NovelToon NovelToon
Gadis Pembawa Lentera

Gadis Pembawa Lentera

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Cintamanis / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:389
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertama kalinya

"Dayang may...aku ingin tinggal disini lebih lama, makan buah, makanan enak..." kataku pada Dayang May kesayanganku sambil makan buah-buahan segar, aku menikmati jeruk.

Di istana banyak buah-buahan tapi aku menikmatinya di rumah ini.

Ayah, Ibu Xiu Ren sudah kuanggap Ayah dan Ibuku.

Mungkin takdir lah yang membuatku ada disini.

"Nona, akan hamba siapkan buah-buahan untuk nona bawa" kata Dayang May salah sangka.

"Tidak.. di istana juga banyak" kataku.

"Aku lebih enak makan disini" kataku lagi.

Dayang May mengangguk, "Nona tau, sarjana Liu San datang kemari waktu itu...dia sangat terkejut Nona menjadi Permaisuri Pangeran Fang" kata Dayang May.

"Jangankan dia, akupun terkejut pada diriku sendiri" kataku.

"Tuan dan Nyonya ke Selatan melihat perdagangan pagi-pagi  di sana pasti kalau mereka tau nona datang mereka membatalkan keberangkatan" kata Dayang May.

"Biarakan saja, yang penting bisnis mereka lancar, oh iya...Pangeran Fang juga ke Selatan" kataku.

"Nona tau, rumor mengatakan kalau akan ada pemberontakan lagi sebelum Pangeran naik takhta?" kata Dayang May.

"Benarkah? Pangeran Fang memang banyak musuh" kataku.

"Nona harus berhati-hati orang juga akan mengincar nona sebagai permaisuri" kata Dayang May.

"Aku cuma tunangan pura-pura May..." kataku.

Dayang May menatapku kasihan, "Nona...bertahanlah" kata Dayang May.

**

Aku sudah menggelar tempat tidur, Pengawal Ziu datang ke menjemput.

Aku masuk kereta, "kau kenapa?" tanyaku.

Pangeran Fang berlumuran darah kakinya di balut perban dan berdarah.

"Kau pergi perang ke selatan?" tanyaku pelan.

"Ada orang yang menyerang di perjalanan" jawabnya singkat.

"Ya ampun...." kataku berteriak.

Pangeran Fang terkejut, "Ayah dan Ibuku pergi ke selatan bagaimana nasib mereka, tolonglah mereka Pangeran" kataku panik.

"Mereka tidak menyerang orang tuamu, mereka hanya menyerang aku" katanya.

Aku bernapas lega, menyentuh dadaku yang berdegup kencang.

"Kenapa kau tampak tidak khawatir dengan lukaku" kata Pangeran Fang.

"Aku paham kali ini pura-pura lagi bukan? tidak masalah ayo turun dari kereta" kataku

Pengawal Ziu menunggu di depan kereta, membantu Pangeran Fang turun, ternyata kali ini lukanya parah, aku menyesal mengatakan itu.

Tabib datang mengobati, "Putri harus merawatnya dengan benar, membersihkan lukanya jangan sampai infeksi" kata Tabib menyerahkan obat-obatan yang harus Pangeran minum dan beberapa obat luka.

Beruntung aku di kampus anak Palang Merah, jadi urusan luka bisa aku tangani.

Pengawal Ziu nampak khawatir, "tenang Ziu, aku akan merawat tuanmu begitu dia sembuh dan aku tidak diperlukan lagi aku akan pergi" kataku.

"Ehmmm..." kata Pangeran Fang dari belakang.

**

Aku merawat Pangeran Fang setiap hari, membantunya berjalan, mandi kecuali berganti pakaian dan melepaskan pakaian itu tugas Ziu.

Lukanya hampir sembuh namun karena terlalu dalam Pangeran Fang agak kesulitan berjalan.

Putri Nay sesekali menjenguk, setiap kali mereka di halaman aku masuk ke dalam kediaman membiarkan mereka berdua berbicara santai.

Putri Nay selalu mampir sebentar, sepertinya Pangeran Fang menyukainya.

Aku membalut luka Pangeran Fang setelah mandi, "Selesai" kataku tersenyum.

"Kenapa kau selalu membiarkanku berdua duduk dengan Nay" tanya Pangeran Fang.

"Bukankah itu yang kau mau" kataku menunduk mengambil cangkir menyerahkan obat untuk diminum

"sejak kapan kau tau mauku?" kata Pangeran Fang.

"sudahlah, jangan dibahas lagi...kau akan segera sembuh" kataku.

"kau senang kalau aku sembuh?" tanya Pangeran Fang.

"Tentu saja aku senang, tugasku berkurang" kataku.

"Kalau begitu kemasi barangmu dan kembali ke rumahmu sekarang, Pengawal Ziu juag bisa merawatku" kata Pangeran Fang.

"Aku tidak bisa kembali, bagaimana kalau kita bermain catur?" tanyaku.

Pangeran Fang menatapku, "Kau bisa?" tanya Pangeran Fang.

Aku mengambil catur dari ruangan baca, perlahan mengangkat meja meletakan di depan pangeran dan kursi rodanya.

"Baik, kita bermain jangan kaget kalau aku menang" kataku sambil melemaskan tangan membunyikan "Kretakkk" pada jari-jariku.

**

Lima kali permainan aku menang dari Pangeran Fang, dia tidak tau saja musuhnya adalah WIM.

"Kau hebat, seperti bukan Xiu Ren" katanya.

