"A...aku hanya ingin kamu bahagia, menikahlah dengannya. Aku bersedia berpisah..."
Tatapan suaminya yang pada awalnya penuh amarah menjadi penuh rasa iba."Aku rasa tunjangan perlu di revisi."
"Dia muda dan cantik, kamu berhak mendapatkan yang lebih baik. Hanya saja foto pernikahan boleh untukku? Aku hanya ingin mengenang saat kita susah dan senang bersama-sama."
Sang suami kembali tertegun, menelan ludahnya."Aku akan menambahkan satu villa lagi dalam pembagian harta nanti."
Sementara putranya, berbisik kepada ibunya."Bagus ibu, manipulasi rasa bersalah Ayah. Agar kita mendapatkan lebih banyak hartanya lagi."
***
Ayu Ningsih merupakan istri sekaligus ibu rumah tangga yang baik. Memiliki seorang putra yang begitu cerdas.
Suaminya datang, mengatakan bahwa selingkuhannya hamil dan ingin menceraikan istrinya.
Ayu Ningsih, pada awalnya marah, tapi putranya memberikan gagasan yang lebih bagus."Cerai Boleh! Harta Harus!"
Ibu dan anak yang ingin memiskinkan pasangan selingkuh itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kalau Bisa 3, Kenapa Harus 1?
Jujur saja, tidak hanya Dani yang menjadi kekasihnya. Dani itu tidak perkasa di ranjang, sama sekali tidak memuaskan. Siska mengelus perutnya yang sedikit membuncit. Anak ini bukan milik Dani…atau milik Dani? Entahlah…
Sebuah pesan masuk ke handphonenya.
‘Sayang, aku merindukanmu dan anak kita. Boleh kita bertemu?’
Siska membalas dengan cepat, wajahnya tersenyum.
‘Tentu saja, Dugong jelek itu sedang menunggu ibunya di rumah sakit. Aku juga merindukanmu, tapi apa istrimu tidak curiga?’
Sebuah balasan didapatkan olehnya. Siska tersenyum-senyum sendiri membacanya.
‘Tidak sayang, yang penting kita simpan rapat berdua. Aku menunggumu di penginapan Kamboja.’
Hanya dua huruf yang jadi balasan Siska.
‘Ok.’
Sebuah balasan yang dilengkapi dengan emoji hati. Dirinya segera berdandan, dandanan yang tidak tebal sama sekali. Meskipun perutnya sedikit membuncit, tapi tetap saja kepuasan ranjang harus didapatkan. Kalau tidak bisa mendapatkan dari Dani, maka harus minta jatah dari kekasihnya.
Keluar dari rumah besar kediaman keluarga Atmajaya. Dirinya mengendarai mobil, namun baru saja keluar dari gerbang.
Bug!
Sebuah motor menyerempet mobilnya. Pengendara motor sedikit terjatuh, mungkin mengalami luka lecet?
Dengan cepat Siska turun dari mobil. Mengamati orang yang terluka, berusaha mendirikan motor matic-nya.
Wanita itu tertegun, seorang pemuda rupawan. Wajahnya mungkin sama tampan dengan Virgo, bentuk tubuhnya ideal, menggunakan pakaian yang begitu rapi, senyumannya menawan. Benar-benar seleranya…
“Maaf, aku tidak sengaja. Tadi aku sedang terburu-buru untuk membeli makan kucing peliharaanku. Apa aku perlu keluar biaya ganti rugi?” Tanya pria itu bagaikan ragu. Memegang jemari tangan Siska tiba-tiba, kemudian dengan cepat kembali melepaskannya.
“Maaf, Aku sedang tidak membawa banyak uang. Jadi aku lumayan takut dengan ganti rugi.” Pria itu menggaruk-garuk kepalanya sendiri salah tingkah.
Terlihat begitu manis, terlihat begitu menggugah hati. Kembali dirinya menelan ludah, Kenapa harus ada pria tampan di saat-saat seperti ini.
“Nona begitu cantik…” hanya dengan sebuah pujian, hatinya benar-benar tertancap.
“Kamu tidak perlu ganti rugi.” Siska mengamati pria ini dari atas sampai bawah. Benar-benar keajaiban dunia, astaga…rasa-rasanya tidak apa-apa menyia-nyiakan Virgo. Toh sudah ada yang sama tampannya.
“Lalu aku harus bagaimana? Aku pasti merasa bersalah saat sampai di rumah. Bagaimana caranya mengganti rugi kepada nona cantik ini?” Pria itu menatap lekat ke arahnya. Kemudian berusaha keras untuk tersenyum.
“Bagaimana kalau begini saja. Kebetulan aku adalah penyanyi cafe. Aku akan menciptakan lagu khusus untukmu. Berikan nomor kontakmu…karena jujur saja, kecantikan Nona bagaikan inspirasi untuk saya.” Mulut manis berlumuran gula.
Jansen mengucapkannya begitu ringan. Wanita itu menelan ludahnya, kemudian mengangguk. “Baiklah! Kalau begitu kita bertukar nomor kontak.”
Dengan cepat Jensen menyimpannya. “Senang berkenalan dengan nona cantik…” ucapnya.
Siska menggigit bagian bawah bibirnya sendiri. Kemudian mulai memasuki mobilnya, matanya tidak lepas menatap sosok Jensen. “Nanti hubungi aku!” Siska memastikan.
