“Ketika aku masih menjadi Tuan Muda, kalian semua menghormatiku. Namun, setelah dantianku hancur, bahkan keluargaku sendiri menganggapku sampah.”
“Aku telah mengorbankan segalanya untuk kalian. Apakah penghinaan dan pengkhianatan ini balasan yang pantas kuterima?”
Dikhianati sekte, dihina keluarga, dan ditinggalkan orang-orang yang dicintainya, Qin Xuan kehilangan segalanya.
Namun, ketika semua orang menganggapnya tidak berguna, sebuah pagoda misterius justru memilihnya sebagai penguasa.
Mereka telah menghancurkan hidupnya. Kini, Qin Xuan akan membuktikan bahwa mereka telah meremehkan orang yang salah.
🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24: Penghuni Lantai Kedua
Setelah meninggalkan kamar ibunya, Qin Xuan kembali ke ruangan yang biasa digunakannya untuk berkultivasi.
Ia menutup pintu, memastikan tidak ada orang yang mengganggu, lalu memasuki Pagoda Pemakaman Langit.
Kabut kekacauan yang memenuhi lantai pertama menyambut kedatangannya. Tempat itu masih tampak sama seperti sebelumnya, tetapi Qin Xuan kini memiliki sesuatu yang ingin dipelajarinya.
“Senior, apakah kau mengetahui kegunaan Lencana Pengukuhan Raja ini?”
Ia mengeluarkan lencana yang diperolehnya setelah menyelesaikan Ujian Pengukuhan Raja.
Sosok misterius itu tidak muncul. Hanya suaranya yang terdengar dari dalam kabut.
“Barang itu cukup bagus. Pelajarilah sendiri. Kau akan menemukan manfaatnya.”
Qin Xuan mengangkat alis. Ia tidak menyangka sosok misterius tersebut juga menganggap lencana itu berharga.
Nalan Qingcheng sebelumnya telah menjelaskan bahwa Lencana Pengukuhan Raja memiliki berbagai kegunaan. Namun, untuk mengaktifkannya, pemiliknya harus menggunakan Cahaya Suci Raja yang diberikan setelah menyelesaikan ujian.
Qin Xuan segera mencoba mengalirkan kekuatan tersebut ke dalam lencana.
Begitu Cahaya Suci Raja menyentuh permukaannya, lencana itu bergetar. Pancaran kekuatan yang luar biasa menyebar dari dalamnya, membuat Qin Xuan semakin tertarik.
Meski demikian, kekuatan tersebut belum cukup untuk membuatnya gentar. Ia pernah menyaksikan kekuatan Iblis Pedang, sosok yang bahkan setelah meninggal masih meninggalkan tekanan mengerikan.
Qin Xuan terus memeriksa lencana itu. Tidak lama kemudian, seberkas cahaya melesat keluar dan langsung memasuki dahinya.
Sejumlah informasi muncul dalam pikirannya.
Jari Pedang Kekosongan!
Qin Xuan terkejut ketika mengetahui bahwa informasi tersebut merupakan teknik serangan Tingkat Bumi Kelas Menengah.
Teknik setingkat itu sangat berharga. Bahkan kekuatan besar pun belum tentu bersedia memberikannya kepada murid biasa.
Tanpa menunda, Qin Xuan mulai mempelajari jalur peredaran energi yang tercatat dalam pikirannya.
Ia mengumpulkan energi dalam jumlah besar menuju dua jari tangan kanannya, kemudian mengarahkannya ke depan.
Seketika, riak-riak tak terlihat menyebar dari ujung jarinya.
Tidak terdengar ledakan keras. Hanya kabut kekacauan di hadapannya yang tersapu menjauh.
Namun, Qin Xuan segera menyadari bahwa serangan tersebut jauh lebih berbahaya daripada yang terlihat. Di sepanjang jalur riak itu, kekuatan penghancur yang mengerikan menyebar tanpa suara, seolah mampu melenyapkan apa pun yang disentuhnya.
“Luar biasa!”
Matanya berbinar.
Pagoda Pemakaman Langit memiliki ruang yang sangat kokoh. Karena itulah, kekuatan serangan tersebut tidak menimbulkan kerusakan besar. Jika digunakan di dunia luar, akibatnya pasti jauh lebih mengerikan.
Namun, Qin Xuan segera menemukan kelemahannya.
Hanya dengan satu serangan, hampir separuh energi di Dantiannya terkuras.
Padahal, jumlah energi yang dimilikinya jauh melampaui pendekar biasa pada tingkat kultivasi yang sama.
Jika seorang pendekar Alam Bela Diri Sejati biasa menggunakan teknik tersebut, kemungkinan besar seluruh energinya akan langsung habis.
