya merutuki perbuatannya tadi, ia menyesalinya karena telah mengambil keuntungan dari ketidak berdayaan Crystal.
"Tidak Koq, dari tadi Aku tidak menyalakan AC! Aku hanya membuka sebuah jendela agar sedikit ada udara untuk sirkulasi," jawab Nervan dengan lembut.
"Baikkah! Mas... tubuh ku rasanya dingin! peluk Aku Mas, tolong," pinta Crystal.
"Tapi.." ucap Nervan ragu.
"Cepat Mas! peluk Aku! dingin sekali...." Crystal nampak begitu bergetar menahan hawa dingin pada tubuhnya.
"Kita ke rumah sakit saja ya," tawar Nervan.
Crystal menggelkan kepalanya lemah. "Baiklah, jika Mas Nervan tidak ingin menolong ku," ucap Crystal lalu ia merebahkan tubuhnya kembali dengan membelakangi Nervan.
Nervan menghela nafas, ia melihat bahu Crystal berguncang pertanda sedang terisak dan kedua tangan nya di tekuk pada dada nya. kaki nya pun di tekuk naik ke arah perutnya. Pertanda Crystal memang sedang memerangi hawa dingin.
Nervan menarik nafasnya sekali lagi dan memejamkan mata sejenak.
"Oke! anggap dia boneka hello Kitty besar yang lucu serta nyaman untuk di peluk," gumam hati Nervan.
Nervan tersenyum dan memantapkan hati, ia hanya harus menemani Crystal tidur untuk membuat nya lebih baik.
"Cysa.. jangan menangis lagi! Aku akan memeluk mu! berbalik lah!" ujar Nervan.
Crystal pun merasa bahagia atas perhatian Nervan. Bahwa Nervan tahu ia sedang menangis.
"Maaf!" ucap Crystal singkat dengan membalikan tubuh nya menghadap Nervan yang kini sudah berbaring miring menghadap ke arah nya.
"Sini!" Nervan menepuk lembut lengan nya yang terulur. Crystal pun mengerti bahwa ia harus merebahkan kepalanya pada lengan Nervan.
"Terimakasih Mas!" ucap Crystal pelan dengan senyuman lemah nya. Lalu ia menaikan kepala dan merebahkan nya pada lengan Nervan.
"Tidurlah! Aku akan memeluk mu!" ucap Nervan dengan lembut nya sembari menyeka air mata Crystal.
"Maaf Mas! Cysa sudah merepotkan Mas Nervan!" gumam Crystal yang sudah membenamkan kepalanya di antara kekukan bahu dan dada Nervan.
"Sudahlah, saat ini kamu Istri ku! bagaimana pun kau tanggung jawab ku," ucap Nervan membuat hati Crystal merasa berbunga-bunga.
Dalam keadaan demam dan menggigil karena kedinginan pada tubuh nya Crystal tersenyum bahagia. Entah mengapa ia merasakan pelukan hangat kenyamanan yang tidak pernah ia dapatkan dari orang tuanya.
Bersambung....
tlng tmn" bantu cari kejelekan sifat papi harsyal yaaa...
truma apa itu...lagian cysa juga sprti perempuan murahan...sangat mudah di tipu dgn kata" rayuan evan...keenakan evan...cuna segitu aja penolakan cysa...
terserah lah thor...
hahaha....emang enak di cuekin lu van...hahaha
ini kejahatan..kok bisa sih...
hadddeeeeeuuh
ga apa" cysa,nti ada saatnya kamu bls perbuatan evan...sabaaar