NovelToon NovelToon
Menikahi Pewaris Gila (Spin Off MBPB)

Menikahi Pewaris Gila (Spin Off MBPB)

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:430
Nilai: 5
Nama Author: Jeju Oranye

Menikahi pewaris gila (spin off MBPB) Ini adalah spin off dari novel sebelumnya (Mengandung benih pria beristri) silakan baca novel itu dulu untuk mengerti alurnya. Menceritakan kisah Sagara davitra Fernandez, buah hati dari Citra dan David dan seorang gadis bernama Azalea kirana, disini akan banyak diceritakan bagaimana cerita setelah ending pernikahan David dan citra di novel sebelumnya, Sagara yang di cap sebagai “pewaris gila” harus di hadapkan dengan intrik dan konspirasi yang kejam demi kekuasaan di dalam keluarganya sendiri setelah ayahnya meninggal dunia dan ibunya yang ia anggap pengkhianat dan meninggalkan nya sendirian saat kecil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 03

Aleah berlari sekencang- kencangnya, sekuat yang ia bisa, tujuannya hanya satu yakni bisa memenuhi mandat yang di berikan sang ibu.

Dalam pelariannya, air matanya tak berhenti mengalir mengingat momen perpisahan ia dan kedua perempuan yang disayangi nya, yang belum tentu akan bertemu lagi.

Dalam hati, ia menjerit kenapa hidupnya harus senelangsa ini, kenapa ibunya menikahi sang ayah jika tahu sifatnya seperti itu? Kenapa ia lahir ke dunia ini.

Namun hidup tetaplah hidup, Aleah memutuskan untuk tidak menyerah pada takdir, dan memutuskan akan menentukan nasibnya sendiri.

Sesampainya ia di perbatasan jalan antara desanya menuju kota, Aleah terhenti sejenak, kedua tangannya berada di lutut, mengatur ritme jantung dan napasnya.

Dengan sisa gemetar yang masih ada, Aleah membuka gumpalan yang diberikan ibunya, disana ada pecahan uang dan secarik kertas yang sudah lusuh.

Aleah membukanya perlahan, tampaklah berderet huruf yang di tulis ibunya dengan tintah merah.

(Aleah, jika kamu membaca surat ini maka harus pergi sejauh- sejauh nya dari sini dan raih mimpimu.Aleah, ibu memiliki sebuah rahasia besar yang selama ini ibu tutup rapat- rapat. Nama asli ibu sebenarnya bukan Aminah tapi Erika, Erika dwi pareswati. Ibu tidak lahir didesa ini, melainkan tinggal dan besar di mansion megah keluarga pareswati yang ada di kota B. Ibu melarikan diri dari keluarga kandung ibu karena tak ingin dijodohkan lalu menikah dengan ayah mu, waktu itu ibu belum tahu sifat ayahmu yang sebenarnya sehingga menggantungkan seluruh kehidupan ibu padanya.

Tapi ibu ternyata salah besar, ibu rela meninggalkan keluarga ibu dan merubah identitas, tapi yang didapat justru hinaan dan penderitaan dari ayah mu, itu sebabnya ibu tak ingin nasib sama terulang padamu. Jika kau membaca surat ini maka kau harus mencari alamat yang ibu tuliskan di surat ini.)

Aleah menutup mulut nya, tak percaya dengan apa yang baru saja dia baca, pantas saja perangai ibunya sangat berbeda dari para wanita di desanya, dia begitu tertata dan anggun, pantas saja ibunya selalu mengajarkan hal yang sama padanya dan mengatakan dia akan tinggal di mansion besar, ternyata ini alasannya.

Ibunya sebenarnya adalah putri dari keluarga berada yang entah bagaimana tersesat dalam tipu muslihat ayahnya.

“Ya, Allah, Ibu.” Aleah memejamkan mata berusaha meredam gejolak dalam dada, namun tak ada waktu lagi, insting bertahan hidupnya mengatakan dia harus segera mencari alamat yang di berikan ibunya.

Kembali kesana itu sudah tak mungkin, maka yang menjadi pilihannya sekarang adalah mengikuti kemana pun kakinya melangkah.

(Mansion prameswari nomor 25, jika kamu tidak di terima disana, pergilah ke kediaman teman lama ibu, nyonya Citraleka Fernandez, dia orang yang murah hati, kau pasti akan bisa bertemu dengan nya dan sebut lah nama ibu, maka dia akan melindungimu).

Paragraf terakhir yang dituliskan ibunya membuat Aleah tercenung sesaat.

Fernandez?

Nama keluarga yang tak asing.

……

Sagara baru saja keluar dari ruangan rapat ketika Xavia mendekati nya. Wanita itu datang dengan sebuah paperbag berisi makanan untuknya.

“Hai Sagara.” Sapa wanita tersebut dengan senyuman lebar memperlihatkan giginya yang rapi dan putih.

Sagara tak berkutik, justru tetap melanjutkan langkahnya dengan cuek bebek. Mendapati penolakan secara terang- terangan seperti itu, Xavia tak menyerah, ia mengejar Sagara.

