NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:616.3k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Petang itu, setelah hampir seharian berbaring di ranjang rumah sakit, Lorenzo mulai merasa tubuhnya lengket dan tidak nyaman. Sementara Alina duduk manis sambil memangku laptop dengan tubuh yang segar dan wangi sabun.

Seorang perawat masuk membawa baskom kecil, handuk, dan pakaian bersih. “Selamat sore, Tuan Romano. Saya akan membantu membersihkan tubuh Anda.”

Lorenzo langsung menggeleng. “Tidak perlu.”

Perawat itu berhenti. “Tapi Anda belum mandi sejak kemarin.”

“Aku tahu.”

“Kalau begitu, saya bantu membersihkan tubuh Anda.”

“Tidak!” jawaban Lorenzo terlalu cepat.

Perawat mengerjapkan mata. “Kenapa?”

Lorenzo menghela napas. “Aku tidak nyaman kalau orang lain yang membersihkan tubuhku.”

Perawat itu tersenyum maklum. “Kalau begitu, siapa yang Anda inginkan untuk membantu?”

Lorenzo terdiam. Matanya tanpa sadar melirik ke arah sofa. Alina sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya.

“Alina.”

Perempuan itu langsung mengangkat kepalanya. “Apa?”

Lorenzo mengangguk. “Bersihkan tubuhku.”

Alina menunjuk dirinya sendiri. “Kenapa aku?”

“Karena kamu istriku.”

Alina terdiam.

“Istriku? Sekarang ingat kalau aku istrimu?Kemarin mau cerai. Hari ini minta dibersihkan tubuhnya. Tak menyangka pesat sekali perkembangan hubungan kita.”

Lorenzo menahan wajahnya agar tidak berubah.

Perawat justru tersenyum. “Kalau begitu, saya siapkan semuanya.”

Begitu perawat keluar, Alina berdiri sambil membawa baskom. Dia berjalan mendekati tempat tidur.

“Buka bajumu dulu!” perintah Alina dan Lorenzo pun membuka kancing baju satu persatu.

Sementara Alina membasahi handuk kecil dan siap membersihkan badan suaminya. Begitu wanita itu mengangkat kepala, ekspresi wajahnya berubah. Mata Alina yang tanpa sengaja melihat tubuh bagian atas milik Lorenzo, langsung berbinar seperti muncul love-love.

“Astaga. Astaga. Astaga.”

Tubuh Alina mendadak mematung. Tangannya berhenti.

Lorenzo langsung menyadarinya. “Ada apa?”

“Tidak ada.”

Alina buru-buru mengalihkan pandangan. “Angkat tanganmu.”

Lorenzo menurut.

Alina mulai membersihkan lengannya dengan handuk hangat. Jangan ditanya bagaimana irama jantung wanita itu. Saking kerasnya sampai tangan dia gemetaran.

Lorenzo mengangkat alis. “Kenapa dia panik?”

Mata Alina kembali melirik ke arah perut Lorenzo. Dan kali ini matanya benar-benar membesar.

“Ya Tuhan!”

Selama ini Alina selalu mengira tubuh Lorenzo biasa saja. Dia belum melihat suaminya berganti pakaian. Selama tiga tahun menikah, mereka tidur di kamar berbeda dan hampir tidak pernah berada dalam situasi sedekat ini.

Namun sekarang, Alina melihat sendiri tubuh Lorenzo ternyata jauh dari kata biasa. Dadanya bidang. Bahu dan lengannya terbentuk dengan baik. Perutnya terlihat tegas, dengan garis otot yang samar tetapi jelas.

Alina membeku.

“Ini ... Ini tubuh siapa?”

Lorenzo menatapnya. “Jelas tubuhku sendiri.”

Alina buru-buru menunduk.

“Kenapa selama ini aku tidak pernah tahu? Selama tiga tahun aku hidup bersama pria seperti ini? Dan aku malah mengira badannya biasa saja?

Sudut bibir Lorenzo nyaris terangkat.

Alina melanjutkan dalam hati.

“Astaga. Dadanya bidang, bahu lebar. Lengannya juga bagus. Perutnya ....”

Mata Alina kembali turun ke arah perut, sekilas.