“Pantas saja teknik Tingkat Bumi begitu sulit digunakan.”
Meski membutuhkan banyak energi, Qin Xuan tetap merasa puas. Ia juga memahami bahwa kekuatan serangan itu masih dapat ditingkatkan dengan menyerap energi langit dan bumi ketika menggunakannya.
Terlebih lagi, ini baru percobaan pertamanya.
Ia kembali mengumpulkan energi dan mengulangi teknik tersebut.
Setelah beberapa kali mencoba, gerakan jarinya menjadi semakin mantap. Ia mulai memahami cara mengendalikan energi agar tidak banyak terbuang.
Waktu berlalu tanpa terasa.
Qin Xuan terus berlatih hingga energinya hampir habis. Pada percobaan terakhir, ia kembali mengarahkan kedua jarinya ke depan.
Riak-riak tak terlihat langsung menyebar ke segala arah.
Kali ini, jangkauannya mencapai hampir seratus meter.
Kabut kekacauan yang berada dalam jangkauan serangan itu langsung lenyap, dihancurkan oleh energi pedang yang tidak terlihat.
Qin Xuan menarik tangannya sambil tersenyum puas.
Dengan kekuatan tersebut, ia yakin Tetua Agung Qin Cangming tidak akan mampu bertahan jika terkena serangannya secara langsung.
Bahkan seorang jenius Alam Bintang Langit pun bisa terbunuh apabila lengah.
Setelah memeriksa waktu di luar pagoda, Qin Xuan baru menyadari bahwa hampir satu hari telah berlalu. Langit di luar mulai gelap.
Ia tidak menyangka latihan singkatnya akan berlangsung selama itu.
Qin Xuan kemudian mengeluarkan ribuan Batu Energi dan menumpuknya di sekeliling tubuhnya.
Ia menjalankan Teknik Kekacauan Segala Perubahan.
Energi dari Batu Energi tersebut segera mengalir keluar dan membentuk pusaran besar yang berputar mengelilinginya.
Dalam waktu singkat, energi yang sebelumnya hampir habis kembali memenuhi Dantiannya.
Namun, ada sesuatu yang membuat Qin Xuan terkejut.
Setelah energinya terkuras hingga mendekati batas, lalu dipulihkan kembali, kapasitas Dantiannya ternyata sedikit meningkat.
Ia juga merasakan kekuatan tubuhnya bertambah.
Meskipun belum mencapai kekuatan seratus banteng, perubahan tersebut memberinya harapan.
Kalau terus berlatih seperti ini, aku mungkin bisa melewati batas sembilan puluh sembilan banteng.
Qin Xuan baru hendak melanjutkan latihan ketika sosok misterius tiba-tiba muncul di hadapannya.
“Cara itu memang bisa membantumu mencapai kekuatan seratus banteng,” katanya. “Namun, kau akan membutuhkan waktu sangat lama.”
Qin Xuan segera menghentikan latihannya.
“Senior memiliki cara lain?”
“Ada. Awalnya aku ingin menunggu sampai kultivasimu lebih tinggi. Namun, kau ternyata mencapai batas sembilan puluh sembilan banteng jauh lebih cepat daripada perkiraanku.”
Sosok misterius itu memandangnya beberapa saat.
“Sudah waktunya kau memasuki lantai kedua.”
“Lantai kedua?”
Qin Xuan langsung tertarik.
Di lantai pertama, ia telah memperoleh warisan Iblis Pedang, sosok kuat dari zaman kuno. Jika lantai kedua juga menahan seorang ahli luar biasa, mungkin ia dapat memperoleh kesempatan lain untuk meningkatkan kekuatannya.
Namun, sebelum Qin Xuan sempat bertanya lebih jauh, sosok misterius itu memperingatkannya.
“Berhati-hatilah. Penghuni lantai kedua masih hidup. Sifatnya juga jauh lebih sulit dihadapi daripada Iblis Pedang.”
Qin Xuan mengangguk.
Sesaat kemudian, tubuhnya menghilang dari lantai pertama.
Ketika muncul kembali, ia langsung merasakan hawa panas yang menyengat.
Pemandangan di hadapannya membuat Qin Xuan tertegun.
Lantai kedua sama sekali berbeda dengan lantai pertama.
Di sekelilingnya berdiri gunung-gunung berapi yang terus memuntahkan lava. Cairan panas mengalir di permukaan tanah, sementara udara dipenuhi bau belerang yang menyengat.
Meskipun tubuh Qin Xuan telah diperkuat hingga mencapai batas sebelas-sembilan, panas di tempat itu tetap membuatnya merasa seperti sedang dibakar.
Ia segera mengedarkan energi untuk melindungi tubuhnya.
