NovelToon NovelToon
Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Karena terlalu lelah dengan urusan skripsi, Ayara pingsan dan saat terbangun Ayara mendapati dirinya berada dikehidupan dimasa depan.

Dimasa depan Ayara menikah dan bahkan sudah memiliki seorang anak laki-laki tampan, tetapi yang membuat Aya ingin pingsan kembali adalah Ayara menikah dengan musuhnya saat di bangku kuliah, pria tampan bernama Guzelar adalah suaminya dimasa depan.

Guzelar pria tampan yang suka menghinanya dan mengatainya wanita tidak benar karena saat di bangku kuliah Ayara suka gonta-ganti pacar hampir setiap hari, bagaimana bisa dimasa depan Guzelar menjadi pria yang lembut dan manja serta bucin padanya?.

Bagaimana Ayara bisa mengatasi semuanya dimasa depan? Menghadapi Guzelar versi bucin dan menerima fakta jika mereka sudah memiliki anak? Ikuti terus perjalanan Ayara dimasa depan! Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mertua Idaman

Satu per satu teka-teki mulai terkuak. Misteri mengapa dirinya dulu nekat menyatakan cinta kepada Guzelar di atas podium sudah terjawab dengan telak, dan fakta bahwa pria dingin itu ternyata menyimpan perasaan secara diam-diam sukses membuat Ayara syok bukan kepalang.

​Namun, teka-teki besar berikutnya langsung mengambil alih isi kepalanya. Bagaimana bisa mereka akhirnya menikah? Dan setelah itu, bagaimana mereka bisa punya anak?

​Mengingat usia Gabriel saat ini sudah menginjak lima tahun, itu berarti Ayara dan Guzelar tidak langsung menikah begitu saja sesaat setelah lulus kuliah. Pasti ada jarak waktu dan sebuah peristiwa krusial yang terjadi di antara masa kelulusan hingga tahun pernikahan mereka. Entah mengapa, rasa penasaran yang teramat besar membuat Ayara merasa tidak sabar ingin segera mengetahui jawabannya.

​Lamunan Ayara buyar ketika suara Hera menginterupsi di dalam mobil yang mereka kendarai.

"Hari ini kita mampir ke rumah Pami dan Mami dulu ya, Yar. Kamu tahu sendiri kan, Mami itu selalu kangen dan pengen dijenguk sama kamu setiap kali beliau pulang ke Indonesia," ujar Hera menjelaskan sambil merapikan riasan wajahnya di cermin kecil.

​Dari obrolan singkat tadi, Ayara juga baru mengetahui fakta baru bahwa kedua orang tua Guzelar ternyata telah menetap sepenuhnya di Paris setelah masa pensiun mereka. Namun, mereka sesekali kerap pulang ke Indonesia untuk berlibur, dan tentu saja mereka memiliki sebuah rumah pribadi yang megah di sini.

​"Grandpa sama Grandma pulang ke Indonesia ya, Aunty?" tanya Gabriel penasaran dari kursi belakang, wajah kecilnya tampak berbinar antusias.

​"Iya dong, sayang. Pasti Grandpa sama Grandma senang banget bisa ketemu sama cucu kesayangannya ini," balas Hera dengan nada lembut.

​Gabriel terlihat begitu gembira, membuat Ayara yang duduk di sebelah Hera ikut tersenyum tipis melihat kelakuan sang anak.

​"Asyik... Nanti Iel bisa belajar bisnis bareng Grandpa!" pekik bocah lima tahun itu dengan sangat heboh, membuat Ayara yang mendengarnya langsung terdiam kaku di tempat duduknya.

​Ayara tadinya sempat berpikir bahwa cucu seumuran Gabriel akan merindukan kakeknya karena ingin bermanja-manja atau dibelikan mainan. Siapa sangka, bocah itu justru antusias karena ingin diajari soal dunia bisnis! Sungguh jalan pikiran anak itu benar-benar di luar nalar anak seusianya.

