"masukkan kartu penyegelnya sekarang, atau kita akan mati di tempat ini!,
saat satu persatu siswa lenyap misterius dan hanya memisahkan debu hitam, itsuki ikawasi dan teman temannya terjebak oleh siluman pemangsa manusia, situasi menjadi gila ketika sahabat mereka berbalik menyerang di bawah sihir hitam!
dipojokkan oleh amukan api dari raja siluman pemangsa manusia dan penyanderaan di atas kawah lava gunung valerius, itsuki terpaksa meledakkan rahasia terbesarnya: kebangkitan murni kekuatan 7 elemen.
berhasilkah mereka menyegel monster legendaris tersebut, ataukah ini awal dari perang dimensi yang jauh lebih besar? .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NABILA_08.p, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12 Amukan Dari Dasar Sumur Maut
suara deburan yang berat mengakhiri jatuhnya tubuh hinata, yang siap menenggelamkannya kedalam kegelapan pekat dasar sumur tua yang berbau busuk bangkai. Kejadian itu meninggalkan Itsuki yang terpaku di atas, ia hanya bisa menatap lubang hitam yang menganga itu menggantung di udara.
Rasa bersalah, amarah, dan kepanikan bercampur menjadi satu di dalam dadanya. Seketika itu juga sesuatu di dalam tubuh Itsuki menggeliat, itu adalah kekuatan kuno yang setengah tertidur elemen magma core. energi panas yang luar biasa masif meledak di dalam jantungnya, merembes keluar melalui pori-pori kulit hingga menciptakan gelombang kejut yang dahsyat, hawa panas yang membara itu menghantam seluruh warga sipil yang tak terkendali di sekitarnya, sampai melempar mereka mundur.
Tanpa membuang waktu satu Mili detik pun, Itsuki meloncat kedalam sumur dengan kecepatan kilat. Tubuhnya di selimuti dengan magma yang menerangi dinding-dinding sumur berlumut. Di dasar sumur, pandangan mengerikan tersaji.
Ada ratusan bangkai korban terdahulu yang telah meloncat masuk dan membusuk di sana. Di antara tumpukan daging dan tulang itu, Hinata hampir tenggelam.tsuki menjulurkan tangannya yang membara, menangkap tubuh Hinata yang hanya berjarak beberapa mil senti lagi dari inti bumi yang penuh dari energi terkutuk.
Dengan entakan kaki yang di perkuat dengan energi magma, Itsuki melesat kembali keluar sumur, membawa Hinata di pelukannya. Namun, kutukan yang telah merasuki tempat itu telah merenggut kesadaran gadis itu sepenuhnya. Di dalam dekapan Itsuki, Hinata menggeliat liar, mencakar dan menyerangnya dengan kekuatan yang tidak manusiawi.
Melihat situasi yang kian kacau, Roy mengambil tindakan tegas. Sebagai seorang penembak jitu yang berpengalaman di sekolah. Ia maju dengan langkah mantap, senjata apinya yang telah di baluti jimat kuno, ia arahkan lurus ke arah hinata dengan kalkulasi tingkat tinggi.
Roy melepaskan tembakan penuh kejutan energi spiritual berkekuatan tinggi, peluru itu menghantam titik saraf Hinata secara sangat akurat, membuatnya pingsan seketika dalam sekali serang. Begitu Hinata kehilangan kesadaran, aura hitam yang menyelimutinya perlahan memudar, menandakan kutukan yang mengikatnya telah hilang.
Namun, bumi ternyata berkata lain. Mereka belum sempat bernapas lega ketika sebuah gempa bumi dahsyat mendadak mengguncang seluruh kawasan tersebut, tanah terbelah, pohon-pohon tumbang dan dinding sumur tua itu hancur berantakan hanya dalam hitungan detik, sebuah makhluk misterius yang mengerikan muncul merayap dari dasar sumur.
Makhluk itu berukuran raksasa memiliki ratusan tentakel yang mengombak di udara, meneteskan lendir hijau yang berbau busuk dan korosif, makhluk misterius itu Langsung melancarkan serangan fantasi, berencana menghancurkan Itsuki, Roy dan kaguya.
