NovelToon NovelToon
Terikat Takdir

Terikat Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Menikahi tentara / Perjodohan
Popularitas:367.6k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

Jodoh itu rahasia Allah. Takdir juga Allah yang menentukan. Tidak ada siapapun makhluk di dunia ini yang tau selain Dia.

Alea Widya Laksono (35 tahun) dinyatakan telah sembuh usai tiga tahun menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Di usianya yang semakin bertambah, kedua orang tuanya cemas karena jodoh tak kunjung datang untuk putri mereka.

Suatu hari Alea akhirnya pasrah untuk menerima perjodohan yang disodorkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang berasal dari kalangan militer. Lelaki itu bernama Mayor Prabu Rasyid Wicaksono (38 tahun) yang berstatus duda tanpa anak.

Konon kabarnya, pernikahan Mayor Prabu sebelumnya harus kandas karena masalah ranjang. Desas-desus beredar bahwa sang suami yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) tersebut menderita impo_ten.

Apakah benar faktanya seperti itu? Benang merah seperti apa yang pada akhirnya mengikat takdir antara Mayor Prabu dengan Alea.

Simak kisah mereka.💋
Bagian dari Novel : Permata Hatiku🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 - Perkara 'Makan'

Sepanjang perjalanan dari rumah dinas ke bandara, Alea banyak terdiam. Ia menatap jalanan ibukota yang rutin berteman dengan kemacetan. Namun pikirannya saat ini tidak sedang berisi tentang Jakarta, melainkan Kinan.

Alea sebenarnya sudah tau wajah Kinan. Akan tetapi saat tadi mantan istri Prabu tersebut datang, ia sengaja berpura-pura bahwa ia tak tau dan tak pernah melihat wajah Kinan.

Alea tau wajah Kinan dari foto yang sengaja ia baca di sebuah laman berita majalah. Hal ini Alea lakukan usai berbincang akrab dengan Bunda Citra selama di kediaman mertuanya itu.

Di sana memang sudah tak ada lagi foto Kinan yang terpajang. Namun rasa penasaran membuat Alea mencari tau sendiri informasi tentang Kinan.

Setibanya di bandara, Alea berdiri menunggu di gate pintu kedatangan yang diprediksi bahwa Prabu akan keluar dari sana. Alea sibuk mengecek ponselnya, tapi ia tak mengecek tulisan berjalan sebagai pusat informasi di area bandara.

Dari kejauhan, Prabu menatap sosok wanita yang sejak tadi ditunggunya. Ya, pesawat Prabu sebenarnya telah tiba setengah jam sebelum Alea datang di bandara.

Tap...tap...tap...

Langkah sol sepatu komandan batalyon itu pun berjalan penuh senyap seakan musuh tak boleh tau keberadaan dirinya yang tengah mendekat.

Alea yang memang sedang mengetik pesan pada Prabu, otomatis tidak fokus pada area di sekitarnya.

"Selamat sore, Mbak. Anda berdiri di tempat yang salah!" tegur suara tegas yang terdengar dari arah belakang punggung Alea.

"Maaf, Pak. Saya sedang menunggu..." refleks Alea menjawabnya sembari membalikkan tubuhnya.

Seketika ia mematung karena terkejut melihat Prabu yang ternyata menegurnya. Ucapan Alea sebelumnya otomatis terhenti.

"Mas Prabu!" seru Alea memasang wajah sedikit kesal. Ia merasa Prabu tengah mejahilinya.

"Nungguin siapa Mbak di sini?" goda Prabu.

"Nyebelin banget!"

Prabu tersenyum melihat tingkah Alea yang semakin cemberut, justru tampak menggemaskan baginya.

"Ayo kita pergi dari sini," ajak Prabu tanpa basa-basi seraya menggandeng hangat telapak tangan Alea.

"Aku telepon Pak Cahyo dulu, Mas. Tadi beliau nunggu di parkiran," tahan Alea seraya hendak menghubungi sopir pribadi mereka.

"Pak Cahyo udah aku suruh pulang tadi naik taksi. Ini kunci mobil udah di tanganku," ucap Prabu seraya mengangkat kunci mobil di depan Alea.

