NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:58.2k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Petang itu, setelah hampir seharian berbaring di ranjang rumah sakit, Lorenzo mulai merasa tubuhnya lengket dan tidak nyaman. Sementara Alina duduk manis sambil memangku laptop dengan tubuh yang segar dan wangi sabun.

Seorang perawat masuk membawa baskom kecil, handuk, dan pakaian bersih. “Selamat sore, Tuan Romano. Saya akan membantu membersihkan tubuh Anda.”

Lorenzo langsung menggeleng. “Tidak perlu.”

Perawat itu berhenti. “Tapi Anda belum mandi sejak kemarin.”

“Aku tahu.”

“Kalau begitu, saya bantu membersihkan tubuh Anda.”

“Tidak!” jawaban Lorenzo terlalu cepat.

Perawat mengerjapkan mata. “Kenapa?”

Lorenzo menghela napas. “Aku tidak nyaman kalau orang lain yang membersihkan tubuhku.”

Perawat itu tersenyum maklum. “Kalau begitu, siapa yang Anda inginkan untuk membantu?”

Lorenzo terdiam. Matanya tanpa sadar melirik ke arah sofa. Alina sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya.

“Alina.”

Perempuan itu langsung mengangkat kepalanya. “Apa?”

Lorenzo mengangguk. “Bersihkan tubuhku.”

Alina menunjuk dirinya sendiri. “Kenapa aku?”

“Karena kamu istriku.”

Alina terdiam.

“Istriku? Sekarang ingat kalau aku istrimu?Kemarin mau cerai. Hari ini minta dibersihkan tubuhnya. Tak menyangka pesat sekali perkembangan hubungan kita.”

Lorenzo menahan wajahnya agar tidak berubah.

Perawat justru tersenyum. “Kalau begitu, saya siapkan semuanya.”

Begitu perawat keluar, Alina berdiri sambil membawa baskom. Dia berjalan mendekati tempat tidur.

“Buka bajumu dulu!” perintah Alina dan Lorenzo pun membuka kancing baju satu persatu.

Sementara Alina membasahi handuk kecil dan siap membersihkan badan suaminya. Begitu wanita itu mengangkat kepala, ekspresi wajahnya berubah. Mata Alina yang tanpa sengaja melihat tubuh bagian atas milik Lorenzo, langsung berbinar seperti muncul love-love.

“Astaga. Astaga. Astaga.”

Tubuh Alina mendadak mematung. Tangannya berhenti.

Lorenzo langsung menyadarinya. “Ada apa?”

“Tidak ada.”

Alina buru-buru mengalihkan pandangan. “Angkat tanganmu.”

Lorenzo menurut.

Alina mulai membersihkan lengannya dengan handuk hangat. Jangan ditanya bagaimana irama jantung wanita itu. Saking kerasnya sampai tangan dia gemetaran.

Lorenzo mengangkat alis. “Kenapa dia panik?”

Mata Alina kembali melirik ke arah perut Lorenzo. Dan kali ini matanya benar-benar membesar.

“Ya Tuhan!”

Selama ini Alina selalu mengira tubuh Lorenzo biasa saja. Dia belum melihat suaminya berganti pakaian. Selama tiga tahun menikah, mereka tidur di kamar berbeda dan hampir tidak pernah berada dalam situasi sedekat ini.

Namun sekarang, Alina melihat sendiri tubuh Lorenzo ternyata jauh dari kata biasa. Dadanya bidang. Bahu dan lengannya terbentuk dengan baik. Perutnya terlihat tegas, dengan garis otot yang samar tetapi jelas.

Alina membeku.

“Ini ... Ini tubuh siapa?”

Lorenzo menatapnya. “Jelas tubuhku sendiri.”

Alina buru-buru menunduk.

“Kenapa selama ini aku tidak pernah tahu? Selama tiga tahun aku hidup bersama pria seperti ini? Dan aku malah mengira badannya biasa saja?

Sudut bibir Lorenzo nyaris terangkat.

Alina melanjutkan dalam hati.

“Astaga. Dadanya bidang, bahu lebar. Lengannya juga bagus. Perutnya ....”

