NovelToon NovelToon
THE DAY YOU WENT AWAY

THE DAY YOU WENT AWAY

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:387
Nilai: 5
Nama Author: Chikaku_chiko

Namanya Raisha, seorang karyawan korporat cantik dan terkesan cuek. Dia belum mengenal debaran cinta seperti apa. Banyak tuntutan orang disekitarnya untuk memulai suatu hubungan dengan seorang pria. Meskipun enggan, Raisha melakukan semua tuntutan itu meskipun tanpa menggunakan hati. Satu pria, gagal. Dua pria, gagal. Hingga tak terasa beberapa pria Raisha mencoba mencari debaran itu, tapi gagal.

Hingga julukan 'Playgirl' menempel padanya.

Hingga datang seorang Aldo. Pria tampan dan maskulin, membuat Raisha merasakan debaran itu. Tapi ketika Raisha mulai mendekati Aldo, ada sesuatu dari diri Aldo yang janggal. Yang membuat Raisha merasakan debaran yang melayang tapi menyakitkan.

Bagaimana kisah cinta Raisha dan Aldo kedepannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chikaku_chiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Di Antara Kebenaran dan Ilusi

​Hari-hari setelah meletusnya rumor tersebut berlalu dengan atmosfer yang terasa kian menekan di kantor. Bagi Raisha, koridor lantai lima kini bukan lagi sekadar lorong kerja, melainkan seperti panggung teater di mana setiap pasang mata seolah siap memberikan penghakiman atas dirinya.

​Stempel playgirl yang dulu melekat padanya kini berganti menjadi narasi baru yang tak kalah pahit: wanita yang kena batu atas perbuatannya sendiri. Karma karena telah mempermainkan cinta para pria.

​Namun, di tengah tatapan sinis dan bisik-bisik tetangga yang memenuhi pantry, pikiran Raisha justru tidak terfokus pada rasa malunya. Sebagian besar kapasitas otaknya masih tertahan pada malam saat dia dibonceng Aldo menembus rintik hujan. Kehangatan singkat itu terasa begitu nyata, begitu berlawanan dengan citra penolakan dingin yang dibicarakan orang-orang.

​Sore itu, Raisha sedang merapikan beberapa dokumen rekap operasional di mejanya ketika Siska menepis bahunya pelan.

​"Ra, berkas divisi analitik ini minta ditandatangani hari ini juga sebelum jam lima," ujar Siska sambil menyerahkan sebuah map manila tebal.

"Kamu mau antar atau biar aku aja?"

​Raisha menatap map di tangannya. Mengantar berkas itu berarti dia harus berjalan ke area kubikel Aldo. Sebuah godaan sekaligus ketakutan menyergap dadanya secara bersamaan.

Siska bukannya tidak tahu tentang rumor itu, biasanya ketika ada berkas yang memang perlu penandatanganan dari divisi Aldo, Siska langsung meminta Raisha yang menyerahkan. Tapi kali ini, dia bertanya dulu, antara Raisha atau dirinya yang menyerahkan.

Logikanya meneriakkan peringatan agar dia menghindari pria itu demi menjaga sisa harga dirinya, namun hatinya yang telah terlanjur jatuh merindukan jawaban atas keraguan yang menyiksa. Dan pada akhirnya, logikanya kalah oleh hati.

​"Biar aku aja, Ka," sahut Raisha pelan, berusaha menyembunyikan getar di suaranya.

​Dengan langkah kaki yang diatur setenang mungkin, Raisha menyusuri lorong utama. Dari jarak beberapa meter, sosok Aldo sudah terlihat. Pria itu tampak sangat rapi dengan kemeja biru muda yang digulung rapi hingga siku, fokus menatap layar monitornya seraya mengetikkan sesuatu.

Wajahnya begitu tenang, seolah gelombang rumor yang mengguncang lantai lima sama sekali tak menyentuh hidupnya.

​"Al," sapa Raisha pelan saat berdiri di samping kubikel Aldo.

​Aldo mendongak. Binar mata cokelat gelapnya menyambut Raisha. Dalam hitungan detik, raut wajahnya berubah, sebuah senyum manis khas yang hangat dan memikat terkembang sempurna di bibirnya.

​"Eh, Raisha," balas Aldo halus, menyandarkan punggungnya ke kursi kerja.

"Ada berkas yang harus ditandatangani?"

​"Iya, ini rekap mingguan," Raisha menyodorkan map tersebut.

​Saat Aldo meraih pena dan mulai membubuhkan tanda tangannya di lembar persetujuan, Raisha berdiri terpaku. Dia memperhatikan jemari tangan Aldo yang lincah, lalu teringat bagaimana jemari yang sama telah membantu merapikan tali helm di bawah dagunya malam itu. Sikap manis Aldo saat ini begitu natural, sangat ramah, seolah mereka adalah dua orang yang memiliki keterikatan spesial.