Kali ini tim itsuki tidak hanya harus menghadapi monster bertentakel. Posisi mereka bertiga kini benar-benar terjepit.warga sipil yang tak terkendali maluin bangkit dan mengepung mereka dari segala arah bersamaan dengan kemunculannya anak-anak makhluk misterius tersebut yang jumlahnya tidak sedikit.
Pasukan kecil Itsuki benar-benar terkepung di tengah-tengah kepungan ribuan musuh. Di saat-saat paling genting, ketika keputusan mulai merayap, kekuatan elemen magma core Sovereign milik Itsuki kembali meledak, kali ini energinya mencapai tingkat yang sangat mematikan, jauh melampaui batas kemampuannya.
Suhu di sekitarnya melonjak drastis hingga tanah di bawah pijakannya mencair berubah menjadi lava. Bahkan, sangkin panasnya energi tersebut, perlindungan besi yang terpasang di tangannya mulai meleleh dan menetes seperti air.
Dengan raungan yang menggetarkan jiwa, Itsuki maju menerjang makhluk raksasa itu, hingga membelah lautan tentakel dengan tinju magma miliknya. Sementara itsuki menjadi ujung tombak di depan, Roy bergerak mundur menjadi lini belakang.
Ia menembakan pistolnya tanpa henti, melepaskan rentetan peluru energi demi menahan laju para warga yang kehilangan kendali agar tidak menganggu pokus itsuki. Suara tembakan beradu dengan jeritan histeris para manusia-manusia terkutuk yang terus merangsek maju bagaikan gelombang air.
Namun, takdir malam itu tampaknya di tulis dengan tinta darah. Di tengah kepulan asap dan kilatan lava, makhluk misterius itu telah berhasil membaca celah serangan Itsuki. salah satu tentakel utamanya yang dilapisi duri beracun melesat maju secepat peluru, menembus pertahanan magma itsuki dan menghantam tepat ke arah dadanya, menyuntikan racun tepat kearah dada Sovereign.
Seketika itu juga, dunia seolah berhenti berputar bagi itsuki. Detik itu juga, ia berteriak kesakitan dengan suara yang menyayat hati. Racun menjalar dengan kecepatan mengerikan, seketika membekukan aliran magmanya.tubuh Itsuki bergetar hebat penuh kejang; ia jatuh bertumpu pada lututnya sambil memegangi dada nya yang terasa seperti di bakar dari dalam oleh api hitam.
Keberanian dan kekuatan raksasanya runtuh dalam sekejap. Melihat pemimpin mereka tumbang, lini pertahanan mereka goyah, Roy yang kehilangan fokus akibat teriakan itsuki tidak menyadari bahwa beberapa warga yang terkena kutukan telah berhasil merayap dari titik butanya
Dalam sekejap, Roy terjebak. Senjatanya di tendang hingga terlempar jauh, dan tubuhnya di tangkap serta di kunci dengan belasan tangan dingin para warga sipil yang telah menjadi budak kutuk kutukan.
Dengan tatapan kosong tanpa kekosongan jiwa. Kerumunan warga itu mengangkat tubuh roy tinggi-tinggi. Mereka bergerak serentak, membawa tubuh sang penembak jitu menuju ke sumur kematian, mereka telah bersiap untuk melemparkan Roy kedalam lembah sumur sedalam ratusan meter yang di penuhi bangkai dan racun pekat tersebut.
Roy meronta dengan sisa tenaganya, namun cengkeraman mereka terlalu solid dan dingin bagai semen yang mengeras. Di tengah kepunahan harapan tersebut pandangan Roy perlahan mengabur, menatap Itsuki yang terkapar di tangah menahan racun di jantungnya, sementara dari kegelapan sumur, ratusan tentakel makhluk tersebut kembali menggeliat naik, siap berpesta di atas kehancuran mereka semua. Dan tubuh Roy telah bersiap untuk di lemparkan kedalam sumur kematian itu .....
(Bersambung).