Putih abu-abu alias SMA disebut-sebut sebagai masa yang paling indah. Wajar saja, SMA adalah tiga tahun terakhir merasakan duduk di bangku sekolah.
Masa-masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Adapula yang mengatakan masa-masa pencarian jati diri.
Bahkan mungkin di sinilah tempat kita pertama kali mengenal cinta. Masa SMA memang penuh lika-liku remaja, dari cerita cinta, persahabatan, kekonyolan, hingga kenakalan.
Waktu terus berjalan, setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Banyak cerita-cerita yang akan terus terkenang.
Banyak momen-momen keindahan yang telah tercipta di sekolah kesayangan, tentang kebersamaan, persahabatan bahkan tentang percintaan.
Semua tertuang menjadi satu cerita yang begitu indah. Inilah kisah CINTA SMA seorang siswi SMA bernama Sinta Cahaya bersama sahabatnya dan kisah cintanya.
Yuk simak ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhatian Dito 2
Sinta membuka kunci kamar hotel, dan dia langsung merapikan barang-barang yang di bawa dan di masukkan ke lemari baju. Sinta melihat sekeliling kamar dan dia melihat ada balkon. Sinta pun membuka jendela untuk melihat pemandangan di sekitar hotel.
Saat dirinya melangkah keluar menuju arah balkon, terdengar suara Terry dan dua teman nya yang lain datang memasuki kamar.
"Wah, enak banget kamarnya, ya!" teriak Puput terdengar norak.
"Shut, jangan norak deh!" ucap Sinta .
Sinta dan teman-temannya bergantian untuk mandi membersihkan badan . Selesai mandi Sinta langsung melaksanakan solat asar.
"Guys, ada yang mau jalan-jalan gak?" tanya Wahyuningsih.
"Aku mau tidur dulu, Ning! Kedua mataku ngantuk!" kata Sinta."Tadi abis diteriakkin sama nenek sihir....(ckckck)" jawab Sinta seraya menyindir Terry.
"Ih, apaan sih Sin!" ujar Terry sambil menyubit pinggang Sinta.
Wahyuningsih, Puput dan Terry pergi meninggalkan Sinta yang sudah terbaring di kasur.
"Akhirnya, aku bisa bersantai juga," ucap Sinta sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
"Jreng ...jreng...( bla..bla..bla)"
Terdengar sekelompok siswa sedang main gitar dari arah balkon.
"Aduh, mengganggu tidurku saja! Gak tau apa, badan rasanya meriang?" gerutu Sinta.
Lalu Sinta bergegas menuju balkon, kemudian dia melihat Malik, Riko dan Tedi yang sedang berkumpul di balkon sebelah kamarnya.
"Guys, bisa gak nyanyi pake suara merdu?" teriak Sinta dari arah balkon kamarnya.
Kemudian mereka pun berhenti mendengar teriakan Sinta di sebelah balkon.
"Memang kurang merdu, Sin?" balas Malik berteriak.
"Fales, sampai telinga ku mau pecah. Tolong dong guys, aku mau tidur sebentar saja. Kalo bisa suaranya yang merdu ya biar aku bisa tertidur lelap," sahut Sinta dari balkon kamar nya
Sinta pun bergegas masuk ke dalam kamar. Tetapi saat mau masuk ke kamarnya, tiba-tiba dia mendengar suara merdu seorang laki-laki yang sedang menyanyikan sebuah judul lagu.
Kemudian Sinta menoleh kearah balkon yang berada di sebelah kamarnya, tiba-tiba dia melihat Dito. Dito yang menyanyikan lagu band ternama di Indonesia. Suaranya mirip sekali dengan vokalisnya, merdu dan enak di dengar. Sinta kembali menuju balkon, dan melihat mereka bernyanyi.
Tiba-tiba suara pintu kamar terbuka, dan Sinta mendengar suara teman-teman nya sudah kembali. Mereka pun menghampiri Sinta.
"Widih, enak banget ada pengamen gratisan..." ledek Terry yang sudah berada di belakang Sinta.
Sinta dan teman-temannya berkumpul di balkon mendengarkan para anak laki-laki bernyanyi.
Tak terasa sudah azan magrib, Sinta dan teman-teman masuk ke kamar. Lalu Sinta bergegas menuju mushola di hotel.
"Aku solat dulu, ya!" ucap Sinta yang sudah membawa mukena.
"Sin, kita tunggu di ruang makan, ya!" teriak Puput.
"Iya," sahut Sinta sambil menutup pintu kamar.
Semua siswa menuju area ruang makan, siswa berkumpul untuk makan malam.
Pak Budi memberi pengumuman, kalau sehabis makan malam adalah acara api unggun. Jadi semua siswa diharapkan berkumpul di taman.
Para siswa semua berkumpul di acara api unggun dan barbeque. Fasilitas di hotel ini sangat lengkap khususnya untuk rombongan pelajar diberi tempat untuk acara api unggun. Para siswa pun bersorak sorai gembira.
Sinta duduk di bangku dekat air mancur. Tiba-tiba Dito menghampirinya membawakan setusuk sosis bakar.
"Sin, sosis untuk mu..." ucap Dito seraya memberikan sosis ditangannya.
"Makasih, Dit..." sahut Sinta mengambil sosis yang diberikan Dito.
"Cie... cie... cie..." Puput meledek Sinta dan Dito.
"Kok, kita ga dibawain sih Dit?" tanya Terry dengan nada bercanda.
Tanpa berkata lagi, Dito langsung pergi meninggalkan mereka berempat.
"Ada apa nih, Sin? Kok Dito perhatian gitu sama kamu?" tanya Terry sambil mengunyah sosis yang dibawa oleh Dito.
"Aku gak tau, Ter..." ucap Sinta. "Mungkin, tadi sewaktu di masjid di kebun raya, Dia melihat ku kedinginan," jawab Sinta.
Dukung terus karya author dengan cara like, vote dan komentar
mari saling mendukung,
singgah di karya ku juga ya kak
"Transfer Student"
Di sini ramai bgt ya❤️❤️