Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰
Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.
Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.
5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21 Dengarkanlah sayang, Hidupku hanya kamu
...****************...
...----------------...
....................
Hati gelisah tercampur takut remang-remang jari tangan beradu cemas di belakang punggung, Tatap mata menjelaskan rasa takut namun tetap tenang berdiri menghadap Tera.
Tera menatap tajam Berdiri terdiam diri kedua tangan melipat bawah dada, dengan belakang bokong sedikit menempel di meja belakang.
Sesuatu harus di hadapin hari ini adalah kemarahan Tera pada Eli. Tampak Eli menatap dengan rasa malu murung, setelah kemarin tidak masuk kerja tanpa penjelasan.
"Kemarin kemana kamu!!?? " Pertanyaan Tera sedikit tegas pada Eli
"Eee.... kemarin lagi mimpi indah tidak bisa terbangun dan tidak bisa aku lupakan, Tanpa tahu sudah siang...!! " Jawab Eli sedikit beralasan
"Kamu tahu kantor kita ini sedang ada kerjaan yang harus di bereskan!! kenapa kamu seenaknya enggak masuk kerja... tanpa beritahu lagi....!! kalau ingin mimpi indah... tidak usah bangun... selamanya tidur di kasur!! ". Sentil Tera nada tegas
Hari ini tidak bisa memberikan banyak alasan, Eli hanya menundukkan kepala dengan rasa malu.
Tera sebenarnya ada sesuatu aneh melihat sikap Eli hanya terdiam murung, biasanya kalau di marahin atau di tegur suka sekali banyak alasan tidak jelas dan tidak masuk di akal. Tapi hari ini tumben sekali terdiam menunduk dengan rasa malunya itu.
"Hari ini kamu di SP! ". Ucapnya
Tidak bisa berkata-kata selain menerima nasib yang harus Eli Terima, Dengan hati sedih hanya berharap semua akan baik-baik saja.
Berjalan di lorong kantor dengan perasaan berat pegang sebuah kertas berisi SP peringatan, Melihat isi kertas hanya menatap murung, Sekali lagi melakukan kesalahan Eli pasti langsung di Pecat. Rasa sedih tercampur kesal harus Terima kenyataan, Entah bagaimana nanti kalau sampai di pecat sulit sekali mendapatkan kerjaan di kota ini.
"Aaaaahh!! ". Rengek Eli mengeluh kesal sambil melangkah
Tidak lama Eli duduk di kursi meja kerja meletakkan kertas SP depan Komputer, Terdiam termendung terdiam berfikir menatap layar komputer______,
"……………" Lama terdiam menatap layar_____
Seorang Pria karyawan teman kerja Eli, Heran melihat Eli terdiam mematung_____
"………………"
"Eli!!! ". Panggilnya
Eli melirik tidak bergerak. " Apa?? ".Lantang Eli
" Ohh... masih hidup rupanya" Di kira kenapa ia cukup lega melangkah jalan pergi begitu saja.
Eli menatap melihat dia tidak bergerak hanya bola matanya saja mengikuti.
...****************...
Keheningan di ruang Apartemen begitu nyaman dan tenang, Serasa isi otak begitu nyaman tanpa adanya seseorang pun, Eli menikmati ketenangan di ruangan berbaring (merebahkan) di atas sofa Sambil main ponsel, Waktu sudah malam pkl 19:12 menit. melihat jam di layar ponsel, Eli merasa sebentar lagi Cherly akan datang, Senyum senang menunggu Cherly pulang.
Klak
Suara pintu menghilangkan keheningan yang di rasakan Eli, suara langkah kaki mendekat begitu jelas seisi ruangan. Eli hanya bersikap cuek sambil main ponsel.
Cherly datang melihat Eli yang sedang berbaring di atas sofa hanya bermain dengan ponselnya itu. melangkah mendekat dengan menatap datar.
Merasa capek dan lelah ingin menepatkan rasa nyaman dengan memeluk tubuh Eli di atasnya. Cherly langsung berbaring memeluk tubuh Eli layaknya bantal guling yang nyaman.
Dengan tenang Eli tersenyum manis melihat Cherly begitu manja, biasanya dia sangat cuek tapi hari ini ada apa dengannya, Eli merasa ada sesuatu di pikiran Cherly, seperti capek dan lelah. Eli meletakkan ponsel samping meja, berlahan mengusap punggung Cherly dengan lembut.
