NovelToon NovelToon
Gadis Imut Itu Milik Tuan Reyhan

Gadis Imut Itu Milik Tuan Reyhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fuji Lisa

Jessica yang masih umurnya 21 tahun terpaksa menikah karena sebuah perjodohan dengan seorang CEO tampan kaya raya, laki-laki itu bernama Reyhan Dhalvin Wijaya.
Bagaimana jadinya jika di umur 21 tahun Jessica sudah menjadi seorang istri. mampukah ia melewati semua hal yang terjadi dalam hidupnya? Dan rahasia apakah yang Jessica sembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fuji Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit sayang

Jessica dan Rey sudah sampai di depan sebuah rumah berlantai dua dengan hiasan lampu-lampu yang menemani jalan mereka pada malam hari ini. Jessica mengenakan dress berwarna hitam senada dengan jas yang di pakai Reyhan.

Keduanya mulai berjalan berdampingan, dengan tangan Jessica yang memeluk lengan kekar Reyhan. Langkah lebar pria itu membuat Jessica kesusahan untuk menyamakan langkahnya. Ditambah lagi ia memakai high heels yang membuatnya kesulitan berjalan.

"Mas pelan-pelan ih," ucap Jessica berdecak kesal.

Reyhan berhenti sejenak, menatap wajah cantik Jessica yang memelas."Kenapa? Apa kamu gak nyaman mengenakan high heels itu?"

Jessica menggeleng."Jangan cepet-cepet jalannya."

"Mau Mas gendong?"

"Gak mau, banyak orang." Reyhan mengangguk, ia berjalan sedikit lambat untuk menyamakan langkah Jessica yang kecil. Sepanjang perjalanan pria itu menuntun Jessica agar tak kesulitan berjalan.

"Kamu duduk aja disana sayang." tunjuk Reyhan kesatu meja yang kosong."Aku mau nemui teman aku dulu."

Jessica mengangguk, ia mulai melangkah ke meja yang di tunjuk Reyhan. Mendudukkan dirinya di sana, banyak mata yang menatapnya sinis dan ada juga yang kagum akan kecantikannya. Mereka belum tau aja kalau sebenarnya Jessica istri dari Reyhan.

Tak memperdulikan tatapan itu, Jessica mulai memainkan ponsel yang sedari tadi ia pegang. Hingga satu pria tiba-tiba duduk disampingnya.

"Hai cantik," sapa pria itu, memiringkan kepalanya menatap Jessica lekat."Kamu sedang apa disini gadis kecil?" Tanyanya dengan smirk yang ditunjukkan.

Jessica ketakutan sendiri. Pria di sampingnya berumur sekitar dua puluh delapan tahun, dengan lancangnya pria tersebut memegang bahu mulusnya yang sedikit terbuka. Ia menatap Jessica seolah seorang pedofil yang menyukai anak kecil.

Pria itu menjilat bibir bawahnya sendiri, seolah menemukan mangsanya. Membuat Jessica menggeser tempat duduknya agar lebih menjauh dari pria tersebut.

"Kenapa gadis manis? Kamu takut sama saya hm?" Tanyanya yang ikut menggeser tempat duduk mendekati Jessica. Tangan Jessica mulai bergetar kala pria itu mengusap lembut bahunya sehingga membuat ponselnya terjatuh. Ia takut, sangat takut, berharap dalam diam semoga Reyhan cepat datang.

Pria itu mendekat kan kepalanya kepada Jessica, seolah akan mencium gadis itu."Kita malam ini mending senang-senang, gadis manis." Bisiknya tepat ditelinga Jessica. Dengan cepat Jessica menggeleng sambil menunduk, tak berani menatap pria itu.

"Kamu sangat menggemaskan sekali gadis manis." dengan kurang ajarnya, pria asing itu mengangkat tubuh Jessica, menggendongnya ala bridal style."Kita akan bersenang-senang sayang."