Sebagai pemilik baru Pagoda Pemakaman Langit, Qin Xuan mengetahui bahwa setiap lantai pagoda pada awalnya merupakan ruang kosong.
Artinya, seluruh gunung berapi dan lautan lava yang dilihatnya sekarang merupakan hasil kekuatan penghuni lantai kedua.
Membayangkan seseorang mampu mengubah ruang kosong menjadi dunia mengerikan seperti ini membuat Qin Xuan semakin waspada.
Tiba-tiba, suara gemuruh berat terdengar dari kejauhan.
Qin Xuan mengangkat kepala.
Di tengah dunia yang dipenuhi gunung berapi itu, sebuah benda raksasa tampak melayang di udara.
Setelah memperhatikannya dengan saksama, ia menyadari bahwa benda tersebut merupakan tungku alkimia berukuran sangat besar.
Tungku itu menjulang seperti gunung, dengan berbagai pola kuno terukir di seluruh permukaannya.
Di bawahnya, beberapa gunung berapi terus menyemburkan lava. Semburan tersebut menghantam bagian bawah tungku hingga permukaannya memerah seperti besi yang sedang dibakar.
Namun, perhatian Qin Xuan segera beralih kepada seseorang yang duduk bersila di depan tungku tersebut.
Sosok itu tidak bergerak sedikit pun meskipun lava terus menyembur di sekitarnya.
Bahkan ketika percikan lava melesat ke arahnya, tidak setetes pun berhasil menyentuh tubuhnya.
Qin Xuan baru hendak mengamati lebih jauh ketika orang tersebut tiba-tiba menoleh.
Hanya dengan satu tatapan, pikiran Qin Xuan langsung kosong.
Ketika kesadarannya pulih, ia terkejut mendapati dirinya sudah berada tepat di hadapan sosok tersebut.
Ia segera menenangkan diri dan membungkuk memberi hormat.
“Salam, Senior. Namaku Qin Xuan.”
Orang di hadapannya ternyata seorang lelaki tua berambut putih. Wajahnya kotor, janggutnya panjang dan kusut, sementara jubah hitam yang dikenakannya sudah compang-camping.
Rambutnya bahkan menyerupai sarang burung.
Jika bertemu dengannya di jalan, Qin Xuan mungkin akan mengira lelaki tua itu seorang pengemis.
Lelaki tua tersebut mengamati Qin Xuan dari kepala hingga kaki, lalu mendengus meremehkan.
“Jadi, kau pemilik baru pagoda ini? Lemah sekali. Bagaimana mungkin pagoda memilih bocah sepertimu?”
Qin Xuan hanya tersenyum pahit.
Ia memang tidak bisa membantah. Di hadapan sosok yang mampu menciptakan dunia penuh gunung berapi, kekuatannya masih terlalu kecil.
Namun, ketika Qin Xuan mencoba mencari keberadaan sosok misterius, lelaki tua itu langsung tertawa mengejek.
“Sedang mencari bantuan? Percuma! Di lantai ini, tidak ada seorang pun yang bisa menandingiku.”
Ia kemudian mengangkat tangannya.
“Karena sudah datang, kau tidak perlu pergi lagi. Mulai sekarang, kau akan menjadi pelayan alkimia milikku selama seratus tahun!”
Seketika, kekuatan mengerikan menekan tubuh Qin Xuan dari segala arah. Ia tidak mampu menggerakkan tangan maupun kakinya.
Tubuhnya bahkan mulai melayang menuju tungku raksasa tersebut.
Sial!
Qin Xuan mengumpat dalam hati.
Namun, semakin berbahaya keadaannya, semakin keras ia berusaha menenangkan pikiran.
Ia adalah pemilik Pagoda Pemakaman Langit. Tidak mungkin dirinya membiarkan seorang tahanan memperlakukannya sesuka hati.
Dengan satu pikiran, Qin Xuan mengaktifkan kekuasaannya atas pagoda.
Tubuhnya langsung menghilang.
Ketika muncul kembali, ia sudah berada lebih dari seratus kilometer dari tempat semula.
Ternyata, ruang lantai kedua telah diperluas oleh lelaki tua tersebut hingga mencapai wilayah yang sangat luas.
“Hah? Menarik juga.”
Lelaki tua itu terdengar sedikit terkejut.
Sesaat kemudian, kekuatan tak terlihat menyebar dari dahinya dan menyelimuti seluruh lantai kedua.
Qin Xuan yang baru saja berhasil meloloskan diri langsung merasakan tubuhnya kembali terkunci.
Kekuatan jiwa?
Ia terkejut.
Kekuatan yang menahannya bukan energi biasa, melainkan kekuatan jiwa yang sangat besar.
