NovelToon NovelToon
Jodohku Mas Bule

Jodohku Mas Bule

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: mitha

Retna tak pernah menyangka rumah tangga yang mati-matian ia pertahankan akan berakhir dalam satu keputusan kejam: perceraian. Atas desakan suami dan ibu mertuanya, ia diusir dari rumah, seolah seluruh pengorbanan, cinta, dan tahun-tahun yang ia jalani bersama keluarga itu tak pernah berarti.

Dengan hati hancur, Retna bersumpah tak akan lagi percaya kepada laki-laki. Baginya, cinta hanyalah pintu menuju luka yang lebih dalam.

Namun, ketika ia memilih mengunci rapat hatinya, seorang pria asing justru hadir membawa kehangatan yang belum pernah ia rasakan. Pria yang dijulukinya “Mas Bule” itu memperlakukannya dengan tulus, penuh perhatian, dan kasih sayang—perlahan menggoyahkan sumpah yang selama ini ia pegang.

Di antara trauma masa lalu dan harapan yang mulai tumbuh, mampukah Retna kembali membuka hati? Ataukah pria asing itu benar-benar hadir sebagai penyembuh luka sekaligus jodoh yang selama ini diam-diam menunggunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 - Fitnah Richard

Bab 12 — Fitnah Richard

Sore itu, rumah terasa lebih ramai dari biasanya.

Retna sedang sibuk di dapur menyiapkan makan malam ketika terdengar suara laki-laki dari ruang tamu.

“Sudah lama sekali kau menghilang.”

Retna yang sedang mencuci sayuran sempat melirik ke arah ruang tamu.

Seorang pria asing berdiri di sana bersama Mas Bule. Usianya tidak jauh berbeda dengan Mas Bule. Penampilannya rapi, wajahnya tampan, dan sikapnya terlihat sangat percaya diri.

“Richard,” kata Mas Bule sambil menepuk bahunya. “Aku tidak menyangka kau benar-benar datang.”

“Sudah kubilang kalau suatu hari aku akan mampir.”

Retna kembali melanjutkan pekerjaannya.

Ia tidak ingin mengganggu pembicaraan mereka.

Namun, sejak pertama kali melihat Retna, tatapan Richard beberapa kali justru mengarah kepadanya.

“Dia siapa?” tanya Richard.

“Retna,” jawab Mas Bule singkat. “Dia tinggal dan bekerja di sini.”

Richard mengangguk pelan.

“Menarik.”

Mas Bule hanya menganggap ucapan itu biasa.

“Aku mau mandi sebentar. Kau tunggu di sini.”

“Oke,Tenang saja.Tidak usah terburu-buru.”

Mas Bule kemudian pergi menuju kamar.

Retna yang tidak mengetahui apa-apa tetap sibuk di dapur.

Beberapa menit kemudian, langkah kaki terdengar mendekat.

Retna menoleh.

Richard berdiri di ambang pintu dapur.

“Bisa kubantu?”

“Tidak perlu, Tuan Richard. Saya bisa sendiri.”

Richard tersenyum.

“Jangan terlalu formal. Panggil saja Richard.”

Retna hanya tersenyum tipis lalu kembali memotong sayuran.

Namun Richard tidak pergi.

Ia justru berdiri semakin dekat.

“Kau orang Indonesia?”

“Iya.”

“Pantas.”

Retna menghentikan tangannya.

“Pantas apa?”

Richard terkekeh.

“Aku memang suka wanita berkulit cokelat seperti kamu.”

Retna mulai merasa tidak nyaman.

“Maaf, saya sedang bekerja.”

Ia hendak menjauh, tetapi Richard malah menghadang.

“Kenapa buru-buru?”

Retna mundur satu langkah.

“Saya rasa Anda sebaiknya kembali ke ruang tamu.”

Richard semakin mendekat.

“Aku cuma bercanda.”

“Saya tidak nyaman dengan candaan seperti itu.”

Retna berusaha melewatinya.

Namun Richard tiba-tiba meraih pergelangan tangannya.

Retna tersentak.

“Lepaskan!”

Tepat saat itu, terdengar suara langkah dari belakang.

Mas Bule sudah selesai mandi.

“Apa yang kalian lakukan?”

Richard langsung melepaskan tangan Retna.

Wajah Retna pucat.

“Mas…”

Richard justru lebih cepat berbicara.

“Jangan salah paham.”

Mas Bule menatapnya tajam.

“Jelaskan,ada apa dengan kalian?.”

Richard tertawa kecil.

“Retna yang mendekatiku.”

Mata Retna membesar.

“Apa?”

“Dia yang menggoda ku,” lanjut Richard santai. “Aku hanya mencoba menjauh.”

“Itu bohong!” suara Retna bergetar.

Richard mengangkat kedua tangannya.

“Aku tidak perlu berbohong.”

Retna menatap Mas Bule dengan mata berkaca-kaca.

“Mas, dia yang mendekati saya. Dia juga yang memegang tangan saya. Saya sudah menyuruhnya pergi.”

Richard mencibir.

“Lihat? Dia pintar sekali membuat dirinya terlihat sebagai korban.”

“Tuan Richard!” bentak Retna.