​Tak lama kemudian, mobil sport mewah itu memasuki pekarangan sebuah mansion megah bergaya klasik Eropa. Kedatangan Ayara dan Gabriel langsung disambut hangat oleh sepasang suami istri paruh baya yang berdiri di teras. Mereka adalah Sorana dan Frederic, orang tua kandung Guzelar sekaligus mertua Ayara. Meskipun usia mereka sudah tidak lagi muda, wajah keduanya masih terlihat sangat terawat, memancarkan aura bangsawan yang kental.

​"Akhirnya menantu kesayanganku datang juga! Mami kangen banget sama kamu, Ayara!" pekik Sorana heboh, langsung merentangkan tangan dan memeluk erat tubuh Ayara begitu wanita itu turun dari mobil.

​"Grandpa!" sapa Gabriel riang, langsung berlari menerjang dan memeluk erat kaki Frederic.

​"Halo, Boy! Wah... badanmu makin tinggi dan besar saja, ya? Padahal Grandpa baru tinggal sebulan lalu ke Paris," puji Frederic tertawa renyah sambil membungkuk untuk memeluk erat sang cucu tersayang.

​"Ayo, semuanya masuk dulu ke dalam rumah, Nak," ajak Sorana dengan sangat lembut sambil merangkul pundak Ayara, menyambutnya masuk ke ruang tamu.

​Saat Ayara membungkuk untuk menyalami punggung tangan Frederic, sebuah sensasi aneh mendadak bergemuruh di dalam dadanya. Frederic menyambut uluran tangan itu, lalu dengan penuh kehangatan menepuk puncak kepala Ayara dan memeluknya singkat selayaknya seorang ayah kandung yang menyayangi putrinya.

​Entah sihir apa yang bekerja, sentuhan hangat itu mendadak memicu gelombang emosi asing yang begitu kuat di lubuk hati Ayara. Tanpa bisa dicegah, air mata hangat tiba-tiba menetes begitu saja membasahi pipinya. Tangisan tiba-tiba itu kontan membuat Sorana, Hera, dan Frederic terkejut bukan main.

​"Ada apa, Nak? Kenapa kamu menangis?" tanya Frederic dengan nada suara yang seketika berubah panik dan khawatir.

​Sorana langsung menarik Ayara ke dalam pelukannya, lalu menoleh tajam ke arah suaminya dengan mata menyipit penuh curiga.

"Kamu apakan menantuku sampai menangis begitu, Frederic?!" semprot Sorana galak.

​"T.. tidak apa-apa, Mami! Sumpah, Papi tidak mengapakan ku apa-apa kok," jawab Ayara buru-buru menyeka air matanya dengan punggung tangan, panik setengah mati takut terjadi keributan keluarga.

"Aku... aku cuma merasa lagi kangen banget sama Papi saja," kilahnya beralasan untuk menutupi kebingungan hatinya yang mendadak melow.

​Sorana menghela napas lega, lalu kembali melirik suaminya dengan sorot mata memperingatkan.

"Oalah, Mami sempat berpikiran kalau pria tua ini tadi sengaja mencari gara-gara dan membuatmu menangis. Kalau sampai berani macam-macam, nanti Mami sunat habis asetnya sampai tak bersisa!" ancam Sorana setengah bercanda, membuat Frederic meringis kaku. Hera yang melihatnya langsung terkikik geli.

​Sorana kemudian menuntun Ayara masuk lebih dalam untuk duduk bersantai di sofa ruang keluarga yang super mewah, sementara Frederic menggandeng tangan Gabriel menuju ruang kerja pribadi di lantai dasar karena sang cucu sudah merengek minta diajari dasar-dasar ilmu bisnis.

​Beberapa menit kemudian, suasana di ruang santai itu terasa lebih intim karena hanya diisi oleh tiga wanita, Hera, Sorana, dan Ayara.

