NovelToon NovelToon
Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Lari Saat Hamil / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: nova sari

Elena Rossi terpaksa menjadi pembantu di mansion Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam di New York, untuk melunasi hutang ayahnya.

Hari pertama kerja, Elena tidak sengaja melihat rahasia gelap Lorenzo di lantai tiga.

Sejak itu Lorenzo mengurungnya.

"Kau sudah melihat rahasiaku. Sekarang kau milikku. Kau tidak boleh keluar dari rumah ini."

Elena ingin kabur, tapi semakin dia membenci Lorenzo, Lorenzo semakin terobsesi padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Ngidam Aneh Nyonya Mafia

Jam 2 pagi di New York.

Kota yang tidak pernah tidur itu masih ramai dengan lampu-lampu gedung pencakar langit. Tapi di mansion De Luca yang super mewah dan super besar di pinggiran kota, semua lampu seharusnya sudah mati dan semua orang seharusnya sudah tidur pulas.

Seharusnya.

Tapi malam ini, mansion De Luca seperti pasar malam yang heboh.

Kenapa?

Karena Nyonya Mafia yang sedang hamil kembar 5 minggu, Elena Rossi De Luca, sedang NGIDAM!

Di kamar utama yang luasnya 100 meter persegi dengan tempat tidur king size yang penuh dengan boneka dan kelopak mawar, Elena duduk di atas tempat tidur dengan perutnya yang masih rata tapi sudah dielus-elus terus. Rambut pirang panjangnya berantakan karena baru bangun tidur, matanya sembab, wajah cantiknya cemberut manja.

Di depannya, Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam dan paling ditakuti di New York, hanya memakai celana tidur hitam dan kaos singlet hitam yang memperlihatkan tato naga besar di punggung dan lehernya, sedang berdiri dengan wajah panik setengah mati sambil memegang ponsel dan buku catatan kecil.

Buku catatan itu judulnya: *BUKU NGIDAM ELENA - HARI KE-3*

Isinya sudah penuh dengan tulisan tangan Lorenzo yang jelek tapi penuh cinta:

- Hari 1: Pengen mangga muda + garam

- Hari 2: Pengen rujak Bi Inem jam 1 pagi

- Hari 3: Pengen es krim durian + keripik pedas???

"Lorenzo! Saya tidak mau mangga muda itu! Tadi kan saya sudah bilang saya mau rujak! Tapi rujaknya harus rujak buatan Bi Inem! Yang pedas, yang asem, yang ada mangga, bengkuang, nanas, jambu! Sekarang juga!" kata Elena dengan suara manja dan sedikit ngambek, khas ibu hamil.

Lorenzo yang biasanya kalau ada anak buah salah bicara sedikit saja langsung ditembak kakinya, sekarang malah mengangguk-angguk seperti anak kecil yang dimarahi mamanya.

"Iya, iya, istriku sayang... Nyonya De Luca yang cantik... saya sudah suruh Thomas bangunkan Bi Inem... Bi Inem sudah di dapur bikin rujak... 5 menit lagi jadi ya... jangan nangis ya... kasihan Leon dan Luna di perut..." kata Lorenzo dengan suara paling lembut yang pernah dia keluarkan seumur hidupnya.

Elena masih cemberut. "Tapi saya juga pengen es krim durian! Yang durian Medan! Yang baunya menyengat itu! Sekarang!"

Lorenzo langsung menelepon Thomas yang ada di dapur.

"Thomas! Nyonya mau es krim durian Medan! Cari di semua supermarket 24 jam di New York! Kalau tidak ada, terbangkan dari Medan, Indonesia sekarang juga pakai jet pribadi! Saya tidak peduli harganya 1 Miliar! Istri saya ngidam!"

Thomas yang baru saja selesai bikin rujak dengan Bi Inem di dapur, langsung berlari keluar lagi dengan 5 penjaga untuk mencari es krim durian jam 2 pagi.

Bi Inem datang dari dapur dengan membawa mangkok besar rujak yang baru saja dia buat dengan cobek besar. Rujaknya terlihat segar, ada mangga muda, bengkuang, nanas, jambu air, dengan bumbu kacang pedas yang hitam.