Sebetulnya jika bukan karena suruhan Mayang dia juga ogah menemui pria itu dan melakukan trik pendekatan murahan seperti ini. Tapi bagaimanapun demi memuluskan rencana mereka, Xavia harus menjalankan tugas ini, menjadi wanita yang baik seperti ucapan nyonya Gracia.

“Sagara, kau sudah tahu kan soal perjodohan kita? Nenekmu pasti sudah membicarakan nya padamu dan ayahku juga. Hari ini aku datang untuk mengajakmu makan bersama, lihat aku sudah bawa makanan untuk mu.” Xavia begitu bersemangat melakukan aksinya namun tiba-tiba Sagara berhenti dengan wajahnya yang beku dan terlihat sedingin es.

“Apapun yang kau rencanakan jangan pernah libatkan aku.”

Kata- katanya singkat bahkan pria itu mengucapkan tanpa menoleh sedikitpun namun sukses membuat topeng kepura- puraan Xavia akhirnya retak.

“Apa maksudmu?!” Sentak wanita itu tak terima, dengan menahan lengan Sagara yang hendak pergi.

Namun Sagara segera menepisnya dengan ekspresi jijik yang bahkan tak berusaha ia sembunyikan, beberapa orang yang melintas melirik ke arah mereka membuat Xavia benar-benar merasa malu, bahkan beberapa dari mereka tak segan untuk berbisik.

“Kenapa kau jahat sekali, Sagara? Kita kan akan segera menikah?”

Sagara justru terkekeh sinis.”stop berpura-pura bahwa kau bahagia dengan perjodohan ini. Aku tau kau pun tidak menerimanya tapi kau datang dengan senyum palsu mu dan mencoba merayu ku. Maka ku tekankan sekali lagi, apapun rencana yang sedang kau susun jangan pernah libatkan aku.”

Xavia mengepalkan tangannya, dadanya naik turun karena emosi. “Kenapa kau begitu sinis padaku? Kenapa kau sangat membenci ku, hah? Apa salahku padamu?”

Sagara tersenyum sinis.” Ingin tahu kesalahan mu?” Pria itu melangkah mendekat membuat sang wanita menatap dengan waspada, tiba-tiba atmosfer di sekitar mereka terasa menegang.

“Sebenarnya tidak ada. Tapi aku benci wanita yang berpura-pura, sok baik di depan ku, tapi di belakang menjelekkan dengan wajah nya yang palsu. Wanita seperti mu sudah banyak kutemui, jadi menjauh lah karena sekali aku tak suka, aku membuat hidupmu bagai neraka jika kau tak berhenti mengusikku.”

Setelah mengatakan itu Sagara pergi begitu saja, meninggalkan Xavia yang menatap nyalang penuh bara api di matanya. Melihat sikap Sagara hari ini semakin meyakinkannya untuk membalas dendam lewat perjodohan ini.

“Kau boleh saja angkuh dan sombong sekarang Sagara, tapi lihat saja aku akan membuat mu menyesal dan kehilangan muka nanti!” Sumpah nya dengan tangan bergetar penuh dendam.

...----------------...

Di tempat lain, Aleah tertunduk lesu menatap jalan setelah kembali dari kediaman prameswari. Bukan sambutan hangat yang dia terima setelah mengaku jika dirinya anak dari putri mereka yang hilang namun justru cacian dan hinaan dari kepala keluarga yang tak lain adalah kakeknya sendiri.

Masih terngiang ucapan tuan Pram prameswari ketika Aleah mengaku tentang jati dirinya.

“Pergi kau, aku tak mengakui dirimu sebagai bagian keluarga ini, enak saja anak kurang ajar itu kabur bersama kekasihnya lalu menitipkan benih mereka di rumah ku, pergi kau dan kasih tahu ibumu aku tak pernah menganggapnya sebagai anak lagi, bagiku dia sudah mati!”

Aleah memejam sesaat, gelegar suara sarat kebencian itu masih menghujam ulu hatinya, namun tak ada waktunya untuk bersedih, dia harus mencari tempat perlindungan.

Maka satu-satunya tujuannya saat ini adalah menemui sahabat lama ibunya, nyonya Citra.

“Kediaman Fernandez ya?” matanya gamang menatap deretan alamat yang menjadi harapan terakhir nya.

Namun lamunan sesaat nya itu tiba-tiba buyar ketika ia merasakan guyuran air yang seketika membasahi setengah tubuhnya.

Aleah terperanjat, wajahnya ikut kecipratan air memejam sesaat lalu ia refleks menoleh dan mendapati sebuah seda mewah sudah berada di sampingnya.

Kaca hitam mobil itu turun perlahan memperlihatkan seraut wajah tampan yang tertutup kaca mata hitam tanpa penyesalan menatapnya setelah mengguyurkan air dalam botol kemasan itu ke tubuhnya.

“Bisa minggir, ini tempat parkir, jika kau pengemis maka aku tidak punya uang receh jadi menepi lah.”

Apa katanya? Pengemis?!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!