"Mas Prabu kan baru landing, pasti capek. Sini biar aku yang nyetir," tawar Alea.

"Gak perlu. Aku enggak capek kok. Jambi-Jakarta itu dekat. Suamimu ini komandan. Masa naik pesawat bentar udah capek. Aku tetap yang nyetir. Bu komandan cukup duduk manis dan gak boleh capek untuk saat ini," tolak Prabu. "Nanti malam giliran bu komandan yang capek," lanjutnya dengan suara lirih.

Namun sayang Alea tak mendengar jelas kalimat terakhir yang terlontar dari bibir Prabu tersebut.

"Mas tadi bilang apa?"

"Yang mana?" goda Prabu.

"Giliran Bu komandan. Kalimat Mas Prabu tadi gak begitu jelas terdengar. Memangnya aku harus apa, Mas?"

"Gak apa-apa. Ayo, aku lapar. Butuh makan buat tenaga persiapan perang,"

"Perang?" Alea mendadak bingung sekaligus terkejut.

"Apa setelah ini Mas Prabu mau dikirim jaga peperangan di daerah konflik atau gimana?" tanya Alea dengan mimik wajah penuh kecemasan.

"Bukan perang yang itu,"

"Terus, perang gimana dong?"

"Nanti aku jelasin,"

"Ih, Mas Prabu bikin aku penasaran deh!" protes Alea.

☘️☘️

Keduanya kini sudah masuk ke dalam mobil. Prabu yang mengemudi dan Alea duduk di sampingnya.

Sudah satu jam lebih Prabu mengemudikan mobilnya meninggalkan area bandara membelah kemacetan Ibukota Jakarta.

"Gimana agenda jadi ibu Persit sebulan ini jauh dariku? Lancar?" tanya Prabu sebagai suami yang berusaha hadir untuk memberikan perhatian pada sang istri bukan berniat ikut campur lebih dalam perihal urusan ibu-ibu.

"Alhamdulillah lancar, Mas."

"Bu Ratu gimana?"

"Gimana apanya?"

"Apa dia membuat Bu komandan gak nyaman?" tanya Prabu.

"Sedikit,"

"Apa perlu aku kirim Lettu Yoyok ke daerah lain?"

"Jangan, Mas. Biarkan saja. Aku masih bisa handle kok," tolak Alea. "Jangan gunakan kuasa Mas hanya untuk masalah sepele seperti ini. Aku tak suka itu," imbuhnya.

Prabu semakin bangga pada Alea. Istrinya ini bukan hanya pintar di rumah melainkan isi otaknya cukup cerdas. Alea mampu membawa nama baik sang suami dengan baik di luar sana.

"Malam ini memang pantas Bu komandan dapat kado dariku," ucap Prabu seraya tersenyum penuh makna.

"Kado?"

"Ya, kado spesial."

"Dalam rangka apa?"

"Memangnya suami kasih kado ke istri harus nunggu momen ulang tahun atau anniversary!" protes Prabu.

"Aku cuma penasaran saja. Tingkah Mas Prabu mendadak hari ini aneh,"

"Aneh gimana?"

"Lebih banyak bicara, terus minta jemput ke bandara, mendadak mau kasih kado, terus..." ucapan Alea seketika menggantung.

"Terus apa?" tanya Prabu seraya tersenyum tipis dan melirik Alea yang sedang bingung bercampur bengong menatap sebuah gedung yang tak jauh di depan mereka saat ini.

Mobil Prabu perlahan memasuki area tersebut setelah diperiksa oleh petugas keamanan. Hal yang lumrah dilakukan jika kita memasuki area hotel berbintang, terutama bintang lima.

Alea baru tersadar jika mobil mereka tak melaju pulang ke jalanan menuju rumah dinas, melainkan ke tempat lain. Seketika Alea menoleh ke arah Prabu.

"Kenapa kita gak pulang ke rumah, Mas? Kenapa kita malah ke hotel? Apa Mas Prabu ada janji dengan teman di sini?" cecar Alea dengan polosnya.

"Ada urusan mendesak yang perlu kita lakukan di sini,"

"Urusan mendesak apa, Mas?"