​"Bagaimana kabar kamu belakangan ini, sayang? Mami dengar dari Hera kemarin kalau kamu sempat jatuh sakit ya?" tanya Sorana penuh perhatian sambil membelai rambut Ayara.

​"Aku baik-baik saja kok, Mami. Kemarin cuma kelelahan dan sakit biasa saja," balas Ayara berusaha bersikap sesopan mungkin.

​"Guzelar tidak macam-macam atau bahkan menyiksamu kan selama di rumah?" selidik Sorana dengan nada serius.

​"Tidak, Mami. Guzelar sangat baik padaku," jawab Ayara cepat, tidak mungkin ia menceritakan betapa menyebalkannya Guzelar versi masa lalu di depan mamanya.

​Sorana menghela napas lega. "Syukurlah kalau begitu. Mami kemarin tidak sempat membelikan mu hadiah apa-apa di Paris karena pulangnya mendadak begitu dengar kamu sakit. Duh, jadi tidak enak... Ya sudah, sebentar ya, Mami transfer uang saja lewat mobile banking buat kamu belanja sepuasnya," ucap Sorana tulus sambil merogoh tas tangannya untuk mengambil ponsel.

​"Eh, tidak usah, Mami! Sungguh, aku tidak butuh!" tolak Ayara panik, melambaikan tangan dengan heboh.

​Ting!

​Belum sempat Ayara menyelesaikan kalimat penolakannya, sebuah nada notifikasi transaksi mendarat telak di layar ponselnya. Ayara membuka aplikasi m-banking miliknya, dan seketika itu juga matanya hampir copot keluar melihat deretan angka nominal yang tertera di sana. Uang tunai sebesar 1 Miliar Rupiah baru saja masuk ke dalam saldo rekeningnya dalam kurun waktu satu detik! Nyaris saja Ayara pingsan di tempat.

​"Apa uang segitu sudah cukup buat kamu, Sayang? Maafkan Mami ya kalau kurang, nanti kalau habis bilang lagi sama Mami," ucap Sorana dengan nada tanpa dosa.

​Ayara menelan ludahnya dengan susah payah, wajahnya memucat pasi. "Ini... ini banyak sekali, Mami! Uang sebanyak ini buat apa? Aku mau kembalikan saja ya, Mami!" ucap Ayara histeris, benar-benar ketakutan memegang uang sebanyak itu.

​Sorana langsung mengerutkan keningnya tidak suka. "Jangan dikembalikan! Itu uang buat kamu beli baju baru, tas branded, atau perawatan ke salon. Pasti si pelit Guzelar itu jarang memberikan uang jajan yang banyak padamu, ya? Awas saja, nanti biar Mami yang telepon dan marahi anak itu habis-habisan!" tegas Sorana dengan nada mengintimidasi.

​"T... tidak perlu, Mami! Guzelar justru memberikan banyak sekali uang padaku, kok!" bantah Ayara terbata-bata, berusaha menyelamatkan nama suaminya.

​Mendengar kepanikan tingkat dewa di wajah Ayara, Sorana dan Hera langsung meledakkan tawa renyah mereka bersamaan. Mereka merasa sangat terhibur melihat tingkah sang menantu yang polos sekaligus kaget setiap kali diberi cipratan harta keluarga Maximilian.

​Bayangan dua hari lalu mendadak berkelebat di benak Ayara. Saat itu, ketika ia iseng menjelajahi isi mansion dan mengecek brankas pribadi di kamar utamanya, ia mendadak jantungan setengah mati. Saldo di rekening digitalnya sudah mencapai angka yang membuat kepalanya pusing tujuh keliling. Belum lagi kepemilikan kartu kredit black card tanpa batas limit yang bertengger manis di dalam dompet kulit mewahnya. Tak hanya itu, sebuah brankas tersembunyi di dalam dinding kamar ternyata dipenuhi dengan tumpukan perhiasan berlian murni, emas batangan bernilai fantastis, dan sertifikat aset di mana-mana atas namanya.