Sedangkan pria itu hanya mengangguk. “Nanti aku akan menghubungimu. Nona cantik…”
Pria tampan yang melambaikan tangannya pada Siska. Sedangkan Siska sendiri melajukan mobilnya pergi. Sudah memiliki janji temu dengan Joni, sahabat Dani. Salah satu petinggi perusahaan Atmajaya Group.
Sumpah demi apapun, pria tadi benar-benar mendebarkan. Karena ketampanannya, gerak-geriknya yang lembut, dan sentuhan pelan yang diberikan.
Hanya saja Siska tidak menyadari, ketika mobilnya melaju pergi. Senyuman di wajah pria itu memudar, pria yang kemudian mengirimkan pesan kepada Ayu. Pria yang ditugaskan oleh Ayu untuk mendekati Siska.
Tentu saja gigolo, sudah terbiasa bermanja-manja pada maminya. Sudah terbiasa memberikan perhatian halus, perhatian yang menjerat lawan diam-diam.
***
Mobil milik Siska berhenti di depan area penginapan Kamboja. Tepat setelah turun dari mobil, sebuah pesan masuk ke handphonenya.
‘Nona cantik, malam ini aku akan bergadang untuk membuatkan lagu khusus mencerminkan kecantikanmu. Tapi perkenalkan dulu…namaku Jansen.’
Wanita hamil yang tidak tahu diri itu, membalas pesan dari Jansen dengan cepat.
‘Namaku Siska, Sebenarnya kamu tidak perlu merasa berhutang padaku. Mobilku juga hanya lecet sedikit.’
Jansen membalasnya, balasan yang begitu cepat.
‘Walaupun hanya lecet sedikit, tapi biaya perbaikannya pasti tinggi. Aku tidak bisa mengganti dengan uang, karena itu…nanti malam aku akan mengirimkan video, Bagaimana aku menyanyikan lagu tentang nona Siska yang menawan…’
Hati siapa yang tidak akan tergugah oleh pria tampan yang pandai menyanyi. Dirinya tersenyum-senyum sendiri, kembali menyimpan ponselnya.
Melangkah memasuki area penginapan, di depan area penginapan Joni sudah menunggu. Pria ini sudah beristri, pria yang menjadi kekasih Siska, bahkan sebelum menjalin hubungan dengan Dani.
“Sayang…” Siska segera berlari kepelukannya. Om Joni jauh lebih perkasa daripada Om Dani. Hanya saja om Joni sama sekali tidak bersedia meninggalkan keluarganya. Ya sudah…lebih baik menjadikan Joni sebagai pelampiasan saja.
“Aku sudah menunggumu dari tadi. Ayo masuk! Aku sudah menyewa kamar. Ada juga kalung emas baru untukmu, tapi hari ini kamu pakai baju kelinci ya?” Bisik Joni di telinganya.
Siska mengangguk, meraba otot-otot itu. Om Joni memang luar biasa…Tapi tentu saja, dirinya memerlukan duit dari Dani.
Memasuki kamar yang sudah disewa oleh Joni. Ketika pintu tertutup, maka segalanya terjadi. Bibir Siska terbuka, merasakan kebuasan pria perkasa ini. Pakaiannya belum dilucuti, hanya pakaian dalam bagian bawahnya yang sudah dilucuti.
Bibirnya dibungkam dalam ciuman. Suara resleting celana panjang, dan suara ikat pinggang membentur lantai terdengar.
Dirinya dijamah dengan posisi berdiri, benar-benar dijamah ketika masih menggunakan pakaian. Siska bahkan tidak bisa berkata-kata merasakan nikmat dan perkasanya pria ini.
Tubuhnya diombang-ambing, jemari tangannya masih bersandar di pintu. Tubuhnya diangkat, kini melayang di udara, memeluk tubuh Joni bagaikan koala. Kakinya melingkar di pinggang Joni, tapi pria ini tidak berhenti menghujamnya.
Entah bagaimana…kita lewati saja semuanya….
Tepat pada pukul 03.00 pagi, segalanya sudah berakhir. Joni menyandarkan punggungnya di tempat tidur, sementara Siska bermanja-manja di otot perutnya.
“Jadi kamu benar-benar akan menikah dengan Dani?” Tanya Joni pada Siska.
Siska mengangguk pelan. “Dani bahkan masuk dalam daftar 50 orang terkaya di negara ini. Siapa yang tidak mau menjadi istrinya? Nanti aku tinggal menyingkirkan anak kandungnya, dan menjadikan anak dalam kandunganku pewaris satu-satunya. Maka hidupku akan aman…tinggal menunggu Dani mati.”
Joni tersenyum, mengelus pelan rambut Siska, kemudian bertanya dengan nada yang sedikit serius. “Menurutmu…yang ada di dalam kandunganmu, anakku atau anaknya?”
“Mana aku tahu…” jawab Siska acuh.
“Kalau itu anakku bagaimana? Bagaimana kalau anakku yang menjadi pewaris Atmajaya Group?” Ucap Joni antusias.
“Tidak tahu…jangan terlalu dipikirkan. Lagi pula kita di sini juga untuk kesenangan…kan sayang…?” Siska kembali mencium bibir itu. Membuai dan membelainya perlahan.
Tidak ada yang salah dengan jalan pikirannya. Dani bisa memberikan uang tapi tidak bisa memberikan kepuasan. Sedangkan Joni bisa memberikan sedikit uang dan banyak kepuasan.
Jansen…pria yang seumuran dengannya benar-benar menarik. Daripada para Om tua ini…