Bima Arka Pradipta , anak dari keluarga sederhana di pinggiran Manado. Keras kepala, tidak banyak bicara di luar lapangan tapi meledak-ledak di dalam lapangan. Hamstring putus , pensiun umur 34 tahun. Dikenal karena tendangan bebas melengkungnya dan loyalitasnya sama tim. Dari anak kampung yang main bola pakai kaki ayam -> ditolak akademi karena dianggap terlalu emosional -> bangkit setelah cedera parah di musim hujan -> jadi kapten yang mengangkat tim degradasi jadi juara.
"Bukan tentang seberapa keras kau terjatuh, tapi seberapa lama kau tetap berdiri di tengah hujan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SelToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17 Dipanggil Ke PS - Latihan Dg Marko Simic dan Kemeja Kancing 2 Yg Hilang
Umur 17 tahun 10 bulan. Bima sudah bukan U-18 lagi.
Di Elite Pro , statistiknya : 12 kali main , 7 gol , dan 6 assist. Semua gol dari tendangan bebas atau dari luar kotak. Tidak ada gol tap in. Karena dia memang bukan striker.
Di bulan November. Persija Senior lagi krisis. Banyak pemain cedera. Pelatih senior , Coach Thomas Doll yang kedua kalinya balik ke Persija , membutuhkan anak muda untuk latihan.
4 anak U-18 dipanggil. Termasuk Bima.
Pagi pertama latihan di Nirwana Park , Bojongsari. Lapangan senior. Rumput asli. Bukan sintetis. Empuk seperti kasur.
Di lapangan ada : Rizky Ridho , Witan , dan Marko Simic yang sudah berumur 37 tahun tapi masih menjadi legenda.
Bima pakai jersey latihan nomor 47. Nomor cadangan senior. Sepatu Specs Lightspeed pemberian toko Megamas itu sudah tipis solnya , karena sudah dipakai selama 1 tahun.
Sesi latihan pertama : Rondo. Lingkaran. Bima satu lingkaran sama Simic , Ridho , dan 2 pemain lagi.
Simic oper keras ke Bima. Bima kontrol pakai dada. Bola jatuh dengan sempurna.
Simic angkat jempol. Tidak bicara. Cuma jempol.
Setelah latihan , Simic mendekati Bima.
"You free kick boy from Manado ? I watch your video 30 meter vs Manado United."
Bima kaget. Simic nonton videonya.
Simic berkata "Tomorrow , after training , you stay. I teach you how to shoot like Croatian. You teach me how to shoot like Manado."
Bima mengangguk.
Malam itu di mess , Bima mau mencuci kemeja kancing 2 milik Bapak. Karena sudah 2 bulan tidak dicuci. Takut bau lautnya hilang.
Dia taruh di laundry mess. Tulis nama : Bima 47. Dan tulis di kertas kecil: "Jangan pakai mesin cuci. Cuci dengan tangan."
Besok pagi , kemeja itu hilang.
Laundry berkata "Maaf , tercampur sama laundry tim senior. Mungkin dibawa bus senior ke hotel."
Bima panik. Pertama kalinya panik sejak final AFF. Dia cari ke bus senior. Tidak ada. Cari ke ruang laundry hotel Persija di Jakarta Selatan. Tidak ada.
Kemeja kotak - kotak kancing 2 itu hilang. Kemeja yang dipakai tanda tangan kontrak 7 juta. Kemeja yang bau laut Tuminting.
Dia tidak latihan sore itu. Dia izin ke Coach Doll : "Coach , my lucky shirt is gone."
Coach Doll yang merupakan orang Jerman , tidak mengerti tentang jimat. Dia berkata "Bima , you are professional now. No need lucky shirt."
Tapi Bima tidak bisa.
Dia telepon Bapak.
"Pak , kemeja kancing 2 hilang di laundry."
Di telepon , Bapak diam. Lalu Bapak bilang , tidak marah
"Bima , kemeja itu memang harus hilang. Karena sudah selesai tugasnya. Tugasnya antar kamu sampai tanda tangan 7 juta dan sampai latihan sama Simic. Sekarang kamu tidak perlu kemeja itu lagi. Kamu sudah jadi kemeja itu sendiri."
Bima menangis di depan mess. Anak 17 tahun yang sudah latihan sama tim senior , menangis karena kemeja bolong.
Sore itu , Simic melihat Bima tidak ada di lapangan untuk latihan tambahan tendangan bebas.
Simic mencari ke mess. Lihat Bima duduk pegang jersey Manado United No 10 milik Joshua.
Simic duduk di sebelahnya.
Simic berkata "In Croatia , we have same. My grandfather fisherman shirt. I lost it when I was 18. I thought I lost my luck. But my grandfather said : Now you are the shirt."
Kata - kata yang sama persis seperti Bapak.
Simic kasih Bima bola.
"Ayo. Tendang tanpa kemeja."
Bima ikut ke lapangan. Sore itu , tanpa kemeja kancing 2 , untuk pertama kalinya dalam hidupnya.
Dia taruh 10 bola di jarak 25 - 30 meter. Simic taruh 10 bola juga.
Mereka tendang bergantian sampai maghrib. Sampai bola habis. Sampai penjaga lapangan mematikan lampu.
Bima cetak 7 dari 10. Simic cetak 8 dari 10.
Simic peluk Bima.
"Now you are Persija , Manado boy."
Malamnya , laundry telepon. "Mas Bima , ketemu kemejanya. Terselip di jersey Marko Simic."
Bima ambil. Kemeja itu ada. Sudah dicuci bersih. Wangi laundry. Tidak bau laut lagi.
Bima lipat. Tidak dipakai lagi. Dia simpan di dalam koper. Di bawah sepatu Specs Lightspeed yang sudah tipis itu.
Karena Bapak dan Simic benar , sekarang dia yang jadi kemejanya.
#####################################
Cukup sampai di sini dulu ya , besok lanjut lagi. Semoga suka , jangan lupa berikan saran , like dan hadiahnya
Happy reading