Untuk pertama kalinya dia menyebut nama Xiu Ren sekian lama.

"Xiu Ren yang kau kenal?" tanyaku.

"Aku tidak mengenal Xiu Ren, sebelumnya yang kutau Ibuku memilihkan gadis bodoh ikut kompetisi menjadi istriku, dan ternyata sekarang dia terlihat agak lain" kata Pangeran Fang.

"Agak lain?" kataku heran.

"Bukan gadis yang patuh, agak liar, bicara tidak sopan, aku pernah melihatmu melukis saat lomba istana mungkin usia kita masih kecil, lukisanmu indah tidak seperti sekarang hanya sepotong pohon mati" kata Pangeran Fang berpendapat.

Aku tertawa, "Kalau Putri Nay" kataku.

"Nay?biasa saja seperti gadis-gadis biasa yang mengejarku, dari awal aku tau keinginan mereka" kata Pangeran Fang.

"Kau ternyata populer di kalangan wanita seperti yang diceritakan namun tetap dingin pada siapapun, Keinginan mereka?" kataku

"Keinginan mereka tentu sama sepertimu, TAKHTA" jawabnya.

Aku terdiam membisu, aku tidak ingin itu.

"Siapa yang menceritakan tentang aku?" kata Pangeran Fang.

"Seorang Penulis" kataku.

"Karanganmu saja" kata Pangeran Fang.

"Mungkin suatu saat akan aku karang" kataku menunduk,

"Sudahlah, sudah malam Pangeran...sebaiknya kau tidur istirahat yang banyak agar kakimu cepat sembuh" ucapku lagi sambil bertepuk sekali.

Mengelap tangan pada rok ku, membantu Pangeran Fang berdiri untuk berpindah ke kasur.

Pangeran Fang meraih bahuku, aku pelan-pelan mengantarnya ke kasur.

Mengangkat kakinya yang luka perlahan.

Saat aku menunduk mataku dan Pangeran Fang beradu, jantungku berdegup lebih kencang.

Angelie Lee jangan kacaukan semuanya, pikirku.

Aku melepaskan tanganku, menarik selimut.

"Tidurlah..." ucapku.

Pangeran Fang menutup matanya tidur sementara aku, memilih tidur di kursi kayu yang panjang.

Menumpuk selimut dan bantal.

**

"Salam Hormat Baginda Raja dan Permaisuri" kataku menunduk.

Raja dan Permaisuri datang untuk berkunjung ke Istana Pangeran pagi ini, Pangeran baru saja selesai sarapan.

"Xiu Ren, kau baik sekali merawat Putraku, ini kedua kalinya di terluka di rawat olehmu, memang kau layak menjadi Permaisuri" kata Raja.

Aku hanya bisa membalas dengan senyum, Permaisuri Raja tersenyum padaku.

"Bagaimana Keadaanmu Fang?" tanya Raja.

"Jauh lebih baik" kata Pangeran Fang.

"Ibumu sudah bilang, bahwa kau tidak mau menikahi Putri Nay, jadi secepatnya kau menikah dengan Xiu Ren agar Putri Nay tahun depan menjadi selirmu" kata Raja.

"Putri Nay tidak akan mau dengan pria cacat yang batal menjadi Putra Mahkota" kata Pangeran Fang.

"Fang...." Kata Permaisuri.

"Dengar adikmu akan menggantikanmu dengan baik" kata Raja.

"Kalau kalian ingin menyampaikan hal ini padaku hari ini, kaloan tidak perlu repot biarkan Pangeran Hunio mejadi Putra Mahkota aku akan pergi dari istana kembali ke Timur" kata Pangeran Fang.

Ternyata selama ini aku tidak tau apa yang terjadi di Istana, Pangeran Fang diganti karena kakinya terluka, di gantikan Pangeran Hunio anak selir pertama.

Pangeran Hunio juga tampan aku pernah melihatnya di acara Ulang Tahun Raja, tidak kalah tampan juga dari Pengeran Hugo yang berkhianat ingin merebut takhta.

"Segeralah menikah, kalian sudah lama bertunangan, sebelum Festival Lentera kalian harus laksanakan Pernikahan" perintah Raja.

Pangeran Fang terlihat tidak suka dengan pernyataan itu.

Raja dan Permaisuri pergi meninggalkan Pangeran Fang dan Aku dalam  hening.

kau dengar, aku bukan Putra Mahkota lagi, sebaiknya kau batalkan pernikahan, kau tidak akan menjadi Ratu di negeri ini.

"Jahat sekali kata-katamu Fang, aku tidak pernah berpikiran sejahat itu meninggalkan orang yang terluka sendirian tapi kalau kau terus mengusirku aku akan pergi" kataku marah.

Aku duduk di luar, kamar memandangi pepohonan, musim semi segera tiba.

Pengawal Ziu keluar dari kamar, setelah membantu Pangeran Fang berlatih berjalan.

Pangeran Fang masih belum kuat melangkah, tapi aku yakin kakinya pasti sembuh.

"Putri, tidak masuk diluar dingin" kata Pengawal Ziu

"Kau temani tuanmu dulu, aku akan tidur di kamar sebelah" kataku.

**

Hari ini aku dijemput kedua orang tuaku, pernikahan akan diadakan minggu depan.

"Pangeran Fang, aku pamit" kataku

Tidak ada jawaban dari dalam kamar.

Aku melangkah menuju kereta yang disiapkan Ayah dan Ibuku.

Bersambung...

1
Novita Tory
Sampai saat ini berharap happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!