"Makan,"

"Oh, Mas Prabu mau makan malam di hotel toh. Kenapa gak bilang lebih awal?" protes Alea. "Aku kan bisa menyesuaikan gaun buat kita makan malam di hotel bintang lima begini," imbuhnya.

"Pakai apapun Bu komandan tetap cantik kok. Apalagi kalau gak pakai baju malah makin cantik," goda Prabu.

"Mas !!" seru Alea tersipu malu.

"Ayo turun, aku laper banget pengin makan."

"Siap komandan," balas Alea seraya tertawa kecil.

Alea berpikir hanya sekadar makan malam biasa di restoran hotel dan tak lebih. Sedangkan Prabu punya keinginan lain dengan kata 'makan', yakni kegiatan pria dan wanita dewasa yang biasa dilakukan bila pergi ke hotel. You know what I mean.

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
Nia nurhayati
iya emang si Kinan pelaku nya prabuuu
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
iya kan pas itu Kinan lihat hasil tes DNA itu🤔
kaylla salsabella
betul sekali
Iccha Risa
adem banget bunda Citra nasehatin Prabu, bener banget ini ujian... mas Prabu pasti bisa lewatin dan pokonya pasti jalan keluar selalu ada... udhlah jgn dengerin ayahnya mas apalagi ntar kalo mama ayu pengen kalian pisah... huft mama ayu ga bisa adem kek bunda Citra sihh...
Ruwi Yah
semua berawal dari kecerobohan dokter Gunawan hingga dimanfaatkan oleh kinan
Ayuk Witanto
lanjut thor
Ayuk Witanto
ku memang ceroboh gun...berkas sepenting itu di taruh sembarangan
Bunda Idza
kamu kecolongan dokter
Iccha Risa: pak dok ceroboh, nyimpen dokumen rahasia asal ae sih
total 1 replies
Meri Meri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Safira💋 (Pecinta Megalodon): 💋💋💋💋💋
total 1 replies
Sugiharti Rusli
ditambah lagi permasalahan yang dibuat oleh mantan istrinya yang selalu mengusik ketenangan dirinya dan sang istri sekarang yah,,,
Sugiharti Rusli
dan saat kejadian dulu makanya Prabu tidak bisa langsung bertanggung jawab pada Alea karena ulah ayahnya yang menutupi kasus ini sih, sehingga dia memyangka korbanyanya sudah tiada,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya Prabu lebih menaruh respek kepada ibu sambungnya ketibang ayay kandungnya yah,,,
Eni Istiarsi
ayo jujur aja Pak Dokter. bilang kalo Kinan pernah ke klinik dan bertemu denganmu
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘮𝘢𝘬💪
Tuti Tyastuti
𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘳𝘢𝘣𝘶
Ariany Sudjana
si pelacur murahan itu yang masuk ke kantor dokter Gunawan dan mengambil hasil pemeriksaan itu
Ayuk Witanto
aduh apa nih...masalah Kinan?
Iccha Risa
bunda... mas Prabu perlu dukunganmu pasti bunda mw bilang berita viral yahh? selamat berjuang mas, permasalahan sudah selesai tapi ya gituu ada setaan pengen menggoyahkan rumahtangga prabu Alea, semoga ketauan pelakunya... wlw berat ujiannya tetap ingat ada ada masa depan yg nunggu mas Prabu pulang dan berkumpul dgn Alea
Iccha Risa
aamiin teh... sehat2 jugaa selalu dlm lindungan Gusti Allah buat terkena musibah buat kita semua 🤲
Iccha Risa
Sikinan keterlaluan banget... ga pikir panjang, pantes ka dapet anak dipernikahnnya sama mas Prabu lah gitu kelakuannya, buruk, semoga aja balik ke dia... sebenarnya yg lalu gosah diungkit ngapain, udh buat pembelajaran hidup aja... kalo dia punya otak yaah, lagian hubungan sama mbak Kinan apa? kan udah cerai juga sama mas Prabu... ikhlas mbak cinta ga perlu memiliki, cari yg yg lebih dari mas Prabu bahkan bucin ke kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!