Qin Xuan segera mencoba menggunakan kekuasaan pagodanya sekali lagi.
Namun, sebelum sempat bergerak, suara lelaki tua itu sudah terdengar dari belakangnya.
“Kau pikir bisa terus melarikan diri?”
Sebuah tangan tua tiba-tiba menyentuh bahunya.
Kesadaran Qin Xuan kembali menghilang.
Lelaki tua itu memandang Qin Xuan yang tidak sadarkan diri, lalu tersenyum licik.
“Kalau kutanamkan tanda jiwa pada bocah ini, dia akan menjadi budakku. Dengan begitu, aku bisa mengendalikan pagoda dan akhirnya keluar dari tempat terkutuk ini.”
Namun, sebelum ia bertindak, sebuah suara tenang terdengar.
“Sebaiknya jangan lakukan itu.”
Sosok misterius muncul tanpa suara di dekat mereka.
Lelaki tua tersebut langsung menoleh.
“Kau? Jangan bilang kau sudah tunduk kepada bocah ini!”
“Jangan mengada-ada. Siapa yang mampu membuatku tunduk?” jawab sosok misterius itu dingin.
“Lalu kenapa kau membantunya?”
“Aku bukan sedang membantunya. Aku justru memperingatkanmu. Kalau tidak percaya, silakan tanamkan tanda jiwamu.”
Lelaki tua itu mengerutkan kening.
Namun, kesempatan untuk meninggalkan Pagoda Pemakaman Langit terlalu menggoda untuk dilewatkan.
Ia segera mengumpulkan kekuatan jiwa yang sangat besar di hadapannya.
Kekuatan tersebut perlahan memadat menjadi sebuah tanda kecil seukuran ibu jari, dipenuhi pola-pola kuno yang rumit.
Sosok misterius memperhatikan proses itu dengan tenang.
Ia sedikit terkejut karena kekuatan jiwa lelaki tua tersebut ternyata telah meningkat selama sepuluh ribu tahun terakhir.
Setelah tanda jiwa terbentuk sempurna, lelaki tua itu langsung mengarahkannya ke dahi Qin Xuan.
Tanda tersebut perlahan memasuki kesadaran pemuda itu.
Satu tarikan napas berlalu.
Kemudian dua.
Pada tarikan napas ketiga, lelaki tua itu hampir tersenyum puas.
Namun, tepat ketika tanda jiwa tersebut hendak tertanam sepenuhnya, ekspresinya mendadak berubah.
Tanda yang dibuatnya dengan susah payah tiba-tiba lenyap tanpa bekas.
“Apa-apaan ini?”
Ia segera melepaskan lebih banyak kekuatan jiwa untuk memeriksa keadaan Qin Xuan.
Namun, begitu kekuatan itu memasuki kesadaran pemuda tersebut, seluruhnya menghilang seperti ditelan lubang tanpa dasar.
Lelaki tua itu berusaha menariknya kembali, tetapi tidak berhasil.
Dalam waktu singkat, ia telah kehilangan sepersepuluh kekuatan jiwanya.
Jumlah tersebut bahkan cukup untuk membuat banyak ahli kuat di Daratan Tai Xuan merasa gentar.
Lelaki tua itu menatap sosok misterius dengan marah.
“Kau sudah tahu hal ini akan terjadi?”
“Tentu saja.”
“Kenapa tidak memberitahuku?”
Sosok misterius mendengus.
“Untuk apa aku memberitahumu?”
Lelaki tua itu terdiam sesaat.
Namun, rasa penasaran dan harga dirinya membuatnya tidak mau menyerah.
“Aku tidak percaya bocah ini mampu menelan seluruh kekuatan jiwaku!”
Ia kembali mengerahkan kekuatan yang jauh lebih besar.
Sebuah bayangan jiwa raksasa terbentuk di udara, kemudian menyusut hingga menyerupai manusia biasa. Tubuh bayangan itu tampak bening seperti kristal.
Tanpa ragu, lelaki tua tersebut mengirimkan bayangan jiwa itu langsung ke dalam kesadaran Qin Xuan.
Sosok misterius hanya menggeleng.
“Kau akan menyesal.”
Benar saja, tidak lama kemudian, bayangan jiwa tersebut melesat keluar dengan panik.
Cahaya kristalnya telah meredup, sementara kekuatannya berkurang sangat banyak.
Lelaki tua itu menarik kembali bayangan tersebut dengan wajah pucat.
“Mustahil!”
Ia menatap Qin Xuan yang masih tidak sadarkan diri, kali ini dengan ketakutan yang tidak mampu disembunyikannya.
“Siapa sebenarnya bocah ini? Kenapa jiwanya bisa seperti itu?”
......................
Bersambung...