Mata Alina kembali turun ke arah perut, sekilas.

Lorenzo menahan napas.

“Oh, tidak. Jangan lihat!” Namun, Alina justru melihat lagi. “Perutnya ada kotak-kotaknya!”

Lorenzo memejamkan mata. Mukanya sudah merah padam mendengar isi hati sang istri yang ternyata bisa seliar itu.

“Ya Tuhan.” Alina menggigit bagian dalam pipinya. “Selama ini aku mencari pria dengan tubuh seperti ini di dalam khayalanku. Padahal barangnya ada di rumah sendiri. Suami yang mau menceraikan ku. Suami menyebalkan. Suami kulkas.”

Lorenzo membuka mata. “Barang?” Pria itu menatap istrinya.

Sementara Alina sedang berusaha mati-matian memasang wajah datar. Dia pun menghela napas.

“Kenapa kulkas bisa punya perut seperti itu?”

Lorenzo hampir tertawa. Dia merasa sangat puas. Ternyata Alina menganggap tubuhnya menarik. Bahkan terlalu menarik.

“Baru tahu tubuhku memang bagus?” Lorenzo melirik perutnya sendiri. Entah kenapa dadanya terasa sedikit membusung.

Alina kembali mengusap lengannya. “Jangan bergerak.”

“Aku tidak bergerak.”

”Jangan sampai salah sentuh juga, Alina. Jangan sampai matamu bergerak ke tempat lain. Jaga harga diri.”

Lorenzo menahan senyum karena merasa istrinya sangat lucu.

Beberapa detik kemudian Alina kembali melirik perut Lorenzo.

“Sedikit saja. Tidak ada yang tahu.”

Lorenzo langsung menangkap gerakan matanya. “Alina.”

“Iya?”

“Kamu kenapa?”

“Tidak kenapa-kenapa.”

“Gawat. Jangan-jangan dia tahu aku lihatin badannya.”

Lorenzo tersenyum tipis. “Apa kamu sedang memikirkan sesuatu?”

Alina langsung kaku. “Tidak.” Jawabnya sangat cepat.

Lorenzo semakin yakin. “Benarkah?”

“Benar.”

“Tanganmu gemeteran,” bisik Lorenzo, lalu tersenyum manis.

“Itu perasaan kamu saja,” balas Alina dengan wajah yang memerah seperti tomat busuk.

“Jangan senyum begitu. Kalau senyum begitu terus, aku bisa lupa diri kalau sedang membersihkan tubuh pasien.”

“Ya Tuhan, kuatkan aku dari godaan ini.”

Lorenzo menoleh ke samping untuk menyembunyikan wajahnya. Dia tidak tahu apakah harus tertawa atau merasa tersanjung. Ternyata selama ini Alina menyimpan penilaian yang sama sekali tidak pernah dia duga. Lalu, yang lebih menyenangkan Alina ternyata menganggapnya menarik.

Setelah selesai membersihkan bagian atas tubuhnya, Alina menarik napas lega.

“Badan bagian atas sudah bersih.”

Kemudian matanya jatuh pada bagian bawah tubuh Lorenzo yang masih tertutup selimut. Tangannya kembali kaku.

Lorenzo juga langsung menyadari perubahan suasana. Mereka saling menatap.

Wajah Alina memerah sampai telinganya. “A-aku ....”

Lorenzo berdeham. “Bagian itu, kalau kamu tidak nyaman—”

“Aku tidak bilang tidak nyaman.” Alina langsung menyesal menjawab terlalu cepat.

“Halah-halah ... Kenapa mulutku ikut bicara?!

Lorenzo menahan napas. Wajahnya sendiri mulai memanas. Selama ini dia tidak pernah membayangkan situasi seperti ini.

Alina juga tampak sama gugupnya. Tangannya menggenggam handuk terlalu erat.

“Aku bisa membersihkannya,” kata Alina pelan.

Lorenzo langsung menggeleng. “Tidak perlu.”

“Kenapa?”

“Aku bisa sendiri.”

Alina mengangguk cepat. “Oke kalau begitu.”

“Syukurlah. Kalau aku harus membersihkan bagian itu, mungkin aku yang harus dirawat di ranjang sebelah karena kejang-kejang.”

