NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ratu Terbuang

Reinkarnasi Ratu Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nitaastri

Isabella adalah mantan pembunuh bayaran paling berbahaya dan paling di takuti di dunia gelap. Selama bertahun-tahun tangannya telah berlumuran darah.

Namun semuanya berubah saat Isabella menemukan seorang bayi perempuan di depan apartemennya. Sejak saat itu dia memutuskan pensiun demi keselamatan anaknya. Tapi sayangnya sang bos tidak menyukai itu, hingga dia membunuh anak Isabella karena menganggap jika anak itu adalah penghalang Isabella.

Melihat sang putri tewas, Isabella marah dan mulai memburu satu persatu orang yang telah membunuh putrinya. Setelah dendamnya terbayar, Isabella memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Namun kematian ternyata bukan akhir baginya, karena setelah membuka mata kembali. Isabella mendapati dirinya berada di tubuh seorang wanita bernama Isabella Iris, seorang ratu yang di buang dari istananya sendiri.

Bagimana kisah Isabella selanjutnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitaastri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Pertarungan yang sengit

Isabella melesat maju.

Dalam sekejap, sosoknya menghilang dari tempat semula.

SRAAAK!

Satu tebasan membuat seekor monster kehilangan keseimbangan. Tebasan berikutnya menyusul, menumbangkan makhluk lain sebelum sempat melancarkan serangan.

Isabella bergerak begitu cepat hingga kedua pedangnya tampak seperti dua kilatan cahaya yang menari di tengah kawanan monster.

Isabella bergerak secepat kilat saat cakar monster itu menyambar dari samping. Ia mengangkat pedangnya untuk menangkis, lalu memanfaatkan benturan tersebut untuk memutar tubuh dan meloloskan diri dari serangan berikutnya. Rahang monster itu mengatup di udara, hanya beberapa jengkal dari tempatnya berdiri sesaat lalu.

Isabella tak membuang waktu, Ia menjejakkan kakinya ke tanah, melesat menyamping lalu berputar tajam untuk menghindari sapuan cakar yang kembali mengincarnya. Ujung jubahnya berkibar saat saat ia merendahkan tubuhnya, membiarkan serangan itu melintas di atas kepalanya.

Dalam satu gerakan beruntun, Isabella bangkit laly memutar pergelangan tangannya dan mengayunkan pedang ke arah lawannya. Bilah pedangnya berkilat di terpa cahaya, menorehkan tebasan yang tepat sasaran sebelum monster itu sempat mengubah posisinya. Namun Isabella tak berhenti di sana, Ia segera mundur dan mendarat dengan ringan, lalu kembali mengangkat pedangnya dan bersiap menghadapi serangan berikutnya.

Tatapan Isabella semakin tajam, napasnya teratur di tengah kekacauan pertarungan itu. Setiap gerakannya mengalir lincah seolah ia telah menyatu dengan pedang di tangannya, tidak ada gerakan yang sia-sia, tidak ada keraguan dalam setiap serangannya.

Ketika beberapa monster mencoba mengepungnya dari berbagai arah, Isabella justru menerjang ke tengah-tengah mereka.

“Lemah!”

Dia lalu melompat dan memutar tubuhnya di udara, lalu mengayunkan kedua pedangnya secara bersamaan.

CLANG! SRAAAK!

Monster-monster itu terpental ke segala arah.

Isabella mendarat dengan satu lutut sedikit ditekuk. Sebelum monster-monster itu sempat bangkit, dia mengangkat tangan kirinya.

Suhu di sekitar medan pertempuran mendadak turun drastis.

Kristal-kristal es terbentuk di udara, berputar mengelilinginya sebelum menjelma menjadi puluhan tombak tajam. Pada saat yang sama, ia juga mengangkat tangan kanannya seketika aliran air menyembur dari telapak tangannya, melesat ke udara sebelum berputar dan berkumpul di hadapannya. Dalam sekejap, air itu berubah bentuk menjadi puluhan tombak tajam yang melayang di udara. Ujung-ujungnya yang runcing mengarah lurus ke arah para monster itu.

Pemandangan itu tampak begitu indah di mata Aeron dan Kael, tetapi juga menyimpan ancaman mematikan di mata para monster itu.

Isabella lLu mengarahkan kedua tangannya ke arah para monster itu.

"MATI KALIAN." Teriak Isabella lantang.

Isabella mengayunkan kedua tangannya ke depan, seketika puluhan tombak air dan es yang melayang di sekelilingnya melesat bagai anak panah, membelah udara dengan kecepatan tinggi dan mengarah tepat ke monster-monster di hadapannya.

WHOOSSHH!

Puluhan tombak air dan es melesat deras, menghujani monster-monster itu. Sebagian dari monster itu tak sempat menghindar hingga tombak-tombak itu menembus tubuh mereka dan membuat mereka tumbang dan mati seketika. Sementara sisanya masih bertahan dan bersiap melancarkan serangan balasan.

Namun, Isabella tidak berhenti.

Dia kembali merentangkan kedua tangannya, lalu memejamkan mata sesaat.

Angin di sekelilingnya berputar semakin kencang.

Daun-daun terangkat dari tanah, ranting-ranting kecil beterbangan. Dalam hitungan detik, sebuah pusaran angin besar terbentuk di tengah medan pertempuran.

