NovelToon NovelToon
Sistem Kasino Realitas

Sistem Kasino Realitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Jarinya dipotong. Adiknya mati. Tabungannya dirampas.

Dibuang seperti bangkai oleh bos kasino tempatnya mengabdi selama lima tahun, mantan bandar bernama Sora membangkitkan satu-satunya senjata yang tersisa yakni sistem yang memanipulasi probabilitas kenyataan.

Pisau yang harusnya menancap di dada? 0,01% peluang kena. Brankas yang harusnya terkunci rapat? 99,99% terbuka. Sekarang, meja taruhan sudah terbalik. Dan rumah kasino yang selalu menang akan ia beli sendiri.


Peringatan Konten: Cerita ini mengandung kekerasan fisik ekstrem, adegan penyiksaan berdarah, tema kriminalitas (judi, pemerasan, pencucian uang), trauma psikologis gelap, serta bahasa kasar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Asap rokok kretek Dok Han melayang tipis di bawah lampu neon klinik kontainer yang berkedip setiap kali generator diesel di luar dinding tersendat. Bau alkohol medis tujuh puluh persen berpadu dengan sangit timah solder panas dari meja bedah besi nirkarat di tengah ruangan.

Empat orang kini berdiri mengelilingi meja operasi itu.

Di atas permukaan plat besi yang dingin, terbentang selembar kertas kalkir biru lebar yang digambar tangan oleh Sora menggunakan penggaris besi dan spidol hitam. Di sudut kiri meja, laptop tua berlayar retak milik Maya memancarkan pendar hijau pucat. Kabel jaringannya disambungkan ke antena portabel yang dijulurkan keluar melalui celah ventilasi seng. Di sampingnya, Gani duduk membungkuk. Jemarinya yang berlepotan oli memegang solder listrik, merangkai kapasitor keramik mikro ke papan sirkuit hijau kecil.

Sora menumpukan telapak tangan kanannya ke tepi meja plat besi. Lengan kirinya yang buntung kini terbungkus rapi oleh perban elastis hitam baru yang dipasang Dok Han tadi sore.

“Ruko Tiga Naga itu bukan sekadar tempat judi,” buka Sora, suaranya tenang mengurai situasi. Ujung pulpennya mengetuk denah lantai dasar pada kertas kalkir. “Ini benteng uang tunai tiga lantai yang dibangun dari tiga unit ruko lama yang dinding pemisahnya dijebol.”

Dok Han yang bersandar di kusen pintu mengibaskan abu rokoknya ke kaleng biskuit bekas.

“Lantai satu itu cuma kandang lalat,” timpal Dok Han ketus. “Dadu koprok, mesin slot bajakan, meja biliar murahan. Duit receh buruh pelabuhan sama sopir truk yang diputar di sana.”

“Tepat,” kata Sora. “Lantai satu cuma kamuflase buat aparat patroli wilayah. Kasino cuma dapat puluhan juta per malam di sana, sekadar uang rokok pengalih perhatian. Jantung putaran uang Jerry ada di lantai dua.”

Ujung pulpen Sora bergeser naik ke denah lantai dua.

“Lantai dua itu area VIP tertutup. Karpet beludru merah, meja baccarat, dan meja rolet kayu mahoni nomor tiga. Di sanalah para pengusaha ekspedisi gelap, penyelundup rokok, dan pemilik kapal keruk membuang uang miliaran rupiah tiap malam. Di meja nomor tiga, perputaran uang tunai bisa tembus dua sampai tiga miliar dalam hitungan jam.”

“Dan uangnya langsung disedot ke bawah tanah?” tanya Maya seraya meniup gelembung permen karet merah mudanya hingga meletus dengan bunyi pletuk pelan. Layar laptopnya menampilkan rekaman CCTV lorong ruko yang berhasil ia bajak sore tadi.

“Tiap dua jam sekali,” sahut Sora. “Pengawas lantai memasukkan uang tunai hasil meja ke tabung kapsul kuningan yang terhubung langsung ke ruang brankas bawah tanah. Di basement, ada ruang besi setebal dua puluh sentimeter. Di situlah Jerry menimbun uang tunai operasional kasino, sertifikat tanah sitaan warga pesisir, dan buku catatan pembukuan gelap untuk para cukong Konsorsium Puri Naga.”

Gani menghentikan kerja soldernya sejenak. Ia meniup ujung kawat timah yang masih mengepulkan asap putih pedas, lalu memutar tusuk gigi di bibirnya dengan gelisah.

“Ruang bawah tanah itu dijaga Rusli, kan?” tanya Gani pelan, suaranya terdengar cemas saat menyebut nama itu. “Saya pernah servis kompresor pendingin di sana setahun lalu. Rusli selalu bawa parang jagal di pinggangnya, dan pintu masuk basement dipasangi terali besi yang cuma bisa dibuka pakai anak kunci manual dari dalam ruang kantor Jerry.”

“Kita gak bakal mendobrak terali itu dari luar, Bang,” kata Sora menatap Gani. “Kita gak bawa senjata, dan gak bakal melepaskan satu tembakan pun malam itu.”

Dok Han menaikkan sebelah alisnya dari balik kacamata kawat tebal. “Tanpa senjata? Kamu pikir Jerry bakal menyerahkan brankasnya cuma-cuma sambil tersenyum ramah?”

“Jerry gak bakal punya pilihan selain membuka brankasnya sendiri,” jawab Sora datar.

Ia memungut sepotong kapur tulis putih dari samping laptop Maya, lalu melingkari gambar meja rolet nomor tiga pada kertas kalkir.

“Empat hari lagi adalah malam audit tahunan Konsorsium Puri Naga,” kata Sora, membeberkan inti rencananya. “Tuan Ronald dan para pemodal dari Zona Utara bakal mengirim tim auditor resmi ke ruko Tiga Naga buat memeriksa pembukuan dan menagih dividen wajib empat miliar rupiah tunai.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!