"Nona Elena, ini rujaknya sudah jadi... masih pedas, masih asem, Bi Inem baru ulek..." kata Bi Inem dengan senyum.

Elena langsung mengambil mangkok rujak itu dan memakannya dengan lahap.

"Enak! Enak banget Bi! Ini yang saya mau! Asem, pedas, segar!" kata Elena sambil makan dengan belepotan, sambal rujaknya sampai kena di bibirnya yang merah.

Lorenzo duduk di sebelah Elena dan melihat istrinya makan dengan lahap. Dia mengambil tisu dan mengelap bibir Elena yang belepotan sambal dengan sangat lembut dan romantis.

"Pelan-pelan makannya, sayang... nanti keselek... Leon dan Luna juga ikut makan rujak pedas ya di dalam perut?" kata Lorenzo sambil mengelus perut Elena yang masih rata.

Elena mengangguk sambil mengunyah rujak. "Iya, Leon sama Luna suka rujak pedas! Mereka nendang-nendang perut saya tadi!"

Lorenzo langsung menempelkan telinganya ke perut Elena yang masih rata itu, mencoba mendengarkan tendangan bayi kembarnya.

Padahal usia kandungan baru 5 minggu, belum ada tendangan sama sekali. Tapi Lorenzo yang bucin itu pura-pura mendengar sesuatu.

"Iya! Saya dengar! Leon bilang, Papa, rujaknya enak! Luna bilang, Papa, es krim duriannya mana?" kata Lorenzo dengan serius.

Elena tertawa ngakak sampai rujaknya hampir muncrat.

"Lorenzo! Mana ada bayi 5 minggu bisa ngomong! Kamu lucu banget sih jadi Papa!"

Lorenzo ikut tertawa. Tawa bahagia yang tulus.

Tepat jam 2.30 pagi, Thomas datang kembali dengan napas terengah-engah membawa 10 cup es krim durian Medan yang dia beli dari toko Indonesia yang buka 24 jam di Queens.

"Tuan Muda, Nona Elena, es krim durian Medannya sudah dapat! 10 cup! Semua rasa durian!" kata Thomas.

Elena langsung mengambil satu cup es krim durian dan memakannya bersamaan dengan rujak pedas.

Kombinasi yang sangat aneh: rujak pedas + es krim durian!

Tapi bagi ibu hamil kembar seperti Elena, itu adalah kombinasi paling enak di dunia.

"Mmm... enak banget! Rujak pedas sama es krim durian! Leon dan Luna suka banget!" kata Elena.

Lorenzo melihat istrinya makan dengan bahagia, hatinya juga ikut bahagia. Tapi dia juga khawatir.

"Elena, kamu makan pedas sama es krim banyak-banyak begitu tidak apa-apa untuk bayi? Nanti perut kamu sakit?" tanya Lorenzo.

Elena menggeleng. "Tidak apa-apa, dokter Emily bilang boleh makan apa saja asal tidak berlebihan. Lagian ini ngidam, Lorenzo... kalau tidak dituruti, nanti anaknya ngileran!"

Mendengar kata NGILERAN, Lorenzo langsung panik lagi.

"Jangan sampai ngileran! Leon dan Luna tidak boleh ngileran! Thomas! Besok beli 100 cup es krim durian lagi! Dan 100 kilo mangga muda! Taruh di kulkas semua!" perintah Lorenzo.

Thomas mencatat dengan cepat di buku kecilnya.

Jam 3 pagi, setelah puas makan rujak dan es krim durian, Elena mulai mengantuk lagi. Matanya sudah berat.

"Lorenzo... saya ngantuk... gendong saya ke tempat tidur..." kata Elena dengan suara manja seperti anak kecil.

Lorenzo langsung menggendong Elena dengan bridal style, membawanya ke tempat tidur king size mereka yang empuk. Dia menyelimuti Elena dengan selimut tebal dan menyalakan AC dengan suhu hangat supaya Elena tidak kedinginan.