Jessica memberontak, berteriak dengan kencang. Berharap orang-orang yang melihat akan menolongnya. Namun nihil, semua orang yang ada di sana hanya meliriknya sekilas lalu melanjutkan aktivitasnya masing-masing, seolah tak perduli.

"Diam lah gadis kecil."

***

"Ahkkk Sayang."

"Jangan kencang-kencang."

"Sakittt."

"Diem Mas jangan gerak-gerak."

"Pelan-pelan sayang, sakit banget."

"Akhh jangan bagian itu geli."

"Sayang sakitttt."

"Mas diem ih, aku jadi susah ngerokin nya." kesal gadis yang kini tengah duduk di samping tubuh Reyhan. Sungguh ia kesal, karna sedari tadi tubuh Reyhan bergeliatan ke kanan dan kiri seperti cacing kepanasan.

Saat bangun tidur, pria itu bolak-balik ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. Pria itu mengadu tak enak badan dan sekujur tubuhnya terasa lemas. Dan benar saja, saat Jessica memegang keningnya, suhu tubuh Reyhan terasa sangat panas.

Jessica membuatkannya bubur dan teh manis hangat, namun pria itu malah memuntahkannya lagi. Berakhirlah sekarang Reyhan yang tengah berteriak kesakitan karna Jessica yang mengerok punggungnya.

"Jangan bagian itu sayanggg sakittt." wajah Reyhan bahkan sudah berkeringat. Matanya memerah menahan tangis. Lihatlah, pria gagah pemikat wanita itu kini sudah tak berdaya di tangan istri kecilnya.

"Sayanggg kenapa sakit banget. Udah yahh." tangannya mencoba menghentikan lengan Jessica yang masih menggesekkan koin dan sedikit minyak ke punggungnya.

"Dikit lagi Mas, nanti tinggal di urut."

"Sakit sayang....." Rengek Reyhan, ia menghentak-hentakkan kakinya, menyalurkan rasa sakit yang baru pertama kali ia rasakan.

"Udah-udah nih, tinggal di urut." gadis itu mulai mengurut punggung Reyhan dengan lembut. Tangan kecilnya tak henti-hentinya naik turun di atas sana.

"Apa kamu kurang makan sayang, urutan kamu bahkan gak kerasa sama sekali." cibir Reyhan memejamkan matanya.

"Mau aku kerok lagi biar kerasa hm?" Goda Jessica, tadi saja pria itu menjerit-jerit sambil memohon kepadanya agar memelankan kerokan nya. Tapi sekarang lihatlah, wajah sombongnya kembali lagi.

Lantas Reyhan membulatkan matanya dan menggeleng cepat "Nggak-nggak, huaaa nggak mau sayang." kerokan istrinya itu benar-benar sakit, ia sampai hampir menangis di buatnya.

"Selesai."

"Sayang, kamu mau kemana?" Tanya Reyhan manja saat Jessica beranjak dari duduknya.

"Ngambil bubur lagi, tadi kan belum sempet di makan sama Mas Rey."

Setelah Jessica keluar kamar, Reyhan melentangkan posisi tubuhnya.

Punggungnya terasa sedikit panas dan pegal, lantas ia merentangkan otot-otot nya. Sejujurnya, ia ingin tau apa yang di lakukan istrinya itu pada punggungnya. Kerok? Ia saja baru mendengar kata itu sepertinya.

Dengan kaki yang sedikit lemas, ia mencoba berdiri dan berjalan ke arah cermin untuk melihat apa yang terjadi pada punggungnya. Dengan posisi membelakangi cermin, Reyhan melirik kan kepalanya ke belakang. Alangkah terkejutnya ia saat melihat punggung nya yang seperti tercakar oleh serigala.

"Sayanggggggg!" jerit Reyhan kencang. Ia tak menyangka istrinya setega ini ingin membunuhnya.

Ceklek

Pintu terbuka, menampilkan Jessica yang terkejut karna Reyhan tengah menangis. Ia mendekati pria itu di dekat cermin.

