NovelToon NovelToon
Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Fantasi
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Shen Ruozi, mahasiswi kedokteran modern yang super judes dan matre, terlempar ke zaman kuno dan terpaksa tinggal di gua. Ogah hidup miskin, ia berniat menjadi juragan obat kaya raya memanfaatkan ilmu medis abad ke-21 miliknya.

Takdirnya berubah kocak saat ia menyelamatkan Long Tianxu, Jenderal Besar berwajah kaku seperti papan tripleks yang sekarat karena racun kronis. Bukannya tunduk pada wibawa sang Dewa Perang, Ruozi malah menjadikannya asisten magang tanpa gaji, buruh numbuk jamu, hingga investor paksaan untuk mendanai apotek barunya di ibu kota!

Menghadapi musuh politik kekaisaran dengan modal lencana emas Jenderal, tabib matre yang tidak pernah mau rugi ini siap mengguncang dunia medis kuno!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12: Skakmat yang tidak disengaja

Suasana di dalam toko kain seketika berubah mencekam. Para nyonya bangsawan yang tadi sibuk mengagumi kecantikan Ruozi, kini buru-buru mundur teratur ke pojokan toko, takut terseret masalah hukum kekaisaran. Pemilik toko kain pun wajahnya langsung pucat pasi, tangannya gemetaran sampai kotak giok hadiahnya hampir jatuh.

Ruozi menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan jantungnya. Tepat saat tangan pengawal berbaju zirah hampir menyentuh pundaknya, Ruozi yang tadinya mau menggebuk pakai peti langsung mengurungkan niatnya. Ia teringat sesuatu. Dengan gaya super santai dan percaya diri, Ruozi melipat dadanya sambil menatap Pangeran Yongxian dengan tatapan judes.

"Eh, Mas Jubah Putih! Jaga ya itu mulut! Sembarangan banget kalau ngomong!" semprot Ruozi ketus, membuat para pengawal langsung melotot kaget karena kelancangannya dibentak rakyat jelata.

"Dengerin ya, emas ini bukan barang jarahan, apalagi hasil nyolong. Ini adalah hadiah resmi yang dikasih langsung sama Long Tianxu sebagai tanda terima kasih karena gue maksudku hamba yang anggun ini udah menyelamatkan nyawanya pas dia lagi terluka parah di hutan sebulan lalu!"

Mendengar nama Long Tianxu disebut oleh gadis desa di depannya, ekspresi meremehkan di wajah Pangeran Yongxian seketika lenyap total, digantikan oleh kilat keterkejutan yang luar biasa. Para pengawal yang tadi mau maju pun langsung mengerem mendadak dengan wajah tegang seolah baru saja menginjak ranjau.

Pangeran Yongxian menatap Ruozi dengan pandangan yang sulit diartikan. "Gadis ini... apakah dia tidak tahu siapa sebenarnya Long Tianxu?" batin sang pangeran heran.

Siapa yang tidak tahu di seantero negeri kalau Long Tianxu bukan sekadar Jenderal Besar, melainkan Pangeran Kedua Kekaisaran yang terkenal paling dingin, kejam, dan memegang kendali atas ratusan ribu pasukan perang? Mengusik orang yang dilindungi oleh Kakak Kekaisarannya itu sama saja dengan cari penyakit.

"Long Tianxu?" ulang Pangeran Yongxian dengan suara rendah penuh penekanan, mencoba mencari kebohongan di raut wajah Ruozi.

"Jenderal Long terkenal sangat dingin dan tidak pernah berutang budi pada siapa pun, apalagi memberikan emas bersegel resmi secara sembarangan. Bagaimana mungkin gadis sepertimu bisa menyelamatkannya?"

Ruozi mendengus remeh, sama sekali tidak menangkap arti ketegangan di wajah orang-orang di sekitarnya. "Halah, si Mas Jenderal yang sok garang itu kalau lagi sekarat ketusuk panah juga tetep butuh pertolongan pertama kali! Lagian kalau bukan karena obat-obatan ajaib gue, dia udah lewat dari sebulan lalu!" bisik Ruozi gemas.

"Ya terserah kalau nggak percaya. Tanya aja langsung sama Jenderal kalian itu kalau dia udah balik kerja! Tapi yang jelas, kalau sampai sebatang aja emas gue ini kurang karena situ sita secara ilegal, gue bakal aduin tindakan kesewenang-wenangan ini langsung ke Jenderal Long. Biar dia yang beresin situ!" ancam Ruozi balik dengan super berani, sama sekali tidak sadar kalau 'Mas Jenderal' yang dia maksud statusnya jauh lebih tinggi dari pangeran di depannya ini.

Pangeran Yongxian terdiam sejenak, lalu tiba-tiba seulas senyum misterius muncul di bibirnya. Menarik sekali. Tampaknya Kakak Kekaisarannya yang kaku itu sengaja menyembunyikan identitas pangerannya dari gadis unik ini.

"Baiklah," ucap Pangeran Yong xian seraya memberi isyarat agar pengawalnya mundur.

"Aku tidak akan menahanmu hari ini. Tapi jangan senang dulu, nona. Aku sendiri yang akan mengonfirmasi kebenaran ucapanmu ini langsung kepada... Jenderal Long-mu itu. Sampai hari itu tiba, nikmatilah kebebasanmu."

Kereta kuda mewah yang disewa Ruozi akhirnya berhenti tepat di depan sebuah bangunan megah berlantai tiga dengan arsitektur yang sangat indah.