Lorenzo hampir tertawa. Dia segera menarik selimut sedikit lebih tinggi.

Alina berdiri membelakanginya. “Kalau sudah selesai, panggil aku.”

Lorenzo menatap punggung istrinya. Ada senyum kecil di wajahnya. ”Dia malu.”

Lorenzo merasa dirinya bukan hanya sedang menghibur diri. Dia merasa senang. Karena selama ini dia mengira Alina tidak pernah tertarik kepadanya. Ternyata, dia salah besar.

1
Inooy
kamu y Reen mulai nakal kamuu,,kasian tau jantung Alina pasti g bisa d kondisikan gara2 serang ngedadak kamu 😆
Uthie
Kalaauuuuu... ?!???
penasaran niii Thor 😆😍🙏🙏
Inooy
itu kamu tau sendiri,,ada yg udh halal knapa masih ngurusin yg lain..nyesel kan kamu Ren!? 🤦‍♀️
Inooy
ckckck,,mulai curi2 ciuman nih Lorenzo..ketagihan y kamuu 😁
Inooy
waduuuhh, gara2 ciuman kamu ngedadak garang Aal...😆
Inooy
nyesel kan kamu Reen, punya istri selama 3 taun d anggurin..kamu malah sibuk dengan kekasih kamu, yg jelas2 udh selingkuhin kamuuu...😮‍💨
Uthie
Duhhhhh... jadi makin sukkkkaaa BANGETTT sama chemistry mereka 😍😍😍
Eka Haslinda
Kamu kira Alina bahagia dgn pernikahan mereka.. nggaaaakkk.. kamu kira Alina suka sama Lorenzo.. nggaaakkkk 🤣🤣🤣
Inooy
koq y pengen ketawa yaaa,,kamu kaya remaja yg baru kesentuh hati nya oleh seorang pria, Al..klo d dekat nya pasti aj salah tingkah 😁
Esther
Lorenzo bibirmu ada lipstiknnya🤣🤣🤣
Uba Muhammad Al-varo
hadeuh....... Bianca perkiraanmu meleset dikira Alina wanita lemah tak tahunya Badas dan nggak gampang ditindas 😊😊😊
Desifa Juni Raya: ini klanjunjutan nya mana
total 1 replies
ryuka
bagusss.. lucuuu menyenakan baca nya bikin senyum senyum sendirii 😂😂😂
ryuka
kalau apa thooorrr ??? kamu bikin penasaran
ryuka
🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
kalo Lorenzo bercerai dari aku maka dia akan miskin 🤭🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
lipstik Alina pindah ke Lorenzo 🤣🤣🤣
Muslimah Adn
maraton dari bab 1 Sampek sekarang kesimpulan ku adalah : terlepas dari suasana humor, kayaknya terlalu cepat baikannya, kenapa gak ada sanksi buat Lorenzo ?
1. dia selingkuh selama pernikahan, berniat menceraikan istrinya demi menikahi wanita lain, membiarkan istrinya diperlakukan semena-mena dikeluarganya, tapi tidak dihargai dirumah, 2.Alin dibuat bertahan 3 tahun dengan suami yang dingin, tidak menghargai istri dan selingkuh dengan pacarnya, sekaligus tekanan dari keluarga suami, tidak punya Sandaran, mengurus rumah dan sekaligus masih bekerja dikantor suami yang mana entah itu privat / disembunyikan.
coba kesampingkan humor tentang membaca pikiran, yg aku tangkap dari rumah tangganya itu semua, rasanya terlalu mudah dimaafin, padahal untungnya cuma Alin gak cinta, dan Lorenzo gak celap celup. sisanya kalo dipikir sakit ya
Muslimah Adn: btw semangat Thor, jangan buat Alin gampang disentuh ya, soalnya kalau sudah hamil, padahal rumah tangganya masih stuck rasanya cuma Alin yg rugi
total 1 replies
Uthie
ditunggu double or more update nya lagii 😍🙏🙏
ros
ceritanya menarik 👍
Inooy
karena kamu mulai menyukai nya,,dn kamu tidak menyadari nyaaa....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!