​Namun, kenyataan pahit itu membentur kepalanya: rumor bahwa Aldo menolaknya mentah-mentah justru bersumber dari perubahan sikap pria itu sendiri setiap kali Raisha bersikap jujur.

​"Al," panggil Raisha lirih, memotong goresan pena Aldo.

​Aldo menghentikan tangannya, lalu mendongak menatap Raisha dengan miringan kepala yang tampak polos.

"Kenapa, Ra?"

​Raisha menatap lurus mata pria di depannya, mencari kejujuran yang tersembunyi di balik senyuman sempurna itu.

"Kamu dengar rumor yang beredar di kantor dari kemarin?"

​Aldo terdiam sejenak. Dia menyelesaikan tanda tangannya, menutup pena dengan bunyi klik yang renyah, lalu merapikan map manila itu sebelum menyerahkannya kembali ke tangan Raisha.

Senyumnya tidak pudar sedikit pun, namun pendar di matanya mendadak berubah menjadi sangat datar dan berjarak. Sama seperti ketika Raisha memperkenalkan Reno padanya.

​"Rumor yang mana?" tanya Aldo santai, senada dengan angin lalu.

"Gosip di kantor ini kan banyak banget, Ra. Aku nggak punya waktu buat ngedengerin semuanya." tukasnya.

​Jawaban yang begitu ringan dan lepas tangan itu membuat dada Raisha terasa dihantam beban berat. Aldo tahu betul rumor mana yang dimaksud, tetapi dia memilih untuk bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, sama persis seperti caranya mencampakkan Mita setelah wanita itu mengorbankan hubungannya.

​"Rumor kalau aku ngejar-ngejar kamu... dan kamu nolak aku," bisik Raisha, memastikan suaranya cukup pelan agar tidak memancing perhatian staf di kubikel sebelah.

​Aldo menyunggingkan senyum tipis, sebuah tawa miring yang sangat samar, khas seorang pria yang merasa memegang kendali penuh atas papan catur emosi wanita.

​"Orang-orang bebas ngomong apa aja, kan?" sahut Aldo halus, suaranya sangat tenang namun sarat akan penolakan terselubung.

"Lagian, bukannya kamu sendiri yang bilang di rooftop kalau kamu cuma 'penasaran'? Kenapa harus dipikirin sampai segitunya, Ra?"

​DEG.

​Kalimat itu terucap begitu rapi, memelintir pengakuan jujur Raisha di rooftop menjadi sebatas 'rasa penasaran' yang tidak berarti. Aldo secara halus sedang menegaskan batas garis permainan mereka: baginya, Raisha hanyalah salah satu objek ketertarikan sesaat yang kini sudah kehilangan pesonanya karena Raisha sudah tidak lagi 'milik orang lain' dan telah menyerahkan hatinya secara utuh.

​Raisha meremas tepi map manila di tangannya hingga kertas tebal itu berkerut.

​Dia menatap Aldo yang kini sudah kembali memalingkan wajah ke layar monitornya, kembali mengetik seolah keberadaan Raisha di sampingnya sudah menguap begitu saja.

Sikap ramah yang diperlihatkannya beberapa detik lalu mendadak lenyap tanpa bekas, berganti menjadi tembok es yang tebal dan tak tersentuh.

​Raisha menarik napas panjang yang terasa sangat sesak di dalam dadanya. Tidak ada lagi pertanyaan yang perlu dia lontarkan. Semua potongan teka-teki tentang Aldo Otavian kini telah lengkap.

​Pria itu memang seorang penyihir yang pandai menciptakan ilusi kehangatan untuk membuat korbannya terpikat, hanya untuk kemudian membiarkan mereka tenggelam dalam ketidakpastian yang dingin. Menjerat korban dengan segala daya pikatnya untuk kemudian dijatuhkan ketika terlena sepenuhnya.

Dan bagian paling tragis dari semua ini adalah fakta bahwa meski Raisha sudah mengetahui seluruh bahaya dan kekejaman psikologis itu, hatinya tetap saja berdetak dan terluka untuk pria yang sama. Ritme yang sama, seolah dirinya mencintai hanya untuk terluka.

​Dengan membawa map di pelukannya, Raisha berbalik dan melangkah pergi menyusuri lorong kantor dengan kepala ditegakkan, meninggalkan sosok Aldo yang tetap sibuk dengan dunianya sendiri di balik kubikel.

Hati Raisha bergemuruh. Pertanyaan berulang terus berputar dipikirannya. Antara realitas dan harapannya yang bertolak belakang, memungkiri kalau sifat Aldo seperti itu hanya sementara dan ketika realitas menamparnya, dirinya terus terluka pada harapannya sendiri.

"Kenapa perasaanku begitu dalam padanya?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!