NovelToon NovelToon
Aura Clarissa

Aura Clarissa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:682
Nilai: 5
Nama Author: Senjani jingga

Aura Clarissa adalah seorang penulis yang hidup dalam ketenangan. Namun, tanpa sadar dia juga menyukai kemewahan dan dunia malam yang gelap. Bahkan lebih parahnya menjadi wanita simpanan Daffa Gorge yang sudah beristri.

Konflik makin memanas ketika Darrel Gorge, adik kandung Daffa, hadir menuntut pertanggungjawaban atas malam yang tak pernah Aura ingat.

Di tengah intrik perselingkuhan, ancaman sang istri sah, dan daya tarik Darrel yang kian sulit ditolak, sanggupkah Aura bertahan saat kebenaran tentang dirinya membakar seluruh kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjani jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Aku Clara!

Clara tertawa—sebuah tawa hambar yang bergema dingin di tengah keheningan malam. Ia maju satu langkah, memangkas jarak hingga kedua tangannya beranjak melingkar santai di pinggang tegap Darrel.

"Nikahi aku. Kupastikan kamu tidak akan pernah menyesal," bisik Clara sensual, sebelum akhirnya mendorong pelan dada Darrel untuk memberi jarak.

Darrel menatap wanita di depannya dengan kerutan dalam di dahi. "Kamu sebenarnya siapa? Kemarin kamu marah besar saat aku mengumumkan pernikahan kita di depan media, dan sekarang—"

"Darrel, aku beda dari cewek penakut yang kamu temui kemarin," potong Clara santai. "Aku yang sekarang adalah Clara."

Darrel mengusap kasar rambutnya, frustrasi. Ia tak bisa berpikir jernih saat ini. Tanpa membuang waktu lagi, ia menarik pergelangan tangan wanita itu memasuki unit apartemen, lalu mendudukkannya agak paksa di atas sofa. Refleks, Darrel menyambar bantal sofa dan melemparnya ke pangkuan Clara untuk menutupi belahan paha gaunnya yang terlalu tinggi.

"Ceritakan padaku, ada apa denganmu? Apa kamu punya saudara kembar?" desak Darrel menuntut.

Clara melempar bantal itu ke samping dengan acuh. Ia menyilangkan kakinya yang jenjang, menatap Darrel lekat-lekat. "Aku dan Aura itu beda. Percuma kamu bertanya pada gadis bodoh itu, dia tidak akan pernah mengerti."

Darrel makin mengernyit. Ia sama sekali tidak memahami arah ucapan wanita ini. Sifat mereka bertolak belakang, tetapi wajah dan tubuh mereka adalah milik orang yang sama. Ada beberapa gestur kecil yang nyaris serupa—seperti bagaimana Clara mendadak mengalihkan pandangan saat Darrel mencoba mengunci iris matanya. Sama persis dengan kebiasaan Aura saat canggung.

"Selain menikah, apa lagi yang kamu mau?" tanya Darrel dingin.

Clara bergeser mendekat, mengikis jarak di antara mereka di atas sofa. "Aku cuma mau menjadi Nyonya Darrel Gorge."

Darrel terkekeh sinis—sebuah tawa singkat yang tak bisa dicerna oleh Clara.

"Jadi... wanita yang bersamaku waktu itu adalah kamu? Clara?" tanya Darrel dengan pandangan menilai.

Clara mengangguk pelan, mengulas senyum licik. "Kenapa? Apa kamu tidak bisa melupakan malam itu?"

Darrel bergeser menjauh. Sisi agresif dan dominan dari wanita ini jujur membuat nalurinya merasa risih. "Di mana Aura sekarang?"

Clara diam beberapa detik, seolah sedang mencari jawaban dari pertanyaan Darrel. "Sedang tidur, mungkin," sahut Clara santai sembari memandangi kuku-kukunya yang terawat.

"Tutupi pahamu dengan bantal itu."

"Nikahi aku dulu, Darrel."

Darrel bangkit dari sofa tanpa memedulikan godaan itu. Langkah kakinya menyusuri lorong apartemen. Clara hanya memperhatikannya dari sofa dengan dahi berkerut bingung.

"Ngapain, sih...?" gumam Clara.

Darrel tak menjawab. Rasa penasaran yang menumpuk membakar kepalanya, ia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi pada diri Aura. Saat melangkahi koridor kamar utama, matanya menangkap beberapa botol obat di dalam tempat sampah tepat didepan kamar Aura.

Namun, saat tangannya terulur hendak meraih botol tersebut, Clara dengan cepat menyambar pergelangan tangannya dan menarik Darrel kembali ke ruang tamu.

"Tidak sopan masuk sampai ke dalam kamar, kecuali kalau kita sudah menikah," cetus Clara seraya mendorong bahu Darrel agar kembali terduduk di sofa.

Beberapa jam berlalu. Percakapan mereka terus berputar tanpa arah dan tanpa kejelasan. Mata Clara sama sekali tidak menunjukkan rasa lelah meski fajar mulai menyingsing. Berbeda dengan Darrel yang akhirnya terlelap karena kelelahan di ujung sofa.

Di kamar mandi, Clara membasahi tubuhnya dengan guyuran air dingin. Begitu selesai, ia berganti pakaian menggunakan kaus kasual dengan potongan kerah rendah yang tetap memperlihatkan leher mulus dan paha jenjangnya.

Ia melangkah ke dapur, menyalakan kompor dengan api besar, lalu memecahkan sebutir telur di atas teflon yang sudah memanas.

Csss!

"Aaaah! Panas!"

Jeritan histeris Clara memecah keheningan pagi. Darrel tersentak bangun, terperanjat dari tidurnya. Mendengar teriakan panik itu berulang dari arah dapur, ia langsung berlari menghampiri.

Asap tebal membumbung di atas wajan. Clara berdiri dengan pakaian kasual dan rambut terikat asal, menunduk panik sambil menutupi wajahnya menggunakan kedua tangan.

Darrel bergegas mematikan knop kompor sebelum api menyambar. Pria itu kemudian menunduk, meraih kedua bahu wanita itu dengan hati-hati.

"Aura! Kamu tidak apa-apa?!" tanya Darrel cemas.

Clara mendongak. Matanya agak memerah karena terkena hawa panas. Ia menatap iris mata Darrel dengan tajam dan lekat.

"Aku... Clara."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!