Monster-monster yang berada terlalu dekat mulai kehilangan pijakan.

Isabella membuka matanya.

“Enyahlah!”

Dia mengibaskan tangannya.

Pusaran angin itu meledak, menyapu beberapa monster hingga tubuh mereka terhempas ke tanah.

Tanpa memberikan kesempatan kepada mereka untuk bangkit, Isabella kembali mengerahkan sihirnya.

Kali ini, tanah di bawah kaki para monster bergetar, akar-akar besar muncul dari dalam tanah, diikuti sulur-sulur tanaman yang menjalar dengan cepat. Sulur itu melilit kaki dan tubuh para monster, menahan mereka agar tidak dapat bergerak.

Beberapa monster menggeram dan berusaha melepaskan diri.

Namun, semakin kuat mereka meronta, semakin erat sulur-sulur itu mencengkeram tubuh mereka.

Isabella mengangkat tangan kanannya lalu api mulai menyala di sepanjang sulur tanaman yang telah melilit kaki monster-monster itu dan dalam sekejap, kobaran api merambat ke arah monster-monster yang terjerat.

Tatapan Isabella semakin tajam dan dingin.

“Seharusnya kalian tidak pernah datang ke sini.” Ucap Isabella datar.

Api semakin membesar.

Di tengah pertempuran tersebut, Aeron sempat melirik ke arah Isabella. Dia mengenal kekuatan tuannya, tetapi melihat Isabella bertarung dengan kemarahan seperti itu tetap membuatnya merinding.

Terlebih lagi, ada sesuatu yang berbeda dari Isabella kali ini.

Iris matanya yang semula berwarna biru perlahan berubah menjadi kuning keemasan.

Tatapannya semakin tajam, sementara aura yang terpancar dari tubuhnya terasa jauh lebih menekan daripada sebelumnya.

Bahkan monster-monster yang berada di dekatnya tampak ragu untuk mendekat.

Kael yang terbang di atas medan pertempuran turut menyadari perubahan tersebut, namun dia tidak mengatakan apa-apa. Dia tahu bahwa kemarahan Isabella bukanlah sesuatu yang muncul tanpa alasan, wanita itu hanya sedang melindungi keluarganya dan siapa pun yang mencoba menyakiti mereka akan menghadapi akibatnya.

Di tengah pertempuran, Isabella tiba-tiba menyadari sesuatu.

Tiba-tiba seekor monster menerjang Isabella dari samping. Menyadari serangan itu, Isabella segera memiringkan tubuhnya. Membiarkan monster tersebut melesat melewatinya, dalam satu gerakan cepat, Isabella memutar tubuhnya dan segera mengayunkan pedangnya ke arah monster itu. Tebasannya tepat sasaran, membuat kepala monster itu terpisah dari tubuhnya dan terhempas ke tanah.

Namun, saat akan menebas kepala monster tadi, pandangan Isabella terpaku pada kedua mata monster itu, iris matanya berwarna hitam pekat.

Isabella mengernyitkan kening, dia teringat monster-monster yang pernah dihadapinya sebelumnya. Monster-monster itu memiliki mata merah menyala, tetapi monster yang menyerang rumahnya kali ini justru memiliki mata hitam sepenuhnya.

Bukan hanya satu.

Hampir seluruh monster yang mengepung rumahnya memiliki ciri yang sama.

Bersambung

1
Dewi Habibah
😍😍😍
@Mita🥰
apakah selir dan kaisar yang mengendalikan monster
@Mita🥰
seru
Dewi Habibah
bagus ceritanya
@Mita🥰
wah sepertinya ada yang mengendalikan para monster " itu deh
@Mita🥰
lagi Thor 🥰🥰
Murni Dewita
💪💪💪💪 sampai finish ya thor
Naru_Ch@n: siap siap👍
total 1 replies
@Mita🥰
lanjut Thor Bagus ceritanya
kiu kiu
lanjut thor...semakin menarik...
Murni Dewita
lanjut
Dewi Anggraeni
Semangat thor up date nya 👍
Dewi Anggraeni
Lanjutttt terusss yah Thor .... Aku suka ceritanya ....
Murni Dewita
lanjut dan tetap semangat
Naru_Ch@n: siap siap💪
total 1 replies
kiu kiu
wkkk...gadis yg unik banget isabela ini. dia bersni melawan monster...klu ada jodoh yg pantas utknya....bawakan satu yg setara dg nya.semangat thor...ak penggemar dunia fantasy.apalagi fantasy barat... 😍😍😍
Naru_Ch@n: siap siap, makasih atas dukungannya💪
total 1 replies
kiu kiu
🤣🤣🤣🤣 isabella msmang tiada duanya.memang si kusir yg sembunyi d dlm kereta emang ptia penakut.herannya kenpa juga klu penakut terima tawaran menjadi kusir di mlm gelap gulita di desa itu.seharusnya dia pulang lebih awal.
Naru_Ch@n: Soalnya bayarannya banyak, makanya dia tergiur🤭
total 2 replies
Murni Dewita
next
xuer jinghao
lanjut Mangat thor 💪
kiu kiu
semangat thor...💪💪💪 terus lanjutkan.apa isabela tidak akan pulang mlm itu.bukankah ia janji pada 3 anaknya akan segera pulang sebelum petang.
Misa
👍
xuer jinghao
lanjut thor semangat ☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!