​Pemandangan harta karun berjalan itu sempat membuat Ayara termenung lama. Pertanyaan besar yang selalu berputar di kepalanya adalah. Sebenarnya, seberapa gila tingkat kekayaan keluarga Guzelar ini?!

​Ayara bahkan nyaris ingin menangis meratapi nasibnya. Belum cukup dibuat syok oleh brankas penuh harta karun, ia juga harus menerima kenyataan bahwa keluarga besar suaminya bersikap sangat luar biasa baik dan royal kepadanya. Hera begitu perhatian sebagai ipar, sementara Sorana dan Frederic memperlakukannya bagaikan ratu kesayangan di istana.

"​Kebaikan apa yang sebenarnya sudah aku lakukan di masa lalu sampai bisa mendapatkan takdir sebaik dan se makmur ini di masa depan?" batin Ayara merenung dalam keheningan.

​Seketika itu juga, secercah perasaan iri yang amat kuat menyergap hatinya. Kalau dipikir-pikir ulang secara jujur... bolehkah sekarang Ayara merasa sangat iri pada dirinya sendiri versi masa depan?

Bersambung...

Semoga kita semua mendapatkan keluarga seperti keluarga Guzelar ya guys, baik, loyal dan royal pada menantu dan cucu. Sekalipun sudah telanjur mendapatkan mertua dan ipar jahat, setidaknya dimasa depan saat kita jadi mertua maka kita manjakan dia.

1
Ita Putri
mike
Hadi Mulyono
biadab banget ayah ayara ..jadi kuat ayara balas dendam .aku kok pingin ayara bisa bela diri .hajar keluarganya yg jahat
mimief
ternyata yg bikin dia hancur bukan mike.
tapi dari orang yg paling dia cintai .
yg dikira jadi pelindung dia
😔🥹🥹🥹
Anbu Hasna
ketiduran di ruang laundry 🫣🫣
mimief
saudara tirinya ya?🥹🥹🥹
mimief
sering Thor...
sayang akal sehat selalu mengalah. Karena jajan nya aku banyak. kalau kabur susah ntar jajan nya🤣🤣🤣🫣
It's me Ri🥕
Wkwkwk... Ayara emang suka benget ngerjain orang, tapi ga boleh ditiru yaa🤭
It's me Ri🥕
Tania nya belom mau cuti kak😭
mimief
dasar Ayana...kasian bapak bapak dikerjain.
nanti suaminya marah besar itu istri kesayangan nya main ditarik ajaa🫣🫣🤣
Anbu Hasna
kirain beneran jadi sekertaris. kasihan Tania lagi hamil besar disuru kerja
Mia Camelia
banyak rahasia ingatan yg belum terungkap nih🤔
Hadi Mulyono
guziler perlu di bawa ke uya kiya biar di hipnotis tar kan jujur ngomongnya😄
mimief
iy kan,laki laki tuh aneh. buat nyari perhatian kita tuh ngelakuin segala cara🤣🤣🤣.
seenggaknya dia inget akyu
eh ..kok cyiin nya kebawa lagi thor🤣🤣
mimief
masa lalu adalah cerminan masa depan kita
mimief
kyk dihipnotis kl yaaa....🥹🥹🥹
biar trauma nya terputus
Mia Camelia
mungkin duanda nyiksa ayara pas lagi hamil muda 🤔🤔🤔
Hadi Mulyono
emang nanti Gabriel mati?
Hadi Mulyono
ayara ayo semangat balas lah dendammu
mimief
pantesan mereka sebegitu benci nya.
anak pertama mereka??🥹🥹🥹
mimief
kalau kata di didrakor fix me..
meminta pertolongan adalah langkah pertama kita mau sembuh
jadi ga usah takut dan malu...
ayo kita sembuh bersama
It's me Ri🥕: Benar kak, semakin bungkam maka akan semakin sulit untuk sembuh 🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!