Lorenzo berbaring di sebelah Elena dan memeluk Elena dari belakang, tangannya mengelus perut Elena yang masih rata dengan lembut.

"Tidur ya, Nyonya De Luca... mimpi indah ya... mimpiin Leon dan Luna..." bisik Lorenzo.

Elena mengangguk dan tertidur pulas di pelukan Lorenzo yang hangat dan bertato naga itu.

Tapi Lorenzo tidak tidur. Dia masih terjaga semalaman sambil mengelus perut Elena dan menatap wajah cantik Elena yang sedang tidur sambil sesekali mengiler karena kekenyangan rujak.

Lorenzo mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu di Google dengan pelan supaya tidak membangunkan Elena.

Ketikannya: *"cara jadi papa yang baik untuk bayi kembar"*

*"makanan ngidam ibu hamil yang aneh tapi aman"*

*"jam 2 pagi di mana beli mangga muda di New York"*

Tuan Muda Mafia yang dulu hanya Googling "cara menghilangkan musuh tanpa jejak" sekarang Googling cara jadi papa yang baik. Betapa besar perubahan cinta Elena untuk Lorenzo.

Keesokan paginya, jam 7 pagi, semua pekerja di mansion De Luca kaget melihat pemandangan di dapur.

Kulkas besar 2 pintu yang biasanya hanya berisi daging wagyu dan wine mahal, sekarang penuh dengan:

- 100 mangga muda

- 50 cup es krim durian Medan

- 20 mangkok rujak Bi Inem

- 10 toples keripik pedas

- 5 kilo asam jawa

Semua itu untuk ngidam Elena!

Thomas yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum.

"Tuan Muda benar-benar bucin... tapi bucinnya bikin iri..." kata Thomas.

Siang harinya, saat Lorenzo sedang rapat penting dengan 20 bos Mafia di ruang rapat mansion untuk membahas bisnis triliunan dollar, tiba-tiba ponselnya berdering.

Nama di layar: *Istriku Cantik Pirang ❤️*

Semua 20 bos Mafia terdiam. Mereka tidak pernah melihat Tuan Muda De Luca mengangkat telepon saat rapat. Siapa pun yang telepon saat rapat pasti akan ditembak.

Tapi Lorenzo langsung mengangkat telepon itu dengan senyum.

"Halo, sayang? Kenapa? Kamu mual lagi? Mau apa? Es krim durian lagi? Oke, 5 menit Papa pulang! Rapatnya Papa tinggalin dulu ya!" kata Lorenzo dengan suara super lembut.

Semua 20 bos Mafia melongo melihat Tuan Muda mereka yang kejam itu bicara seperti itu.

Lorenzo menutup telepon dan berdiri.

"Rapat selesai! Saya harus pulang! Istri saya ngidam es krim durian lagi! Semua bisnis tunda besok! Kalau ada yang protes, saya tembak!" kata Lorenzo sambil mengambil jasnya dan berlari keluar dari ruang rapat.

20 bos Mafia itu hanya bisa saling tatap dan tertawa.

"Tuan Muda De Luca sudah kalah sama Nyonya De Luca yang hamil!"

Di kamar, Elena sedang duduk dengan es krim durian di tangannya, menunggu Lorenzo pulang dengan senyum bahagia.

Dia tahu, meskipun Lorenzo adalah Mafia paling kejam, di depan dia dan bayi kembarnya, Lorenzo hanyalah seekor naga besar yang jinak dan bucin.

Dan di luar mansion, di sebuah mobil hitam yang terparkir jauh, terlihat bayangan seorang wanita dengan kacamata hitam. Itu adalah Isabella Moretti yang sudah kembali dari Italia dengan wajah penuh dendam, melihat kemesraan Lorenzo dan Elena dari jauh.

"Lihat saja, Elena... kamu pikir kamu bisa bahagia dengan anak kembar itu? Saya akan buat ngidam kamu jadi mimpi buruk..." bisik Isabella.

Bahaya untuk bayi kembar De Luca semakin dekat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!