Namun Richard malah tertawa.

“Memangnya kenapa? Kau pikir aku tertarik padamu?”

Retna terdiam.

Richard menatapnya dari atas sampai bawah.

“Kau bukan tipeku.”

Wajah Retna semakin pucat.

“Wanita seperti kamu bahkan bukan seleraku.”

“Cukup.”

Suara Mas Bule terdengar rendah.

Richard masih belum berhenti.

“Aku cuma bercanda. Lagi pula, lihat saja penampilannya. Kucel, sederhana, dan—”

Buk!

Sebuah pukulan keras mendarat di wajah Richard.

Tubuhnya terhuyung beberapa langkah.

Richard memegang sudut bibirnya yang mulai terasa sakit.

“Kau gila?!”

Mas Bule berdiri di depannya dengan wajah penuh kemarahan.

“Jangan pernah menghina dia di rumahku.”

“Aku cuma mengatakan kenyataan!”

“Keluar.”

Richard terdiam.

“Apa?”

“Aku bilang, keluar dari rumahku.!”

“Tapi—”

“Sekarang.!!”

Nada suara Mas Bule membuat Richard tidak berani membantah.

Ia mengambil jaketnya dengan wajah kesal.

“Kau membela perempuan seperti ini?”

Mas Bule menatapnya dingin.

“Dia jauh lebih berharga daripada teman yang tidak bisa menghargai batasan orang lain.”

Richard mendengus.

Mas Bule membuka pintu.

“Dan dengarkan baik-baik.”

Richard berhenti.

“Jangan pernah datang ke sini lagi.”

“Serius?”

“Kalau aku melihatmu muncul di hadapanku lagi tanpa izinku, pertemanan kita selesai.”

Richard akhirnya pergi sambil menggerutu.

Pintu tertutup keras.

Rumah mendadak sunyi.

Retna masih berdiri di dapur.

Tangannya gemetar.

Semua keberanian yang tadi ia gunakan untuk membela diri seakan hilang begitu saja.

Air matanya jatuh.

Satu.

Kemudian dua.

Ia buru-buru mengusapnya.

Namun semakin diusap, semakin deras air mata itu keluar.

Mas Bule yang melihatnya langsung melunak.

“Retna…”

Retna menunduk.

“Saya tidak menggoda dia, Mas Nathan.”

“Aku tahu.”

“Saya benar-benar tidak melakukan apa-apa.”

“Aku tahu.”

“Kenapa dia memfitnah saya?”

Suara Retna pecah.

Mas Bule mendekat.

Retna mencoba menahan tangis, tetapi semua rasa takut dan malu yang sejak tadi ia pendam akhirnya tumpah.

“Saya takut…”

Mas Bule tidak mengatakan apa-apa lagi.

Ia hanya menarik tubuh Retna ke dalam pelukannya.

Erat.

Sangat erat.

Retna sempat terkejut.

Namun beberapa detik kemudian, tubuhnya perlahan melemas di dada pria itu.

Tangisnya semakin pecah.

“Tidak apa-apa,” bisik Mas Bule.

Tangannya mengusap punggung Retna perlahan.

“Aku percaya padamu.”

Kalimat sederhana itu justru membuat Retna semakin menangis.

Selama ini, Retna terlalu sering merasa sendirian.

Terlalu sering dianggap salah.

Terlalu sering tidak dipercaya.

Tapi kali ini, ada seseorang yang langsung berdiri di pihaknya.

Seseorang yang bahkan rela memutus hubungan dengan temannya sendiri demi membelanya.

Setelah beberapa saat, tangis Retna mulai mereda.

Ia menyadari bahwa dirinya masih berada dalam pelukan Mas Bule.

Wajahnya langsung memerah.

“Mas…”

“Hm?”

“Saya…”

Mas Bule perlahan melepaskan pelukannya.

Namun kedua tangan mereka masih saling bersentuhan.

Tatapan mereka bertemu.

Untuk beberapa detik, tidak ada yang berbicara.

Mas Bule memandang mata Retna yang masih basah.

Lalu pandangannya turun perlahan.

Ke bibir wanita itu.

Retna menyadarinya.

Jantungnya berdegup semakin cepat.

Mas Bule mendekat sedikit.

Retna tidak mundur.

“Retna…”

Suara pria itu sangat pelan.

Retna hanya menatapnya.

Dan tanpa banyak kata, Mas Bule menundukkan wajahnya.

Bibir mereka bertemu.

Sangat singkat.

Sangat lembut.

Tidak ada paksaan.

Hanya sebuah kecupan hangat yang membuat Retna seketika membeku.

Mas Bule segera menjauh.

Seolah baru menyadari apa yang telah dilakukannya.

Retna menatapnya dengan mata membesar.

Wajahnya memerah sampai ke telinga.

Mas Bule pun terlihat sama gugupnya.

“Maaf…”

Retna tidak menjawab.

Ia hanya menunduk sambil memegang ujung bajunya.

Untuk pertama kalinya sejak berada di rumah itu, mereka berdua sama-sama tidak tahu harus berkata apa.

Namun satu hal yang mereka sadari.

Hubungan mereka tidak lagi sama seperti sebelumnya.

1
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!