Lorenzo menahan napas.

“Oh, tidak. Jangan lihat!” Namun, Alina justru melihat lagi. “Perutnya ada kotak-kotaknya!”

Lorenzo memejamkan mata. Mukanya sudah merah padam mendengar isi hati sang istri yang ternyata bisa seliar itu.

“Ya Tuhan.” Alina menggigit bagian dalam pipinya. “Selama ini aku mencari pria dengan tubuh seperti ini di dalam khayalanku. Padahal barangnya ada di rumah sendiri. Suami yang mau menceraikan ku. Suami menyebalkan. Suami kulkas.”

Lorenzo membuka mata. “Barang?” Pria itu menatap istrinya.

Sementara Alina sedang berusaha mati-matian memasang wajah datar. Dia pun menghela napas.

“Kenapa kulkas bisa punya perut seperti itu?”

Lorenzo hampir tertawa. Dia merasa sangat puas. Ternyata Alina menganggap tubuhnya menarik. Bahkan terlalu menarik.

“Baru tahu tubuhku memang bagus?” Lorenzo melirik perutnya sendiri. Entah kenapa dadanya terasa sedikit membusung.

Alina kembali mengusap lengannya. “Jangan bergerak.”

“Aku tidak bergerak.”

”Jangan sampai salah sentuh juga, Alina. Jangan sampai matamu bergerak ke tempat lain. Jaga harga diri.”

Lorenzo menahan senyum karena merasa istrinya sangat lucu.

Beberapa detik kemudian Alina kembali melirik perut Lorenzo.

“Sedikit saja. Tidak ada yang tahu.”

Lorenzo langsung menangkap gerakan matanya. “Alina.”

“Iya?”

“Kamu kenapa?”

“Tidak kenapa-kenapa.”

“Gawat. Jangan-jangan dia tahu aku lihatin badannya.”

Lorenzo tersenyum tipis. “Apa kamu sedang memikirkan sesuatu?”

Alina langsung kaku. “Tidak.” Jawabnya sangat cepat.

Lorenzo semakin yakin. “Benarkah?”

“Benar.”

“Tanganmu gemeteran,” bisik Lorenzo, lalu tersenyum manis.

“Itu perasaan kamu saja,” balas Alina dengan wajah yang memerah seperti tomat busuk.

“Jangan senyum begitu. Kalau senyum begitu terus, aku bisa lupa diri kalau sedang membersihkan tubuh pasien.”

“Ya Tuhan, kuatkan aku dari godaan ini.”

Lorenzo menoleh ke samping untuk menyembunyikan wajahnya. Dia tidak tahu apakah harus tertawa atau merasa tersanjung. Ternyata selama ini Alina menyimpan penilaian yang sama sekali tidak pernah dia duga. Lalu, yang lebih menyenangkan Alina ternyata menganggapnya menarik.

Setelah selesai membersihkan bagian atas tubuhnya, Alina menarik napas lega.

“Badan bagian atas sudah bersih.”

Kemudian matanya jatuh pada bagian bawah tubuh Lorenzo yang masih tertutup selimut. Tangannya kembali kaku.

Lorenzo juga langsung menyadari perubahan suasana. Mereka saling menatap.

Wajah Alina memerah sampai telinganya. “A-aku ....”

Lorenzo berdeham. “Bagian itu, kalau kamu tidak nyaman—”

“Aku tidak bilang tidak nyaman.” Alina langsung menyesal menjawab terlalu cepat.

“Halah-halah ... Kenapa mulutku ikut bicara?!

Lorenzo menahan napas. Wajahnya sendiri mulai memanas. Selama ini dia tidak pernah membayangkan situasi seperti ini.

Alina juga tampak sama gugupnya. Tangannya menggenggam handuk terlalu erat.

“Aku bisa membersihkannya,” kata Alina pelan.

Lorenzo langsung menggeleng. “Tidak perlu.”

“Kenapa?”

“Aku bisa sendiri.”

Alina mengangguk cepat. “Oke kalau begitu.”

“Syukurlah. Kalau aku harus membersihkan bagian itu, mungkin aku yang harus dirawat di ranjang sebelah karena kejang-kejang.”