Kepala Cherly di tempatkan di dada Eli begitu lembut dan nyaman mendengar detak jantung Eli begitu cepat, seperti sebuah irama yang sangat indah.
******
Kemudian kini mereka berdua sudah di dalam kamar terbaring di atas kasur dengan tenang menutupi selimut untuk menghangatkan tubuh mereka, AC dingin begitu menyegarkan di malam hari begitu gelap.
Cherly masih terjaga dari tidurnya, menatap atas langit di sertai dengan nafas berat. Tampak di samping Cherly, Seorang wanita terbaring kedua tangan diletakkan atas perut, Eli tidur dengan tenang. Cherly menoleh melihat wajah Eli yang tenang, Rasa gelisah sesuatu tidak bisa tahan. Cherly merasakan berdenyut bagian bawah Sensitif (Vagina, Miss V) kaki Cherly terus mengeliat tidak tenang, ber Organisme tidak tahan, ingin sekali menyalurkan hasrat dan nafsu yang tidak bisa Cherly tahan.
Cherly semakin sulit tidur dengan keadaan bagian Miss V berdenyut tanpa henti, cairan di bawah sana sudah mengalir.
"Hemmm zzzzz". Eli Tidur bergerak tetap penjamkan mata.
Cherly hanya menatap wajah Eli terlihat nafsu. Berlahan tangan kanan meraih menyentuh wajah pipi Eli dengan lembut. Cherly mendekat______
Cup
Kecup wajah pipi Eli dengan nafsu,. Eli merasakan kecupan dan tangan di wajahnya, namun Eli merasakan hangat bukan hawa hangat biasa, ini adalah nafsu. Eli berlahan membuka mata menoleh kesamping melihat wajah Cherly.
"Maaf. kamu kebangun iya". Ucap Cherly dengan lirih mata nafsu.
Eli hanya menatap terdiam melihat reaksi Cherly sesuatu yang tidak bisa dia tahan.
" Lagi ingin?? "Larah nada pelan Eli bertanya
Cherly terdiam menatap. malu untuk mengatakan sebenarnya pada Eli, Cherly hanya terdiam dengan rasa canggung.
Eli mengerti walaupun tidak ada jawaban, Beranjak naik ke atas badan Cherly, membungkuk, kedua tangan Cherly di letakan atas kepala, di cengkram lembut dengan tangan Eli.
Eli bergegas cium leher Cherly dengan gairah, keheningan malam berubah suara-suara kecup cium dan desah seluruh kamar.
"Egh... ehm.... "
Tubuh bergetar geli di rasakan Cherly, menikmati setiap tubuh kecupan bibir Eli begitu enak. Eli berlahan turun mencium bagian dada Cherly, lama di sana mencium setiap inci, Kini tangan kiri berlahan meraih ke bawah sana_____
"Ehmmmm! "
Wangi Tubuh Cherly begitu mengoda tidak bisa Eli berhenti terus cium tanpa henti. Tubuh Cherly menggeliat nikmat tiada tara.
"Agh... aaarrgghh" Lirihan desah Nafas berat, saat merasakan bagian bawah sensitif tersentuh geli.
Tubuh bergetar hebat seperti segat listrik seketika. Semakin bergerak tangan Eli di bawah sana semakin menggeliat tubuh Cherly. Wajah Eli datang menatap wajah Cherly yang memerah nikmat, senyum tipis Eli terus mengerakan tangan,
"Agh... agh... agh.. ehmmmmmm!! " Lirihan desah semakin kuat, semakin cepat semakin ingin keluar,
Melihat wajah Cherly semakin nikmat, membuat Eli semakin cepat, sesekali Eli kecup wajah pipi Cherly, sambil menatap wajah Cherly begitu nikmat.
"Aghhhhhn..... aaaaarrrgggghhhh!! " Rasa lega di sertai tubuh bergetar hebat hingga lemas nikmat di rasakan Cherly akhirnya keluar cairan di bawah sana,
Tangan Eli berlahan keluar dari dalam celana Cherly, tampak cairan Vagina membasahi telunjuk jari, melihat jari tangannya sendiri, berlahan Eli menjilat dan masukan telunjuk jari ke dalam mulut layaknya seperti permen, manis.
Cherly yang melihat itu terkejut namun tetap tenang, baru kali ini melihat Eli sangat berbeda apa lagi ekpresi wajah Eli bukan wajah polos melainkan wajah dewasa berbau nafsu.
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