"Mas kenapa?" Tanya khawatir.

"Kamu tega ke aku, kamu pengen membunuh aku kan hikss."

Gadis itu mengerutkan keningnya, tak mengerti dengan tuduhan yang di berikan oleh suaminya. Dengan langkah kecilnya, ia menghampiri Reyhan yang duduk di pinggir kasur. Mengusap punggungnya lembut.

"Diam sayang hiks, nggak usah dekat-dekat hiks..."

"Mas kenapa? Coba bilang sama aku." ujarnya lembut.

"Kamu pengen aku mati kan, dengan mencakar punggung aku sampai merah seperti ini hikss."

Jessica menganga di tempat. Dari mana suaminya ini bisa berfikir begitu, astagaa...

"Ko Mas Rey mikir gitu?"

"Buktinya kamu membuat punggung aku sakit."

"Besok juga udah gak sak-"

"Karna besok aku sudah mati!" potong Reyhan tepat "Iya kan kamu pengen aku mati, terus kamu nikah lagi. Kamu tega sama aku sayang hiks, aku benci kamu hikss."

"Mas." Jessica memeluk Reyhan, membaringkan tubuhnya di kasur. Suaminya ini jika sedang sakit memang seperti anak kecil, manja sekali. "Mana mungkin aku mau bikin Mas Rey mati, sayang."

Reyhan masih saja terisak di dada Jessica. Tanpa sadar, ia pun membalas pelukan itu dengan erat. Belum lagi tangan gadis itu yang mengelus rambutnya, membuat Reyhan merasa sangat nyaman.

"Nanti gak ada yang bisa beliin apapun lagi dong kalau Mas Rey mati." godanya tersenyum manis. Jessica mendongak menatap wajah Reyhan dari bawah.

"Terus, kenapa kamu membuat punggung aku sakit?" Tanyanya lirih seperti anak kecil.

"Biar anginnya keluar, Mas Rey itu lagi masuk angin. Dulu aku waktu masuk angin juga gitu, di kerok sampai merah." Ujar Jessica.

"Tapi sakit banget sayang hiks."

"Itu sebenarnya anginnya yang ke sakitan. Anginnya bakal ketawa kalo Mas ngejerit-jerit kaya tadi."

"Apa dia ngetawain aku?" Tanya Reyhan polos.

"He em." angguk Jessica. "Jadi Mas Rey kalau di kerok gak boleh teriak-teriak kaya gitu. Emang Mas mau di ketawain angin?"

Reyhan menggeleng lucu dengan cepat."Kurang ajar banget angin itu ngetawain aku. Apa dia nggak tau siapa aku." kesalnya.

Jessica menahan tawa melihat wajah Reyhan yang polos. Lucu sekali suaminya ini percaya begitu saja dengan dongeng yang muncul di kepalanya. Apakah jika sedang sakit otak pria itu berubah menjadi anak kecil. Hah, Jessica gemas di buatnya.

"Sayang, kamu nggak berangkat sekolah hari ini?" Tanya Reyhan.

"Aku tadi udah izin ke Amel, aku mau ngerawat Mas aja" ujarnya lembut, dengan tangan yang masih mengusap rambut Reyhan. "Masa Mas lagi sakit aku tinggal, nanti aku jadi istri durhaka dong" lanjutnya dengan kekehan.

Reyhan terdiam terharu mendengar ucapan yang keluar dari bibir mungil istrinya. "Mas janji saat Mas sudah sembuh, Mas bakal membawa kamu liburan. Ketempat yang kamu mau." mengeratkan pelukannya pada Jessica. "Apa kita sekalian honeymoon aja yah sayang?" Reyhan mendongak menatap wajah cantik istrinya.

"Eh, aku masih sekolah ih."

Mengecutkan bibirnya, Reyhan berdecak kesal "ck, lama banget sih sekolah kamu itu."

Tok tok tok

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!