Lorenzo hampir tertawa. Dia segera menarik selimut sedikit lebih tinggi.

Alina berdiri membelakanginya. “Kalau sudah selesai, panggil aku.”

Lorenzo menatap punggung istrinya. Ada senyum kecil di wajahnya. ”Dia malu.”

Lorenzo merasa dirinya bukan hanya sedang menghibur diri. Dia merasa senang. Karena selama ini dia mengira Alina tidak pernah tertarik kepadanya. Ternyata, dia salah besar.

1
Inooy
aduh Aaal kamu jangan nekad deeeh, ingat!!! kamu lg hamil..bagaimana cerita nya klo tiba2 kamu harus menghajar para penculik nya, sementara kamu harus menjaga kehamilan mu, Al.....
Inooy
iya Al dengerin apa kata papa Alessandro, kamu lg hamil anak Lorenzo jangan sampai kamu nekad dn terjadi apa2 terhadap kamu dn debay nya..percayakan smua nya ama papa Alessandro, okee!!!
Inooy
kaya nya Lorenzo udh merasakan satu firasat klo akan terjadi sesuatu pd diri nya..🥺
kamu harus kuat Al, karena klo kamu ikut2an nge-drop..kasian bayi yg lg kamu kandung, karena bagaimana pun perasaan seorang ibu akan langsung d rasakan oleh bayi dlm kandungan..jd kamu harus tenang dn selalu jaga emosi Al, demi bayi dalam kandungan dn sang ayah yg lg berjuang menyelamatkan diri dr sekapan 'orang gila'...🥹
Inooy
masalah seakan akan datang bertubi tubi menyerang kluarga Romano,,setelah penyerangan lewat video..kini penyerangan nya lewat penculikan Lorenzo..satu masalah terselesaikan, kini satu masalah harus cepat2 d bereskan karena menyangkut nyawa sang pewaris Romano...lebih miris lg Alina mendengarkan smua intruksi yg papa Alessandro perintahkan k para bodyguard nya....
pernikahan Alina benar2 sedang d uji..🥺

d tengah makin rumit nya permasalahan,,masih ada seorang Roberto yg bisa d andalkan..dengan kegercepan nya, om Roberto langsung mengkoordinir anak buah nya utk menyelamatkan Lorenzo....
om Roberto emg g ada tandingan nya dalam melindungi tuan nya..terlebih lebih terhadap Lorenzo yg udh d lindungi dr kecil.....
Atik Kiswati
alina terlalu gegabah.....
Shin Rin Be
kata gue Edgar loe bakal malu sihh, knp ga berfikir gmn kalo itu musuh keluarga loe sendiri ed
RiriChiew🌺
disatu sisi mungkin Alina membantuu , tpi disisi lain takut hal yg tak diinginkan malah terjadii 🙈
Pudkeciput
iya benar cari lorenzo alina...krn nanti si bicah gedeng edgar hanya mau denger perkataanmu saja
Ummee
menegangkan...
Ummee
tidaakkk Alina... stay di rumah aja...
Ummee
Alina mendengar dan tau kalo Lorenzo sedang di culik? calm down ya Alina, biar bayi mu gk kenapa napa
Tri Handayani
semoga Alina gk kehilangan bayinya ya Thor🤲
ryuka
adduuhhhh alina.. kamu ga bisa tenang di rumah ya..
ryuka
asduuhhh alina.. kau kuat ya
Atik Kiswati
gemes ama si idiot etgar.....dia gk cuma denam mslh sodaranya tapi juga sial alina yg ternyata jadi istrinya lorenzo.....
Uthie
susah menjelaskan sama orang yg hati nya sdh tertutup dengan satu cerita saja !!!
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kejadian kan sampai lupa suami 🤣
Ita rahmawati
GK usah ngejelasin SM orang yg emang udah GK percaya karena akan sia sia 😏
eh tp kyknya ada yg ngadu domba deh ini 🤔
neny
susah buat mendatangkan saksi nya,,terlalu banyak 🤭🤭kan kak othor saksi nya,,para reader ,,dan anak buah Roberto,,tp kan kmu GK akan percaya🤭
Halimah
Baguuuusssss Ren....Berani ga Edgar mendatangkan saksi itu?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!