Papan namanya yang besar bertuliskan "Penginapan Awan Surgawi" dengan ukiran tinta emas yang berkilau di bawah sinar matahari. Tempat ini adalah penginapan paling elite di seluruh penjuru kota, di mana hanya para pejabat tinggi, bangsawan, dan saudagar kaya raya yang sanggup membayar tarif per malamnya.

Ruozi turun dari kereta dengan anggun, membiarkan gaun sutra ungu kalemnya berkibar pelan ditiup angin, sementara tangannya tetap mendekap peti kayu kuno berisi sisa emasnya dengan sangat erat. "Nah, ini dia tempat yang cocok buat standar hidup gue yang baru. Selamat tinggal kasur jerami, selamat datang kasur empuk berbulu angsa!" Ruozi bersorak girang.

Begitu melangkah masuk ke dalam lobi penginapan yang wangi aroma terapi mahal, Ruozi langsung disambut oleh tatapan kagum dari para tamu lainnya.

Penjaga penginapan yang bertugas di meja depan seorang pria paruh baya berpakaian rapi seketika menegakkan tubuhnya dan memasang senyum paling ramah saat melihat penampilan Ruozi yang memukau. "Selamat datang di Penginapan Awan Surgawi, Nona yang Anggun. Ada yang bisa hamba bantu? Apakah Nona ingin memesan kamar atau sekadar menikmati jamuan teh terbaik kami?" tanya pria itu dengan suara yang sangat sopan dan penuh tata krama.

Ruozi tidak menjawab dengan kata-kata, melainkan langsung membuka sedikit tutup peti kayunya, mengambil satu batangan emas murni berukuran sedang, lalu meletakkannya di atas meja resepsionis dengan suara klenteng yang sangat merdu. "Gue maksud saya, saya mau kamar VIP yang paling mewah, paling luas, dan punya pemandangan paling bagus di lantai paling atas. Sewa buat satu bulan penuh ya, Mas. Oh iya, kembaliannya ambil aja buat uang tips," ucap Ruozi dengan nada santai seolah-olah baru saja mengeluarkan uang receh untuk membeli kerupuk.

Mata penjaga penginapan itu langsung membulat sempurna melihat batangan emas murni dengan cap resmi militer yang berkilau di hadapannya.

Nilai dari satu batangan emas itu bahkan bisa digunakan untuk menyewa seluruh lantai VIP selama setengah tahun! Tangannya gemetaran saat mengambil emas tersebut, dan sikapnya yang tadinya hanya sopan kini berubah menjadi luar biasa patuh hingga tubuhnya membungkuk hampir sembilan puluh derajat.

"B-Baik, Nona Besar! Segera hamba siapkan! Kamar Paviliun Giok Langit adalah kamar terbaik kami, dilengkapi dengan pemandangan danau pribadi dan pelayan khusus yang siap melayani Nona dua puluh empat jam!" seru pria itu dengan semangat yang berapi-api.

Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit, Ruozi sudah diantar oleh tiga orang pelayan sekaligus menuju kamar Paviliun Giok Langit yang berada di lantai teratas.

Begitu pintu kayu cendana kamar itu dibuka, Ruozi hampir saja menjatuhkan petinya karena takjub. Kamar itu luar biasa luas, dengan tempat tidur berukuran raksasa yang dilapisi kain sutra lembut, bak mandi batu giok yang mengepulkan uap air hangat, serta balkon besar yang menyuguhkan pemandangan seluruh kota dan danau buatan yang indah di bawahnya.

"Gila, ini sih namanya surga dunia! Keputusan gue buat nolongin si Mas Jenderal Long kemarin emang investasi terbaik seumur hidup!" Ruozi sambil melemparkan dirinya ke atas ranjang yang super empuk.

1
Maria Lina
dsr ud tua bau tanah bkn nya tobat malah menjadi huu..makasih thor ud 5 bab nya asik baca nya wkwk
Fwyz
hu'um thor
Fwyz
rouzi merebus obat herbal di hutan belantara dan di kemiskinan itu pake apa ya, lagipula kok bisa nemu botol banyak, emang botolny dari kayu kah?
heldahell: bikin botol dari kayu kak,zaman dlu kan belum ada botol ya😁
total 1 replies
Fwyz
keren bangett ceritanya bisa nambah wawasan dan berasa baca komik🤭luf yuu batt😍😍👍👍
Fwyz: iya thor ma sama
total 2 replies
sibaweh abduh
bagus sekali
Maria Lina
tambah dikit aj up nya hadeh😭😭🤔
heldahell: lagi sibuk kak,jadi 2 bab aja up nya🥹,tungguin besok lagi yaa
total 1 replies
Maria Lina
kenapa 2 lgi thor biasa 5 bab 🤣🤣🤣
Aisyah Suyuti
good
Maria Lina
wkwk kasian bocor
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk😘😘🙏🙏
lin sya
lucu klo baca ceritanya komedinya dpt thor
The Dream26: hai kak, Novel 'RUMAH' telah hadir, cerita spektakuler dan seru dari Author The Dream26, mampir ya
total 1 replies
Maria Lina
wkwk dsr lo rouzi haha..makasih thor ud up nya😘😘😘🙏🙏🙏
Maria Lina
mantap raouzi wkwk
Maria Lina
maaksih bnyk thor ud up nya🙏🙏😘😘
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk🙏🙏😘😘
Maria Lina
lanjut lgi thor wkwk..sebagian cerita mu ud ku baca thor wkwk
heldahell: terimakasih kak,sudah setia baca karya²ku, terharu banget🥹🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!